Bukan Cinta Pertama

Bukan Cinta Pertama
Pulang


__ADS_3

Setelah 2 jam lebih mereka di perjalanan terdengar suara azan maghrib.


"Kita sholat dulu ya." Ucap Boy yang sudah memasukkan motor nya ke tempat parkiran mesjid itu, Sinta hanya mengangguk.


Mereka pun pergi ke toilet masing-masing dan juga sholat masing-masing. Setelah selesai sholat mereka langsung melanjutkan perjalanan.


Saat di perjalanan Boy merasa Sinta yang berusaha menahan dingin, Boy segera meminggirkan motornya yang membuat Sinta heran.


"Kenapa berhenti Kak?" Tanya nya sambil menyatukan tangannya udara menahan dingin. Boy membuka jaket nya sontak membuat Sinta berpikiran kotor.


"Kakak mau ngapain?" Tanya nya lagi namun Boy hanya diam dan melihat Boy yang sudah turun dan melangkah ke belakangnya, dia terkejut atas perlakuan Boy yang ternyata mengerti akan nya yang sedang membutuhkan kehangatan.


"Aku tau kamu kedinginan makanya aku pakein jaket biar agak hangatan dikit. " Boy pun mulai melajukan motor nya kembali.


"Makasih ya Kak." Ucap Sinta Lirih.


"Untuk?"


"Kehangatan ini." Boy yang mendengar pun tersenyum karna senang jika orang disayangi nya juga nyaman dengannya.


"Kita makan dulu ya sayang." Boy yang sudah menahan lapar sedari tadi dan mencari-cari tempat makan akhirnya menemukan.


"Iya, aku juga lapar."


Mereka pun mampir sebentar untuk makan malam di sebuah kafe yang tidak terlalu rame, mereka duduk berhadap-hadapan yang di batasi meja bundar yang tak terlalu besar.


" Sayang Mau makan apa?"


"Samain aja sama Kakak." Boy hanya mengangguk.


"Mau pesan apa kak?" Tanya seorang pelayan kafe.


"Nasi goreng klasan nya 2 jus jeruk nya 2, sayang mau nambah yang lain?" Tanya Boy, dengan cepat Sinta menggeleng.


"Yasudah itu saja mbak." Ucap Boy.


"Baiklah mohon di tunggu pesanan nya kak." Lalu beranjak pergi dari hadapan Sinta dan Boy.


Sambil menunggu pesanan datang, Boy meraih ponsel nya dan menghubungi seseorang.


"Halo Assalamualaikum Bu."


"Waalaikumsalam Boy nak kalian dimana?" Terdengar suara dari sembarang ponsel Boy.


"Kita lagi makan Bu, selesai makan kita langsung pulang kok dan.. kira- kira kita nanti nyampe rumahnya jam 8 lebih Bu." Melihat jam yang melingkar di tangannya dan menghitung- hitung.


"Ohh.. baiklah Sinta ada bersama mu kan?" Tanya dari sebrang sana lagi.


"Iya Bu,, ini di depan Boy lagi mainin hape nya, Ibu mau bicara dengannya?" Tanya nya balik.

__ADS_1


"Tidak perlu nak, Ibu sudah mendengar kabar baik dari kalian aja udah senang, yaudah kalo gitu Ibu matiin dulu ya, kalian hati-hati di jalannya."


"Iya Bu Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam nak." Sambungan telpon pun berakhir.


"Kakak nelpon Ibu Sinta?" Tanya nya setelah melihat Boy yang sudah mengakhiri panggilan.


"Iya.. aku takut Ibu cemas nungguin kita." Sinta hanya mengangguk paham.


"Ini Kak pesanan nya." Ucap seorang pelayan yang datang dengan membawa pesanan mereka.


"Terima kasih." Ucap Sinta sambil tersenyum manis. Pelayan itu menunduk lalu pergi setelahnya meninggalkan Sinta dan Boy yang sedang menikmati makan malam mereka.


Mereka pun makan dan sesekali berbincang kadang juga tertawa.


"Sudah selesai? kita berangkat sekarang?" Tanya Boy yang melihat Sinta telah selesai dengan makannya dan Sinta pun mengangguk.


"Yaudah kamu duluan aja ke depan, aku mau bayar tagihannya dulu." Sambil beranjak dari tempat duduk nya menuju meja kasir.


"Kak jangan lama-lama ya." Seru Sinta sambil melihat jam yang melingkar di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 19. 15 dan segera beranjak ke parkiran.


Saat selesai membayar tagihan Boy langsung keluar menuju parkiran yang disana sudah ada Sinta yang menunggu nya sambil memainkan ponsel nya.


"Udah?" Tanya Sinta yang menyadari kedatangan Boy.


"Udah.. yuk." Ajak Boy dan diangguki Sinta. Boy langsung melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


"Mau mampir?" Tanya Boy yang sudah memberhentikan kretanya di depan pasar malam.


"Emm.. pengen sih tapi gak usah deh entar pulangnya kemaleman terus besok kan juga sekolah nanti kesiangan bangunnya." Jawab Sinta menolak karna memang besok mereka harus sekolah.


