Bukan Cinta Pertama

Bukan Cinta Pertama
Kekacauan


__ADS_3

Tettt...


Bunyi bel mendakan bahwa semua siswa-siswi boleh pulang ke rumah nya masing-masing.


"Jadikan kita ke kafe nya Sin?" Tanya Tria sambil memasukkan alat-alat Sekolah nya ke dalam tas ranselnya.


Sinta diam sejenak.


"Sepertinya menurutku kita tidak perlu lah ke kafe Tri." Jawab Sinta agak ragu.


"Kenapa?" Tanya Tria.


"Perasaan ku tidak enak seperti akan terjadi sesuatu, jadi kita pulang saja ya." Ajak Sinta yang masih ragu-ragu.


"Ah itu pasti cuman perasaan mu saja, ayolah kapan lagi kau membuka hatimu? setelah putus dari Budi kau seperti sudah patah semangat.." Jelas Tria sambil menghela nafas dan Sinta hanya diam saja.


"Ayolah Sin kita sudah SMA kita harus menikmati masa SMA ini dengan bersenang- senang bukannya malah seperti orang yang tidak punya semangat hidup, aku tau kau memang orang yang sangat ceria hingga jika kau punya masalah itu tidak terlihat oleh orang lain, tapi tidak dengan ku aku sudah lama mengenal mu aku tau semua mengenaimu walaupun aku diam tapi aku tau, jadi.. ku mohon ikutlah denganku menikmati masa SMA ini." Sambung Tria panjang kali lebar sambil memegang kedua tangan sahabatnya itu.


Sinta menghela nafas panjang.


"Ya baiklah aku akan ikut denganmu" Jawab Sinta yang membuat Tria akhirnya tersenyum.


😊😊😊


Sesampainya di kafe, hanya ada dua orang lelaki yang ada di dalam kafe itu yang masih memakai seragam SMA dan ternyata telah memesan empat gelas minuman, yaa siapa lagi kalau bukan orang yang mengajak mereka bertemu di kafe itu, Edi dan Ali. Tria dan Sinta pun akhirnya masuk ke dalam mendekati dua lelaki itu.


Saat masih berada di pintu, Edi mendatangi Sinta dan Tria lalu menarik tangan perempuan nya itu dan mencari tempat untuk mereka berdua, dan Sinta hanya diam setelahnya.


Tiba-tiba..


" Sinta!" Panggil Ali, Sinta yang tadinya bengong melihat kepergian sahabatnya itu pun langsung melihat ke arah yang memanggilnya.


" Kesini aja, kenapa malah bengong disitu." Sambung Ali lagi dan Sinta pun hanya tersenyum dan mulai mendekat.

__ADS_1


"Ayo duduk" Suruh Ali.


"Eh iya Kak." Sinta sambil menunjukkan senyum nya yang terpaksa.


" Kakak uda lama nunggu?" Tanya Sinta.


"Uda lumayan lama sih tapi gapapa kok kalau nunggu bidadari secantik Sinta." Menunjukkan senyum nya yang menurut Sinta itu menjijikkan.


Cihh.. tuh kan urat playboy nya sudah sangat terlihat dia begitu sangat menjijikkan apa dia berfikir aku menyukai lelucon nya yang sangat tidak lucu itu, aku benci ini. Gerutu Sinta dalam hatinya.


"Sinta eh kok malah bengong liatin kesana sih Aku kan disini." Dengan nada manjanya dia lontarkan ke Sinta dan itu membuat Sinta semakin jijik walau hanya menatapnya.


Dan tiba-tiba Ali memegang tangan Sinta yang ada di meja dan membuat Sinta kaget dan ingin melepaskan tangannya itu tapi Ali memegang nya dengan sangat kuat.


"Sinta, aku ingin jujur soal perasaanku sejak pertama kali aku melihatmu hatiku berdebar dengan sangat kencang seperti melihat bidadari yang baru saja jatuh dari langit dan tepat di depan mataku.." Ali menghentikan kalimatnya lalu menghembuskan nafas.


