BUKAN KEN AROK

BUKAN KEN AROK
Pencarian


__ADS_3

#CERITA INI HANYALAH CERITA FIKSI BERDASARKAN SEJARAH, NAMA TOKOH DAN KARAKTER DALAM CERITA INI HANYA FIKTIF, JIKA TERJADI KESAMAAN CERITA ATAU NAMA TOKOH ITU HANYA KEBETUL


AN SAJA#


Malam ini adalah malam Selasa Kliwon aku akan pergi ke Candi Telih lagi, aku berharap bisa bertemu dengan dirimu Ken Umang, aku sudah tidak sabar untuk membalaskan dendam ku kepada dua pemuda bajing*n itu.


Setelah pulang dari kampus, Bayu Segara sengaja mampir ke pasar tradisional untuk membeli bahan-bahan untuk sesaji malam nanti.


"Kamu ini benar-benar susah dibilangin ya Uma, sudah aku bilang jangan beri uang kepada pengemis atau pengamen, tapi kau masih memberikannya juga, dasar keras kepala!!" seru Majikan Uma


"Coba kau hitung berapa uang yang kau habiskan untuk memberi sedekah kepada mereka, bayangkan jika kau memberi mereka lima ratus rupiah kepada sepuluh orang pengamen atau pengemis dalam sehari maka dalam waktu satu bulan kau menghabiskan uangku sebesar seratus lima puluh ribu rupiah atau setara dengan seperempat gajimu. Jadi daripada aku menanggung kerugian besar gara-gara kamu, mending aku pecat kamu sekarang," hardik wanita itu lagi


"Tapi nyonya, aku memberi uang kepada mereka menggunakan uangku sendiri," jawab Uma


"Aku tidak peduli," sahut wanita itu


"Setidaknya jika kau mau memecatku, kau harus memberikan uang gajiku," jawab Uma


"Dasar kurang ajar, beraninya kau meminta gaji dariku, bahkan kau sudah menghabiskan uangku untuk biaya makan siangmu tapi kau masih meminta gajimu, kau benar-benar lancang!" wanita itu kemudian mengambil sebuah rotan dan memukulkannya kepada Uma namun gadis itu menangkisnya.


"Kau tidak bisa berbuat sewenang-wenang terhadapku nyonya, walaupun aku orang miskin tapi aku bukanlah seorang budak yang bisa seenaknya kau tindas!!" Uma mendorong wanita itu dan kemudian mengambil beberapa lembar uang ratusan ribu.


"Aku hanya mengambil hak ku, dan aku akan pergi dari sini!!" tambah Uma


"Dasar kau maling, tolong aku di maling!!" teriak wanita itu membuat semua orang langsung mendekatinya, sementara itu Uma langsung berlari meninggalkan pasar.


**Buughh!!


"Maaf," Uma segera membereskan barang-barang belanjaan Bayu yang terjatuh karena ia menabraknya dan bersembunyi di belakang mobil Bayu untuk menghindari kejaran massa.


"Apa kau melihat seorang wanita berlari kearah sini?" tanya seorang warga


"Tidak," jawab Bayu membuat orang-orang yang mengejar Uma langsung meninggalkan tempat itu.


"Terima kasih," ucap Uma


"Sama-sama," jawab Bayu memperhatikan Uma dengan seksama ketika Uma pergi meninggalkannya.


"Tunggu!!" cegah Bayu membuat Uma menghentikan langkahnya


"Bukankah kau teman Janaka?" tanya Bayu

__ADS_1


"Benar,"


"Kalau kau lari lagi mereka akan menangkap mu, lebih baik kau ikut aku. Aku akan mengantarmu sampai ke rumah dengan selamat," ujar Bayu


"Tidak usah Tuan, aku tidak mau merepotkan anda," tolak Uma


"Tidak apa, justru aku senang bisa menolong mu," jawab Bayu


"Aku Bayu," lelaki itu mengulurkan tangannya dan Uma pun menyambutnya


"Uma Dewi,"


"Nama yang bagus, Uma Dewi adalah istri Dewa Siwa, kau pasti sekuat Dewi Uma yang selalu melindungi orang-orang yang lemah dan membunuh semua penjahat dari muka bumi ini,"


"Anda bisa saja,"


"Silahkan masuk," Bayu membukakan pintu untuknya dan mempersilahkannya duduk disampingnya.