"Yaudah kita beli popcorn sama kembang gula aja sekalian oleh oleh buat adik-adik." Ucap Boy dan Sinta hanya mengangguk dan mengikuti Boy.


"Bang popcorn nya 5 kembang gulanya 5 ya." Ucap Boy kepada tukang jualan popcorn dan kembang gula itu dan tukang jualan itu pun mengangguk sambil tersenyum ramah.


"Kok banyak banget Kak?" Tanya Sinta.


"Ya gapapa lah sayang lagian sesekali kok."


"Ini Mas pesanan nya." Belum sempat Sinta menjawab Boy, Ucap tukang jualan itu sambil menyodornya pesanan Boy. Boy pun menerimanya dan juga menyodorkan beberapa lembar uang.


Setelah membeli ole- ole mereka langsung menuju ke motor Boy namun Boy teringat dengan Ibu Sinta saat melihat jualan martabak.


"Sayang bentar ya." Ucap Boy lalu pergi menuju jualan martabak, Sinta yang melihat Boy sudah meninggalkannya hanya diam menunggu di dekat motor nya Boy saja.


"Udah?" Tanya Sinta yang sudah melihat kedatangan Boy dan Boy pun mengangguk lalu tersenyum dan segera melajukan motornya.


Dugaan Boy benar jam 8 lebih mereka akhirnya sampai di rumah Sinta. Mereka langsung masuk saat pintu tidak di tutup.

__ADS_1


"Assalamualaikum Bu.. Yah.." Ucap Sinta sambil memasuki rumahnya.


"Waalaikumsalam.. eh kalian akhirnya pulang juga, duduk dulu yuk biar Ibu buatin minum " Ucap Afni yang tadi sedang nonton tv langsung menghampiri Sinta dan Boy. Sinta dan Boy pun menyalami tangan Afni.


"Emm.. gak usah Bu, Boy cuman bentaran aja kok ini sedikit ole- ole buat Ibu," Ucapnya menolak sambil menyodorkan kantong kresek yang berisi martabak yang tadi sempat di belinya.


"Ehh makasih nak Kok repot- repot sih,"


"Gak repot kok Bu... oh iya adik- adik dimana Bu?" Lanjutnya lagi.


"Ada di kamar lagi belajar."


"Yaudah aku kesana dulu ya Bu." Ucap Boy langsung diangguki Afni dan Boy segera menghampiri adik- adik nya Sinta.


Ceklek..


Suara pintu dibuka sontak Pitri dan Putri yang sedang belajar melihat ke arah pintu yang dibuka.


"Kak Boy!!!" Teriak mereka bersamaan dan langsung berlari ke pintu dan memeluk Boy.


"Heyy.. ternyata kalian disini, Kakak nyariin loh.. oh iya ini ole-ole buat kalian." Ucap Boy melepaskan pelukan Pitri dan Putri lalu setengah berdiri dan memberikan popcorn dan kembang gula yang dibelinya tadi di pasar malam.


"Makasih ya Kak." Ucap mereka bersamaan dan langsung mencium pipi kanan kiri Boy. Boy yang dicium merasa sangat senang.


"Yasudah kalian lanjut belajar lagi oke biar jadi anak yang pintar, Kakak cuman bentar mau ngasih itu aja."


" Loh.. Kakak udah mau pulang? padahal Putri masih mau main sama Kakak." Ucap Putri sedih dan diikuti anggukan Pitri.


"Lain kali aja ya mainnya soalnya udah malam Kakak kan harus pulang besok kan juga harus sekolah." Jelas Boy.


"Yaudah deh, Kakak hati-hati ya." Ucap Pitri.


"Iya.. kalian lanjut belajar lagi ya.. dahh.." Ucap Boy melambaikan tangannya dan menutup pintu kamar itu dan menuju ruang tengah yang sedang ada Afni dan Sinta.


"Oh ya Bu, Ayah dimana?" Tanya Boy sambil berjalan menuju ke arah Afni.


"Ayah lagi ada pengajian khusus bapak-bapak."


"Ohh kalo gitu Boy titip salam aja ya Bu sama Ayah soalnya gak bisa lama- lama." Ucapnya tak enak walaupun memang masih ingin berlama- lama di rumah Sinta.


"Loh emangnya udah mau pulang nak Boy? kan masih jam setengah sembilan."


"Besok kan kita masih mau sekolah Bu, lagian Kak Boy pasti capek seharian ini, aku aja yang gak ngapa- ngapain capek apalagi Kak Boy Bu." Ucap Sinta menimpali.


"Ohh.. ya sudah kalau begitu nanti Ibu sampaikan salamnya, kamu hati-hati pulangnya ya."


"Iya Bu.. Boy pamit dulu ya Bu,, Assalamualaikum." Sambil menyalami Afni.


"Waalaikumsalam.."

__ADS_1


Setelah mengantar Boy ke depan Sinta langsung ganti baju lalu tidur karna kelelahan.


__ADS_2