
"Stop jangan berantem, gue gak mau kalian berantem terus saling benci, karen benci itu sama dengan benih-benih cinta. Dan gue gak mau tumbuh benih-benih cinta diantara kalian, karena kalau itu sampai terjadi berarti lo udah nikung gue bar, gue gak rela sumpah. Jadi stop berantem sekarang maaf-maafan!" ujarku menyuruh Umang dan Barra bersalaman.
"Nah gitu kan akur, sekarang lanjutkan makannya," imbuhku
"Honey kenapa kamu gak makan nasi sih, kok malah kamu makannya sayuran mentah semua kaya kambing aja!" keluhku ketika melihat Umang yang hanya makan lalaban saja
"Kalau di era kerajaan semua putri keraton kebanyakan makan sayur-sayuran segar, selain sebagai obat awet muda, sayur juga bagus untuk menjaga kecantikan kulit dan mencegah penuaan dini," jawab Umang
"Sekalian aja buat diet ya kan, pantas saja pada jaman kerajaan skin care tidak laku, ternyata ini rahasianya!" sahutku
"Iya betul Kanda!!" jawab Umang
"Kamu gak makan Bar?"
"Lagi puasa gue,"
"Emang demit ada puasa juga?" tanyaku penasaran
"Ada dong,"
"Puasa apa lo?"
"Puasain lo biar cepet dapat jodoh, jadi tuh Lasmini cepat kembali ke asalnya," jawab Barra
"Anj*r so sweat banget sih kamu Bar, thengkyu," jawabku langsung memeluk Barra
"Diih najis di peluk sama lo tar ketularan jomblo!" seru Barra langsung melepaskan pelukanku
"Mau peyuk!" godaku membuat Barra semakin kesal
"Diih, Ogah!!" jawabnya ketus dan kemudian menghilang dari pandanganku
"Yes, akhirnya ngilang juga tuh Wowo Ucin, jadi kita bisa dinner romantis honey tanpa ada pengganggu lagi," ucapku bahagia
Tapi entah kenapa malam ini walaupun aku bahagia bisa menikmati makan malam berdua dengan Umang sembari menikmati indahnya malam yang bertaburan bintang, tapi hatiku merasa seperti ada yang sedang menungguku, menanti ku untuk datang menolongnya sehingga membuat aku selalu tersedak saat makan.
Malam semakin larut, seperti biasa aku tidak bisa tidur dan malam ini aku memilih untuk bersemedi untuk menenangkan diri.
"Kamu dimana Mas, katanya kamu mau jagain aku, mau melindungi aku tapi kamu saja tidak pernah menemui aku. Uma butuh bantuan kamu Mas, "
__ADS_1
Sayup-sayup kudengar suara seorang perempuan menangis sembari memanggil namaku.
Seorang gadis berperawakan kurus, kulit sawo matang dan rambut panjang terurai sedang menangis di sudut kamar sembari menatap ponselnya.
Wajah gadis itu mengingatkan aku pada seseorang yang telah berjasa dalam hidupku. Wajah gadis sangat mirip dengan Om Dhanu, dan kenapa kalung pemberian Om juga langsung bersinar ketika aku melihatnya.
"Uma!!!" aku langsung membuka mataku ketika menyadari bahwa Uma sedang mencariku dan membutuhkan pertolonganku.
"Maafkan aku Uma, sudah lama aku tidak pernah mengunjungi kamu padahal aku sudah berjanji dengan almarhum ayah kamu untuk menjaga dan melindungi kamu," malam itu juga aku langsung bergegas menuju ke desa Sumberawan untuk menemui Uma.
Setibanya di rumah Uma aku langsung menuju ke samping rumah, tepatnya di samping kamar Uma.
Ku buka jendela kamar itu perlahan agar aku bisa masuk dan menemui Uma, tapi sialnya sekarang jendela kamar itu sudah dilapisi dengan teralis sehingga aku tidak dapat masuk kedalam kamar tersebut.
"Ssstttt!! Uma!!" teriakku membangunkan Uma
"Uma!!" aku memanggilnya lagi, tapi gadis itu tidak kunjung bangun juga.
