
#CERITA INI HANYALAH CERITA FIKSI BERDASARKAN SEJARAH, NAMA TOKOH DAN KARAKTER DALAM CERITA INI HANYA FIKTIF, JIKA TERJADI KESAMAAN CERITA ATAU NAMA TOKOH ITU HANYA KEBETUL
AN SAJA#
"Santuy, serahkan semuanya kepada Ki Rangga di dukun Juita ( Jomblo imut dan tampan). Ki Rangga, mengatasi masalah tanpa masalah!!" ucapnya membuat kami semua terkekeh mendengarnya.
"Intan kemana?" tanya Rangga
"Lagi pulang dulu ambil baju ganti buat Bima sama Bos Garda," jawab Janaka
"Terus, bahan-bahan yang aku pesan buat ngobatin Intan apa sudah dapat semuanya?" tanya Rangga lagi
"Sudah, itu aku letakkan dibawah brankar Bos Garda, aku tidak mau membuat Intan curiga." Jawab Janaka menunjukkan sebuah plastik hitam dibawah ranjang Gardapati
"Ok, nanti malam kita beraksi," sahut Rangga
"Kenapa tidak sekarang saja," balas Janaka
"Jiaaah, udah gak sabaran si Janaka. Sabar dikit dong bro, karena sekarang aku harus menolong Gardapati dulu yang sudah sekarat," tutur Rangga
"Sekarang belikan aku kembang tujuh rupa untuk dijadikan sesaji," tambah Rangga
"Baik," Janaka segera berlari keluar untuk mencari kembang tujuh rupa.
Rangga memperhatikan Gardapati yang terbaring di brankarnya dan kemudian melepaskan semua pakaiannya, dan menutupi tubuhnya dengan daun pisang.
Tidak lama kemudian Janaka sudah kembali membawa kembang tujuh rupa, dan memberikannya kepada Rangga.
Rangga menaburkan bunga itu keatas tubuh Gardapati.
"Lang, berikan kendi itu!" seru Rangga
Aku langsung memberikan sebuah kendi berisi sukma Gardapati.
"Tutup pintunya!" perintah Rangga
Janaka langsung bergegas menutup pintu ruangan dengan sigap.
Rangga segera menyiapkan semua keperluan untuk melakukan ritual penyatuan sukma dengan raganya.
Ia meletakan kembang Kantil, kembang kenanga dan juga kembang melati kedalam sebuah piring dan diletakkan diatas pelepah daun pisang.
__ADS_1
Tidak lupa ia meletakkan kerisnya di samping kembang telon itu.
Ia kemudian duduk bersila dan membacakan mantera.
"Wahai sedulur papat cucuku yang terpisah, dengan puasa, dan doa aku bermaksud mengundang kamu semua untuk kembali lagi dengan cucuku Gardapati. Kembali menyatu antara sukma dan raganya agar kembali satu menjadi sempurna, seperti seharusnya, saking kersane Gusti Allah," ucap Rangga
Ia kemudian membuka tutup kendi yang berisikan Sukma Gardapati dan mengambil keris yang tergeletak disamping kembang telon.
Ia mengusap keris itu menggunakan kembang kantil dan kemudian mengarahkannya kedepan Kendi.
"Kerisku jemputlah sedulur papat cucuku yang terpisah dari si Gardapati, singkirkan juga segala yang menghalangi. Kembalikan sedulur papat yang terpisah kepadanya. Kembali menyatu antara raga dengan sukmanya, agar kembali satu menjadi sempurna, seperti seharusnya, saking kersane Gusti Allah,"
*Wuushhh!!
Seketika asap putih keluar dari kendi itu dan bergerak menuju ke tubuh Gardapati yang terbaring lemah di ranjangnya. Asap itu terus menyelimuti tubuhnya hingga lama-kelamaan menghilang dan Gardapati pun mulai menggerakkan tangannya.
"Sepertinya mereka sudah bersatu," Rangga segera bangkit dan menyentuh ubun-ubun Gardapati untuk memastikan sukma lelaki itu sudah menyatu dengan raganya.
"Hmmm, sepertinya sudah selesai. Kita tinggal memandikannya dengan kembang tujuh rupa sebagai ritual terakhir agar ia cepat sadar," ujar Rangga
"Baik Aki, aku akan mempersiapkan air kembangnya." Janaka segera menuju ke kamar mandi dan mengisi bak mandi dengan air dan tidak lupa menaburkan kembang tujuh rupa kedalam bak mandi.
Rangga mengangguk, dan segera menuju ke kamar mandi.
"Bawa Gardapati kesini!" seru Rangga
Aku dan Janaka membopong tubuh Gardapati menuju ke kamar mandi dan memposisikannya duduk bersila dan memegangi tubuhnya ketika Rangga memandikannya dengan air kembang.
