BUKAN KEN AROK

BUKAN KEN AROK
Mengobati Intan


__ADS_3

#CERITA INI HANYALAH CERITA FIKSI BERDASARKAN SEJARAH, NAMA TOKOH DAN KARAKTER DALAM CERITA INI HANYA FIKTIF, JIKA TERJADI KESAMAAN CERITA ATAU NAMA TOKOH ITU HANYA KEBETUL


AN SAJA#


Bayu Segara masih belum meningalkan ruang kerjanya, ia terus menggali informasi tentang sejarah Ken Arok Sang Raja Singosari.


"Maaf Pak Bayu, perpustakaan sudah harus tutup, karena jam kerja kami sudah habis," ucap penjaga Perpustakaan


"Bisakah aku meminjam kuncinya, aku bisa menjamin tidak akan ada satupun buku atau barang yang hilang dari tempat ini. Dan aku akan bertanggung jawab dan mengganti jika ada kehilangan buku atau benda-benda hari ini," pinta Bayu Segara sedikit memaksa


"Maaf Pak Dosen, tapi aku tidak bisa. Aku tidak berani menitipkan Perpustakaan ini pada orang lain,"


"Ayolah cuma hari ini saja, aku janji besok pagi-pagi aku langsung mengembalikan kuncinya padamu. aku tahu kalau kau adalah karyawan paling teladan yang selalu datang lebih awal dari yang lainnya. Lagian aku ini dosen kampus ini mana mungkin aku akan berbuat macam-macam di kampus tempat aku mengajar. Jadi tolong pinjamkan kunci itu padaku hari ini saja,"


"Kau boleh meminjam semua buku-buku itu, kembalian besok pagi," jawab petugas itu mengembalikan uang pemberian Bayu


"Astaga, masih ada aja orang terlalu patuh dan begitu kolot seperti dia," umpat Bayu membawa keluar semua buku-buku yang sedang dibacanya.


"Bagaimana mungkin aku membawa buku sebanyak ini, bukankah lebih baik membacanya disini, tapi aku malah diusir." gerutu Bayu


Ia kemudian memasukkan buku-buku itu kedalam sebuah kardus dan memasukannya ke dalam mobil. Ia langsung melesatkan mobilnya menuju ke sebuah taman kota. Ia kemudian turun membawa satu buku tebal dan membacanya disana.


"Kalau menurut cerita ini sebenarnya Ken Arok lebih mencintai Ken Umang yang menjadi selirnya daripada Ken Dedes permaisurinya.


Berarti wanita yang sangat dicintainya adalah Ken Umang dan dia adalah rival dari Ken Dedes.


" Sekarang aku tahu kelemahan mu Gilang, kau tidak akan bisa melawan ku karena aku lebih cerdik dari pada si Kancil," ucap Bayu.


"Aku yakin akan segera menemukan siapa Ken Umang dan dimana rumahnya," ujar Bayu tersenyum bahagia.


**********


"Malam-malam seperti ini kamu mau kemana?" tanya Janaka


"Aku baru pulang kerja, dan aku juga sudah biasa," jawab Uma


"Aku akan mengantarmu pulang. Akhirf-akhir ini banyak terjadi tindak kejahatan dilingkungan ini," sahut Janaka


"Kau tidak perlu khawatir, aku bisa jaga diri," jawab Uma


Janaka tidak memperdulikan ucapan Uma, ia langsung menarik lengan gadis itu dan menuntunnya menuju ke sepeda motornya.


*Duggh!!


"Maaf, aku tidak sengaja," ucap Uma ketika menabrak seseorang.


"Tidak apa-apa, tidak perlu sungkan," jawab Bayu


"Tuan Bayu?" sapa Janaka


"Oh ternyata kamu Janaka, apa dia kekasihmu?" tanya Bayu, dan Janaka hanya mengangguk

__ADS_1


"Iya," jawab Janaka malu-malu


Uma langsung melotot dan menginjak kaki Janaka ketika mendengar ucapan lelaki itu.


"Awww!!" teriak Janaka


"Apa ada yang salah?" tanya Bayu


"Kami bukan sepasang kekasih Tuan, tapi kami hanya sebatas teman," jawab Uma membuat Bayi tersenyum simpul


"Bagaimana kabar Gardapati, apa dia sudah sembuh?" tanya Bayu


"Alhamdulillah, berkat bantuan Gilang dan Rangga akhirnya Bos Gardapati berhasil sembuh dan sekarang sudah kembali normal," jawab Janaka


"Syukurlah, aku akan menjenguknya besok pagi," jawab Bayu


"Yasudah kalau gitu aku pamit Tuan, aku mau mengantar Uma pulang dulu," ucap Janaka


"Silahkan, hati-hati!" jawab Bayu Segara


Lelaki itu melambaikan tangannya kearah mereka yang meluncur meninggalkannya sendiri disana.


