BUKAN KEN AROK

BUKAN KEN AROK
Terjebak


__ADS_3

#CERITA INI HANYALAH CERITA FIKSI BERDASARKAN SEJARAH, NAMA TOKOH DAN KARAKTER DALAM CERITA INI HANYA FIKTIF, JIKA TERJADI KESAMAAN CERITA ATAU NAMA TOKOH ITU HANYA KEBETUL


AN SAJA#


"Kenapa kau ada disini Uma, bukankah seharusnya kau ada dirumah sakit untuk menjaga Bu Lik mu?" tanya Bayu ketika berpapasan dengan Umang, lelaki itu mengira kalau yang dilihatnya adalah Uma Dewi.


Huft, untung aku sudah berganti pakaian terlebih dahulu sebelum bertemu dengannya, makanya si Bayu tidak curiga padaku.


"Ah iya, aku sengaja datang kemari untuk mencari udara segar. Lagian aku suka mengunjungi Candi ini hanya untuk melepas penat dan menjernihkan pikiran," jawab Umang


"Aku tahu kau pasti stress karena seharian menjaga Bu Lik mu itu, kalau begitu biar aku antar kamu pulang," tukas Bayu


Bagaimana ini, rumah Uma saja aku tidak tahu. Apa aku turun di rumah sakit saja, setelah itu aku minta jemput Kanda, yah mungkin seperti itu akan lebih baik.


"Baik, tapi aku mau ke rumah sakit saja, lagian kasian Bu Lik nanti gak ada yang jagain kalau aku pulang." jawab Umang, ia kemudian mengikuti Bayu menuju ke mobilnya.


"Ngomong-ngomong kenapa malam-malam begini kau pergi ke Candi Telih, apa kamu sedang melakukan ritual disini?" tanya Umang membuat Bayu kaget


"Aku ingin menemui seseorang disana, sudah dua minggu aku menunggu, tapi dia belum datang juga," jawab Bayu


"Oh, kenapa orang itu tidak datang, kasian sekali kamu pasti kecewa sekali dan marah dengan orang itu ya," jawab Umang


Bayu hanya tersenyum kecut menanggapi ucapan Umang.


Sukurin lo, aku tahu kamu pasti punya niat jahat sehingga sangat ingin sekali bertemu denagnku, dan berusaha memanggilku. Jangan harap kau bisa berhasil menemuiku Bayu,


Bayu menghentikan mobilnya didepan rumah sakit.


"Sudah sampai, apa kau tidak mau turun?" tanya Bayu mengagetkan Umang dari lamunannya.


"Eh iya, ngomong-ngomong bagaimana cara buka pintunya!" tanya Umang tersenyum kepada Bayu


"Tarik engselnya kemudian dorong!" Bayu mencontohnya kepada Umang


"Ok, Kalau begitu saja aku pasti bisa," sahut Umang mengerlingkan matanya


Berkali-kali ia mencoba seperti yang di contohkan oleh Bayu namun, tidak berhasil membuka pintunya

__ADS_1


Gadis itu tersenyum simpul sambil menatap Bayu, "Gak bisa," ucap gadis itu meringis


Bayu hanya tersenyum melihat tingkah Umang, ia kemudian turun dan membukakan pintu untuknya.


"Silahkan tuan putri," ucap Bayu membuat Umang terkekeh


"Thengkyu," jawab Umang


"Kamu masih ingat kan ruang perawatan Bu Lik mu?" tanya Bayu dan Umang hanya menggeleng membuat Bayu langsung mengusap kening gadis itu.


"Normal, gak demam," ucap Bayu lirih


"Tidak apa-apa kok Pak, aku bisa begini suka lola kalau abis ketemu orang ganteng. Tapi nanti juga aku inget lagi kok ruang perawatan Bu Lik, mending Pak Bayu pulang saja lagian sudah malam kasian istrinya nungguin di rumah," Umang segera mendorong lelaki itu agar masuk ke mobilnya


"Tapi aku belum menikah, jadi tidak ada yang menungguku di rumah. Jadi sebaiknya aku antar kau ke ruang Bu Lik kamu dulu, aku takut kau salah kamar nanti, mending salah masuk ruang perawatan bagaimana kalau kau salah masuk ke ruang mayat bisa berantakan nanti!!" Bayu segera menggandeng lengan Umang menuju ke dalam rumah sakit.


"Ya ampun jadi bapak masih jejaka!!" teriak Umang tidak percaya membuat Bayu langsung menutup mulutnya


"Jangan keras-keras ngomongnya, bagaimana kalau orang-orang dengar," bisik Bayu


"Bapak malu ya, jangan malu pak justru cewek-cewek suka Om-om kaya bapak, sudah dewasa, mapan, dan tampan. Bagiamana kalau aku carikan bapak pasangan?" tanya Umang membuat Bayu hanya tersenyum sinis kearahnya


"Tanganmu dingin sekali, apa kau sakit?" tanya Bayu


"Tidak, kok mungkin karena tadi di mobil bapak dingin jadi aku kedinginan."