"Bangunlah Garda, sukmamu sudah bersatu dengan ragamu, sekarang bangunlah!" seru Rangga
Tidak lama kemudian Gardapati membuka matanya, membuat Janaka ketakutan saat melihat lelaki itu membulatkan matanya dan menatapnya.
"Astaga!!" teriak Janaka ketakutan
Rangga segera mengusap mata Gardapati sehingga ia tidak melotot lagi.
"Siapa namamu?" tanya Rangga
"Gardapati,"
"Siapa Istrimu,"
__ADS_1
"Intan Setyowati,"
"Siapa selingkuhan mu?" tanya Rangga membuat aku tersentak kaget mendengar pertanyaan itu.
"Kau gila ya, mengajukan pertanyaan konyol seperti itu?" bisikku
"Siapa tahu Lang, kalau dia mengaku kita tinggal kasih tahu Intan, supaya Intan bisa tahu kalau suaminya benar-benar mencintainya atau dia cuma di jadikan pelampiasan saja," jawab Rangga lirih
Gardapati hanya terdiam dan menghela nafasnya.
"Aku tidak mempunyai selingkuhan Aki," jawab Gardapati membuat kami bertiga lega
"Alhamdulillah!" seru kami bersamaan
"Ok, fix berarti Gardapati sudah sembuh total dan silahkan anda berganti pakaian sendiri, aku sudah lelah Garda," jawab Rangga langsung keluar dari kamar mandi dan duduk di sofa dan akupun langsung mengikutinya.
"Huft, akhirnya selesai juga Lang," ucap Rangga
"Yoi Ran, terus apa yang menimpa Intan. Apa dia terkena pelet?" tanyaku penasaran
"Benar, dia terkena Ajian Pelet Mahadewa Jaran Goyang karya Ki Buyut Mangun Tapa, dan aku penasaran siapa yang mengirim Ajian itu kepada Intan dan apa tujuannya," jawab Rangga
"Yang mengirimnya adalah Ki Jarot guruku, dia sengaja membuat Intan tertarik denganmu Rangga agar kau berselisih dengan Gilang dan akhirnya terjadi perselisihan antara kalian, dan Ia juga akan menggunakan Intan untuk membunuhmu Gilang karena itu tahu hubunganmu dengan Intan sebelum aku dan di menikah." jawab Gardapati menghampiri kami
"Itulah yang menyebabkan aku tidak suka dengan Ki Jarot dan bermaksud melawannya, tapi sayangnya aku tidak cukup kuat untuk menaklukkan dukun sakti itu, malah aku yang disandera olehnya. Aku berterima kasih kepada kalian yang sudah menyempatkan aku dari Ki Jarot dan aku juga minta tolong kepada kalian untuk menyelamatkan Intan dari pengaruh ajian Jaran Goyang, karena aku takut Intan akan menjadi gila jika kau tidak menerima cintanya," tambah Gardapati
"Hmmm, aku memang berniat akan mengobatinya malam ini, doakan saja bisa berhasil, karena ajian ini terlalu sulit untuk diobati dan persentase kesembuhannya hanya lima puluh persen karena kebanyakan korban ajian ini akan menjadi gila," jawab Rangga
"Tapi jangan khawatir karena jika aku gagal, masih ada Gilang si Ken Arok KW yang akan mengobati Intan, dan aku yakin dia akan berhasil mengobatinya. Asal kau tahu selain titisan Ken Arok dia juga seorang dukun tapi dia tidak mau mengakuinya," bisik Rangga kepada Gardapati
Lelaki itu hanya tersenyum mendengar bisikan Rangga.
"Sekarang kami mau pulang istirahat dulu, nanti malam kita kembali lagi," aku berpamitan kepada Gardapati dan meninggalkan ruangan itu.
*********
"Guru!!!" teriak Bayu Segara ketika mendapati Ki Jarot sudah tidak bernyawa lagi dengan posisi duduk bersila dan menelungkupkan tangannya.
"Guru bangunlah!!" teriaknya lagi sembari menggoyang-goyangkan tubuhnya, namun Ki Jarot tetap diam dan kaku.
"Kurang ajar, mereka sudah membunuhnya. Kau tidak usah khawatir Guru, karena aku akan membalaskan dendam mu kepada kedua pemuda yang sudah membunuhmu. Aku Bayu Segara berjanji tidak akan membiarkan Gilang dan Rangga hidup bahagia setelah membunuh guruku, aku akan membunuh kalian berdua lebih keji dan menyakitkan daripada yang kalian lakukan terhadap guruku!" ujar Bayu Segara
__ADS_1