
Di waktu yang bersamaan dengan Tria dan Arif, Sinta dan Boy duduk di tepi laut bersebelahan dengan jarak satu meter. Mereka hanya diam tak ada satupun yang ingin memulai percakapan. Hingga akhirnya terdengar suara azan dari ponsel Sinta yang menandakan telah masuk waktu asar.
"Sudah waktu asar ternyata, lama juga ya kita duduk diam disini." Ucap Boy, "Lebih baik kita cari musollah terdekat dulu untuk sholat asar." Lanjutnya seraya berdiri.
"Tapi Kak mereka gimana?" tanTya Sinta.
"Nanti juga mereka bakal ngabarin kita tenang aja." Jawabnya, "Sudah, ayo." Lanjutnya seraya berjalan. Sinta pun segera berdiri dan mengikuti Boy dari belakang.
Mereka sampai di depan sebuah musollah yang tidak terlalu besar saat sebelumnya Boy sudah bertanya dimana ada musollah, musollah itu letakkan masih di sekitaran laut namun butuh waktu 15 menit untuk berjalan dari tempat mereka tadi.
"Nanti setelah selesai kita bertemu disini lagi." Ujar Boy kemudian melangkah masuk ke toilet pria, sedangkan Sinta berjalan ke arah toilet wanita.
Setalah selesai mengambil air wudhu mereka pun sholat sendiri sendiri yang dibatasi gorden hijau ditengahnya. Setalah selesai sholat Boy menengadah kan kedua tangannya di samping dada seraya berdoa di dalam hati.
'*Ya Allah ya Tuhanku yang maha menguasai langit dan bumi beserta isinya ampuni lah segala kesalahan yang pernah hamba perbuat baik yang di sengaja maupun yang tidak..
Ya Allah jika memang Sinta adalah orang yang engkau takdirkan untuk jodohku hamba ingin meminta kepadamu bukakan lah hati Sinta agar bisa mencintai hamba ya Allah karna hamba tau hanya engkaulah yang bisa membolak balikkan hati seseorang, hanya kepadamu lah tempat hamba mengadu dan berserah diri
Robbana Atinafiddunya hasanah wafilakhiroti hasana wakina adja bannar amin amin ya robbal alamin*.' Sambil mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajahnya.
Sedangkan Sinta, dia selesai sholat juga menengadah kan kedua tangannya di depan dadanya seraya berdoa dalam hati.
'*Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang ampuni lah dosa dosa hamba beserta keluarga hamba dan engkau sayangilah mereka seperti hamba menyayangi mereka,
Ya Allah.. berikanlah hamba beserta keluarga hamba kemudahan dalam menjalani hidup ini tuntun kami menuju jalan yang benar jalan yang engkau ridhoi,
Ya Allah hamba menyerahkan semuanya hanya padamu termasuk jodoh, hamba percaya engkau telah mempersiapkan jodoh yang terbaik untuk hamba
Robbana Atina Fiddunya hasanah wafilakhiroti wakina adja bannar walhamdulillahi robbilalamin*.' Sambil mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
Setelah selesai sholat dan berdoa Sinta keluar musollah dan melihat Boy sedang duduk sambil memainkan ponselnya.
"Mereka belum mengabari Kak?" Tanya Sinta setelah berada dekat di belakang Boy.
"Eh Sinta sudah selesai ternyata, mereka belum ngabarin." Jawab Boy.
"Trus gimana dong Kak?" Tanya Sinta lagi, "Udah jam setengah 5 mereka belum juga balik." Lanjutnya khawatir.
"Kamu tenang dulu ya, bentar biar aku telpon dulu." Ujar Boy menenangkan. Sinta pun mengangguk.
"Halo Assalamualaikum." Ujar Boy saat sambungan telpon terhubung.
"Waalaikumsalam." jawab Arif dari sebrang telpon.
"Kalian dimana?" Tanya Boy.
"Kamu udah denger kan 30 menit lagi kita tungguin aja." Ujar Boy.
"Mending kita cari tempat nungguin mereka, aku haus." Lanjutnya lagi.
"Yaudah yuk ." Balas Sinta.
Mereka singgah di depan jualan kelapa muda, Sinta duduk di kursi kayu yang menghadap ke laut sedangkan Boy memesan 2 es kelapa muda.
"Nih minum dulu pasti haus kan?" Sambil menyerah kan es kelapa muda. Sinta pun menerima nya.
"Makasih Kak." Jawabnya. Boy mengangguk dan duduk agak jauh di samping Sinta. Mereka minum dengan hening, hanya terdengar suara angin berhembus serta deraian ombak.
Setelah beberapa menit duduk ponsel Boy berdering, dia pun menerima nya.
__ADS_1
"Lo dimana?" Tanya sang penelpon.
"Assalamualaikum." Sengkal Boy.
"Waalaikumsalam lo dimana?" Tanya nya lagi yang tak bukan adalah Arif.
"Lo udah nyampek?" Boy bertanya balik.
"Udah.. lo berduadimana biar kita samperin." Jawab Arif.
"Lo langsung ke parkiran aja, kita juga ketemu di parkiran." Balas Boy.
"Ok." Kemudian mematikan sambungan telpon nya.
"Gimana Kak?" Tanya Sinta saat sambungannya sudah putus.
"Mereka udah otw ke parkiran, yuk." Ajak Boy. Sinta pun mengangguk. Mereka pun berjalan menuju parkiran dengan Boy di depan dan Sinta di belakang nya. Sesampainya di parkiran, Arif dan Tria sudah menunggu di kursi yang memang disediahkan. Mereka pun menghampirinya.
"Assalamualaikum." Sapa Boy dan Sinta.
"Waalaikumsalam." Balas Arif dan Tria.
"Yaudah langsung aja yuk." Ajak Boy. Mereka pun mengangguk dan berjalan menuju mobil mereka lalu bergegas pulang menuju hotel.
Setelah sampai di hotel mereka masuk ke kamar masing masing dan langsung melaksanakan sholat maghrib.
Setelah selesai sholat maghrib Boy mengabari semua anggotanya untuk makan di restoran hotel. Setelah mereka makan, mereka kembali ke kamar lagi untuk sholat isya dan bergegas untuk pulang karna setengah jam lagi akan take off.
Mereka telah berada di dalam pesawat menuju bandara Soekarno Hatta. Mereka semua tertidur karna kelelahan dan juga hari yang menuntut untuk tidur.
__ADS_1