
Belum sempat Tria menjawab, Yana yang sedang berdiri di pintu kelas memanggil Sinta.
"Sinta..! udah siap blom curhat-curhatan nya ada yang nyari in lo nih." Seru Yana dari ambang pintu.
"Siapa?" Tanya Sinta mengernyitkan keningnya.
"Siapa juga yang nyari pagi -pagi." Gumam nya dalam hati.
"Pangeran kodok lu!" Celetuk Yana.
"Haha... becanda lo gak lucu tau gak." Sinta jadi Tertawa geli karna mendengar kata 'pangeran kodok' yang baru saja di ucapkan teman karibnya itu.
"Dih gak lucu tapi ketawak, aneh memang cewek lu Kak." Ujar Yana dengan seseorang yang di luar kelas.
"Eh Sin kayak nya ada Boy deh di luar." Ucap Tria yang membuat Sinta tertawa lagi.
"Hahaha apaan sih lo ngawur aja masih pagi juga." Bantah Sinta sambil menjitak kepala Tria.
Tiba-tiba saat Sinta melihat ke arah pintu sudah ada seorang lelaki berdiri yang menatapnya sambil tersenyum manis.
"Kak Boy?" Ucap Sinta kaget dan di balas senyum oleh Boy.
Boy pun menggerakkan tangan nya memberi kode supaya Sinta mendatanginya dan Sinta pun menurut, dia langsung beranjak dari kursinya menuju keluar kelas.
"Ada apa Kak pagi-pagi nyari Sinta?" Tanya Sinta langsung to the poin.
Boy menatap Yana dan memberi tanda bahwa dia ingin bicara dengan Sinta berdua saja dan untungnya Yana pun mengerti dia langsung masuk ke dalam kelas.
"Sinta nanti pulang sekolah ada kegiatan?" Tanya Boy.
"Emmm.. kayak nya sih enggak Kak, kenapa emangnya?" Sinta balik bertanya.
"Aku anterin ya,,?" Pinta Boy.
"Emm.. ya?" Tanya Sinta memastikan maksud dari ucapan Boy.
"Iya dek soalnya kan seminggu ini aku udah jarang nganterin karna sibuk." Boy langsung memperjelas maksudnya tanpa dimintai oleh Sinta.
"Em ok." Jawab Sinta gugup, kenapa juga dia gugup hanya karna Boy ingin mengantarkan nya pulang.
"Ada lagi Kak?" Tanya Sinta lagi. Oh sungguh! Sinta benar-benar sangat terang-terangan sekali, tidak bisakah dia mengajak Boy terlebih dahulu duduk di tangga teras kelasny?
"Gak ada sih cuman mau bilang itu aja." Jawab Boy sambil tersenyum. Sinta agak ngeri juga sih kenapa pagi-pagi begini Boy terus-terusan tersenyum dan datang hanya untuk memintanya mengantarkan dirinya.
"Cuman itu aja?" Tanya Sinta memastikan.
"Iya, kalo gitu Kakak balik ke Kelas ya.. entar dimarahin Guru nya karna lama permisinya hehe." Boy berbalik setelah sebelumnya tersenyum manis kepada Sinta dan dibalas anggukan oleh Sinta.
"Oh ya,, nanti Kakak aja ya yang langsung jemput ke Kelas, Sinta tunggu aja oke." Boy berbalik lagi hanya untuk mengucapkan kalimat tersebut dan hanya dibalas anggukan oleh Sinta.
"Apa lagi?" Tanya Sinta karna Boy kembali berbalik lagi.
__ADS_1
"I love you." Ucap Boy tersenyum dan langsung melangkah menuju ke kelasnya dan itu membuat Sinta terkejut dan merona.
"Apa? dia bilang apa tadi? I love you? apa gue gak salah dengar?" Gerutu Sinta dalam hati tidak percaya sambil berjalan
sempoyongan ke kursinya.
"Lo kenapa Sin? kok muka lo merah gitu? emangnya Kak Boy ngomong apa sama lo?" Tanya Tria yang melihat pipi Sinta memerah.
"Eh.. itu.. apa.. dia ngajakin pulang bareng, iya gitu." Ucap Sinta gelagapan.
"Trus kok lo aneh banget habis ngomong sama dia?" Tanya Yana.
"Enggak kok siapa yang aneh,, udah minggir lo gue mau duduk." Usir Sinta dan Yana pun melangkah menuju kursinya dengan cemberut.
Selang 10 menit Guru seni budaya pun masuk dan mereka pun memulai proses belajar mengajar.
*********
Tettt..
Bel pulang pun telah berbunyi dan semua siswa pun berlarian keluar, ada yang menuju parkiran dan ada juga yang menuju gerbang.
"Sin gue duluan ya uda di tungguin Edi tuh." Ucap Tria dan menunjuk Edi yang sedang tersenyum di ambang pintu kelas.
"Eh lo pulang bareng Edi?" Tanya Sinta memastikan dan di angguki oleh Tria.
"Ohh kalo gitu hati-hati ya gue titip salam sama Mama nya si Edi." Ucap Sinta nyengir dan Tria hanya menggeleng-gelengkan kepala nya menanggapi candaan sabahatnya itu dan berjalan ke arah Pintu.
Sinta menyusul Tria keluar dan menunggu Boy namun tak lama Boy pun datang.
