BUKAN KEN AROK

BUKAN KEN AROK
Bala Bantuan


__ADS_3

#CERITA INI HANYALAH CERITA FIKSI BERDASARKAN SEJARAH, NAMA TOKOH DAN KARAKTER DALAM CERITA INI HANYA FIKTIF, JIKA TERJADI KESAMAAN CERITA ATAU NAMA TOKOH ITU HANYA KEBETUL


AN SAJA#


Kali ini Sukma mu mengembara ke sebuah tempat yang begitu gelap dan pekat, tiba-tiba sebuah cahaya kecil menuntunku menuju ke sebuah gua. Ingatanku masih kuat saat aku mengalahkan Buto Ijo milik Ki Lurah di sebuah gua.


Tempat ini hampir sama, gua ini benar-benar mirip dengan tempat bersemayamnya Buto Ijo milik Ki Lurah Joko.


samar-samar ku lihat seorang pria mirip Gardapati sedang diikat dan bersedih. Tubuhnya terlihat dilindungi oleh sebuah kekuatan supranatural yang cukup kuat sehingga sulit bagi orang biasa untuk membebaskannya.


"Hahahaha!!!!" Tiba-tiba saja terdengar suara tawa yang begitu familiar bergema di dalam gua.


Suara itu begitu lantang dan sangat keras membuat aku langsung menutup telingaku.


"Besar juga nyalimu anak muda!!, kau sudah berani ikut campur urusanku. Dan kau sudah menggali kuburmu sendiri dengan datang ke tempat ini, tidak pernah ada yang bisa keluar dengan selamat dari gua kematian ini, hahahaha!!" ujar Ki Jarot dengan suara tawanya


"Hidup mati seseorang hanya Gusti Allah yang tahu, kau tidak akan bisa membunuhku sebelum ajal ku tiba, so jangan sombong kau. Atau kau sendiri yang akan mati ditangan ku, apalagi di usianya yang sudah senja. Peluang mu untuk mati lebih besar daripada aku Aki, makanya jangan sombong. Lebih baik kau banyak-banyak mendekatkan diri pada penciptamu dan segeralah bertobat agar kau bisa mati dengan tenang," jawabku membuat lelaki tua itu meradang


"Beraninya kau menasihati ku anak muda!!" gertaknya lantang


"Diih baperan, jadi orang tua itu harusnya lebih bijaksana bukan baperan kaya ABG, ingat umur woii!!!" cibirku sengaja untuk memancing kemarahan si Aki Jarot


Sepertinya trik ku berhasil lelaki itu begitu marah setelah mendengar kata-kataku dan langsung melesatkan sebuah tenaga dalam kearahku. Beruntungnya aku langsung menghindar, sehingga tidak terkena ajian itu.


**Wusshh!!


Kini Ki Jarot melesatkan bola-bola api yang begitu banyak, dan menyerangku.


Tiba-tiba angin kencang berhembus dan langsung memadamkan bola-bola api itu.


Aku membalikkan badanku untuk melihat siapa yang datang, dan ternyata Barra datang untuk membantuku. Dia meniupkan angin dari mulutnya sehingga memadamkan bola-bola api itu.

__ADS_1


"Thanks Bro," ucapku sembari mengajaknya tos


"Sama-sama, dukun kaya dia sebaiknya memang di binasakan, agar tidak membuat manusia terjerumus dalam lembah hitam penuh dosa," jawab Barra


"Ck, ck, rupanya aku kedatangan tamu agung, seorang pangeran dari kerajaan Jin Ibu kota. Mohon maaf jika aku belum bisa menyambutmu dengan baik," ujar Ki Jarot yang kemudian membalikkan badannya dan kembali lagi dengan membawa sesaji.


"Silahkan dinikmati sajian yang tidak begitu mewah ini yang Mulia," ujar Ki Jarot dengan senyum sinisnya


"Jangan di makan Bar!!" seruku ketika melihat Barra mendekati sesaji itu, ia hanya tersenyum menatapku dan kemudian meniup sesaji itu hingga berubah menjadi kepala monyet yang berlumuran darah.


