
Sesuai rencana Boy, setelah acara selesai dia ingin membangun perusahaan cabang di luar negeri, dia ingin memulainya di Singapura.
Setelah 6 bulan lamanya akhirnya pembangunan selesai, dia ingin meresmikan nya dan akan berangkat besok hari dan tentunya Sinta ikut begitu pun dengan Arif dia ikut dan tak lupa mengajak Tria.
Hubungan Arif dan Tria sekarang sudah jauh lebih baik, mereka sudah tidak pernah bertengkar malahan mereka sudah seperti sahabat saking dekatnya. Arif berencana akan menyatakan perasaannya pada Tria saat di Singapura besok, masalah di terima atau tidak itu urusan belakang pikirnya.
____
Arif, Boy dan yang lainnya sudah menunggu di bandara, sedangkan Sinta dan Tria masih di jalan karna terkena macet.
Setelah sekian lama akhirnya mereka pun sampai di bandara. Saat tiba di pintu utama ponsel Sinta berdering dia dengan cepat mengangkatnya.
"Assalamualaikum Pak." Sapa Sinta mengawali.
"Waalaikumsalam.. kalian dimana kita akan take off 15 menit lagi." Ujar Boy yang sudah was-was.
"Kita sudah sampai di pintu utama Pak, Bapak dan yang lain dimana?"
"Baiklah tunggu disitu saya akan menjemput kalian." Ujar Boy langsung memutuskan sambunga telponnya dan berlari ke arah pintu utama, Arif yang melihatnya pun mencoba memanggil namun tak digubris oleh Boy.
"Ayo, sudah tidak ada waktu lagi." Ujar Boy saat sudah sampai di hadapan Sinta dan Tria. Mereka pun langsung mengikuti Boy dari belakang.
***
Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam, mereka akhirnya sampai di bandara Changi airport. Mereka langsung menuju hotel untuk beristirahat karna peresmian nya akan dilaksanakan besok pagi.
Boy menyewa 5 kamar hotel yang dalam satu kamar dihuni 2 orang, misalnya Sinta satu kamar dengan Tria, Boy dengan Arif dan 3 pasangan lainnya.
Sesampainya di kamar masing-masing mereka semua langsung tidur karna memang mereka berangkat malam hari setelah waktu isya.
***
Keesokan hari nya..
Siang hari Mereka telah selesai meresmikan perusahaan cabang dari pagi. Boy memperbolehkan mereka menikmati suasana Singapura sebelum nanti malam akan pulang kembali. Ya mereka memang hanya sebentar disana.
Arif berinisiatif mengajak Tria, Sinta dan Boy ke pantai untuk melancarkan rencana nya dan tentunya sudah diketahui oleh Boy, dan Boy juga mendukungnya, "Kita ke laut yuk." Ajaknya saat mereka semua beranjak keluar kantor.
"Setuju." Jawab Boy.
"Em.. maaf Pak kita cari tempat yang lain aja ya." Ujar salah satu karyawan cowok.
"Siapa juga yang ngajak kamu." Balas Arif ketus.
"Kalian boleh pergi kemana pun yang kalian mau tapi ingat jam setengah 8 malam kalian sudah harus ada dihotel kita akan take off jam 9." Ujar Boy, "Kalian boleh pergi." Lanjutnya lagi.
Mereka semua pun berhamburan keluar begitu pun dengan Sinta dan Tria yang ingin menyusul yang lainnya namun terhenti karna Arif memanggil mereka.
"Heh Sinta dan Tria kalian mau kemana?" Tanya Arif sontak mereka menghentikan langkahnya dan kembali mengahadap ke Arif dan Boy.
"Tapi tadi Bapak bilang kita boleh pergi." Ucap Tria.
"Tadi kan saya sudah bilang saya ingin ke laut dan tentunya sekertaris saya juga harus ikut." Ujarnya santai.
__ADS_1
"Dan saya Pak --"
"Kamu ikut karna saya juga ikut." Ucap Boy memotong ucapan Sinta, Sinta dan Tria pun hanya bisa menghela nafas.
"Gagal deh senang-senang nya." Ucap Tria pada Sinta, mereka berjalan di belakang Boy dan Arif.
"Udah gapapa lagian kita juga ke pantai kok." Ujar Sinta menenangkan.
Mereka sedang menuju pantai, mereka pergi menggunakan mobil yang sudah di sewa Boy, Arif yang mengendarainya dan di sebelahnya Boy , sedangkan Sinta dan Tria duduk di kursi penumpang.
"Gimana kalau kita makan siang dulu." Ucap Arif memecahkan keheningan.
"Setuju." Jawab Boy singkat.
"Kita ngikut aja Pak." Balas Tria pasrah sedangkan Sinta dia hanya diam.
"Bagaimana Sinta?" Tanya Arif yang melihat Sinta hanya diam.
"Saya juga ikutan saja Pak." Balas Sinta.
"Bagus." Ucap Arif.
"Oh ya.. kalau di luar kantor jangan panggil kami Pak oke." Lanjutnya lagi.
"Oke Dek!" Jawaban Tria membuat Arif kesal.
"Kenapa lo manggil gue Dek?" Protesnya tak terima.
"Ya karna lo emang Adek'an gue kan?" Jawab Tria dengan pertanyaan.
"Maksud Kak Boy?" Tanya Tria bingung.
"Iya umur dia itu lebih tua dari kamu satu tahun, cuman dia terlambat masuk sekolah 1 tahun." Jelas Boy.
"Loh kok Kak Boy bisa tau?" Tanyanya lagi semakin bingung.
