Bukan Cinta Pertama

Bukan Cinta Pertama
Pertemuan


__ADS_3

Tepat pukul 09.00 Sinta telah sampai di kos kos'an baru nya. Dia segera menemui Ibu kos untuk meminta kunci kamarnya, setelah itu langsung menuju kamarnya dan tertidur pulas karna merasa kelelahan.


****


Sinta sedang di depan cermin memakai hijab nya, setelah selesai berhijab dia kembali memakai cadarnya, Ya dia memakai cadar semenjak kuliah di semester 2. Dia telah rapi dengan rok lebarnya berwarna biru tua dengan baju biru tuanya juga serta hijab senada plus cadar hitam.


Dia mengambil map dari dalam tasnya lalu beranjak keluar kamar, tapi sebelum keluar kamar dia membaca basmallah agar diberi kemudahan oleh Allah SWT.


Dia telah sampai di depan sebuah perusahaan yang sangat besar yang bernama PT.Wibowo Group. Sebelum masuk dia membaca basmallah kemudian melangkah masuk. Dia pergi ke bagian resepsionis untuk bertanya.


"Selamat siang Mbak." Sapa nya tanpa salam karna orang yang di sapa tidak memakai hijab.


"Siang.. ada yang bisa saya bantu?" Tanya sang resepsionis ramah.


"Saya mau bertanya apakah disini ada lowongan pekerjaan Mbak?" Tanyanya sok tenang padahal mah gemeteran apalagi karna ini adalah pengalaman pertamanya.


"Sebentar ya Mbak.. Mbak silahkan duduk dulu disitu." Sambil menunjuk kursi tunggu yang ada di depannya. Sinta hanya mengangguk dan langsung mengikuti intruksi sang resepsionis.


Terlihat sang resepsionis sedang menelpon seseorang.


"Mari Mbak saya antarkan." Titahnya sambil berjalan mendahului Sinta, Sinta pun mengekorinya dari belakang.


Mereka sampai di depan ruangan yang bertuliskan wakil direktur lalu sang resepsionis langsung mengetok pintu tersebut.


Tok.. tok.. tok..


"Masuk!" Seru seorang wanita dari dalam sana.


Sang resepsionis pun membuka pintu dan mengajak Sinta masuk, terlihat seorang wanita tidak terlalu tua sekitar 35 tahunan.


"Ini Bu orangnya." Ujarnya.


"Baik kamu boleh pergi." Perintah Wakil direktur pada sang resepsionis dan langsung diangguki sang resepsionis kemudian beranjak keluar.

__ADS_1


"Silahkan duduk." Ucapnya sambil menunjuk kursi yang bersebrangan dengan mejanya.


"Terima kasih Bu." Ujar sinta lalu duduk di kursi tersebut.


"Boleh saya lihat CV kamu?" Tanyanya.


"Tentu Bu." Ucap Sinta sambil menyodorkan apa yang diminta.


"Sebelumnya perkenalkan nama saya Sahara Wibowo saya Wakil Direktur disini." Ucapnya memperkenalkan diri dan dibalas anggukan oleh sinta.


Sang Ibu tersebut pun membaca dengan teliti CV Sinta.


"Kamu lulusan Sarjana Ekonomi?" Tanyanya tanpa menatap Sinta karna masih fokus membaca CV nya.


"Iya Bu." Jawab Sinta seadanya dan hanya dibalas anggukan.


Setelah selesai membaca dia kembali meletakkan Cv Sinta di atas mejanya.


"Baiklah kamu di terima di perusahaan ini." Sambil tersenyum.


"Ya.. kamu bisa bekerja hari ini kebetulan kami membutuhkan Sekretaris Manajer karna Sekretaris yang biasa kemarin mengundurkan diri." Jelasnya lagi.


"Alhamdulillah.. terima kasih Bu terima kasih sekali lagi." Ujarnya lagi penuh syukur.


"Mari saya antarkan." Ajak sang Wakil Direktur yang bernama Sahara tersebut sambil beranjak pergi dan diikuti Sinta dari belakang.


Setelah berjalan dan menaiki lift sampailah mereka di depan pintu yang bertuliskan Manajer, di depan pintu ada meja kosong yang merupakan meja sekretaris.


"Ini adalah meja kamu dan di dalam sana manajer kamu oke." Ujar nya memberitahu dan di balas anggukan oleh Sinta.


Tok.. tok.. tok..


"Masuk!" Seru seorang Pria dari dalam sana.

__ADS_1


Sinta pun masuk mengikuti Saha masuk dengan menundukan kepalanya, terlihatlah seorang pria yang sedang memperhatikan Sinta.


Setelah sampai di depan sang manajer.


"Apa saya mengganggu waktu kerja Anda Pak manajer?" Tanya Sahara.


"Ah tentu tidak Bu silahkan duduk." Ucapnya sopan sambil menunjuk kursi yang di depan nya.


Sinta yang mendengar suara itu tidak asing langsung mendongak melihat sang manajer. Dia terkejut dan reflek menyebut namanya.


"Boy." gumamnya pelan namun masih dapat di dengar oleh Sahara, Ya menejer tersebut adalah Boy.


Boy yang merasa namanya disebut pun menatap mata itu dalam dan merasa tatapan hangat itu tidak asing.


"Kamu mengenal Pak Manajer Sinta?" Tanya Sahara namun Sinta masih setia menatap Boy dan tak mendengar ucapan Sahara.


"Sinta?" Ujar Boy dan Sahara yang mendengar pun menatap Boy.


"Kalian sudah saling kenal?" Tanya Sahara lagi.


Sinta pun tersadar dan menggeleng kecil sambil beristigfar dan kembali menunduk. Boy yang melihat tingkah Sinta pun mengalihkan matanya menatap Sahara.


"Ah maaf Bu kami.." Ucap Boy dipotong oleh Sinta.


"Kami satu SMA Bu, dulu dia Kakak angkatan saya." Ucap Sinta cepat tak membiarkan Boy menyelesaikan kalimatnya.


"Ohh bagus lah kalau kalian sudah saling mengenal jadi tidak merasa canggung lagi." Ucap Sahara sambil tersenyum.


"Baiklah Manajer Boy, Sinta sekarang akan menjadi Sekretaris Anda..." Ucap sahara namun tidak ada jawaban dari keduanya.


"Baiklah kalau begitu saya permisi." Lanjutnya lagi dan langsung beranjak keluar.


Setelah Sahara keluar kedua nya masih tetap berdiaman sibuk dengan pikirannya masing-masing.

__ADS_1


"Ya Allah Apalagi yang Engkau rencakan sudah 5 tahun lebih lamanya kami berpisah dan sekarang kau pertemukan kembali." Batin Sinta masih dengan posisi berdirinya sambil menunduk.


"Benarkah orang yang di depanku ini ada kau Sinta? Sinta Dewi Utami?" Batin Boy tak lepas dari pandangannya pada Sinta.


__ADS_2