
"Sejak kapan Bos Garda lebih memilih menelpon mu daripada aku!" Ia kemudian mengambil paksa ponselnya dan memastikan siapa yang menelpon anak buahnya.
"Parjiman!!" Janaka membelalakkan matanya ketika mengetahui bahwa Parjiman yang menelponnya.
Ia kemudian mengambil alih kemudi dan segera meluncur menuju ke rumah Uma.
"Beraninya kalian bersekongkol dengan Parjiman untuk menculik Uma!!" hardik Janaka ketika mendapati rumah Uma yang berantakan
Ia langsung menarik kerah baju anak buahnya " Sebenarnya apa yang kalian rencanakan!!" hardik Janaka
"Apa kalian sengaja, menjauhkan aku dari Uma, agar bandot tua itu bisa menculiknya!" tambah Janaka
"Jawab!!!" Janaka melepaskan pukulan kearah anak buahnya agar mengakui apa yang mereka rencanakan. Tapi mereka tetap tutup mulut walaupun Janaka sudah menghajarnya habis-habisan.
"Baiklah, kalau kalian tetap tidak mengaku juga, aku akan membunuhmu satu persatu," Janaka mengambil belatinya dan menarik salah seorang anak buahnya dan meletakkan pisaunya di lehernya.
"Bersiaplah untuk mati!!" teriak Janaka bersiap menggerakan pisaunya ke leher anak buahnya.
"Ampun Bos!!, tolong jangan bunuh aku. Baiklah aku akan mengatakan semuanya!" ujar anak buahnya sembari berlutut di kakinya.
**************
"Kita sudah berada di rumah Parjiman , tapi disini sepi-sepi saja, terus dimana dia menyekap Uma," aku sedikit curiga ketika tidak menemukan Uma di kediaman Parjiman.
"Dia menyembunyikannya di tempat lain," sambung Rangga
"Ini cuma trik agar kita mendatangi tempat ini sementara dia sudah memindahkannya ke tempat lain," tambah Rangga
"Janc*k!!!, kenapa aku tidak berpikir seperti itu. Kenapa aku begitu bodoh, padahal tadi aku baru saja dipermainkannya," gerutu Janaka
"Kau memang bodoh Janaka, janc*k!!" tambah ku kesal, ingin rasanya aku menghajarnya karena dia tidak bisa menjaga Uma saat aku bergantian menjaga Lik Suku.
"Awas saja kalau terjadi sesuatu dengan Uma, kau orang pertama yang akan ku bunuh. Karena kebodohanmu Uma sekarang celaka, kenapa kau begitu bodoh meninggalkannya sendirian, bukankah aku sudah menugaskan mu untuk menjaganya, tapi kenapa kau meninggalkannya, aaarrgghh!!!!" aku yang sudah tidak tahan lagi menahan emosi yang serasa akan meledak langsung melesakkan pukulan kearah Janaka.
*Buuggghhhh!!
"Hentikan Gilang!!, kau tidak bisa menyalahkan Jak, lagipula jika kau menjadi dia kau juga akan melakukan hal yang sama. Sekarang bukan saatnya saling menyalahkan tetapi kita harus bekerja sama untuk menyelamatkan Uma. Kita harus bergerak cepat sebelum mereka melakukan hal-hal di luar kendali kita," ujar Rangga
"Bos, aku baru ingat kalau Bos Parjiman waktu itu mendatangi kami dengan teman Bos Garda!" ucap anak buah Janaka
"Apa dia yang kau maksud," Janaka menunjukkan foto Bayu kepada anak buahnya
"Benar Bos," jawabnya yakin
__ADS_1
"Berarti Bayu terlibat dalam hal ini. Pantas saja ia sangat menginginkan kalau Uma bisa bekerja sebagai ART di rumahnya, ternyata dia memiliki rencana jahat terhadap Uma," ucap Janaka
"Apa kau bilang, Bayu terlibat!"
"Benar Gilang, bahkan beberapa hari lalu dia memintaku untuk mencarikan ART untuknya dengan alasan pembantunya baru saja mengundurkan diri, dan aku sempat berpikir untuk menjadikan Uma ART di rumah Pak Bayu untuk mendapatkan uang biaya operasi Lik Suki, apalagi saat itu aku berpikir kalau Pak Dosen adalah orang yang baik, bahkan lebih baik daripada Bos Garda. Sikapnya yang sopan dan lemah lembut membuat aku sedikit tertipu olehnya," jawab Janaka
"Dia melakukan semua itu karena gagal menjadikan Intan sebagai korbannya, dan sekarang menganggap Uma adalah seorang yang tepat untuk dipakai sebagai senjata untuk mengalahkanmu Gilang," ujar Barra
"Bagaimana kau bisa menyimpulkan seperti itu Bar?" tanyaku tidak yakin
"Tentu saja aku tahu, kan aku bisa mengetahui isi hati manusia dan aku sempat membaca itu dari Bayu," jawab Barra
"Baiklah sekarang kamu beritahu dimana mereka menyekap Uma, aku yakin kau tahu dimana keberadaan Uma bukan!!" tanyaku sedikit memaksa
"Mereka menutup tempat itu dengan pagar gaib, sehingga aku tidak bisa melihatnya. Sepertinya dia tahu kalau Janaka akan meminta bantuan mu makanya ia sengaja menutup rumahnya dengan pagar gaib," jawab Barra
#Flasback
Begitu mengetahui Uma di culik oleh Parjiman Janaka berpikir untuk meminta bantuan kepada Gilang dan Rangga. Karena bagaimanapun juga dia dan anak buahnya tidak akan bisa mengalahkan kekuatan Parjiman yang terkenal memiliki ilmu supranatural tinggi.