"Gue Adiknya." Jawab Arif santai.
"Hah! beneran?" Tanya Tria kaget sekaligus tak percaya.
"Nah denger tu jadi harusnya lo itu manggil gue Bang atau Kak ngerti?." Telak Arif tapi tak dijawab oleh Tria.
"Adik kandung?" Tanya lagi setelah beberapa saat diam.
"iya bawel." Jawab Arif.
"Ya maaf aku kaget soalnya kalian itu perbedaan nya jauhhh banget sumpah." Celetuk nya yang membuat mereka yang di dalam mobil terkekeh.
"Yaiyalah jauh beda, Ganteng, gantengan gue, baik, baikan gue, kece, kecean gue pokoknya lebih unggulan gue semuanya dari dia." Balas Arif tak kalah cerewet.
"Ihh narsis." Balas Tria.
"Narsis-narsis gini tapi lo suka." Ucap Arif pelan.
__ADS_1
"Lo bilang apa kita gak denger." Tanya Tria karna mendengar Arif bicara pelan tapi tak bisa mendengar nya.
"Gak ada sayang." Jawab Arif lembut, Tria yang mendengarnya pun merasa malu dengan panggilan sayang Arif.
Arif yang tak mendengar balasan Tria pun mengintipnya dari kaca spion dan benar saja Tria sudah memalingkan wajahnya ke arah jendela. Arif tersenyum puas melihatnya. Sedangkan Sinta dan Boy hanya geleng- geleng.
Setelah 20 menit di jalan Arif memarkirkan mobilnya di depan sebuah restoran khusus makanan Singapura.
Mereka duduk di sudut dekat dinding kaca agar bisa memandang keluar restoran. Sinta dan Tria duduk bersebelahan sedangkan Arif dan Boy di sebrang mereka yang dibatasi meja persegi panjang. Pelayan pun datang menghampiri mereka.
"What do you want, mr dan Mrs? (mau pesan apa tuan dan nyonya?)" Tanya pelayan tersebut sambil memberikan 2 buku menu dan memegang cacatan kecil beserta pena.
"Wait a minute.(Tunggu sebentar.)" Jawab Boy, pelayan itu pun mengangguk.
Sinta dan Tria memilihi makanan yang menurut mereka unik, sedangkan Boy dan Arif yang sudah mengetahui tentang makanan Singapura pun memilih apa yang ingin mereka makan.
"I want chili crab with rice sapareted and lemon juice.(Saya mau chili crab dengan nasi di pisah dan jus lemon.)" Ujar Boy, si pelayan itu pun langsung mencatat nya.
"I want Laska singapure and avocado juice.(saya mau Laska singapura dan jus alpukat.)" Ujar Arif.
"I want Hokkien prawn, Chai tow kwai, Popiah and orange juice two.(Saya mau hokkien prawn, chai tow kwai, popiah dan jus jeruk dua.)" Ujar Tria setelah Arif.
"Banyak amat lu makan nya?" Protes Arif namun Tria hanya mengangkat bahunya acuh.
"There are more?(Ada lagi?)" Tanya pelayan itu.
"Sinta kamu tidak pesan?" Tanya Boy karna Sinta tidak ikut memesan.
"Kan sudah tadi Pak dipesankan sama Tria." jawab Sinta, Boy pun mengangguk.
"Just that.(Hanya itu.)" Ujar Boy pada pelayan itu. Pelayan itu pun menyebutkan kembali pesanan dan mereka semua mengangguk.
"Please wait a minute.(Mohon ditunggu sebentar.)" Ujarnya lalu beranjak pergi.
Selang beberapa menit, makanan datang mereka langsung menyantapnya dengan hening hanya sesekali Arif melawak.
Setelah selasai makan, Boy membayar tagihan makan mereka ke kasir dengan kartu debit nya lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju ke laut.
***
Sesampainya di laut mereka duduk dengan berjejer di tepi laut, mulai dari Boy di samping nya Arif di samping Arif ada Tria dan di sebelah Tria ada Sinta sambil mereka menikmati pemandangan sekitaran laut.
Setelah beberapa saat mereka memandangi sekitar laut, Arif melirik Boy, Boy yang merasa dilirik pun menengok Arif. Arif memberi kode pada Boy, Boy pun mengerti lalu mengangguk. Boy datang ke ujung ke tempat Sinta dan duduk di samping Sinta yang berdiri, Sinta bingung kenapa Boy malah duduk di sampingnya namun dia tak ingin bertanya, dia tetap duduk berdiri di posisinya.
"Wahh ada kapal tuh liat yuk." Teriak Arif yang spontan menarik tangan Tria sedangkan Tria yang di tarik tiba- tiba pun hanya ikut-ikutan berlari dengan tangannya terus di tarik Arif.
"Eh-eh kalian mau kemana?" Tanya Sinta sambil sedikit teriak namun Arif sudah lebih dulu berlari dan tak mengindahkan panggilannya.
"Mereka kemana?" Tanya Boy pura-pura heran.
"Gak tau Kak, ayo kita susul saja." Ujar Sinta.
"Saya lelah, mending kita disini saja nanti juga mereka balik lagi." Ujar Boy santai. Sinta tak menjawab dia hanya diam menatap Tria dan Arif yang masuk ke pelabuhan kapal.
__ADS_1
"Emangnya gak capek berdiri terus?" Tanya Boy karna Sinta terus berdiri. Sinta membenarkan pertanyaan Boy lalu tanpa menjawab dia menggeser posisinya sekitar satu meter duduk di samping Boy. Sekilas Boy melihatnya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.