"Kau beritahu saja dimana rumahmu," ucap Bayu melajukan mobilnya


"Nanti aku turun di rumah sakit saja, aku ingin menjenguk Bu Lik ku," jawab Uma


"Berarti kita sama aku juga akan menjenguk temanku disana," sahut Bayu membuat Uma tersenyum padanya.


Sedangkan Bayu harus kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Gardapati, lelaki itu sudah pulang dan juga Bima putranya.


"Apa Intan juga sudah sembuh?" gumam Bayu


"Tuan Bayu?" sapa Janaka ketika berpapasan dengan Bayu di koridor Rumah Sakit.


"Anda pasti ingin menjenguk Bos Garda bukan?" tanya Janaka dan Bayu hanya mengangguk.


"Bos sudah pulang karena Bima sudah sehat, kenapa kau tak mengunjunginya di rumahnya?" tanya Janaka


"Tentu, malam nanti aku akan mengunjunginya, kamu sendiri akan mengunjungi siapa?"


"Aku akan mengunjungi Lik Suki, keluarganya Uma yang dirawat disini," jawab Janaka


"Oh iya, boleh aku minta tolong padamu?" tanya Bayu


"Tentu, katakanlah,"

__ADS_1


"Aku sedang membutuhkan seorang pembantu rumah tangga untuk mengurus rumahku, kebetulan pembantuku baru saja berhenti karena akan menikah. Jadi bisakan kau mencarikan aku seorang pembantu rumah tangga?"


"Tentu Tuan, besok aku akan mengantarkannya ke rumahmu,"


"Terima kasih Janaka, kalau begitu aku pamit terlebih dahulu," ucap Bayu


Janaka kemudian bergegas menuju ruang perawatan Lik Suki.


Apa aku harus minta tolong Mas Gilang lagi, tapi aku sudah sering merepotkan dia. Tapi kalau aku tidak meminta bantuan sama dia Lik Suki bisa tidak tertolong, dia harus segera dioperasi. Tapi biayanya sangat besar dan aku tidak bisa membayarnya.


Gadis itu terus memainkan ponselnya, pikiran sedang kalut karena kesulitan untuk mendapatkan uang untuk biaya operasi Lik Suki.


"Assalamualaikum," sapa Janaka membuyarkan lamunan Uma


"Waalaikum salam," jawab Uma


"Sebenarnya Lik Suki sakit apa, kok sampai dirawat berhari-hari di rumah sakit?" tanya Janaka


"Tumor, Lik Suki sakit tumor, dan dia harus segera dioperasi untuk mengangkat tumornya agar tidak menyebar dan menjadi ganas,"


"Kau pasti sedang kebingungan untuk mendapatkan uang untuk operasi bukan?" tanya Janaka membuat Uma kaget


"Darimana kau tahu?" tanya Uma


"Aku sudah mengenalmu dari kita masih sama-sama di bangku TK, jadi aku bisa tahu apa yang kau rasakan. Kau tidak usah khawatir aku akan membantumu, jadi jangan khawatir," jawab Janaka


**********


Malam semakin larut, Bayu segera menaburkan kembang tujuh rupa disekitar pelataran Candi dan kemudian mengitarinya sembari membawa Hio China di tangannya, berharap malam ini dia bisa melihat wajah Ken Umang.


Sementara itu didalam Candi Ken Umang merasa gelisah, ia bisa merasakan jika ada yang sedang memanggilnya.


"Siapa yang sedang melakukan ritual untuk memanggilku," gumam gadis itu


Ia kemudian keluar untuk melihat siapa yang datang, betapa terkejutnya ia ketika melihat Bayu sedang mengelilingi Candi dengan membawa Hio ditangannya.


"Bukankah orang itu yang akan membunuh Kanda Gilang, untuk apa dia memanggilku, apa dia punya rencana jahat terhadapku," ucap wanita itu lirih, ia segera bergegas untuk kembali masuk kedalam candi, tapi sayangnya sukmanya begitu terpikat dengan aroma kembang tujuh rupa dan Hio yang dibawa oleh Bayu Segara.


"Tidak, aku tidak boleh terpancing dengan sesaji itu, aku harus bersembunyi atau pergi dari sini, sebelum lelaki itu bisa menemukan aku," namun sayangnya karena tergesa-gesa masuk kedalam candi ia sampai membuat selendangnya tersangkut dan membuat sebuah arca batu terjatuh karenanya.


**Braakkk!!!

__ADS_1


Tentu saja suara itu membuat Bayu kaget dan segera berlari untuk melihatnya.


__ADS_2