
Pagi-pagi aku pergi ke rumah sakit hari ini aku mau menggantikan tugas Uma menjaga Lik Suki di rumah sakit. Aku tahu Uma pasti kelelahan karena ia sendirian mengurus Lik Suki.
Ketika tiba di ruang perawatan ku lihat Uma sedang terlelap mendadak bangun ketika mendengar suaraku
"Kanda!!" sapa Umang membuatku terkejut
"Umang??" tanyaku kaget
"Iya Kanda, kau pasti kaget ya karena mengira aku adalah Uma,"
Aku hanya mengangguk.
"Aku hanya bisa beraktivitas kalau Uma tidur atau tidak sadarkan diri, tapi kalau dia bangun aku gak bisa menguasai tubuhnya. Jadi aku hanya diam saja," jawab Umang
"Oh begitu," Aku kaget ketika melihat Umang seperti akan jatuh dan aku langsung menangkapnya.
"Kau tidak apa-apa Umang?"
"Aku baik-baik saja Mas. Tapi kenapa aku jadi ada duy luar uyah, padahal seingat ku aku tadi tidur di bawah brankar Lik Suki,"
Ini pasti Uma bukan Umang.
"Sebaiknya kau tidur lagi saja, sepertinya kamu kelelahan. Biar aku yang akan menjaga Lik Suki, kau lebih baik pulangkan saja dan beristirahatlah!"
"Aku juga tidak tahu kenapa akhir-akhir ini walaupun aku cukup tidur namun setiap pagi aku merasa lelah dan ngantuk," jawab Uma
Pasti ini ulah Umang yang keluyuran saat Uma tidur, huft!! kasian Uma.
"Bagaimana kalau aku antar pulang?" tanyaku
"Nanti Lik Suki sama siapa?" tanya Uma
"Biar Rangga yang nemenin, lumayan daripada dia diem-diem gak ada kerjaan lebih baik kita berdayakan,wkwkwk!"
"Diih Mas usil,"
"Baru tahu ya, kuy jalan!" Aku langsung menggandeng lengan Uma keluar rumah sakit.
"Lang lo mau kemana?" susul Rangga
"Aku mau mengantar Uma pulang, lo jagain Lik Suki dulu, nanti gue balik lagi!"
"Anj*r lo yang seneng-seneng, gue yang puyeng harus jagain mak lampir," cibir Rangga
"Sssttt, jangan keras-keras nanti kalau dia denger lo bisa di timpuk infus!!" godaku sambil tertawa kecil
"Hmmm,"
Setibanya di rumah Lik Suki, aku lihat Janaka sedang menyapu halaman.
"Assalamualaikum," sapa Uma
"Waalaikum salam, kamu pulang kok gak bilang-bilang, terus Lik Suki sama siapa?" tanya Janaka
__ADS_1
"Sama Rangga," jawab Uma
"Syukurlah, aku kira dia sendirian. Sekarang kamu sarapan dulu deh, kebetulan aku sudah membuatkan nasi goreng buat kamu," Janaka segera menuntun Uma masuk kedalam rumah.
"Aku boleh ikut sarapan gak?" tanyaku sok akrab
"Gak boleh, aku cuma masakin buat Uma bukan buat kamu!" sahut Janaka
"Diih pelit,"
"Biarin!!"
"Kita makan berdua aja Mas, lagian porsiku kebanyakan ini," ucap Uma
"Kamu harus makan yang banyak Uma, sekarang kamu butuh energi lebih banyak agar kuat menjaga Lik Suki. Kau gak usah mengerjakan pekerjaan rumah lagi semuanya sudah aku kerjakan," ucap Janaka membuat aku terpukau, bagaimana mungkin preman seperti dia ternyata bisa mengerjakan pekerjaan rumah dan memasak.
"Makasih Jak kamu sudah banyak membantu aku," ucap Uma sembari memegang tangan Janaka membuat hatiku sedikit tidak rela.
"Sama-sama Uma , lagian kau juga sudah sering bantu aku jadi sekarang gantian," jawab Janaka mengusap lembut rambutnya
"Ehemm, kacang, kacang, dikacangin!!!" seruky mencari perhatian membuat Uma tertawa kecil
"Dasar alay!!" gerutu Janaka
"Bodo!!"
"Sekarang ayo makan," ajak Uma
Aku langsung tersenyum dan duduk disampingnya. Ku ambil sendok dan membayangkan bahagianya bisa sarapan bareng Uma.
Baru juga akan menyendok nasi di piring Uma, tiba-tiba Janaka langsung menggeser posisi piringnya.
"Makan sendiri, jangan makan punya Uma!" cibir Janaka
"Katanya aku gak boleh sarapan tadi," jawabku lirih
"Boleh, daripada kami makan berdua sama Uma mendingan kamu makan sendiri." sahut Janaka
"Thengkyu bro, aku tahu kamu itu baik, muaaachhh!!" godaku membuat Janaka langsung bergidik
"Diih najis lo!!" jawabnya membuat aku tertawa melihatnya
Ku lihat kedekatan Uma dan Janaka di meja makan membuatku merasa iri, mereka sangat akrab dan dekat. Bahkan setelah sarapan Janaka membantu Uma mencuci piring benar-benar so sweat.