Saat di perjalanan
"Sinta laper gak ?" Tanya Boy memecahkan keheningan yang sedari tadi menyelimuti mereka.
"Enggak Kak." Jawab Sinta singkat.
"Aku laper nih kita mampir bentar ke cafe yah?" Pinta Boy dengan nada memohon.
"Ok." Jawab Sinta singkat. Lagi pula apa salahnya mampir sebentar kan.
Sesampainya di cafe
"Sinta mau makan apa?" Tanya Boy.
"Sinta gak laper Kak, Kakak aja yang makan Sinta minum aja, jus jeruk aja kalo boleh." Jawab Sinta yang langsung diangguki Boy.
"Mau pesan apa kakak?" Tanya seorang pelayan cafe.
"Nasi goreng klasan nya 1 sama jus jeruk nya 2 ya mbak." Ucap Boy.
"Terima kasih mohon di tunggu." Pinta pelayan itu sambil menunduk dan langsung pergi.
__ADS_1
"Oh ya Sin tadi aku liat Teman mu pulang bareng Edi ya?" Tanya Boy membuka suara.
"Iya Kak." Jawab Sinta singkat dan hanya diangguki Boy.
"Ini pesanan nya." Kata seorang pelayan yang baru datang mengantarkan pesanan mereka.
"Terima kasih Mbak." Ujar Sinta sambil tersenyum, Boy yang tak sengaja melihat senyum itu pun entah mengapa tiba-tiba membuat jantungnya memompa dua kali lebih cepat.
"Yakin gak mau makan?" Tanya Boy memastikan dan langsung diangguki Sinta.
"Makan ya sekali suap aja deh ini enak lo aaa..." Ucap Boy dengan nada memohon sambil menyodornya sesendok nasi goreng dan dengan terpaksa Sinta pun menerimanya.
"Mau lagi?" Boy kembali menawarkan namun dengan cepat Sinta menggelengkan kepalanya.
Setelah beberapa menit Boy makan akhirnya selesai juga.
"Uda selesai?" Tanya Sinta dan langsung diangguki Boy.
"Oh ya... Sin Kakak mau ngomong sesuatu sama kamu." Ucap Boy yang tampak serius.
"Ngomong aja Kak." Ucap Sinta santai sambil meminum jus jeruk nya.
"Sin.. jujur Kakak nyaman banget kalo ada di deket kamu, memang sih sebelumnya Kakak juga ragu karna pas awal Kakak nembak kamu tuh cuman iseng aja tapi ternyata sekarang Kakak memang beneran sayang sama kamu Sin.." Boy merasa lega karna telah berhasil menuntaskan keinginannya.
"Kakak serius?" Tanya Sinta memastikan ucapan Boy barusan.
"Serius Sin makanya Kakak mau jujur sama Sinta sekalian juga mau tau gimana perasaan Sinta ke Kakak." Ucap menunjukkan keseriusan.
"Emm.. jujur aku gak tau aku sayang atau enggak sama Kakak tapi memang aku juga ngerasa nyaman sih kalo di dekat Kakak." Ucap Sinta tanpa sadar dan membuat Boy tersenyum manis.
"Eh apa yang barusan aku katakan? kenapa aku mengatakan nya?" Gumam Sinta dalam hati.
"Aku harap sih kamu bisa sayang ke aku karna aku jarang sayang sama seseorang, tapi kalo uda sayang aku gak mau di kecewain, dan karna kita baru pacaran makanya Kakak nanya perasaan Sinta ke Kakak, kalo emang Sinta gak ada perasaan sedikit pun ke Kakak, Kakak masih lebih mudah buat ngilangin rasa sayang ini ke Sinta." Jelas Boy panjang kali lebar.
"Emm.. Sinta yakin kok Kok sama perasaan Sinta tapi mungkin masih butuh waktu sedikit lagi biar Sinta sepenuhnya sayang sama Kakak." Lagi-lagi Sinta tanpa sadar mengucapkan kalimat diluar nalar pikirannya.
"Hei hatiku kenapa kamu mengatakan itu? Gumam Sinta dalam hati.
"Semoga aja ya Sin,, dan kalo Sinta uda sepenuhnya sayang sama Kakak, Sinta langsung hubungin Kakak ya, emm.. kalo emang Sinta gengsi Kakak yang nanya duluan deh." Ucap Boy sambil tersenyum, Boy mengatakan itu karna dia tau Sinta orang nya yang pendiam dan gengsian apalagi menyangkut hati.
"Oh ya... Sin Kakak juga minta maaf ya karna gak bisa setiap waktu buat ngabarin kamu karna kamu tau sendiri kan Ka.."
"Iya Kak Sinta paham kok Sinta juga ngerti sama kondisk Kakak jadi Kakak gak perlu khawatir karna Sinta gak bakal permasalahin itu kok ." Potong Sinta sambil tersenyum.
"Baiklah Kakak lega sekarang,, kita langsung pulang?" Boy menimpali dan langsung diangguki Sinta.
Setelah membayar tagihan makannya dan minuman Sinta, Boy pun segera mengantarkan Sinta pulang ke rumahnya.
_________________________________
**Jangan lupa tinggalin jejak nya guys😀
__ADS_1
Aku tau kok kalian orangnya baik-baik and anteng-anteng, antik-antik pula😂
Happy reading🐼**