Bukan Cinta Pertama

Bukan Cinta Pertama
Rencana Pembalasan Boy


__ADS_3

Malam ini Sinta tidak bisa tidur, dia melihat jam di dinding kamarnya dan ternyata sudah pukul setengah 12 malam dan semua penghuni rumah sudah tidur tinggal dia sendirian saja yang masih terjaga. Dia memutuskan untuk mengambil earphone dan memasangkan ke telinga nya serta tak lupa memasang musik agar bisa tertidur.


Dan tidak lama kemudian dia pun membuka matanya karna benar-benar tidak bisa tidur, dia menghidupkan ponselnya lalu melihat jam dan 15 menit lagi akan jam 12. Dia mencoba mengaktifkan sosmed nya dan mengecek mana tau ada chat yang masuk dan ternyata setelah dia buka tidak ada satupun chat yang masuk. Dia pun akhirnya memutuskan untuk melihat-lihat beranda dan tak butuh waktu lama kemudian dia pun tertidur dengan ponsel nya yang masih menyala.


*****


Saat pagi telah tiba dan memancarkan cahaya mentari nya yang membuat Sinta terpaksa membuka matanya.


"Astaga ponsel ku mati! pasti semalaman hidup saja karna aku ketiduran." Sinta bicara dengan dirinya sendiri.


Sinta pun bernjak dari kamar menuju ruang tengah dan mengecas ponselnya lalu pergi mandi.


Setelah selesai bersiap-siap Sinta pun mengambil ponselnya yang sedari tadi dia charger dan menuju keluar karna Tria sudah menunggunya.


"Kau sudah lama menunggu ya?" Tanya Sinta pada Tria.


"Tidak, belum sampai 5 menit kok." Jawab Tria singkat dan Sinta hanya mengangguk.


"Oh ya aku lihat tadi malam sosmed mu aktif saja sampai jam 1 tapi aku chat- chat tidak ada balasan, apa kau ketiduran?" Tebak Tria yang sudah mengerti dengan sahabat nya itu.


"Hehe iya aku ketiduran.." Sambil nyengir.


*****


Sesampainya di sekolah, seperti biasa ketika bel berbunyi menandakan bahwa semua siswa dan siswi harus melaksanakan apel pagi. Setelah selesai melakukan Apel pagi semua Siswa-siswi pun di harapkan untuk memasuki ruang kelas masing-masing dan menunggu Guru mata pelajaran datang.


"Permisi, Guru mata pelajaran kalian tidak masuk jadi Guru piket menyuruh kalian untuk meringkas halaman 145 sampai halaman 150 dan jangan keluar sebelum bel istirahat berbunyi." Perintah seorang Kakak kelas yang tiba- tiba masuk dan semua hanya mengangguk.


****


Tidak butuh waktu lama Sinta dan teman -teman nya pun telah selesai melaksanakan intruksi dari Kakak Kelas itu dan Tria ikut berkumpul dengan teman- temannya yang menggosip sedangkan Sinta sendiri memutuskan untuk memainkan ponsel nya sambil menunggu bel istirahat berbunyi.


Saat Sinta membuka ponsel nya dan mengaktifkan sosmed nya dia melihat ada tiga chat masuk dari aplikasi WhatsApp yaitu dari Tria, Putra yang tak lain adalah Teman sekelas nya dan yang terakhir dari seorang laki-laki yang tidak dikenalinya.


"Sin kau masih aktif?,


Kau belum tidur?


Sin?


Woi Sinta!


Ah sialan padahal kau aktif tapi tidak membalas chat ku!

__ADS_1


yasudalah aku tidur saja lagi." Isi chat dari Tria yang membuat Sinta senyum -senyum sendiri.


"Woi Sin kau belum tidur?


Apa roster kita untuk besok?


Woi jawab!" Isi chat dari Putra yang sekali lagi membuat dia senyum- senyum sendiri.


"Awas lo kesambet!" Seru Putra dari belakang yang sedari tadi telah memperhatikan Sinta yang sedang senyum- senyum sendiri sambil memainkan ponselnya.


"Sirik aja lo Coeg!.." Sambar Sinta


"Kesel lo ya karna semalam gue gak balas chat lo kesel kan lo." Lanjut Sinta lagi meledek.


