
Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba. Mereka telah siap untuk jalan-jalan menghabiskan waktu dari pagi hingga malam ya siapa lagi kalau bukan Putri, Boy, dan Sinta.
Mereka sedang berada di dalam mobil Boy, Boy dan Sinta duduk bersebelahan sedangkan Putri di kursi penumpang. Awalnya Sinta menolak tapi dia dipaksa Adiknya.
"Kita kemana dulu nih?" Tanya Boy memecahkan keheningan.
"Gimana kalo ngemall?" Saran Putri antusias.
"Seharian?" Tanya Boy memastikan. Putri tampak mengetuk dagunya dengan jari telunjuk nya sedang berfikir.
"Gimana kalo ke air terjun dulu abis itu ngemall?" Saran Putri lagi.
"Em gak kebalik?" Tanya Boy lagi.
"Gak tau, menurut Kak Sinta gimana?" Bertanya pendapat Sinta yang sedari tadi diam menatap ke arah luar jendela.
"Aku ngikut aja deh." Jawabnya pasrah tanpa mengalihkan pandangannya.
"Ihh Kak Sinta gak seru yakan Kak Boy?" Tanyanya pada Boy dan dibalas anggukan oleh Boy.
"Kalo kita ke air terjun dulu kalian kan gak bawa baju ganti, gimana kalo ngemall aja dulu nah nanti pas di mall kita beli baju buat ganti nanti pas main di air terjun nya, gimana?" Tanya Boy sekaligus memberi saran.
"Bener banget tuh yaudah kita ngemall aja dulu lets go!" Teriak Putrikegirangan. Sinta yang mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya sedangkan Boy hanya terkekeh.
45 menit akhirnya mereka sampai di depan mall, Putri langsung keluar karna kegirangan.
"Yuk masuk." Ajak Boy setelah memarkirkan mobilnya. dan dibalas anggukan oleh Sinta dan Putri.
Mereka menaiki tangga lift untuk mencari toko pakaian, dengan Boy yang berada di belakang sedangkan Sinta dan Putri di depan.
"Kalian pilih-pilih aja biar nanti Kakak aja yang bayar, Kakak nunggu di situ ya." Sambil menunjuk tempat duduk yang disediakan.
__ADS_1
"Siap Boss." Ucap Putri semangat sambil menarik tangan Sinta yang pasrah mau di bawa kemana pun.
Saat Putri memilih-milih pakaian untuknya dia ingin bertanya pada Sinta apakah yang dipilihnya itu cocok untuknya.
"Kak ini cocok gak buat aku." Sambil memperagakan gaya orang mencoba pakaian, Namun tak ada jawaban dari Sinta.
Putri pun heran dan mendatangi Sinta, saat telah sampai di belakang Sinta dia melihat apa yang dilakukan Kakak nya itu, saat tau apa yang dilakukan Sinta dia langsung tersenyum.
"Ehem.. ciee-ciee kayak nya cocok tuh buat Kak.Boy." Ucap Putri menyindir, Sinta pun terkaget dari lamunan nya refleks mengembalikan kemeja kotak-kotak berlengan panjang yang di pegang nya tadi
"Ngagetin aja Dek." Ujarnya malu krna kepergok.
"Gapapa kali Kak gak usah malu gitu, ambil aja pasti Kak Boy seneng tuh." Sambil mengambil kembali kemeja yang sempat di kembalikan Sinta.
"Jangan Dek Kakak tadi cuman iseng aja kok." Bantahnya ngeles namun tak di gubris oleh Putri, dia malah kembali memilih- milih pakaian untuknya dan untuk Sinta sambil terus membawa kemeja tersebut.
"Dek.. duhh ngapain sih di bawa- bawa itu kemeja nya." Sambil mengikuti Putri dari belakang namun Putri tak menghiraukannya.
"Nih Kak Boy." Sambil menyerah kan paper bag yang berisi kemeja pilihan Sinta tadi.