"Kenapa kau tidak bilang kau tidak kuat AC, kan aku bisa matikan," Bayu segera melepas jaketnya dan memakaikannya kepada Umang.


"Thengkyu Pak," jawab Umang


Matanya tiba-tiba membulat ketika melihat Uma Dewi berjalan kearahnya.


"Ya ampun kenapa Uma bisa muncul di saat seperti ini, kalau Si Bayu melihatnya bisa bahaya," ia berusaha memperlambat jalannya agar tidak berpapasan dengan Uma


Haduh, kenapa sukmaku terus memudar jika aku bertemu dengan Uma, bagaimana kalau aku tiba-tiba menghilang, bisa bahaya.


Umang ketakutan sembari menyembunyikan tangannya yang agar Bayu tidak melihat jari-jarinya yang mulai tidak terlihat oleh mata telanjang.

__ADS_1


Ketika ia menyadari Uma semakin mendekat kearahnya, ia langsung mendorong Bayu hingga lelaki itu terjatuh dan Umang langsung masuk ke tubuh Uma Dewi.


Kenapa aku tersedot masuk ke raga Uma. Kenapa kau begitu lemah Uma sehingga mudah dimasuki boleh makhluk halus sepertiku, bagaimana kalau nanti aku tidak bisa keluar,


Sementara itu Bayu yang terjatuh segera bangun dan menghampiri Uma yang masih dia termangu tak jauh darinya.


"Kau kenapa Uma?, apa terjadi sesuatu denganmu?" tanya Bayu


"Eh tidak, aku baru saja ingat kalau aku ingin ke apotek untuk menebus obat Lik Suki," jawab Uma


"Yasudah, apa perlu aku antar?" tanya Bayu


"Tidak perlu, apotiknya sudah kelihatan kok. Terima kasih atas bantuannya," jawab Uma


"Apa kau sudah ingat dimana ruang rawat inap Bu Lik mu?" tanya Bayu


"Tentu saja aku ingat, memangnya kapan aku lupa ruang perawatan Lik Suki," jawab Uma membuat Bayu bingung dengan perubahan sikap Uma yang tadinya ceplas-ceplos dan periang sekarang berubah jadi lebih serius


"Maaf pak saya permisi ke apotek dulu," ucap Uma


"Iya, aku juga harus pulang ke rumah. Kalau ada apa-apa atau kau perlu bantuan silakan hubungi saya," Bayu menyerahkan kartu namanya pada Uma


"Terima kasih atas bantuannya Pak," Uma segera pergi meninggalkan Bayu yang masih mempertahankannya .


Kenapa dia bisa berubah drastis,


"Hadeeh, kenapa dari tadi Uma tidak berhenti beraktivitas, kapan tidurnya sih," gumam Umang


Setelah selesai mengurusi Lik Suki Uma pun tidur di sampingnya.


"Akhirnya dia tidur juga, sudah saatnya aku keluar dari tubuhnya," Ia berusaha kelar untuk keluar dari tubuh gadis itu tapi usahanya selalu gagal. Sukmanya seperti sudah terikat dengan tubuh Uma Dewi.


"Duh Gusti, kenapa aku malah terperangkap gini, kenapa aku tidak bisa keluar dari raga Uma. sepertinya aku harus minta bantuan Kanda untuk mengeluarkan aku dari tubuh Uma," Umang Kemudian berusaha mengendalikan raga Umang ketika gadis itu sedang tertidur. Ia kemudian bergegas keluar dari rumah sakit menuju ke rumah Gilang.


"Biar cepat, aku ngilang saja lah, daripada jalan capek kaki aku," Uma langsung memejamkan matanya dan membaca mantera Ajian Panglimunan.


Ia kemudian membuka matanya, dan betapa terkejutnya ia ketika ia menyadari kalau dirinya masih ada di rumah sakit.

__ADS_1


"Kenapa aku masih disini, kenapa ajian Panglimunan milik ku tidak berfungsi lagi!!" ujar Umang ia berusaha mengeluarkan kesaktian ilmu tenaga dalamnya, akan tetapi semuanya sia-sia karena semua kesaktiannya tidak berfungsi lagi setelah ia terjebak di raga Uma Dewi.


Kau sudah membuat sukmaku sedikit demi sedikit menghilang, sekarang kekuatan ku juga hilang, sebenarnya apa yang kau inginkan Uma??


__ADS_2