Bukan Cinta Pertama

Bukan Cinta Pertama
Kecewa


__ADS_3

Seperti biasa setelah apel pagi semua siswa dan siswi diharapkan masuk ke kelas masing- masing dan menunggu Guru mata pelajaran datang.


10 menit kemudian Guru Matematika masuk ke kelas Sinta dan pelajaran pun dimulai.


Sinta yang tidak fokus belajar dan diketahui Guru Matematika karna dia tau Sinta selalu bersemangat jika saat jam pelajaran nya.


"Sinta!" Panggil Guru Matematika spontan semua murid melihat ke arah Sinta yang masih bengong dan tidak menyadari panggilan itu, Tria juga heran melihat sahabat sekaligus teman sebangkunya itu.


"Sinta!!" Panggil Guru Matematika itu lagi sambil berjalan mendekati Sinta, Tria dengan cepat menyenggol kaki Sinta di bawah agar sadar dari lamunan nya.


"Kenapa?" Tanya Sinta terkejut karna kaki nya hang tiba-tiba merasa di senggol.


"Sinta apa kamu mendengarkan saya saat menerangkan tadi?" Tanya guru Matematika itu yang sudah berdiri di depan Sinta sedangkan Sinta terkejut dan bingung harus menjawab apa.


"Emm.. i.. iya.. Bu saya dengar." Jawabnya gugup.


"Coba kamu jelaskan kembali." Sambil melipatkan kedua tangan di dadanya membuat Sinta meringis karna ketakutan.


"Ma..maaf Bu saya tidak terlalu memperhatikan." Jawab Sinta gemetaran.


"Apa kamu sakit?" Tanya nya lagi dia memang sangat suka dengan Sinta karna kecerdasannya dengan mata pelajaran Matematika namun karna dia sering disebut Guru killer makanya Sinta jadi takut.


"Tidak Bu..." Jawab Sinta mencoba untuk tenang.


"Tapi Ibu lihat kamu dari tadi tidak fokus belajar apa ada masalah?" Tanya nya lagi.


"Tidak Bu saya hanya tidak enak badan, boleh saya dan Tria ke UKS Bu?" Pintanya ragu.


"Yasudah kalau gitu pergilah Tria temani Sinta." Jawab nya dan langsung diangguki Tria.

__ADS_1


Sesampainya di UKS, Sinta langsung berbaring di ranjang sedangkan Tria yang duduk di sampingnya menatapnya penuh tanda tanya.


"Kenapa liatin nya gitu?" Tanya Sinta yang merasa tidak nyaman dengan tatapan Tria padanya.


"Gue gak yakin kalo lo gak enak badan, ada apa? ayo jelasin ke gue?" Tanya Tria dan Sinta hanya diam.


"Kenapa lo diam?" Tanya nya lagi karna Sinta tak menanggapi pertanyaan nya.


"Gapapa." Jawab Sinta singkat.


"Lo udah gak mau lagi cerita sama gue? lo lupa sa.."


"Oke gue cerita tapi lo tenang dulu." Ucapnya memotong ucapan Tria, kenapa juga masalah ini jadi ke persatuan mereka sih?


"Gue kesel sama Boy plus khawatir juga.." Ucapnya lalu mengambil posisi duduk.


"Maksud lo?" Tanya Tria masih tidak mengerti.


"Lalu?" Tanya Tria lagi semakin penasaran.


"Lalu sebelum dia berangkat dia ngabarin gue dan dia bilang di jalan cuman makan waktu 3 jam dan gue bilang buat dia ngabarin gue kalo udah nyampek tapi gue udah capek nungguin dia buat ngabarin sampe 5 jam lebih dia baru ngabarin gue. Dan lo tau alasannya apa?" taTnya Sinta yang membuat Tria spontan menggeleng.


