
Sudah satu bulan lebih setelah putusnya hubungan Boy dan Sinta. Sekarang adalah bulan ramadan dimana semua umat muslim melaksanakan tugasnya.
Pada suatu hari sekolahan Sinta seperti biasa mengadakan pesantren kilat setiap ramadan datang. Sinta sebenarnya malas apalagi karna sedang berpuasa.
Disinilah Sinta sekarang di satu ruangan kelas bersama teman perempuan lainnya (khusus perempuan) karna perempuan dan laki laki di pisahkan .
Sinta dan teman nya yang lain sedang mendengarkan ustazah nya ceramah tentang indahnya di bulan suci ramadan namun itu adalah hal yang sangat membosankan bagi Sinta.
"Oke adik adik sesi ceramah sudah usai dan sekarang masuk ke sesi pertanyaan.." ucap seorang ustazah itu.
"Dan kakak ingin bertanya kalian maunya kakak yang nanya dan kalian yang jawab atau sebaliknya kalian yang nanya kakak yang jawab?" lanjutnya lagi.
"Kita yang nanya kakak yang jawab." jawab mereka serentak begitu juga bdengan Sinta dia sangat suka tanya jawab.
"Oke itu pilihan kalian dan sekarang ada yang ingin bertanya? silahkan angkat tangan." jawab ustazah tersebut.
"Kak!"seru salah satu siswi.
"Iya silahkan berdiri dan sebutkan pertanyaan nya."
"Assalamualaikum Wr Wb .. Sebelumnya saya ingin bertanya apakah pertanyaan nya boleh di luar materi kita."tanyanya.
"Waalaikumsalam Wr Wb.. Boleh saja asalkan pertanyaan nya masih termasuk ke dalam syariat islam." sambil tersenyum manis.
"Pertanyaan saya adalah bolehkan kita mengidolakan artis nonmuslim?"
"Pertanyaan yang bagus, oke sebelum lanjut ke pertanyaan berikutnya kakak akan menjawab pertanyaan dari saudari kita.." sambil tersenyum.
"Bolehkan kita mengidolakan artis non muslim? jawaban nya adalah boleh tetapi mengaguminya hanya sebatas kagum.dan tidak mengikuti gaya artis tersebut.
Selama ini kita mungkin pernah mengagumi orang lain. Mungkin saja itu seorang artis dan tokoh papan atas atau orang lain dengan karakteristik, ketampanannya, kecantikannya atau keahlian istimewa yang membuat kamu merasa kagum kepadanya sehingga membuat diri kamu menjadi seorang fans.
Kekaguman ini terkadang secara tidak langsung akan membuat diri kamu menjadi selalu ingin mengikuti gaya hidupnya bahkan selalu ingin tahu kegiatannya sehari-hari.
Mengidolakan seseorang biasanya kita tidak akan mempermasalahkan tentang keyakinan yang di anutnya karena kita hanya terpukau dengan segala kelebihan yang dimilikinya secara fisik atau kemampuannya saja.
Bahkan terkadang mungkin kita turut mendoakan segala kebaikan untuk sang idola yang padahal dalam hukum berdoa untuk non muslim hanya diperbolehkan dengan maksud agar orang tersebut (non muslim) mendapatkan hidayah.
Namun sebagai seorang muslim pernahkah kita mempertanyakan hukum mengidolakan non muslim yang selama ini selalu kita sanjung dan dinantikan kehadirannya?
Menurut Tafsir Ar-Razi (Mafatih Al-Ghaib), hlm. 4/168 yang mengatakan :
“Ketahuilah bahwa pertemanan muslim dengan kafir itu ada tiga jenis:
Pertama, ia rela dengan kekufurannya dan berteman dengannya atas dasar kekufurannya. Ini dilarang karena siapapun yang melakukan hal itu maka dia membenarkan agama itu. Membenarkan kekufuran adalah kufur. Maka mustahil ia akan tetap menjadi muslim dengan perilaku seperti ini.
Kedua, bergaul dengan orang kafir secara baik berdasarkan zhahirnya. Ini tidak dilarang.
Ketiga, ini adalah pertengahan di antara dua poin sebelumnya yakni bahwa berteman dengan orang kafir dalam arti condong, menolong, menampakkan pada mereka adakalanya karena unsur kekerabatan atau karena suka dengan keyakinan bahwa agamanya batil (sesat).
Sikap ini tidak mengakibatkan kufur, tapi dilarang. Karena berteman dengan pengertian ini dapat berakibat pada menganggap baik pada jalannya dan rela dengan agamanya. Itu akan mengeluarkan seorang muslim dari Islam.
