BUKAN KEN AROK

BUKAN KEN AROK
Getar-getar Asmara


__ADS_3

Ternyata Uma sedang butuh bantuanku, tapi aku tidak tahu. Aku terlalu sibuk membantu orang lain sehingga orang yang seharusnya menjadi prioritas ku dan menjadi tanggung jawabku malah terabaikan. Maafkan aku Uma, aku janji mulai hari ini aku akan lebih perhatian dan lebih sering mengunjungimu. Aku akan menjagamu seperti amanah almarhum ayahmu.


Aku merebahkan tubuhku diatas ranjangku dan mencari solusi bagaimana caranya untuk mendapatkan uang untuk membantu biaya berobat Lik Suki. Tapi aku tidak mau mencuri lagi, aku sudah berjanji waktu itu.


"Kau tidak usah sedih begitu Lang, tenang saja nanti aku akan bantu kamu. Memangnya kamu butuh berapa juta untuk biaya berobat Lik Suki?" tanya Rangga membuatku tersentak


"Kok kamu tahu aku lagi butuh duit?" tanyaku heran


"Kau lupa aku ini dukun sakti yang bisa tahu keluhan pasienku hanya dengan melihat wajahnya," jawab Rangga dengan sombongnya


"Aiish, gue lupa bro. Thanks guys lo udah mau bantuin gue,"


"Itulah gunanya teman Lang selalu ada dalam suka dan duka, dan selalu siap membantu kapan saja temannya membutuhkannya,"


"Thanks Ran," Aku langsung memeluknya erat


*Buughhh!!


"Awww!!" kami berdua kaget ketika melihat beberapa sebuah amplop coklat jatuh diatas kepala kami.


Karena penasaran tentu saja aku langsung mengambil amplop itu dan membuka apa isinya.


"Anj*r!!, duit semua Ran isinya!!" mataku terbelalak melihat uang yang begitu banyak dan memperlihatkannya kepada Rangga


"Aku tahu siapa pelakunya," ucap Rangga


"Keluar lo Wowo Ucin!!" seru Rangga


"Tara!!, gimana surprise dari gue, keren kan??" tanya Bar-bar yang tiba-tiba muncul didepan kami


"Jadi ini semua dari kamu bar?" tanya lirih


"Yuhuu, aku juga mau jadi sahabat sejati kamu Lang makannya aku bantuin kamu juga," jawab Barra membuatku terharu


"Thanks ya Bar-bar," aku langsung memeluknya erat


"Btw lo nyolong duit dimana bar?" tanya Rangga


"Hehehe, lo tahu aja kalau duit itu hasil gue nyolong," jawab Barra tertawa kecil


"Lagian di amplop itu kan ada namanya," tambah Barra


"Hmmm, keren juga lo Bar sekarang udah banyak kemajuan," ucap Rangga


"Iya dong bro, gue juga mau jadi sahabat sejati kalian, aku akan selalu ada buat kalian dan akan membantu kalian semampuku," ujar Barra membuat kami berdua terharu

__ADS_1


"Unch so sweat!!" Kami bertiga kemudian berpelukan layaknya Teletubbies walaupun kurang satu.


Sehabis dhuhur kami bertiga pergi ke rumah sakit untuk mengunjungi Lik Suki sekalian memberikan uang kepada Uma.


*********


"Uma," sapa Janaka


"Ada apa?" jawab Uma


"Aku belum berani bilang ke Bos Garda, untuk meminjam uang buat membantu kamu, karena dia masih ada di luar kota," sahut Janaka


"Gak papa, gak usah dipaksakan kalau tidak ada. Paling nanti aku akan pinjam uang sama Pak Parjiman lagi untuk biaya operasi Lik Suki." balas Uma


"Jangan Uma, kamu jangan pinjam uang sama dia. Kau tahu kalau dia itu seorang lintah darat dan aku takut dia akan selalu sengaja menambah bunga pinjaman setiap bulan, agar kau tidak bisa membayarnya dan kemudian ia akan memaksa kamu untuk menjadi istri ketiganya lagi seperti dulu," jawab Janaka


"Aku baru ingat sekarang Uma, aku ada solusi terbaik untukmu untuk mendapatkan uang banyak dalam waktu singkat?" tambah Janaka


