Bukan Cinta Pertama

Bukan Cinta Pertama
Cemas


__ADS_3

Setelah selesai membuat teh dia pun bergegas mengantarnya ke kamar Ayahnya, sebelumnya dia ke kamar untuk mengambil cadarnya.


"Assalamualaikum." Ucapnya setelah sampai di ambang pintu kamar Ayahnya. Serentak semua yang ada di dalam melihat ke arahnya.


"Waalaikumsalam." Jawab semuanya serentak.


"Ini Pak minumnya silahkan." Sambil meletakkan di samping Boy di atas meja.


"Terima kasih, kalo di luar kantor jangan terlalu formal biasa saja." Pintanya.


Semua orang di ruangan itu bingung melihat Boy dan Sinta.


"Kak Boy ini atasannya Sinta di kantor Yah Bu" Ujarnya yang mengerti situasi.


"Oh ya? kenapa kamu baru bilang?" Tanya Ibunya kaget namun tak di jawab oleh Sinta.


"Astaga.. Oh iya Boy gimana hubungan kalian sama Sinta?" Tanya Afni tanpa rasa merasa bersalah.


"Emm maksud Ibu?" Tanya Boy balik karna heran dengan pertanyaan Afni padahal kan setau dia dia sudah putus 6 tahun yang lalu tapi sekarang kenapa malah bertanya tentang hubungannya dengan Sinta.


"Bu.." Tegur Sinta yang merasa malu atas pertanyaan Ibunya.


"Ibu tau kok kalian sudah tidak pacaran lagi tapi Sinta bilang kalian masih sering kontek an kok tapi Ibu heran aja pas Ibu pengen video call sama kamu alasannya kamu selalu Sibuk, emang sibuk banget ya Nak Boy? oh iya apalagi sekarang udah jadi bos pula ya." Cerocos Afni.


Sinta yang mendengar perkataan Ibunya pun menunduk sambil meremas jari-jari nya, sedangkan Boy dia mendengarkan dengan seksama dan sesekali melirik Sinta yang tertunduk malu.


Kenapa Sinta bohong ya. Batinnya.

__ADS_1


"Iya nih Kak Boy waktu aku minta nomor Abang buat hubungin aja gak di kasih sama Kak Sinta katanya nanti gangguin Kakak lagi gitu katanya." Ucapan Putri sukses membuat Sinta merasa terpojok.


Sinta mengambil ponselnya dan mengetikkan pesan.


Sinta


:Pak.. saya bisa jelasin


Boy yang merasa ponselnya bergetar pun mengeluarkannya dari saku celana lalu tersenyum setelah membaca pesan tersebut, lalu diapun membalasnya.


Boy


:Saya tunggu penjelasan dari kamu


Balasan Boy semakin membuat Sinta semakin cemas, sedangkan Boy yang melihat kecemasan Sinta merasa gemas.


"Ah iya Bu memang saya sangat sibuk makanya saya cuman bisa ngabarin Sinta saja.." Ucapnya membela Sinta.


"Oh iya Bu Yah kayaknya saya harus balik, saya kesini cuman mau jengukin Ayah saja." Ucap Boy setelah melirik jam tangannya.


"Kenapa buru-buru nsekali Nak Boy." Ujar Ayah Sinta yang tadinya hanya diam saja.


"Iya nih Nak Boy padahal udah lama gak main kesini." Timpal Ibunya.


"Maaf Bu Yah saya masih banyak kerjaan yang saya tinggal di kota." Ujarnya pelan-pelan.


"Yasudah kalau memang begitu." Ujar sang Ayah.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu saya pamit Yah Bu semoga Ayah cepat sembuh."


"Terimakasih Nak Boy."


"Ah iya Adik manis sering-sering hubungin Kakak ya kan tadi sudah tukeran nomor."


"Siap Kak Boy." sambil mengangkat tangannya hormat.


"Sinta ayo antarkan Nak Boy ke depan." Pinta Ibunya pada Sinta yang sedari tadi hanya diam.


"Mari Kak." Sambil berjalan keluar mendahului Boy. Boy pun mengikut di belakangnya.


Sesampainya di depan pintu..


"Kamu gak sekalian ikut?" Tanya Boy menawarkan walaupun dia tau Sinta pasti akan menolak nya.


"Tidak Pak terima kasih tapi saya masih punya masa cuti 1 hari lagi." Tolaknya halus.


"Ah yasudah kalau begitu saya pamit."


"Hati-hati Pak." Agak kikuk, Boy yang mendengarnya pun tersenyum karna mendapat perhatian walaupun hanya sekedar kata hati- hati.


"Kamu masih hutang penjelasan sama saya." Ucapnya sambil tersenyum sebelum masuk ke dalam mobil. Sinta yang mendengarnya pun merasa cemas.


****


Sinta sudah kembali dari kampung halamannya sejak 3 hari yang lalu dan kini dia sedang bekerja tetapi juga merasa cemas kalau sewaktu-waktu Boy menagih penjelasannya, dia bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


Boy memang sengaja membuat Sinta cemas karna menurutnya Sinta sangat lucu saat sedang cemas. Kadang dia senyum-senyum mengingat Sinta yang salah tingkah saat berhadapan dengannya. Ingin rasanya dia memakan nya hidup-hidup. Seketika dia tersadar dari lamunan nya.


"Tunggu aku, aku akan melamar mu." Gumamnya sambil tersenyum.


__ADS_2