Allah SWT telah mengingatkan akan hal ini dalam QS Ali Imron 3:28 ‘Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah’”.
Dengan demikian hukum mengidolakan non muslim itu terbagi atas tiga berdasarkan golongannya, yakni :
Boleh
__ADS_1
Apabila hanya sebatas menyukainya saja karena kepintarannya, keahlian yang dimilikinya, kecantikan atau ketampanannya saja, atau menyukainya secara lahiriah saja tanpa menyangkut pautkan dengan agama yang di anutnya.
Makruh
Apabila mengagumi segala apa yang ada pada diri orang tersebut secara fisik namun tidak ikut membenarkan atau tidak mengakui agama yang dianutnya (selain Islam) sehingga tidak membawa diri sendiri masuk ke dalam golongan orang kafir.
Haram
Apabila mengagumi dan mengidolakan orang tersebut hingga menjadi seorang fans fanatik yang membenarkan semua yang ada pada diri sang idola, mengikuti dan menyukai semua yang dilakukan sang idola dan juga ikut membenarkan atau mengakui agama yang telah di anutnya (selain Islam) sehingga membuat diri sendiri termasuk ke dalam golongan orang kafir.
Dari ketiga pembagian hukum mengidolakan non muslim di atas diharapkan sebagai seorang muslim kita bisa membatasi diri untuk tidak membabi buta dalam mengidolakan seseorang agar kita tidak termasuk dalam golongan kafir karena telah membenarkan semua yang dilakukan sang idola meskipun apa yang dilakukannya termasuk pada perbuatan tercela.
Bagaimana apakah kalian dapat memahaminya adik adik?" Jelas sang ustazah.
"Sudah kak!"jawab mereka serentak.
"Baiklah sekarang adalagi yang ingin bertanya?" tanya sang ustazah.
"Saya kak!" seru seorang murid.
"Iya silahkan."
"Assalamualaikum wr wr.. bagaimana caranya agar kita menjadi anak berbakti kepada kedua orang tua?"
"Baiklah akan kakak jawab, Kita lahir ke dunia ini berkat siapa? Pastinya berkat orangtua kita. Kita dapat tumbuh hingga dewasa sampai sekarang berkat siapa? pastinya berkat orangtua. Jika kita adalah seorang anak yang sering diajarkan orangtua tentang berbuat baik, tentunya pasti orang yang paling harus diutamakan dalam mengamalkan kebaikan adalah kepada mereka berdua, ya mereka adalah ayah dan ibu kita.
Jika kita mendurhakai orangtua maka pasti kita akan tahu adzab yang akan diberikan. Dalam ajaran islam, berbakti kepada orangtua merupakan amalan yang paling utama. Dalam menempuh hidup di dunia ini, pastinya setiap orang ingin menjadi orang yang berhasil, di dunia maupun di akhirat nanti kelak.
Berikut 10 tata cara sederhana dalam berbakti kepada orangtua:
Jagalah setiap tutur kata kepada mereka berdua. Senantiasalah berkata secara lemah lembut tatkala berbicara dengan keduanya dan jauhilah berkata dengan nada tinggi, apalagi dengan kata-kata yang kasar. Kepada bos tempat kerja atau pimpinan saja berbicara dengan sopan santun, seharusnya ketika berbicara kepada orangtua lebih sopan lagi.
Membantu Meringankan Pekerjaan Rumah.
Siapa yang tahu apa saja pekerjaan orangtua ketika di rumah? Untuk yang belum tahu, mulai dari urusan kebersihan rumah, kerapihan rumah, urusan perut, dan lainnya sebagai yang kalau disebutkan pastinya banyak. Apalagi seorang ibu yang hampir setiap hari tugas hariannya berada di rumah. Jika kita bertanya kepada ibu kita tentang aktivitasnya di rumah pasti dia akan bingung menjawabnya. Kenapa bingung? Karena pekerjaan di rumah sangatlah banyak. Apakah ibu kita akan mengeluh akan pekerjaannya yang banyak? Tentu tidak, tetapi dia akan sangat senang jika anaknya mau membantu dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumahnya.
Gampang-Gampang Di Suruh Membantu Orangtua.
Jika orangtua memerintahkan sesuatu kepada kita, yang mana perintah itu mudah untuk dikerjakan oleh kita, maka janganlah menolak atau menunda-nunda perintah tersebut jika memang kita tidak memiliki permasalahan atau urusan lain. Jika orangtua memerintahkan sesuatu kepada kita, yang mana perintah itu mudah untuk dikerjakan oleh kita, maka janganlah menolak atau menunda-nunda perintah tersebut jika memang kita tidak memiliki permasalahan atau urusan lain.
