Bukan Cinta Pertama

Bukan Cinta Pertama
69


__ADS_3

Setelah selesai mengganti pakaian dan berhias, Sinta dan Boy pun segera keluar untuk acara resepsi. Banyak yang memberikan selamat dan doa terbaik, mulai dari teman-teman Sinta dan juga teman-teman Boy sampai rekan Kerja Boy tapi hanya sedikit. Mungkin karna banyak yang tidak tau rumah Sinta.


Mereka berdiri sepanjang acara berlangsung sampai akhirnya selesai jam 11 malam baru lah para undangan berpulangan semuanya.


Sinta bernafas lega setelah mereka sampai di kamar Sinta, Sinta langsung membuka cadarnya kemudian duduk di kursi meja rias sambil membuka riasan yang da di hijabnya.


Sedangkan Boy dia langsung masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.


Setelah 15 menit akhirnya Boy keluar kamar mandi dengan bertelanjang dada dan handuk yang melilit di pinggangnya. Sinta yang sedang duduk di meja rias pun melihatnya berusaha mengalihkan pandangannya agar tak melihat kearah Boy.


Boy mendekati Sinta dan memeluk nya dari belakang dan melihat mereka dari pantulan cermin, Sinta pun merasa Risih.


"Baju Kakak ada diatas tempat tidur, aku akan mandi dulu." Ucap Sinta kemudian berusaha berdiri namun gagal karna Boy kembali mendudukkannya kemudian meletakkan kepalanya di bahu Sinta.


"Kak.." Panggil Sinta lagi dengan wajah memelasnya.


"Hm." Boy hanya menanggapi nya dengan berdehem yang membuat Sinta kesal. Sebenarnya Sinta juga merasa geli karna belum pernah diperlakukan oleh pria manapun seperti yang Boy lakukan saat ini.


"Aku ingin mandi." Rengek Sinta berharap Boy mau melepaskannya, namun lagi- lagi usahanya sia-sia, Boy tidak mendengarkan nya sama sekali malahan tangannya berusaha membuka resleting depan Sinta.


Sinta yang melihatnya dari pantulan cermin pun menangkap tangan Boy cepat, Boy melihat Sinta dari pantulan cermin menaikkan alisnya.


"Aku ingin mandi Kak." Rengek Sinta lagi sambil melihat Boy dari pantulan cermin juga.


"Aku tau." Jawaybnya santai.


"Lalu?" Tanya Sinta kesal, kalau sudah tau kenapa tidak di lepaskan gerutu Sinta dalam hati.

__ADS_1


"Aku hanya ingin membantu membuka gaunmu." Jawabnya dengan santai. Sinta pun langsung melototinya di cermin.


"Apa? aku Suamimu nanti juga aku akan melihat semua bagian tubuhmu." Ucapnya tanpa dosa. Sinta yang mendengarnya pun merasa malu, kenapa dia harus berkata seperti itu sih batinnya.


"Aku bisa membukanya sendiri Kak jadi tolong lepaskan pelukan Kakak." Pinta Sinta lagi. Boy pun melepaskan pelukannya kemudian berjalan mengambil ponselnya lalu duduk di sofa depan ranjang Sinta masih dengan handuk yang melilit di pinggangnya.


Sinta pun bernafas lega dan bergegas menuju kamar mandi, tak lupa dia membawa handuk dan baju tidurnya.


Setelah setengah jam Sinta belum juga keluar kamar mandi, Boy segera berjalan ke arah kamar mandi.


"Sinta.. apa yang kau lakukan di kamar mandi kenapa bisa sampai selama itu?!." Teriak Boy sambil menggedor pintu kamar mandi.


"Aku mandi Kak memangnya apa lagi?" Gerutu Sinta dari dalam kamar mandi.


"Baiklah aku akan keluar sebentar ya." Ucap Boy lagi.


Boy pun keluar kamar menuju dapur karna merasa haus.


Seperginya Boy, Sinta langsung keluar, dia memang sudah selesai 5 menit yang lalu tapi enggan untuk keluar dan saat Boy bilang ingin keluar dia pun tersenyum puas dan langsung keluar kamar mandi.


Dia langsung naik ke atas tempat tidur dan memakai selimut sampai perut dan memejamkan matanya sebelum Boy kembali.


Jujur dia sangat gugup jika disentuh oleh Boy. Bukannya dia menolak Suaminya hanya saja rasanya dia belum siap.


Setelah beberapa menit akhirnya Boy kembali ke kamar, dia mengunci pintu dan berjalan mencari keberadaan Sinta yang ternyata sudah menutup matanya di atas tempat tidur.


Boy tau Sinta hanya pura- pura tidur karna dia tau Sinta gugup dan juga tidak mungkin baru sebentar dia pergi hanya untuk minum saja Sinta sudah tertidur.

__ADS_1


Dia tersenyum licik lalu ikut membaringkan tubuhnya ke atas ranjang dan mendekatkan tubuhnya ke tubuh Sinta kemudian memeluknya dari belakang karna Sinta yang tidur membelakangi nya.


Boy menempelkan wajahnya di tengkuk Sinta. Sinta terkejut tapi berusaha setenang mungkin, detak jantungnya sudah berdetak tak karuan, dia juga merasa geli karna hembusan nafas Boy tepat ke lehernya.


"Yang.." Panggil Boy pelan masih dengan posisinya. Sinta tak menjawab.


"Sudah tidur ya?" ucyap Boy sedih yang dibuat buat. Sinta jadi merasa bersalah karna telah membohongi Suaminya itu.


"Hm." Akhirnya dia pun berdehem. Boy yang mendengarnya pun tersenyum puas, dia tak membalas namun tangannya bergerak membuka kancing piyama Sinta.


.......


"Udah sana mandi biar sholat shubuh." Sambil mendorong tubuh Boy ke kamar mandi.


"Mandiin." Rengeknya manja membuat Sinta ingin sekali memukul kepalanya.


"Gak!" Jawab Sinta cepat.


"Yangg.." Rengeknya lagi yang membuat Sinta jengah.


"Kak kalau Kakak belum mau mandi juga aku tinggal sholat nih." Ancam Sinta.


"Iya-iya tunggu bentar jangan sholat dulu." Ucap Boy kemudian berlari ke kamar mandi. Sinta yang melihatnya pun menggelengkan kepalanya.


"Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu.." ke kanan.


"Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu." ke kiri.

__ADS_1


Boy menghadap belakang, Sinta meminta tangannya lalu menciumnya kemudian Boy mencium kening Sinta lama sambil menghayati nya.


__ADS_2