Janaka segera menghubungi Gilang melalui ponselnya.
"Halo Gilang, aku ingin memberitahukan sesuatu padamu?" tanya Janaka
"Katakan saja Bro," jawabku singkat
"What, kok bisa!!"
"Dia di culik Ndoro Parjiman, dan sekarang aku butuh bantuanmu untuk menyelamatkan Uma. Karena aku tidak akan bisa mengalahkan Bos Parjiman yang memiliki ilmu supranatural tinggi, dan aku yakin hanya kau yang bisa mengalahkannya," jawab Janaka
"Tentu saja, kau baru tahu kalau aku ini sakti hehehe...."
"Sudahlah jangan bercanda Gilang, sekarang bukan saatnya untuk menyombongkan diri. Tapi kita harus segera menolong Uma, aku takut Bos Parjiman akan memperkosanya,"
"Anj*r, jangan sampai itu terjadi. Tapi kalau aku ikut dengan kamu Lik Suki siapa yang nungguin,"
"Sudahlah tinggal saja di rumah sakit, gak apa-apa kok. Cepat susul aku di rumah Bos Parjiman,"
"Diih, ternyata Si Jak sadis juga ya, masa dia menyuruhku meninggalkan Lik Suki sendirian, nanti kalau dia sekarat pas aku tinggal gimana, mending aku meminta bantuan Barra aja untuk menjaganya,"
"Bar, bar-bar!!"
"Hmmm, what happen bro?" tanya Barra sok Inggris
__ADS_1
"Diih najong, sok Inggris Lo!"
"Sorry Lang, gue lagi belajar bahasa Inggris biar bisa gebet hantu bule penunggu rumah sakit ini, cantik gila bro," jawab Barra
"Anj*r, udah mulai move on Lo. Btw gue mau minta tolong jagain Lik Suki, karena gue harus menyelamatkan Uma yang diculik oleh Parjiman,"
"Ok, bro. Good luck ya!"
"Tumben Lo nurut gak bawel, apa karena Lo lagi kasmaran sama hantu bule ya. Terserahlah, pacaran boleh asal jangan melupakan tanggung jawab Lo buat jagain Lik Suki. Yaudah gue pergi dulu bye!!"
"Bye, Gilang!!"
Aku segera menelpon Rangga untuk menyusul ku di rumah Parjiman.
Setibanya di tempat itu, Janaka dan anak buahnya sudah menungguku di sana.
"Sekarang ayo kita serbu rumah Parjiman!" seru Janaka
"Wait, jangan pakai kekerasan. Ingat sudah malam bahaya kalau warga tahu dan melaporkan kita ke polisi, bisa runyam urusannya. Lebih baik kalian tutup telinga rapat-rapat, dan jangan bersuara!!" cegah ku
Aku langsung memejamkan mataku dan merapalkan ajian sirep Megananda.
"Sekarang buka telinganya!!" seruku setelah selesai membaca mantera Ajian Sirep Megananda.
"Sekarang Kamu dan anak buahmu geledah Rumah utama Parjiman, sedangkan aku dan Rangga akan menggeledah rumah istri ke dua Parjiman!"
"Baik Gilang," Janaka dan anak buahnya segera masuk kedalam rumah Parjiman begitu juga kau dan Rangga.
#Flasback off
"Bagaimana kalau kita cari Uma di markas Bos Parjiman di Malang," ucap Janaka
"Bagaimana kalau kita bagi dua lagi, kau dan anak buah mu mencari Uma di markas Parjiman, sedangkan Aku dan Rangga akan mencari Uma di Kediaman Bayu Segara,"
"Setuju!!" jawab mereka kompak
"Memangnya kau tahu rumah Bayu Lang?" tanya Rangga
"Tidak, hehehe,"
"Dasar sotoy, gak tahu rumahnya aja sok-sokan mau kesana. Btw ada yang tahu gak dimana rumah Bayu Segara!" seru Rangga
Semuanya terdiam tidak ada yang menjawab.
__ADS_1
"Aiish, bagaimana kita akan beraksi alamat rumahnya aja gak tahu, amsyong!, akhirnya gue juga yang harus bergerak!" cibir Rangga
Ia kemudian duduk bersila dan memejamkan matanya.