Dulu waktu kita masih kecil, kita meminta apa saja kepada orangtua (selama itu baik buat kita) pastinya orangtua tidak akan menolaknya begitu saja. Sekarang kita yang sudah menjadi dewasa ketika orangtua meminta sesuatu atau meminta tolong masihkah mau menolak?
Senantiasa Bersikap Sabar dan Sopan Santun.
__ADS_1
Tidak hanya sekedar lemah lembut dalam tutur kata, tetapi kelakuan kita haruslah juga sopan santun terhadap mereka. Semisalnya memjawab salam kepada mereka ketika mereka pulang dari suatu tempat, mencium tangan mereka jika hendak pergi ke suatu tempat dan lain-lain. Jauhilah sikap keterlaluan dan kurang ajar kepada mereka berdua.
Perbanyak Interaksi dengan Orangtua.
Jika kita perlu teman untuk mengobrol maka mereka pun juga membutuhkan teman untuk mengobrol. Teman terbaik mereka ketika mengobrol adalah anak-anak mereka. Sempatkanlah untuk mereka berbicara ria, menanyakan tentang keadaan, dan lainnya.
Tidak harus menatap mukanya langsung, via telepon juga sudah cukup bagi mereka. Dengan mendengar suaramu yang jauh disana mereka sudah cukup merasa senang.
Menjaga Silaturrahmi dengan Orangtua Ketika Sudah Dewasa.
Dengan kedatanganmu ke rumah orangtua, kapanpun dan dimanapun itu merupakan sebuah hadiah yang terbaik bagi mereka, apalagi dengan membawa kesuksesan dan prestasi tentunya kesenangan orangtua akan bertambah. Ketika sudah mulai dewasa maka jangan pernah tinggalkan orangtua begitu saja. Mereka akan merasakan rindu yang sangat jika tidak bertemu dengan anaknya dengan kurun waktu yang lama.
Mendoakan Mereka Di Setiap Ibadah.
Sudahkah kita mendoakan orangtua hari ini? Jika belum maka doakanlah mereka yang sudah mendoakan di setiap malam katika kita sedang tertidur pulas di atas kasur.
Tidak menyia-nyiakan Kerja Keras Orangtua.
Namun apa daya masih banyak anak yang maih membolos ke sekolah, menghambur-hamburkan uang, malas belajar, dan lain sebagainya. Sudah sepatutnya sebagai anak untuk tidak menyia-nyiakan itu semua dengan begitu saja. Orangtua akan senang jika usaha mereka dalam mencari nafkah tidak sia-sia berkat prestasi dan kesuksesanmu. Sudah sering kita temui anak yang tidak menghargai perjuangan orangtuanya dalam mencari nafkah dan menafkahi anak mereka, menyekolahkan, memberikan makan dan pakaian.
Berilah Hadiah Terbaik Untuk Mereka.
Orangtua kita sudah memberikan banyak untuk kita, sekarang apa yang dapat kita berikan kepada mereka, carilah yang terbaik untuk mereka. Memberi hadiah bisa berbagai macam, bisa dalam berbentuk barang bisa juga dalam bentuk sebuah yang tidak berbentuk, misalkan prestasi atau kesuksesan ketika sudah dewasa. Hadiah itu tidak harus mahal ataupun susah, cukuplah orangtua itu bangga kepadamu maka itu merupakan sebuah hadiah.
Bersikap Sabar Dalam Merawat Orangtua.
Ini dipicu oleh kondisi kesehatan yang mulai sudah tidak prima, terkadang semakin rentanya seseorang maka ia akan menjadi lebih sensitiv dan cepat marah. Dalam masa-masa ini kita harus menyikapi dengan sabar dan berusaha untuk menahan diri. Layaknya orangtua kita yang bersabar dalam membesarkan kita ketika kita masih kecil, mereka pun sabar dalam menghadapi kebandelan anak mereka.
Dengan mendengar dan melihatnya langsung kita dapat berpikir bahwa orangtua kita semakin lama semakin bertambah usia mereka, mereka akan kembali lagi ke masa yang mana akan rewel kembali, seperti anak kecil.
Mungkin dari ini semua marilah kita untuk tidak lupa akan jasa-jasa mereka dalam menghidupi kita, memberi semangat kita ketika sedang berjuang, mendoakan kita setiap malam, dan yan paling terpenting ialah tidak mungkin kita bisa hidup di dunia ini tanpa ada mereka berdua, ayah dan ibu.
__ADS_1