"Kau pikir aku akan tertipu dengan tipu muslihat mu Aki, kau salah karena sudah meremehkan aku," tutur Barra yang langsung mengeluarkan api dari tangannya untuk membakar sesaji itu


"Kenapa sesaji itu bisa berubah jadi kepala monyet?" tanyaku penasaran


"Itu bukan kepala monyet biasa, jadi sebenarnya mereka itu adalah orang-orang yang menjadi tumbal pesugihan, dan akan dipersembahkan Ki Jarot kepada para demit peliharaannya, dia kira aku ini demit yang suka makan tumbal manusia," jawab Barra membuatku ngeri


"Kau sudah menghinaku Ki Barra, sekarang kalian akan rasakan pembalasan dariku karena sudah menghinaku. Jika kau bisa mengalahkan aku di duniamu, maka tidak disini Gilang titisan Ken Arok, kau tidak bisa menggunakan ajian saktimu di alam gaib. Dan ku pastikan kau tidak akan pulang dengan selamat, begitu juga dengan kamu pangeran Gondoruwo!!" ujar Ki Jarot menyeringai


Ia kemudian duduk bersila dan membacakan mantera untuk memanggil lelembut peliharaannya.


"Anj*y, gue ketemu lagi dengan Ki Sapernaka. Tapi kali ini gue pasti menang melawan mereka karena sudah bertapa selama satu bulan lebih, so Gilang lo hadapi dukun tua itu jangan biarkan dia mengeluarkan lagi lelembut peliharaannya. Gue akan menghadapi dedemit itu!" Seru Barra


"Ok Bar," jawabku mengacungkan jempol kepadanya


Ki Jarot menyeringai dan kemudian menyerangku, tapi anehnya dia hanya menjambak rambutku dan setelah itu di kembali duduk bersila.


Ketika aku akan menyerangnya tiba-tiba tubuhku terasa sakit, kakiku seperti lumpuh membuat tubuhku ambruk ke tanah.


**Bruughhh!!!


Rasa sakit mulai menjalar dari kaki hingga ubun-ubun, rasanya begitu sakit dan perih hingga otakku serasa akan meledak. Aku merasakan tubuhku seperti di silet-silet dan di tusuk ribuan benda tajam.

__ADS_1


Aku hanya bisa mengerang menahan kesakitan yang benar-benar membuatku serasa akan mati. Perih, pedih dan begitu menyiksaku.


"Aaarrrggghh!!!!" aku terus berteriak sembari memegangi kepalaku dan juga perutku


"Rangga!!!!" tiba-tiba kudengar suara Barra memanggil-manggil Rangga.


"Rangga datanglah!!!!" serunya lagi


Aku sudah tidak bisa berpikir lagi dengan kondisiku yang seperti ini, aku hanya bisa berteriak dan terus mengerang kesakitan.


"Sebentar lagi kau akan mati Gilang, dan riwayatmu akan segera tamat titisan Ken Arok, karena kesakitanmu tidak akan berfungsi disini. Aku sudah melakukan pagar gaib juga agar arwah leluhur mu tidak bisa menolong mu, hahahaha!!!" ucap Ki Jarot


*******


Rangga yang dari tadi mengamati Intan, kini justru tercengang melihat keadaan Gilang yang mulai kejang-kejang.


"Kamu kenapa Lang, lagi bertempur aja masih sempat-sempatnya menari break dance dasar alay, najis lo!!" ucap Rangga lirih


Ia kemudian menatap Gardapati yang masih terbaring di ranjangnya, ia terhenyak saat menyaksikan lelaki itu kini mengeluarkan air mata.


"Kenapa dia nangis, apa terjadi sesuatu dengan Gilang?" Rangga segera memperbaiki posisi duduk Gilang dan menyentuh ubun-ubunnya, ia langsung memejamkan matanya untuk melihat apa yang terjadi.


"Rangga!!!"


"Rangga, datanglah!!!, kami butuh bantuan mu!!!"


Kenapa ada suara Bar-bar disana, dan kenapa aku tidak bisa melihat Gilang bersama Gardapati, kemana dia. Sepertinya ada yang tidak beres dengan Gilang sehingga Barra memanggilku, aku akan segera menyusul mu Gilang .Tunggu aku teman-teman, aku aka segera datang menolong kalian.


Rangga segera bersemedi dan menyentuh pundak Gilang agar bisa menyusulnya.


" Ayem coming guys!!!" ucap Rangga setelah tiba di sebuah Gua yang gelap tanpa cahaya.

__ADS_1


*Duugg!!


"Aduh!!, siapa yang berani memasang pagar gaib disini sampai membuat aku kejedot. Kurang ajar beraninya membuat ketampanan gue berkurang gara-gara benjol terbentur pagar gaib. Sepertinya ada yang sengaja memasang pagar gaib agar aku tidak bisa menyelamatkan Gilang, dasar Ki Jarot brengsek. Belum tahu dia kalau sedang berhadapan dengan dukun Tazmania ( Tampan, sakti mandraguna dan imut abiis, wkwkw!!). Sekarang tamatlah karier perdukunan lo Aki, karena gue bakal mengobrak-abrik sarang gaibmu ini!!" ucap Rangga tersenyum simpul


__ADS_2