BUKAN KEN AROK

BUKAN KEN AROK
Siasat 3


__ADS_3

#CERITA INI HANYALAH FIKSI BERDASARKAN SEJARAH, NAMA TOKOH DAN KARAKTER DALAM CERITA INI HANYA FIKTIF, JIKA TERJADI KESAMAAN CERITA ATAU NAMA TOKOH ITU HANYA KEBETULAN SAJA#


"Aneh, biasanya Aku selalu minta aku untuk mengantarnya pulang, dan seumur hidup aku menjadi muridnya tidak pernah sekalipun ia meminta maaf kepada muridnya walaupun dia yang bersalah. Sebenarnya ada apa?. Apa ada yang mereka sembunyikan dariku?". Gardapati berusaha mencari tahu apa yang disembunyikan oleh Guru dan sahabatnya.


"Baiklah Garda kalau begitu aku pulang dulu," Bayu berpamitan dengan Gardapati dan ia mengantarnya sampai ke depan pintu


"Thanks bro sudah menjaga anak gue," ujar Gardapati menepuk pundak Bayu


"Sama-sama," Bayu tersenyum tipis dan pergi meninggalkan tempat itu


"Apa kamu mau pulang juga Mas?" tanya Intan memberikan kunci rumahnya kepada Gardapati


"Aku akan menunggu Bima disini," jawab Gardapati laki-laki itu mengembalikan kunci rumahnya kepada Intan


"Kamu pasti kecapean, mendingan Mas pulang saja dan istirahat. Biar Bima aku yang jaga," sahut Intan


"Sudahlah, aku tidak akan membiarkan kamu sendirian menjaga Bima malam ini, bolehkan kali ini aku menemani kalian disini. Aku juga mengkhawatirkan anakku," ucap Gardapati membuat Intan berkaca-kaca.


"Tentu saja boleh Mas," jawab Intan segera membalikkan badannya dan mengusap sudut matanya yang mulai berembun karena terharu dengan sikap Gardapati yang mulai peduli dengan anaknya.


*Greepp!!


Lelaki itu tiba-tiba memeluknya dari belakang membuat Intan terperanjat.


"Maafkan aku jika selama ini aku lebih mementingkan pekerjaan dan juga teman-temanku dari pada kau dan anak kita. Mulai sekarang aku janji aku akan berusaha membagi waktuku lebih adil agar bisa menghabiskan banyak waktu bersama kalian dan menjaga kalian. Terutama kamu, selama ini aku terlalu mengabaikan mu dan cenderung kasar, maafkan aku Intan," ucap Gardapati membalikkan tubuh Intan dan memeluknya erat


"Iya Mas, aku sudah memaafkan kamu. Sekarang mari kita mulai lembaran baru lagi demi Bima," ucap Intan menatap lekat kearah Gardapati.


Lelaki itu hanya mengangguk dan mengusap air mata istrinya.


"Sekarang tidurlah, biar aku yang akan menjaga Bima," ucapnya lirih


Intan mengangguk dan segera membaringkan tubuhnya di atas tikar, Gardapati memasangkan selimut untuknya dan kemudian mengecup keningnya.


"Tidurlah," ucapnya lembut

__ADS_1


Gardapati kemudian mengelilingi ruangan itu, ia sengaja tidak tidur dan berniat melakukan semedi malam itu. Ia kemudian duduk sila di samping istrinya dan memusatkan pikirannya.


Malam semakin larut, hembusan angin mulai meyeruak masuk kedalam ruang perawatan, asap putih mulai terlihat memasuki ruangan itu melalui celah-celah pintu dan Jendela, tentu saja Gardapati bisa merasakan ada sesuatu yang aneh yang memasuki ruangan itu. Ia mulai membuka mata batinnya untuk melihat siapa yang datang dan menyambut kedatangan di depan pintu.


Bismillahirrahmanirahim


niat isun matek aji Jaran Goyang


Sun Goyang ring tengah latar


Sun sabetake gunung gugur


Sun sabetake lemah bangka


Sun sabetake segara asat


Sun sabetake ombak sirap..........


Terdengar suara seseorang merapalkan mantera Ajian Jaran Goyang didepannya membuat amarahnya mulai membuncah.


*Cetar, cetar, cetar!!!


"Bajing*n, apa yang kalian akan lakukan terhadap istriku!!" teriaknya menggelegar


Ia kemudian langsung bersemedi, dan tidak lama kemudian sukmanya segera keluar dari tubuhnya dan menuju ke kediaman Ki Jarot.


*Braaakkkk!!!!


Lelaki itu segera mengobrak-abrik semua, sesaji yang ada didepan Ki Jarot.