Boy mengernyit kan keningnya namun tetap mengambil paper bag itu.
"Ini apa Dek?" Tanya Boy sambil membuka paper bag.
"Baju buat Kakak, itu pilihan nya Kak Sinta loh." Jawabnya sambil melirik Sinta yang ingin mencubit perutnya namun dengan cepat ditepis olehnya.
Boy yang mendengarnya pun merasa sangat berbunga-bunga dan terus tersenyum sambil menatap Sinta yang sedang malu-malu.
"Makasih." Ujarnya pada Sinta dan hanya dibalas anggukan.
"Kita makan dulu yuk abis itu kita sholat trus lanjut ke air terjun." Lanjut Boy setelah melihat jam tangannya.
__ADS_1
"Lets go!" Teriak Putri dengan semangat 45.
Mereka sampai di sebuah restoran langsung memesan makanan kesukaan mereka ah tidak hanya Putri yang memesan sedangkan Boy dan Sinta hanya ikut memakannya.
Mereka makan dengan damai dan sesekali Putri membuat lelucon karna merasa sepi walaupun mereka ada di tempat ramai.
"Kayaknya waktu Kak Boy sama Kakak pacaran enggak kayak gini deh ya walaupun memang dulu Kak Sinta itu emang agak cuek sih tapi enggak secanggung ini deh." Cerocos Putri saat telah selesai menyelesaikan makannya.
Seketika mereka semua diam tak ada yang mengeluarkan kata-kata termasuk Boy bingung harus menjawab apa, dia takut jika salah menjawab terpaksa dia hanya diam saja.
Sedangkan Sinta juga bingung harus bicara apa. dan Suasana pun semakin canggung.
"Em aku ke toilet dulu sebentar." Akhirnya Sinta memutuskan menghindar.
Putri memandang kepergian Kakak nya dengan mengernyitkan keningnya heran, sedangkan Boy dia sudah paham kalau Sinta sedang menghindar.
"Kak Sinta itu ya Kak banyak berubah loh semenjak Kakak tinggal." Putri memulai pembicaraan.
"Oh ya? berubah gimana?" Tanya Boy antusias.
"Aku mau cerita dikit nih sama Kakak, dulu waktu baru Kakak pergi dia itu ya Allah bandel nya Kak nauzubillah tapi Ibu sama Ayah gak tau sih.. terus dia lebih banyak diam padahal ya Kak dia emang pada dasarnya pendiam.." Berhenti sejenak merasa tenggorokannya kering.
"Bandelnya gimana Dek?" Tanya Boy mulai serius.
"Tiap malam minggu dia sama Kak Tria wajib keluar bonceng-bonceng sama cowok ya memang walaupun bukan pacarnya sih abis itu nongkrong gak jelas dan setau aku semenjak ditinggal Kakak dia udah gak pacaran lagi." Jelas Putri.
"Segitunya? kamu tau apa penyebabnya?" Tanya Boy kepo. Namun Putri menggeleng tanda dia tidak tau.
"Nah pas kuliah nya dia berubah drastis lagi loh Kak, yah seperti yang Kakak liat saat ini mulai dari penampilannya dan perilakunya juga tapi kalo di rumah sih kadang-kadang masih suka manja, kita aja yang di rumah sedikit heran gitu kenapa tiba- tiba berubah kayak ada sesuatu yang buat dia jadi berubah gitu." Jelas Putri panjang lebar, "Kakak gak tau?" Lanjutnya lagi dan dibalas gelengan oleh Boy, "Kali aja pas Abang nelpon dia bohong kali ya." Ujar nya lagi. Boy yang mendengarnya pun merasa bersalah karna sudah berbohong kalau dia dan Sinta masih kontek'an.
Tak berapa lama Sinta pun muncul, mereka segera bergegas menuju musollah mall untuk sholat dzuhur karna waktu nya sudah tepat.
__ADS_1
Selesai sholat mereka langsung menuju air terjun seperti rencana awal.