Bukan Cinta Pertama

Bukan Cinta Pertama
62


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu pun akhirnya tiba, semua telah berkumpul di aula kantor untuk merayakan hari ulang tahun perusahaan sekaligus memperingati kepergian Wibowo dan putrinya.


"Baiklah semuanya mohon perhatiannya kita akan mulai acara nya, acara yang pertama adalah kata sambutan dari direktur utama.. CEO Boy Putra Wijaya.. " Ujar si pembawa acara.


"Diharapkan agar CEO naik ke atas panggung." Lanjutnya lagi.


Boy pun segera berjalan maju ke atas panggung dengan badan nya yang tegap, dia memakai kemeja putih dibalut jas hitamnya dan celana yang senada.


"Selamat malam semuanya.. sebelumnya saya berterima kasih karna kalian sudah mau menghadiri acar ini yang setiap tahunnya akan selalu dilaksanakan tanpa terkecuali. Hari ini adalah tepat 2 tahun kepergian dari Almarhum Bapak Wibowo dan juga putri nya, maka dari itu mari kita mendoakan agar arwahnya diterima di alam sana, berdoa dimulai." Sambil menunduk dan diikuti semua orang.


"Berdoa selesai.


Tidak perlu banyak bicara mari kita meriahkan acara ini." Lanjutnya kemudian dan memberikan kembali microfon pada pembawa acara.


"Baiklah itu tadi adalah kata sambutan dari CEO kita, berikan tepuk tangan yang meriah." Ujar sang pembawa acara, dan semua langsung bertepuk tangan meriah, "Oke baik.. mungkin ada diantara kalian yang ingin memeriahkan acara misalnya dengan menyumbangkan suara merdu nya atau kemampuan lainnya, dipersilahkan." Lanjutnya lagi.


Orang bergantian untuk bernyanyi diatas panggung, Boy memang sengaja tidak mengundang penyanyi karna dia ingin membebaskan siapa saja yang ingin tampil.


Setelah sekitar 3 orang bernyanyi, tiba-tiba Arif maju ke depan.


"Selamat malam semuanya mohon perhatiannya." Ujar Arif di atas panggung, Boy yang sedang berbicara dengan rekan kerjanya pun mendengar ucapan Arif langsung melihat ke arahnya.


Begitu pun dengan Sinta dan Tria yang sedang asik ngobrol dengan teman kerja lainnya langsung menengok saat mendengar suara Arif.


"Saya disini ingin menyanyikan sebuah lagu dari Clean Bandit - Symphony." Sambil mengambil gitar dan mulai memetiknya dengan mengahayati, dia duduk di tengah panggung.


I’ve been hearing symphonies


(Telah kudengarkan simfoni)


Before all I heard was silence


(Sebelum segala yang kudengar sunyi)


A rhapsody for you and me


(Kegembiraan untuk mu dan aku)


And every melody is timeless


(Dan setiap melodi kekal)


Life was stringing me along


(Hiduplah mengikutkanku)


Then you came and you cut me loose


(Lalu kau datang dan melepaskanku)


Was solo singing on my own


(Bernyanyi sendiri akan diriku)


***Now I can’t find the key without yo*u**


(Kini aku tak bisa temukan kunci tanpamu)


And now your song is on repeat


(Dan kini lagumu diulangi)


And I’m dancin' on to your heartbeat


(Dan aku menari pada detak jantungmu)


And when you’re gone, I feel incomplete


(Dan saat kau lenyap, aku merasa tak lengkap)


So if you want the truth


(Lantas bila kau ingin yang sebenarnya)


I just wanna be part of your symphony


Will you hold me tight and not let go?


(Akankah kau memeluk ku erat dan tak lepaskan?)


Symphony


(Simfoni)


Like a love song on the radio


(Seperti lagu cinta di radio)


Will you hold me tight and not let go?

__ADS_1


(Akankah kau memeluk ku erat dan tak lepaskan?)


I’m sorry if it’s all too much


(Maafkan aku jika ini terlalu berlebihan)


Every day you’re here, I’m healing


(Tiap hari kau disini, aku terobati)


And I was runnin' out of luck


(Dan saat keberuntunganku habis)


I never thought I’d find this feeling


(Aku tak pernah terpikir aku akan temukan perasaan ini)


'Cause I’ve been hearing symphonies


(Karena aku telah mendengar simfoni)


Before all I heard was silence


(Sebelum semua yang kudengar sunyi)


A rhapsody for you and me


(Kegembiraan untuk mu dan akul


And every melody is timeless


(Dan setiap melodi kekal)


And now your song is on repeat


(Dan kini lagumu diulangi)


And I’m dancin' on to your heartbeat


(Dan aku menari pada detak jantungmu)


And when you’re gone, I feel incomplete


(Dan saat kau lenyap, aku merasa tak lengkap)


So if you want the truth


(Lantas bila kau ingin yang sebenarnya)


I just wanna be part of your symphony


Will you hold me tight and not let go?


(Akankah kau memeluk ku erat dan tak lepaskan?)