"Astoge, dasar kebluk, bangun woii, Uma!!, babang Gilang datang!" seruku tapi Uma tidak bangun juga, membuat aku geram dan mengambil batu kerikil dan melemparnya kearah sosok yang tertidur dikamar itu.
*Pletak!!
"Ssttt!!, Uma, babang Gilang datang!" ucapku lirih
"Oh jadi kamu yang sudah membangunkan gajah tidur ya!" gertak wanita membuat aku kaget karena dia bukan Uma tapi orang lain
*Byuuurr!!!
Anj*r, sudah salah orang kena siram pula nasib-nasib, sial banget gue malam ini. Aku langsung berlari meninggalkan rumah itu, yang ternyata sudah berpindah kepemilikan. Lalu Uma dimana, mungkin aku akan melanjutkan pencarian Uma esok hari karena hari sudah menjelang pagi dan aku harus pergi ke kampus.
"Honey aku jalan ke kampus dulu ya, kamu hati-hati dirumah, awas jangan selingkuh sama Bar-bar," pamitku pada Umang
"Iya Kanda, hati-hati!" sahut Umang yang sudah rapih
"Btw kamu mau kemana kok rapih banget honey?" tanyaku penasaran
"Aku mau pergi ke pasar. Aku mau masakin makanan spesial buat kamu kanda," jawab Umang membuat aku tersipu
"Unch so sweat banget sih kamu Dinda, jadi makin cinta," jawabku sembari menatapnya manja
__ADS_1
"Eeh, btw kamu mau kepasar udah punya duit belum buat belanja?"
"Belum Kanda, sini bagi duit," jawab Umang
"Segini cukup gak," jawabku sembari memberikan lima lembar uang ratusan ribu padanya
"Cukup kali Kanda, kan aku tahu harga-harga sayuran di era milenial ini," jawab Umang
"Ok honey, kamu harus berhemat ya, karena sekarang Kanda sudah insyaf jadi rampok. Jadi kalau bisa itu jatah uang belanja satu tahun ya," jawabku sambil terkekeh
"Ok Kanda," jawab Umang sambil mengerlingkan matanya
"Anj*r pelit banget lo Lang, masa duit lima ratus ribu buat belanja setahun yang bener saja, lagian tuh cewek aneh main Ok- ok saja, dasar makhluk aneh pasti dia gak tahu itu duit berapa jumlahnya!" cibir Barra
"Yaelah sensi amat lo Bar, kaya cewek lagi PMS aja," jawabku sambil terkekeh
"Emang gue lagi PMS," sahut Barra
"Yang bener lo, sejak kapan lo ganti kelamin Bar,"
"Sejak delapan ratus tahun lalu puas loh!!" jawab Barra nyolot membuat aku semakin terkekeh
"Baperan lo Bar, gak asik akh!"
" Siapa yang baperan nih gue kasih tahu ya, jadi PMS itu sama dengan Pria Macho Sekali," jawab Barra sombong
"Dih, baru Macho sekali aja udah bangga, gue aja yang macho berkali-kali biasa aja tuh!"
"Serah lo dah Gilang!"
"Canda Bar, yaudah honey kamu hati-hati ya ke pasarnya, awas banyak copet. Kanda jalan dulu ya honey, dadah!!" melambaikan tanganku kearah Umang dan Barra
"Kanda yakin mau ke kampus dengan pakaian seperti itu?" tanya Umang membuat aku kaget
"Emangnya ada yang salah dengan penampilan aku, atau aku makin terlihat ganteng karena memakai jas hari ini," jawabku percaya diri
"Iya Kanda itu ganteng, ganteng banget malah, tapi sayang masa kanda pakai kemeja, jas terus pakai dasi pula tapi masih pakai celana boxer," jawab Umang langsung tertawa melihat celana boxer ku
Anj*r, aku yang baru sadar kalau aku belum memakai celana panjang, segera berlari kedalam kamar untuk memakai celana.
__ADS_1
Sedangkan Barra dan Umang hanya tertawa melihat ekspresi wajahku.