"Sejak kapan kalian dekat?" selidikku
"Sejak TK," jawab Janaka
"Apa benar itu Uma?" tanyaku pelan
"Iya, kami berteman dari TK sampai sekarang, Jak selalu menjaga dan melindungiku dan juga membantuku mengerjakan pekerjaan rumah. Karena kami sama-sama yatim piatu maka Jak tahu apa yang aku rasakan," jawab Uma terasa menusuk hatiku. Sehari aku yang menjaga dan melindungi Uma tapi karena aku pergi meninggalkannya maka Janaka yang menjaganya.
Maafkan aku Uma, sekarang aku janji aku tidak akan membiarkan kamu sendiri lagi, aku akan selalu bersamamu, menjaga dan melindungimu.
__ADS_1
*Dreet, dreet, dreet!!
Janaka segera menghentikan sarapannya dan beranjak dari kursinya.
"Halo Pak Dosen ada yang bisa dibantu?" sapa Janaka
"Bagaimana dengan asisten rumah tangga yang aku minta, apa kau sudah mendapatkannya?" tanya Bayu
"Maaf Pak, Uma sepertinya tidak jadi bekerja di rumah bapak, karena dia sudah mendapatkan uang untuk biaya operasi Lik Suki dari Gilang. Gilang melarang dia bekerja di rumah bapak, maaf ya pak." jawab Janaka
"Iya, tidak masalah,"
Hmmm, ternyata aku kalah cepat dengan Gilang, baiklah kalau aku tidak bisa mendapatkan Uma dengan cara halus maka aku akan mendapatkannya dengan cara kasar.
Bayu segara kemudian melesatkan mobilnya menuju ke rumah Parjiman.
"Kau harus membantuku Parjiman, karena Gardapati sekarang sudah tidak bisa diajak kerjasama lagi," ucap Bayu
"Apa kau dan Garda bermusuhan?" tanya Parjiman
"Sebenarnya tidak, tapi setelah dia tahu kalau Ki Jarot mengguna-guna istrinya, ia menjauh dariku dan hubungan kami sudah mulai renggang. Bahkan ia tidak mau membantuku lagi," jawab Bayu
"Hmmm, jadi apa yang bisa aku bantu?" tanya Parjiman
"Kau harus merampok Uma Dewi, ambil uangnya, kemudian kau harus pura-pura baik dan memberikannya pinjaman, setelah itu seperti biasa kau akan melipatkan pinjamannya. Jika ia tidak bisa membayar serahkan semuanya padaku, karena aku yang akan melanjutkan rencananya, " jawab Bayu Segara
"Tapi kenapa harus Uma, apa kau mencintai gadis itu?" tanya Parjiman
"Bukan, itu karena Uma adalah titisan dari Ken Umang selir Ken Arok yang juga merupakan cinta sejati Raja Singosari itu. Aku akan menggunakan dia untuk membalaskan dendam atas kematian Ki Jarot," jawab Bayu
"Tapi bukannya yang bisa mengalahkan Ken Arok itu Ken Dedes, dan kita tahu titisan Ken Dedes itu Intan,"
"Itu dulu di abad dua belas, tapi di abad dua puluh aku yakin bukan Ken Dedes yang dicari oleh Ken Arok tapi Ken Umang atau Uma Dewi , jadi dia yang akan menjadi kelemahan Gilang,"
"Darimana kau tahu kalau Uma itu reinkarnasi dari Ken Umang, padahal kau bilang dua kali pergi ke Candi Telih tapi hasilnya nihil," sahut Parjiman
Bayu hanya tersenyum tipis.
*Flashback back
*Bruuughhh!!!
Bayu segera berlari ke pelataran Candi ketika mendengar suara arca jatuh.
Ia terperanjat ketika melihat seorang wanita tengah berjalan meninggalkan area Candi.
Bagaimana mungkin tengah malam seperti ini ada seorang wanita keluyuran sendirian di Candi yang begitu sepi, pasti dia bukan wanita biasa atau bisa jadi dia adalah Danyang penunggu tempat ini.
Bayu berjalan mendekati wanita itu, ia terkejut ketika melihat wajah gadis itu.
Uma, tidak mungkin ia bisa berada disini, sementara tadi aku melihatnya di rumah sakit.
Bayu tidak percaya kalau wanita yang didepannya adalah Uma Dewi, walaupun wanita itu mengaku sebagai Uma, apalagi sikap keduanya yang sangat bertolak belakang. Ditambah perilaku konyol dan tangan dinginnya semakin membuat Bayu penasaran dengan wanita yang mirip dengan Uma Dewi.
__ADS_1
Ia semakin yakin kalau wanita itu adalah Ken Umang ketika tiba di rumah sakit dan melihat Uma Dewi berjalan kearahnya, walaupun Umang mendorongnya saat ia menatap Uma tapi Bayu sempat melihat Ken Umang tersedot masuk ke tubuh Uma Dewi.
Tidak mungkin ada dua orang yang sama persis kecuali saudara kembar, dan Uma tidak kembar. Sekarang aku yakin wanita yang bersamaku adalah Ken Umang.