"Katanya dia ketiduran, coba deh lo bayangin gue udah 5 jam lebih nungguin kabarnya dan dia dengan entengnya bilang kalau dia ketiduran dan cuman bilang maaf dan yang lebih parahnya lagi belum sempat gue maafin dia langsung matiin telpon nya secara sepihak tapi sebelum dia matiin dia bilang orangtua nya pulang dan bilang bentar lagi dia bakal kabari." Jelas Sinta panjang lebar dan diam sejenak.


"Jadi itu yang buat lo gak fokus belajar?" Tanya Tria memastikan.


"Iya.. dan lo tau? Sehabis dia matiin telpon nya itu kan sore sekitar jam 3 an lah dan sampe sekarang gak ada kabar sama sekali..."


"Loh kenapa? gue yakin pasti ada sesuatu deh lo udah coba buat hubungi dia?" Tanya Tria memotong cerita Sinta.

__ADS_1


"Udah, bahkan hampir ratusan kali malahan.. awalnya dia gak angkat- angkat dan sampe akhirnya nomor nya udah gak aktif. Coba deh lo bayangin awalnya nyambung tapi gak diangkat dan akhirnya malah gak aktif apa lagi namanya kalo dia berarti gak suka gue gangguin kan?" Jelas Sinta yang sudah mulai berkaca-kaca.


"Kok gitu sih? coba lo cek lagi mana tau udah ada kabar." Ucap Tria dan Sinta langsung menggelengkan kepalanya.


"Gue gak mau kecewa lagi Tri, gue capek dan nanti akhirnya dia masih belum ngabarin, gue kesel Tri sama dia tapi gue juga khawatir kalo terjadi sesuatu sama dia." Sinta Sudah tidak sanggup menahan genangangan cairan bening di pelupuk matanya hingga akhirnya air matanya turun begitu saja sontak membuat Tria memeluknya.


"Lo yang sabar ya, pasti dia punya alasan lain makanya gak ngabarin lo." Ucap Tria berusaha menenangkan sahabatnya.


"Dia bahkan dengan mudahnya bilang ketiduran Tri, gue bahkan gak habis fikir." Ucapnya dalam isakan nya.


"Udah-udah nanti gue coba yang ngomong sama dia, udah ya lo jangan nangis lagi mending lo tidur mungkin itu bisa buat lo lebih baik." Bujuk Tria yang tak tega melihat sahabatnya menangis.


"Gue capek Tri gue capek selalu di kecewain terus, mungkin ini teguran dari Tuhan yang gak suka gue pacaran" Ucapnya melemah.


"Huss.. lo gak boleh ngomong gitu, udah mending lo tidur aja, jangan mikir yang aneh-aneh." Ucap Tria.


Tak butuh waktu lama Sinta pun tertidur di pelukan sahabatnya itu karna kelelahan menangis.


"Sejak kapan lo jadi lemah gini Sin? bahkan saat dikecewain Budi lo gak segininya." Gumam Tria sambil membaringkan Sinta ke ranjang.


Setelah membaringkan Sinta, Tria mengeluarkan ponselnya lalu mencari nomor Boy untuk dihububginya, namun hasilnya nihil nomornya tidak aktif. Dia memutuskan untuk mengirim pesan saja.


"Kak lo dimana? kenapa gak ngabarin Sinta? Dia khawatir sama lo sampe dia gak fokus belajar dan akhirnya di suruh ke UKS sama Guru dan saat di UKS lo tau dia nangis Kak dia nangis sampe ketiduran! seorang Sinta yang gue kenal kuat sedari kecil kini menangisi seorang laki-laki kayak lo yang gak patut dicemasin cuman karna khawatir? Gue gak habis fikir sama lo Kak gue kecewa sama lo dan gue gak yakin setelah Sinta bangun nanti dia bakal maafin lo lagi dan gue juga berharapnya gitu sih karna gue gak bakal diam aja saat sahabat gue dikecewain apalagi sampe nangis!" Begitulah isi pesan yang dikirim Tria pada Boy.


_


_


**Sudahlah hanya orang yang berhati baik saja yang akan meninggalkan jejaknya di karyaku😔

__ADS_1


Happy reading👃**


__ADS_2