Bukan Cinta Pertama

Bukan Cinta Pertama
Di rumah aja


__ADS_3

Keesokan hari nya..


Pukul 03.30 Sinta sudah bangun, dan keadaan rumah masih sangat sepi, dia langsung bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu lalu melaksanakan sholat tahajjud.


Setelah selesai sholat tahajjud dia membaca Al-Quran sambil menunggu waktu shubuh.


Boy yang mendengar suara mengaji pun terbangun karna kamar yang di tempati nya bersebelahan dengan kamar Sinta.


"Merdu." Kalimat itu yang muncul di benaknya saat sudah sadar sepenuhnya. Dia melirik jam di ponselnya dan masih ada waktu untuk sholat tahajjud, dia pun bergegas ke kamar mandi yang ada di kamarnya untuk berwudhu dan melaksanakan sholat tahajjud.


Selesai sholat tahajjud dia duduk di tepi ranjang mendengar kan Sinta yang masih mengaji sambil senyum-senyum sendiri.


Sampai pada akhirnya terdengar suara adzan shubuh dari arah mesjid yang tidak jauh dari rumah Sinta.


Sinta menghentikan bacaan nya lalu segera melaksanakan sholat shubuh, sedangkan Boy dia keluar kamarnya berencana untuk meminta sarung pada Sinta karna dia ingin sholat berjamaah di mesjid.


Namun saat dia keluar kamarnya tiba-tiba muncul Ayah Sinta yang sudah rapi dengan baju koko dan sarung nya mengagetkan nya.


"Nak Boy sudah bangun ternyata." Sapa Ayah Sinta.


"Iya Yah sudah, Boy boleh minjam sarung tidak Yah?" Tanya Boy.


"Tentu saja boleh, tunggu sebentar ya." Sambil beranjak ke kamar. Sedangkan Boy dia tetap berdiri di depan pintu kamarnya.


"Nih Nak Boy." Sambil menyerah kan sarung yang sudah diambilnya tadi.


"Terimakasih Ayah, Ayah mau ke mesjid?" Tanya Boy lagi.


"Iya,, kamu mau ikut?" Ajak Ayah Sinta.


"Iya Ayah tapi tunggu sebentar Boy akan ganti sarung nya dulu." Pinta Boy pada Ayah Sinta dan langsung mengangguk.


"Mari Ayah." Boy mempersilahkan Ayah Sinta untuk berjalan di depannya dan mereka pun melaksanakan sholat shubuh di mesjid.


Sedangkan Sinta,dia melaksanakan sholat shubuh nya di kamarnya begitupun dengan Ibunya yang juga melaksanakan sholat shubuh di kamarnya.


Setelah Selesai sholat shubuh, Sinta bergegas ke dapur untuk membuatkan sarapan, saat dia keluar kamar dia melihat pintu kamar Boy yang masih tertutup. Dia ingin membangunkan nya untuk sholat tapi di urungkan nya dan beranjak ke dapur.


Saat dia sampai di dapur dia melihat Ibunya yang sedang minum.

__ADS_1


"Ibu sudah bangun?" Tanya nya.


"Ah kamu mengagetkan Ibu saja," ucapnya kaget tanpa menjawab pertanyaan Sinta, "Uda sholat Nak?" Lanjutnya lagi.


"Sudah Bu," Jawab Sinta singkat.


"Kamu mau buat sarapan?" Tanya Ibunya lagi. dan Sinta pun menganggukkan kepalanya.


"Nanti saja lah sekarang berberes dulu waktu Ayahmu sama Nak Boy masih di mesjid, Ibu mau membangunkan Adik-adikmu dulu sholat shubuh." Ujar Ibunya langsung beranjak dari dapur tanpa menunggu jawaban Sinta.


Jadi udah bangun dan ke mesjid bareng Ayah, kok aku gak denger ya? atau pas aku tadi lagi ngaji kali ya. Batin Sinta


Dia pun segera menjauhkan pikiran-pikiran nya dan beranjak dari dapur menuju ruang tamu untuk bersih-bersih.


Setelah selesai menyapu dan mengepel, dia yang sedang berjalan menuju dapur sambil membawa ember dan kain pel pun mendengar suara Ayahnya dan Boy yang sedang berbincang, dia pun singgah sebentar di kamarnya hanya untuk memakai cadarnya.