"Apa yang aki rencanakan dengan mengirimkan Ajian Jaran Goyang kepada istriku, apa kau sengaja ingin mengumpankan dia kepada Gilang agar aku berseteru dengannya. Ingat Guru tanpa kau menjadikan istriku umpanpun aku akan melawan Gilang sampai titik darah penghabisan, jadi kau tidak perlu membuat istriku sebagai tumbal. Dan aku tahu kalau Gilang itu bukan lelaki brengsek yang akan merebut istri orang, dan jika semua itu terjadi, kau tahukan istriku akan menjadi gila dan itu sangat susah obatnya!!!" seru Gardapati


"Ternyata kau memang bodoh Garda, hanya karena seorang wanita saja kau sampai berani menghardik gurumu sendiri, kau benar-benar murid yang tak tahu malu. Kau tahukan aku bisa saja membunuhmu sekarang. Dengan datang sendiri ke petilasanku sama saja kau menggali kuburmu sendiri Garda. Kesaktian mu itu tidak ada apa-apanya dengannku, camkan itu!" ancam Ki Jarot


"Kau bisa saja menggunakan ajian sirep untuk mencuci otak Intan agar mau menjalankan rencana kita, bukan dengan memeletnya Aki. Itu sangat melukai harga diriku sebagai seorang suami, bagaimanapun juga aku tidak akan rela membiarkan istriku mencintai dengan lelaki lain. Jadi maafkan aku Guru bukan maksud aku untuk menjadi seorang pembangkang tapi aku hanyalah seorang suami yang melindungi istrinya," tutur Gardapati

__ADS_1


"Berarti kau sengaja menantangku Garda, baiklah kalau itu maumu maka aku akan menghabisimu terlebih dulu," ujar Ki Jarot bangkit dari semedinya.


"Biar aku saja yang melawannya Guru, kau duduk manis saja," ucap Bayu menghampiri Gardapati


Lelaki itu menyunggingkan senyumnya dan kemudian melesat keluar rumah, membuat Gardapati langsung mengikutinya.


"Majulah Garda!!!" tantang Bayu Segara


Gardapati segera melesatkan tenaga dalamnya kearah Bayu Segara membuat lelaki itu sempoyongan.


"Ayo serang lagi, apa cuma segitu kemampuan mu hah!!" ledek Bayu sembari tertawa mengejek kearahnya membuat Gardapati tersulut emosi


Ia seger mengeluarkan jurus saktinya, dari tangannya keluar cahaya berbentuk Cakra yang siap diarahkan kepada Bayu Segara


"Cih, jadi kau menggunakan Ajian serat Jiwa untuk melawanku. Baiklah karena kau memakai ajian itu aku juga akan memakai ajian yang sama," Bayu Segara langsung menggerakkan tangannya dan hingga keluar kilatan cahaya berwarna biru seperti yang ada di tangannya Gardapati


Keduanya kemudian melesatkan ajian sakti itu bersamaan hingga terdengar suara ledakan yang dahsyat sehingga membuat keduanya terpental ke belakang.


*Duuaarrrr!!!


Saking kerasnya ledakan itu hingga membuat tanah berguncang seperti gempa.


Melihat keduanya sama-sama kuat membuat Ki Jarot langsung melesatkan ajian Gelap Ngampar kearah Gardapati.


*Wuushhh!!


Sebuah kilatan berwarna kuning menyambar tubuh Gardapati hingga lelaki itu langsung tumbang dengan tubuh yang menghitam seperti tersambar petir.


Ki Jarot tertawa lepas dan kemudian mengambil sukma Gardapati dan mengurungnya disebuah kendi.


"Inilah akibatnya kalau kau melawanku Garda, kau akan selamanya aku kurung disini, dan tidak ada yang bisa menyelamatkan dirimu kecuali aku," ucapnya dengan tawa menggelegar


Sementara itu di rumah sakit Intan menjadi kebingungan ketika melihat suaminya hanya duduk diam tanpa bergerak sama sekali. Ia menghubungi dokter untuk memeriksa keadaan suaminya itu.


"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Janaka yang mengunjungi Gardapati di rumah sakit

__ADS_1


"Aku tidak tahu Janaka, yang jelas Mas Garda semalam menyuruhku tidur, dan dia bilang akan menjagaku dan Bima, itu saja," jawab Intan semakin panik


"Sepertinya kita harus meminta bantuan Ki Jarot, karena aku yakin apa yang dialami oleh Tuan disebabkan oleh ilmu gaib," ucap Janaka membuat Intan membelalakkan matanya.


__ADS_2