Bukan Cinta Pertama

Bukan Cinta Pertama
64


__ADS_3

"Hey kita mau kemana? kenapa mereka kita tinggal?" Tanya Tria di sela larinya, namun tak digubris Arif, dia terus menarik tangan Tria sampai akhirnya mereka sampai di sebuah pelabuhan.


"Ngapain kita kesini?" Tanya Tria heran.


"Naik kapal." Jawab Arif santai.


"Apa? ngapain? mau kemana? kenapa mereka tidak ikut?" Tanya nya bertubi-tubi yang membuat Arif jengah.


"Bang Boy mau bicara sama Sinta." Jawabnya asal. Tria yang mendengarnya pun mencerna perkataan Arif barusan.


"Bicara soal apa emangnya sampai kita harus pergi?" Tanya lagi namun Arif hanya mengangkat bahunya acuh kemudian kembali menarik tangan Tria mendekati sebuah kapal.


"Mau naik kapal?" Tawar Arif dan dengan cepat Tria mengangguk antusias.


"Mau." Jawabnya antusias, Arif pun tersenyum.


"Sir, can we rent one boat? (ak bisa kami sewa kapal nya satu?)" Tanya Arif pada seorang pelayar pria paruh baya.


"Ah yes where's the destination? (Ah tentu saja tujuan nya kemana mas?)" Jawab Pelayar itu sambil bertanya.


"LAZARA ISLAND." (PULAU LAZARUS.)" Jawab Arif.


"Just the two of you?" (Hanya kalian berdua saja?)" Tanya Pelayar itu lagi.


"Yes!" (Ya!)" Jawab Arif singkat.


"Come on please." (Ayo silahkan)" Ajak pelayar itu menuju kapal kecilnya, Arif memang sengaja menyewa kapal kecil karna mereka hanya berdua saja.


"Wait a minute." (Tunggu sebentar.)" Ujarnya melihat Tria dan pelayar bergantian lalu berlari keluar pelabuhan. Tria meneriaki nya bertanya kemana namun tak digubrisnya.


Tak berapa lama dia kembali dengan topi besar yang biasa digunakan saat berjemur di twpi laut dan 2 buat kaca mata hitam, dia memakai kan ropi ke kepala Tria beserta kaca matanya kemudian memakai kaca mata untuknya sendiri.


"Ku pikir kau meninggalkanku." Ucap Tria cemberut yang membuat Arif gemas mencubit hidungnya.


Mereka pun masuk ke dalam kapal, mereka duduk kursi paling depan bersebelahan, Tria melihat pemandangan sepanjang perjalanan dengan rasa takjub akan ciptaan Allah.


Sedangkan Arif, dia terus memandang wajah Tria yang tanpa berkedip dan tanpa bosan, namun Tria tak menyadari nya karna sibuk dengan pemandangan yang dilihatnya.


"Kamu suka?" Tanya Arif masih dengan pandangan nya pada Tria. Tria pun mengangguk cepat.


"Sangat suka." Jawabnya tanpa mengalihkan pandangan nya, "Terimakasih." Lanjutnya lagi sambil melihat ke arah Arif, Arif yang di tatap tiba-tiba pun gelagapan namun tak juga mengalihkan tatapan nya, jadilah tatapan mereka bertemu.


"Untuk?" Tanya nya berusaha menghilangkan kegugupannya saat bertatapan dengan Tria.


"Terimakasih karna membawaku ke tempat seindah ini." Jawab Tria yang membuat Arif tersenyum. Tria yang melihat senyuman itu pun jadi gugup.

__ADS_1


"Ini belum seberapa, sebentar lagi kita akan sampai di tempat yang lebih indah lagi." Ucap Arif masih dengan senyuman nya. Sinta yang ditatap sambil tersenyum pun memalingkan wajah nya ke depan karna merasa gugup.


"Benarkah?" Tanyanya berusaha menghilangkan kegugupannya.


"Tentu saja." Jawab Arif santai.


Setalah sekitar 45 menit akhirnya mereka sampai di PULAU LAZARUS. PULAU LAZARUS tergolong pantai baru di Singapura sehingga masih relatif sepi pengunjung. Suasana di pulau ini masih asri dengan panorama pasir putih yang membentang luas dan air laut yang berwarna biru kehijauan yang membuat sekitar laut segar sejuk. Pulau ini tidak jarang dikunjungi fotographer untuk berburu sunrise dan sunset.


"Wahhh indah sekali, disini terbilang serba hijau ya." Ucap Tria takjub saat sudah berada di tepi laut sedangkan Arif sedang berbicara pada pelayar di dalam kapal. Setelah selesai berbicara pada pelayar itu, Arif menyusul Tria di tepi laut.


"Bagaimana? aka kamu menyukainya?" Tanya Arif Yang sudah berdiri di samping Tria. Tria pun mengangguk.


"Sangat, sangat suka sekali, terimakasih sudah membawa ku kesini." Ujarnya masih memejamkan mata menikmati kesejukan.


Arif pun tersenyum lalu mendudukkan dirinya ke pasir tepat di samping Tria.


Arif menarik tangan Tria agar duduk, sontak Tria pun terjatuh menimpa Arif. Arif pun tertidur di pasir.


Tatapan mereka bertemu namun hanya sebentar karna Tria buru-buru bangkit dan duduk di samping Arif.


"Ah maaf aku tidak sengaja." Sambil mendudukkan dirinya.


"Tidak, aku yang salah karna menarik tangan mu tadi." Jawab Arif tak enak lalu mendudukkan dirinya juga.