Benar dugaanku, mereka berdua yang membunuh Guru untuk menyelamatkan Gardapati, tunggu saja pembalasanku Gilang dan Rangga.


Bayu Kemudian melesatkan mobilnya menuju ke candi Telih.


"Harusnya aku bisa melihat wajah Ken Umang dan Ken Arok yang selalu bertemu disini untuk berselingkuh," gumam Bayu


"Datanglah, aku menunggumu Ken Umang," gumam Bayu Segara


Cukup lama pemuda itu menunggu disana namun tidak ada tanda-tanda kemunculan makhluk gaib disana, ia kemudian memutuskan untuk kembali lagi ke tempat itu hari berikutnya.


********


Sementara itu Rangga dan Gilang sudah tiba di ruang perawatan Intan pukul dua belas malam.


"Kalian sudah datang?" sapa Gardapati membukakan pintu untuknya


"Tentu saja, kami selalu datang tepat waktu dan kita berdua ini adalah sepasang sahabat yang pantang mengingkari janjinya," jawab Rangga


"Aku tahu, sekarang selamatkan istriku," ucap Gardapati


Rangga mengambil semua bahan-bahan yang ada dibawah ranjang Gardapati.


Ia kemudian mengunyah semua bahan-bahan itu dan menyemburkannya kepada Intan yang sudah terlelap sebanyak tiga kali.


Selesai menyemburkan semua bahan-bahan itu, ia kemudian memusatkan pikirannya untuk mengetahui apakah ajian itu masih menempel pada Intan atau sudah sembuh. Ia sengaja menggunakan Gilang sebagai mediasi untuk menanyakan perihal Ajian Jaran goyang pada Intan.


"Tunggu, siapa kau sebenarnya, kenapa kau mengikutinya Intan?" tanya Rangga


Dalam keadaan setengah sadar Rangga bisa merasakan adanya kekuatan yang sangat kuat yang sedang membelenggu Uma. Ia menatap gadis itu iba.

__ADS_1


"Nyanyikan kidung untukku Lang," pinta Rangga


Gilang langsung berkidung membuat suasana ruangan itu menjadi menyeramkan.


Rangga langsung menyemburkan lagi obat-obatan herbal yang ada di mulutnya dan ke wajah Intan membuat gadis itu terbangun dan kemudian melotot kearahnya.


Rangga menyemburnya lagi hingga membuat Intan pingsan tak sadarkan diri.


"Hentikan kidungnya," seru Rangga


"Apa dia sudah kembali normal?" tanya Gardapati


"Yoi, sekarang dia sudah menjadi Intan yang dulu yang cerewet tapi ngangenin," bisik Rangga sambil terkekeh


"Terima kasih Ki Rangga, dan juga Gilang karena sudah mengobati istriku sampai sembuh," ucap Gardapati


"Sama-sama Bos," jawabku


Gardapati kemudian menyerahkan amplop coklat kepada Rangga, namun Rangga langsung menolaknya.


"Kenapa?, apa masih kurang, hehehe!" goda Gardapati


"Maaf sebelumnya bukannya kami ini sombong karena menolak pemberian dari Bos. Aku membantunya ikhlas tanpa pamrih. Aku tidak mau seseorang menjadi salah paham saat aku menerima amplop itu," jawab Rangga


"Siapa?" tanya Gardapati penasaran


"Dia adalah Intan, aku takut jika Intan menganggap aku dan teman-temanku adalah seseorang yang selalu pamrih dan mementingkan uang, padahal, padahal, padahal, ...!, jiaahhh nungguin ya!!" jawab Rangga langsung berlari meninggalkan Gardapati yang terkekeh melihat tingkah konyolnya.


"Iyalah, makanya jangan bikin penasaran!" seru Gardapati


"Maaf Bos, tapi semuanya hanya candaan. Baiklah karena Intan sudah sembuh kami pamit dulu Bos, " ucap Rangga berpamitan dan Gardapati hanya mengangguk pelan


"Iya silahkan, sekali lagi terima kasih," jawab Gardapati


Kami kemudian keluar dari ruangan itu menuju alun-alun kota untuk mencari udara segar.


"Kita jalan-jalan bentar Lang, aku capek pengin nyari yang seger-seger!" ucap Rangga


"Bar yang seger-seger malam-malam gini apa ya?" tanyaku lirih


"Makan yang pedas-pedas kali ya," jawab Barra


"salah,"


"Makan Es krim," sahut Rangga


"Salah,"


"Terus apa dong?" tanya mereka padaku


" Pengin Segera halalin kamu, eaaa!!" jawabku membuat keduanya langsung menoyor kepalaku

__ADS_1


"Sue lo!!" cibir Rangga


__ADS_2