Bukan Cinta Pertama

Bukan Cinta Pertama
Bujukan


__ADS_3

Setelah sampai di rumahnya Tria pun khawatir dengan keadaan sahabat nya itu.


"Ah sial kenapa tadi aku tidak mencoba bertanya padanya, dan kenapa lagi Si Ali itu pergi meninggalkan nya, apa dia menjelek- jelekkan nya? atau menghina? aaa.. aku sungguh merasa bersalah karna semua ini kan rencanaku." Tria mengambil ponselnya dan mengecek apakah sosmed Sinta Aktif.


"Ah sial sosmednya juga tidak ada yang aktif lagi, apa aku telpon saja ya." Mencoba mencari nomor yang ingin dia hubungi dan terdengar jawaban dari operator nomornya bahwa nomor yang dituju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.


"Aduh.. bagaimana ini apa aku ke rumahnya saja ya, iya betul aku akan ke rumahnya nanti malam." Putus Tria.


****


Sesampainya di rumah Sinta, Tria melihat Ibu Sinta sedang duduk di teras depan rumah, dia agak ragu tapi dia berusaha memberanikan diri.


"Bu Sinta nya ada?" Tanya Tria tiba-tiba yang membuat Ibu Sinta sedikit kaget.


"Eh Tria.. bikin kaget saja" Jawab Ibu namun Tria hanya tersenyum.


"Sinta nya ada di dalam masuk saja." Lanjut Ibu Sinta dan Tria hanya menganggukkan kelapanya dan segera masuk ke dalam menemui Sinta yang ternyata sedang menonton sambil tertawa bersama Adik-adiknya.


Dia sepertinya terlihat baik-baik saja, ah tidak dia memang kan orangnya seperti itu. Tria


"Sinta!" Panggil Tria sontak saja membuat Sinta terkejut dan melihat ke arah yang memanggilnya.


"Tria? ada apa? ayo duduk." Sambil menepukkan tangannya ke karpet agar duduk di sampingnya dan Tria pun menurut.


"Ada apa kau kesini sepertinya tidak ada tugas untuk besok dan.." Kalimatnya terhenti karna tanggannya dipegang Tria.


"Sin, kau pasti tau alasanku kenapa datang kemari." Sinta lalu menarik tangan Tria agar mengikutinya masuk ke dalam kamar lalu mengunci pintu kamar nya agar tidak ada yang mendengarkan mereka.

__ADS_1


Mereka berdua sudah duduk di atas ranjang dan keduanya sama- sama diam.


"Sin aku butuh penjelasanmu atas kejadian tadi siang karna aku merasa bersalah bagaimana pun aku merencanakan itu semua." Memcoba membuka mulutnya.


"Sudahlah Tri aku gapapa dan lupakan saja soal tadi siang jangan dibahas lagi." Tanpa melihat ke arah Tria.


"Apa kau ingin memutuskan persahabatan kita ini yang sudah sedari kecil?" Matanya mulai berkaca kaca.


"Apa- apaan kau ini kau pikir aku ini anak kecil." Sinta berucap dengan ketus karna kaget mendenger perkataan Tria.


"Kalau begitu ayolah cerita Sin, kita sudah pernah berjanji bukan kalau diantara kita tidak boleh ada yang di tutup tutupi." Bujuk Tria, Sinta hanya diam dan mulai melentangkan tubuhnya ke atas ranjang sambil tersenyum dan itu membuat Tria semakin frustasi karna sudah kehabisan akal dan tidak ada satupun jurus bujukan nya yang berhasil meluluhkan hati sahabatnya itu.


"Lebih baik kau pulang saja lalu istiharat karna besok kita masih harus sekolah dan tidak usah memikirkan hal yang tidak penting." Usir Sinta secara halus.


"Kau mengusirku? baiklah.. dan aku tidak akan pulang sebelum kau menceritakan kejadian tadi siang." Tolak Tria.


"Tadi sewaktu di kafe Si Ali itu menembakku..." Mata Tria melongo mendengar ucapan Sinta.


"Lalu kau menerimanya?" Tanya Tria dan Sinta langsung menggelengkan kepala nya.


"Lalu?" Tanya Tria lagi penasaran.


"Sebelum aku menjawabnya eh tapi memang aku tidak ada niatan sih mau menjawabnya." Tria semakin bingung dengan cerita Sinta.


"Lalu apa yang terjadi? kenapa dia meninggalkanmu? dan kenapa seragam mu basah dan kenapa pula kau menangis? apa dia menghinamu? dan kenapa.sosmed dan.hp mu..." Sinta langsung mendaratkan tangan nya ke bibir Tria agak memberhentikan pertanyaan bertubi-tubinya itu.


"Diamlah akan ku jelaskan." Tria langsung mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


"Setelah dia menembakku dengan gombalan nya yang sangat menjijikkan itu tiba- tiba seorang perempuan datang yang mungkin pacar nya Ali lalu dia menyiramku dengan minuman yang ada di meja lalu marah- marah tapi dengan akalnya yang busuk itu si Ali malah menyalahkan ku atas pertemuan itu.."


"Maksudmu menyalahkan bagaimana?" Tanya Tria menyela cerita Sinta karna semakin penasaran.


"Dia bilang bahwa aku lah yang tiba-tiba datang menemui nya di kafe dan bilang kalau aku yang sudah merayui nya ya pokoknya dia itu memojokkanku..." Berhenti sejenak untuk menghela nafas panjang.


"Apa?? berani-berani nya dia seperti itu padamu." Tria kesal dan tidak menyangka.


"Iya dia bilang seperti itu dan karna itu wanita nya menghinaku bilang bahwa aku ini perempuan yang sudah tidak punya harga diri kerna telah menghoda pacar orang dia juga mengataiku sebagai ***** secara berulang kali bahkan dan setelahnya mereka pergi begitu saja." Tria pun kaget dan semakin merasa bersalah.


"Lalu kau hanya diam saja?" Tanya Tria yang langsung di angguki Sinta.


"Lagian untuk apa aku membalas kata- katanya yang tidak ada artinya itu dan aku tau dia begitu karna Ali dan dia sangat mencintai Ali tapi memang Ali nya saja yang tidak tahu diri." Balas Sinta lagi.


"Sin.. maaf kan aku ya gara-gara aku kau jadi harus mendapatkan makian dari orang yang buta cinta seperti itu eh.. dan untung saja kau belum menjawab tembakan dari Si Ali kutu kupret itu ya." Sambil memeluk Sinta.


"Ah sudahlah kau tidak perlu seperti ini, kau lihat kan aku baik-baik saja dan aku juga tidak memikirkan hal itu lebih dalam karna menurut ku itu tidak penting dan ya satu lagi kau tidak perlu membalas nya yang perlu kau lakukan hanya diam dan tidak berhubungan lagi dengan nya." Melepaskan Pelukan Tria.


"Sekarang kau pulang saja nanti tante memarahi mu lagi karna terlalu lama disini." Lanjut Sinta lagi.


"Iya baiklah aku akan pulang dan sekali lagi maafin aku ya Sin." Sambil berdiri dan menatap Sinta sejenak.


"Iya kau tidak perlu minta maaaf karna kau tidak bersalah dan ini sudah kehendak Tuhan." Sembari membuka pintu kamarnya lalu mengantarkan Tria ke depan.


Tria pun pulang dengan perasaan yang lega dan bercampur kesal juga sih setelah mendengar cerita dari Sinta.


Bersambung....

__ADS_1


Bagi like nya dong😭😭


__ADS_2