"Apa itu?" tanya Uma penasaran


"Kemarin Pak Bayu bilang padaku kalau dia sedang mencari asisten rumah tangga. Jadi kau bisa melamar menjadi pembantunya, dan kau bisa meminta gajinya di muak atau meminjam uang padanya, bialng saja kau akan membayarnya dari gajimu, aku yakin dia akan membantumu secara pak Bayu itu kan orang baik berbeda dengan Ki Parjiman dan juga Bos Garda," jawab Janaka


"Kau benar Jak, baiklah aku akan segera pergi ke rumahnya sekarang. Tolong jaga Lik Suki sebentar," tukas Uma


"Tidak perlu!" aku menghadangnya


"Mas Gilang tahu dari mana aku sedang butuh uang," sahut Uma


"Dari matamu Uma, aku bisa melihatnya dari matamu!!" ucapku sedikit emosi


"Anj*r puitis banget lo Lang, sampai-sampai lo bisa tahu isi hati seseorang hanya dari matanya, gue kalah cuy!" goda Rangga


"Matamu melemahkanku


Saat pertama kali kulihatmu


Dan jujur, ku tak pernah merasa


Ku tak pernah merasa begini


Oh, mungkin inikah cinta


Pandangan yang pertama


Karena apa yang kurasa, ini tak biasa

__ADS_1


Jika benar ini cinta


Mulai dari mana? (dari mana?)


Oh, dari mana?


Dari matamu, matamu


Kumulai jatuh cinta


Kumelihat, melihat


Ada bayangnya


Dari mata


Kau buatku jatuh


Jatuh terus, jatuh ke hati," Rangga menyayikan lagu Jaz membuat Lik Suki terbangun dan langsung melemparkannya dengan jeruk yang ada disampingnya.


"Berisik!!" hardiknya sambil melempar sebuah jeruk padanya dan Rangga langsung menangkapnya


"Thengkyu Lik, tahu aja gue lapar, wkwkwk," jawab Rangga meningalkan ruangan itu.


"Dasar bocah gemblung, udah tahu ada orang sakit malah nyanyi-nyanyi gak jelas, mending kalau suaranya bagus lah ini suaranya bikin fertigoku kambuh," gerutu Lik Suki membuat kami tertawa


"Sekarang kau tidak boleh merahasiakan apapun dariku. Kalau kau butuh sesuatu kau harus bilang padaku jangan memendamnya sendiri. Dan satu lagi kau jangan bekerja di rumah Bayu Segara kalau kau butuh Uang tinggal minta padaku karena kau adalah tanggung jawabku," ucapku membuat Uma menitikkan air mata.


"Iya Mas," Aku langsung memeluknya


"Kau ini adalah amanah yang harus aku jaga dan lindungi, jadi jangan sungkan padaku," bisikku


"Ehemm!!" seru Janaka membuatku langsung melepaskan pelukanku


"Why, jelous??" ledekku membuat Janaka kesal


"Yaudah daripada aku jadi kacang, mendingan aku pulang saja," tukas Janaka kesal


"Tunggu Jak," Uma berlari kearahnya membuatku sedikit merasa kesal


"Terima kasih ya sudah bantu aku dan mensupport aku sejauh ini," ucap Uma tersenyum simpul kearahnya, membuatku tidak rela ketika melihat dia tersenyum kepada lelaki lain. Mataku tiba-tiba membelalak ketika aku melihat Janaka akan memeluknya, tentu saja Aku langsung mencegahnya. Ku tarik Uma agar menjauh darinya, bagiamana pun aku tidak rela melihat dia berpelukan dengan lelaki lain.


Jangankan berpelukan, senyum pun gak boleh, Uma adalah milikku dan orang lain tidak boleh memilikinya.


Aish, kenapa aku tiba-tiba jadi posesif gini. Kenapa aku jadi gak suka Uma dekat dengan Janaka. Apa aku cemburu padanya??

__ADS_1


Aku harap ini bukan cinta karena aku tahu dia hanya menganggap ku sebagai kakak, dan sebaliknya aku juga menganggapnya sebagai adik saja. Bagaimana aku bisa melupakan Umang ketika bersama Uma, apa aku sudah mulai bisa move on dari Umang dan membuka hati untuk Uma .


__ADS_2