Sedangkan Boy dan Ayah Sinta setelah pulang dari mesjid mereka duduk di kursi yang ada di teras rumah Sinta sambil berbincang-bincang mengenai pekerjaan dan sesekali juga Ayah Sinta bercerita lucu yang membuat Boy tertawa.


"Eh kalian udah pulang dari mesjid nya?" Sapa Ibu Sinta yang sedang membawa kan 2 gelas teh hangat, "Nih Ibu buatin minuman." Lanjutnya lagi sambil meletakkan teh diatas meja dan ikut duduk di kursi samping Ayah Sinta.


"Terimakasih Bu." Balas Boy sbil tersenyum.


"Sinta mana Bu?" Tanya Ayahnya.


"Nak Boy nanti pulang nya jam berapa?" Tanya Ibu Boy.


"Emm.. habis sarapan aja kali ya Bu." Jawab Boy memperkirakan.


"Kok buru-buru sih kenapa enggak habis makan siang aja?" Ibu Sinta memberi saran.


"Yaudah kalau gitu Bu." Ucap Boy akhirnya setelah berpikir sejenak.


Dan mereka pun larut dalam perbincangan mereka, sampai pada akhirnya Sinta datang memberi tau bahwa sarapan telah selesai. Mereka segera menuju ke meja makan untuk sarapan bersama.


"Adik- adik mu dimana Sin?" Tanya Ayahnya setelah mendudukkan pantatnya di kursi makan.


"Putri sama Pitri tadi udah berangkat agak pagian Yah katanya sih ada ujian." Jawab Sinta jujur dan Ayahnya hanya manggut-manggut dan acara makan kembali hening.


"Oh iya Yah kalau boleh tau Satya kemana kok gak pernah keliatan?" Tanya Boy karna memang dia tidak pernah melihat adik laki- laki Sinta yang umurnya dua tahun di bawah Sinta.

__ADS_1


"Dia udoa Ayah kasih modal buat bengkel sendiri karna waktu dia SMK dulu masuk jurusan TKR, Satya itu jarang pulang Nak Boy dia tidur ya di tempat bengkel nya itu paling juga pulang 3 hari sekali itupun cuman antar jemput pakaian." Jawab Ayah Sinta panjang lebar.


"Bengkelnya dimana Yah?" Tanya Boy lagi.


"Di gang jalan ke arah kampung Nak Boy." Jawab ayah Sinta.


"Ohh jadi pemilik bengkel itu Satya? pantes aja waktu aku mampir disitu liat dia kayak gak asing gitu." Jawab Boy sambil mengingat- ngingat waktu dia mampir di bengkel Satya.


Flashback on


2 tahun yang lalu saat Boy ingin pulang kampung untuk menghadiri acara pernikahan Abangnya yang anak ketiga.


Saat di gang menuju ke rumah nya dia singgah sebentar di mesjid untuk sholat, saat selesai sholat dia ingin melanjutkan perjalanan nya namun tertunda karna ada yang memanggilnya.


"Boy!" Panggil seseorang dari sebrang jalan yang terdapat bengkel. Boy pun langsung berbalik melihat ke arah sumber suara.


"Panji?" Serunya.


"Iya gue Panji temen sekampung lo." Jawab Panji.


"Sini Boy." Seru Panji dengan mengibaskan tangannya menyuruh Boy menghampirinya.


Boy pun mendatangi nya.


"Lo mau ke kampung kan buat ngadirin acara pernikahan Abang lu besok?" Tanya Panji tepat sasaran.


"Iya,, lo ngapain disini?" Tanya Boy sambil melihat seorang lelaki muda yang umurnya sekitar 19 tahunan seperti baru tamat SMA.


Kayak gak asing itu anak muda. Batin Boy.


"Gue juga mau ke kampung tapi ban mobil gue bocor makanya gue mampir dulu." Jawab Panji, "Kita barengan aja bentar lagi juga mobil gue selesai." Lanjutnya lagi.


"Ok." Jawab Boy singkat.


"Bang mobilnya udahan." Ujar si pemuda tukang bengkel.


"Ohh oke bentar ya Boy." Sambil beranjak ke arah tukang bengkel.


Setelah selesai membayar Panji langsung masuk ke dalam mobil nya.

__ADS_1


"Yuk Boy." Ajaknya dari dalam mobil dengan kaca jendela mobilnya di turunkan, tanpa menjawab Boy pun langsung menuju mobilnya.


flashback off


__ADS_2