Symphony


(Simfoni)


Like a love song on the radio


(Seperti lagu cinta di radio)


Will you hold me tight and not let go?


(Akankah kau memeluk ku erat dan tak lepaskan?)


Sinta menyenggol lengan Tria menggodanya, Tria melihat Sinta bingung.


"Apa?" Tanyanya.


"Buat kamu tuh." Ucapnya kemudian terkekeh.


"Hahaha apaan sih Sin kok gue ada_- ada aja." Sambil geleng-geleng.


"Kamu gak ngerasa dari tadi dia liatin kamu?" Tanya Sinta.


"Masa?" Tanya nya tak percaya. dan di balas anggukan oleh Sinta.


'Emang kayaknya juga daritadi liatin kesini sih, tapi masa iya itu buat gue?'


"Ah gak mungkin lah lo pasti salah liat." Ucapnya kemudian.


"Dih gak percaya, yaudah liatin ya lirik yang terakhir ini." Tantang Sinta. Tria pun mengangguk.


And now your song is on repeat


(Dan kini lagumu diulangi)

__ADS_1


And I’m dancin' on to your heartbeat


(Dan aku menari pada detak jantungmu)


And when you’re gone, I feel incomplete


(Dan saat kau lenyap, aku merasa tak lengkap)


So if you want the truth


(Lantas bila kau ingin yang sebenarnya)


"Apaan dia nunduk gitu kok" Ujar Tria di sela nyanyian Arif.


"Satu.. dua.." Benar saja baru Sinta berhitung sampai dua, Arif kembali bernyanyi sambil menatap ke arah mereka.


I just wanna be part of your symphony


Will you hold me tight and not let go?


(Akankah kau memeluk ku erat dan tak lepaskan?)


Symphony


(Simfoni)


Like a love song on the radio


(Seperti lagu cinta di radio)


Will you hold me tight and not let go?


(Akankah kau memeluk ku erat dan tak lepaskan?)


Symphony


(Simfoni)


Like a love song on the radio


(Seperti lagu cinta di radio)


Will you hold me tight and not let go?


(Akankah kau memeluk ku erat dan tak lepaskan?)


Arif mengakhiri lagunya dan tersenyum kearah Tria sontak membuat Tria terpaku.


"Ciee-ciee yang di nyanyiin lagu,." Goda Sinta, "Dia senyum tuh sama kamu bales gih." Lanjutnya lagi.


"Apa sih Sin." Ucapnya malu- malu.


"Ciee malu." Goda Sinta lagi yang membuat Tria semakin malu mengalihkan pandangan nya.


Setelah selesai bernyanyi Arif turun dari atas panggung dan menghampiri Boy yang tengah sendiri yang sedari tadi memperhatikannya saat bernyanyi.


Dia mengambil minum lalu langsung meminumnya, Boy melihatnya sambil tersenyum.


"Lo suka sama dia?" Tanya Boy sambil menatapnya.


"Hah? maksud lo apa?" Tanya nya pura-pura bingung.


"Lo tau maksud gue, gak usah sok bloon gitu." Jawab Boy santai. Arif tak menjawab perkataan Boy, "Masih belum mau ngaku juga?" Tanya Boy lagi karna tak mendapat respon, "Kalo lo gak mau ngaku juga, gue samperin dia sekarang dan bilang yang sebenarnya." Pancing Boy lagi sambil beranjak dan benar saja Arif langsung menarik tangannya. Dia tersenyum puas lalu melihat ke arah Arif.


"Oke gue ngaku, gue suka sama dia." Jawabnya kemudian.


"Sejak kapan?" Tanya Boy lagi. Arif menggeleng dan mengangkat bahunya, Boy yang melihatnya pun mengernyitkan dahinya.


"Mungkin sejak dia jadi sekretaris gue." Jawabnya asal.


"Mungkin?" Tanya Boy lagi. Arif pun mengangguk.


"Trus dia?" Tanya Boy lagi dan lagi. Arif menggeleng.


"Btw lo tau dari mana gue suka sama dia?" Kali ini dia yang bertanya.


"Keliahat jelas kali dari mata lo, dia aja pasti kerasa tuh sama tatapan lo." Jawab Boy.


"Masa sih? gawat nih kalo dia sampe tau gue suka sama dia bisa ancur reputasi gue." Balasnya was-was.


"Bodoh! justru bagus dong kalau dia tau perasaan lo dan mana tau dia juga udah suka sama lo."


"Emang iya?" Tanyanya dengan wajah polosnya.


Boy menggeleng dan mengangkat bahu nya, "Lo tanya aja sendiri." Jawabnya santai.


"Ya kali gue nanya." Sambil meminum minuman yang dibawanya tadi.


"Trus sampe kapan?" Tanya Boy yang langsung dimengerti nya.

__ADS_1


"Gak tau gue." Jawabnya singkat tapi terdapat kefrustasian di dalamnya.


Acara pun selesai semua langsung pulang ke rumah masing-masing.


__ADS_2