"Iya?" Sambil melihat ke arah Arif, sedangkan Arif pandangan nya lurus ke air laut.


"Bagaimana jika ada seseorang yang menyukai mu?" Tanya nya masih dengan pandangan lurus. Tria mengernyitkan dahinya nya bingung.


"Ya mau bagaimana? aku tidak pernah melarang orang menyukai ku." Jawabnya, pandangan nya sekarang juga lurus ke depan. Arif diam setelah mendengar jawaban Tria, sedangkan Tria juga diam tak ada niatan ingin memperpanjang nya.


"Aku menyukai mu." Ucapnya tiba-tiba sambil menatap Tria, Tria yang mendengarnya pun langsung menatap Arif, tatapan mereka bertemu.


"Benarkah? kau menyukai ku?" Tanyanya memastikan pendengaran nya tanpa mengalihkan tatapan nya. Arif mengangguk.


"Sejak kapan?" Tanyanya lagi.


" Sejak kau berubah menjadi kelinci." Jawabnya asal tanpa mengalihkan tatapan nya, mereka masih saling bertatapan.


"Kelinci? aku?" Tanya nya menunjuk dirinya dengan jari telunjuknya. Arif pun mengangguk.


"Jadi menurutmu sebelumnya aku apa?" Tanya nya lagi.


"Macam betina hahahha." Jawab Arif kemudian tertawa terbahak-bahak, Tria yang mendengarnya pun memukuli lengan Arif dengan bertubi-tubi.


"Ihh ngeselin.. gak lucu tau...ih..." Sambil terus memukuli lengan Arif. Awalnya Arif tidak berasa sakit dengan pukulan Tria namun semakin lama semakin sakit juga, Dia menangkap kedua tangan Tria dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Tria." Ucapnya menatap Tria dengan serius sambil memegang kedua tangan Tria yang memukuli lengan nya tadi. Tria pun berhenti karna tangannya di pegang, dia juga menatap mata Arif.


"Aku juga gak tau sejak kapan aku suka dengan mu dan karna apa juga aku tidak tau, yang aku tau rasa itu muncul begitu saja." Lanjutnya, "Aku tau selama ini kita memang tidak pernah akur, palingan juga akur karna urusan pekerjaan." Sambil melepaskan tangan Tria dan mengalihkan tatapan nya ke depan, sedangkan Tria masih dengan posisinya dan mendengarkan pernyataan Arif selanjutnya.


"Tapi Tri karna ketidak'akuran kita itu yang membuatku selalu merindukan mu disaat jauh, dan aku selalu nyaman saat di dekat mu walau hanya sekedar bertengkar." Berhenti sejenak menarik nafas lalu menghembuskan nya perlahan, "Aku tau kau pasti sangatlah membenciku ka --"


"Aku juga menyukai mu." Potong Tria kemudian mengalihkan tatapan nya ke depan. Arif yang mendengarnya pun spontan melihat Tria.


"Kau bilang apa tadi? aku tidak dengar, coba ulangi sekali lagi." Ujar Arif menggoda Tria. Tria pun memberenggut kesal.


"Ayo ulangi lagi aku tidak dengar." Goda Arif lagi dengan nada manjanya, Tria yang mendengar nada manja Arif pun tertawa geli.


"Kok malah ketawa? ayo ulangi lagi." Desaknya. bukannya menjawab Tria malah berdiri dan berlari.


"Kejar aku dulu kalau bisa." Ucapnya sambil terus berlari menyusuri tepi laut. Arif yang mendengar nya pun tersenyum dan langsung berlari mengejarnya.


"Awas kau kalau aku dapat akan kuberi pelajaran." Teriak Arif masih terus berlari. Tria pun tertawa dan terus berlari menghindari Arif.


"Kena kau." Arif berhasil menangkap Tria dan memeluk nya dari belakang. Tria mencoba melepaskan diri namun usahanya gagal karna tenaga Arif lebih kuat darinya.


"Ayo katakan." Ucapnya masih dengan memeluk Tria.


"Apa?" Tanya Tria pura-pura tidak tau.


"Ohh jadi begitu? rasakan ini." Sambil menggelitiki Tria. Tria yang digelitiki pun berusaha menghindar namun tak bisa.


"Ahahaah.. lepas.. geli.." Ujarnya disela tawanya


"Masih belum mau katakan hm?" Tanyanya masih terus menggelitiki Tria.


"Tidak ahahahha." Jawabnya bersikeras membuat Arif semakin menggelitikinya.


"Ampun.. iya- iya aku katakan.. tapi tolong berhenti menggelitiki ku." Ucapnya akhirnya menyerah karna sudah tak tahan lagi, Arif yang mendengarnya pun langsung berhenti.


"Ayo katakan." Pintanya.


"Tunggu sebentar." Jawab Tria karna masih mengatur nafasnya yang ngos-ngosan. Arif yang melihatnya pun tersenyum.


"Ayo katakan, aku gelitiki lagi nih." Sambil mengangkat tangan nya agar Arif tidak menggelitikinya lagi.


"Oke-oke." Balas Tria cepat. Tria menarik nafasnya lalu menghembuskannya.


"AKU SUKA SAMA KAMU ARIF WIJAYA..!." Teriaknya ke arah dasar laut. Arif yang melihat sekaligus mendengarnya pun tersenyum puas.


"AKU JUGA SUKA SAMA KAMU TRIA HANDAYANI..!" Balas Arif lebih kencang. Mereka saling bertatapan lalu tertawa bersama sampai puas.

__ADS_1


__ADS_2