Apa? apa dia sudah gila


Ya dia sangat gila dan apa ini dia memegang tanganku seperti ingin menggigit nya saja


"Sinta mau kah kamu menjadi Ibu dari Anak anakku nanti." Menyambung kalimatnya yang tadi sempat terputus.


" Maaf aku masih sekolah Kak jadi belum kepikiran buat Nikah, Kakak cari perempuan lain saja." Ucap Sinta ketus.


"Ihh Sinta ini menggemaskan sekali ya.. jadi tambah cinta deh." Hampir mendaratkan tangan nya ke pipi Sinta tapi lebih dulu Sinta menjaujkan wajahnya.


Tiba-tiba datang seorang perempuan dan langsung menyiram Sinta dengan minuman yang ada di atas meja.


Sinta pun sontak kaget dan langsung berdiri melihat sosok yang manyiramnya itu dan juga diikuti Ali.


"Ternyata ini kerjaan kamu di luar ya Li, padahal aku uda percaya banget sama kamu kalau kamu gak bakal main lagi sama perempuan lain di belakangku tapi apa? kamu jahat Li kamu bener-bener jahat aku salah apa sama kamu." Teriak Wanita itu yang entah siapa Sinta juga tidak mengenalinya.


"Sayang kamu jangan salah faham aku gak ngapa-ngapain kok dia nya aja yang kegenitan sama aku ya aku ladenin aja dia mau apa." Tuduh Ali pada Sinta yang malahan tak tau apa-apa.

__ADS_1


"Kaka Ali tapi kan..." Kalimat Sinta terputus karna cepat dipotong wanita itu.


"Diam lo! dasar cewek kegatelan emang nya lo uda gak punya harga diri lagi sampe- sampe cowok gue mau lo embat juga ha!" Bentak wanita itu yang membuat Sinta tidak habis Fikir.


"Maaf sebelumnya Kak tapi saya tidak seperti apa yang Kakak pikirkan Kak Ali lah yang..." Kalimat Sinta terputus lagi.


"Udah deh gue gak butuh penjelasan dari mulut lo itu, kalo uda ***** ya ***** aja tapi harusnya tempat nya lo itu bukan disini tau gak! ini terlalu mewah buat cewek modelan kayak Elo!" Wanita utu langsung pergi dan tak lupa dia menarik tangan Ali.


Tria dan Edi yang melihat keributan pun datang menghampiri Sinta.


"Sin itu kenapa tadi aku dengar ada ribut- ribut dan Kak Ali mau kemana dia dan siapa lagi wanita itu?" Beribu pertanyaan yang Tria lontarkan kepada Sinta dan tanpa menjawab pertanyaan itu air mata Sinta pun turun tanpa diminta.


"Seragam kamu kok bisa basah?"


"Sin Eh kenapa menangis ad..." Belum siap menyelesaikan kalimatnya tiba- tiba Sinta menarik tangannya menuju tempat parkiran.


"Eh.. eh kita mau kemana?" Tanya Tria dan membalikkan badannya melihat Edi yang tertinggal lalu berkata.


" Kak aku balik duluan ya!."


Edi yang tak tau apa-apa juga hanya mengangguk.


Sampainya di parkiran Tria langsung menghidupkan motor maticnya lalu Sinta pun langsung naik dalam diam.


Diperjalanan Tria masih belum berani membicarakan Sinta yang masih terisak- isak di belakanwgnya.


Dan setelah sampainya di depan rumah Sinta, dia yang biasanya melihat kepergian Tria dulu baru berbalik kini setelah dia turun dia langsung berlari tanpaa menghiraukan sahabat nya itu.


Bersambung...


Wajib Like kalo uda baca!


Komen!

__ADS_1


Vote!


(.) ga pake (,)


__ADS_2