"Au ah gelap." Jawab Putra sambil memutar bola matanya malas.


"Ciahhh dianya ngembek." Dengan rautnya yang mengejek dan Putra hanya membuang muka nya.


Sinta kembali ke ponsel nya melihat pesan terakhir yang tidak dia kenali.


"Ping!


ping!" Hanya itulah isi chat dari lelaki yang bernama Boy Putra Wijaya.


"Iya?" Jawab Sinta singkat tanpa melihat lihat kronologi lelaki itu.


"Sinta Dewi Utami ( Sinta )


Kelas X ips2


alamat XXX


masih singel" Balas sinta lagi.


"Bisa ketemuan nanti setelah istirahat kedua?" Balas Boy secepat kilat.


"Eh istirahat kedua? emangnya Anak sekolahan mana?" Tanya Sinta lagi.


"Satu sekolah denganmu." Jawab lelaki itu singkat.


"Gimana bisa kan?" Tanya nya lagi yang belum mendapat respon dari Sinta.


"Ketemuannya di parkiran oke" Lanjutnya lagi yang masih belum mendapat respon dari Sinta.

__ADS_1


"Sin ke kantin yuk laper nih." Ajak Tria yang tiba-tiba di samping Sinta dan membuat nya terkejut.


Tanpa membalas chat dari Boy Sinta pun mematikan ponselnya lalu berdiri menuruti Tria yang ingin ke Kantin.


Saat selesai memakan gorengan yang mereka beli tadi, Sinta pergi keluar untuk membuang sampah plastik mereka lalu kembali lagi duduk di samping Tria yang sedang memainkan ponsel nya.


"Tri kau mengenal Boy Putra Wijaya?" Sinta membuka mulutnya.


"Tidak, memangnya kenapa?" Tanya Tria yang masih memainkan ponsel nya.


"Katanya dia siswa sekolah disini dan dia tiba-tiba mengajakku bertemu saat jam istirahat kedua di parkiran." Ucap Sinta sambil menunjukkan Chattingan nya tadi dengan lelaki yang bernama Boy itu dan membuat Tria mengalihkan tatapannya dari ponsel nya ke ponsel Sinta.


"Yasudah oke kan saja nanti istirahat kita ke parkiran." Jawab Tria sedikit acuh dan balik menatap ponselnya.


"Kau yakin Tri?" Tanya Sinta lagi.


"Kenapa tidak lagian apa salahnya juga" Jawabnya yang masih tak lepas melihat ponsel nya dan Sinta pun hanya mengangguk.


"Tidak ada salahnya juga sih." Sinta


*****


Tettt..


Bunyi bel menandakan istirahat kedua.


"Yuk!" Ajak Tria yang sontak membuat Sinta kaget.


"Kemana?" Tanya Sinta masih kaget.


"Ya ketemu orang Misterius itulah kemana lagi." Jawab Tria cepat.


"Kau yakin?" Tanya Sinta yang masih agak ragu dan tanpa menjawab pertanyaan Sinta Tria langsung menarik tangan sahabatnya itu menuju parkiran.


Saat setibanya di parkiran ada seorang lelaki yang membelakangi mereka sepertinya sedang memainkan ponselnya.


"Nah itu pasti dia." Yakin Tria sambil menarik tangan Sinta dan menghampiri lelaki itu.


"Boy?" Panggil Tria dan lelaki itupun berbalik. Siapa yang tau kalau lelaki itu ternyata adalah Kakak Kelas yang kemaren yang dihukum Guru BK.


"Iya, Sinta kan?" Tanya nya sambil menunjuk ke arah Sinta dan Sinta hanya mengangguk pelan karna masih tidak percaya.


"akhirnya kau datang juga, lihat saja kau akan ku buat klepek- klepek denganku lalu setelah kau tergila-gila denganku aku akan mencampakkanmu begitu saja, kau memang manis tapi aku sama sekali tidak tertarik padamu dan ini adalah pembalasan karna telah berani-beraninya menertawai ku. Boy berucap dalam hati yang telah merencanakan semuanya sebelum bertemu dengan Sinta.

__ADS_1


Bersambung....


Wajib like pokoknya gak mau tau😭😭


__ADS_2