
"Awas Kanda!!" seru Umang ketika melihat Bayu mengambil keris sakti Empu Gandring dan berniat menghujamkannya ke punggungku.
Aku langsung mendorong tubuh Umang agar menjauh dariku.
Aku memang sudah tidak bisa menghindari serangannya Bayu, tapi yang terpenting sekarang adalah menyelamatkan nyawa Umang. Aku tidak mau kehilangan dia.
Jika memang ajal ku sudah tiba maka aku ikhlas, karena aku sudah menyelamatkan orang yang paling aku sayang di dunia ini.
"Kau tidak akan mati dalam pertarungan itu, paling cuma sekarat aja," tiba-tiba kata-kata Rangga terngiang-ngiang di kepalaku.
**Jleeebbb!!!
Kurasakan sekelebat bayangan putih melesat kearahku.
Aku hanya bisa membelalakkan mataku ketika keris yang diarahkan kepadaku justru berbalik kearah Bayu Segara.
*Aaaaarrrrgghhh!!!"
Teriakan itu begitu keras hingga membuat gendang telingaku hampir pecah olehnya.
"Kau!!!" teriak Bayu Segara sebelum tubuhnya ambruk ke tanah.
*Bruuughhh!!!
"Kau tidak apa-apa Bro?" tanya Rangga dengan nafas yang tersengal-sengal menghampiriku
"Kanda, apa kau baik-baik saja?" tanya Umang menghampiriku
Aku masih terpana melihat sosok lelaki yang berdiri didepan ku dan menyelamatkan aku dari tusukkan Keris Empu Gandring.
"Apa kau Ken Arok?" tanyaku menatap lekat kearahnya.
Wajahnya begitu tampan dengan rambut sebahu yang berkibar di terpa angin malam, cahaya rembulan membuat wajahnya terlebih lebih tampan.
"Kau tidak akan mati di tangan Keris itu, karena tugasmu belum selesai." ucap lelaki itu kemudian tersenyum kearahku dan menghilang
"Kanda!!" teriak Umang menggoyang-goyangkan tubuhku
"Iya ada apa?"
"Kenapa kau diam saja?" tanya Umang
"Aku tidak apa-apa, cuma terpesona dengan kecantikanmu," jawabku membuat Umang tersipu
"Eleh, udah bisa gombal aja, ku kira masih kesambet Jin Raja Singosari," goda Rangga
__ADS_1
"Jangan ngiri Ran, namanya juga usaha,"
"Diih siapa yang ngiri, gue mah nganan!" seru Rangga meningalkan aku dan Umang.
"Lo mau kemana Rangga!" seruku
"Pulang,"
"Jangan tinggalin gue, tar kalau lo pulang duluan gue naik apa?"
"Lo terbang aja sama si Umang,"
"Mana bisa, tunggu gue!!"
Aku segera menghampiri Rangga dan duduk dibelakangnya melesat meninggalkan hutan Lali Jiwo.
**********
"Kau mau kemana Uma?" Janaka mendekati Uma
"Mau kerja,"
"Jadi kau sekarang sudah mendapatkan pekerjaan. Berarti kau tidak mencopet lagi?" tanya Janaka lagi dengan wajah berseri-seri
"Benar, aku sudah berhenti jadi copet," jawab Uma
"Jangan takut, aku tidak akan pernah menyakiti kamu, aku hanya ingin kau tahu kalau aku benar-benar mencintai kamu dan aku ingin serius melamarmu," tambah Janaka
"Jangan macam-macam denganku atau aku teriak," ancam Uma, ia berusaha mendorong tubuh lelaki itu yang semakin mendesaknya ke dinding ruko.
Lik Sukiyem yang tidak sengaja melihat Janaka yang akan berbuat kurang ajar dengan keponakannya segera menghampiri keduanya dan memukulkan keranjang belanjaannya kepada Janaka.
**Braakkk!!!
"Dasar preman pasar brengsek!!, kau pikir karena wajahmu tampan, bl kau bisa seenaknya berbuat macam-macam terhadap keponakanku!" serunya
Janaka hanya memegangi kepalanya yang terasa pusing dan pening setelah disabet dengan keranjang belanjaan Lik Suki.
"Ampun Lik, ampun!" seru Janaka sambil melindungi kepalanya
"Aku tidak berbuat apa-apa sama Uma, aku cuma ingin menyatakan perasaan ku saja padanya," ucap Janaka membuat Lik Suki menghentikan pukulannya
"Apa kau bilang, kau mau mengungkapkan perasaanmu kepada Uma!" tanya Lik Suki dengan nada Tinggi
"Benar Lik, aku hanya menyatakan kalau aku sangat mencintainya dan ingin menjadikan dia sebagai istriku, bolehkan Lik?" jawab Janaka membuat Lik Suki langsung berkacak pinggang.
__ADS_1
"Boleh gundul mu!, asal kau tahu yang bisa menikahi Uma itu cuma pejabat, orang kaya dan pengusaha sukses, ataupun seorang CEO, bukan preman miskin kaya kamu, ya kalaupun terpaksa ia harus mendapatkan seorang perampok, maling ataupun garong dia harus mendapatkan seorang raja rampok yang memiliki harta yang tidak habis sampai tujuh turunan, kamu ngerti kan!" hardik Sukiyem
"Anj*r!!, gile banget syaratnya, kalau gitu gue lebih milih mundur daripada harus maju tapi cuma di PHP!" jawab Janaka berlalu pergi meninggalkan Uma.
*******
"Bagaimana mungkin Bayu bisa dikalahkan oleh pemuda itu," Ki Jarot tidak percaya ketika mendengar kabar Bayu yang sekarat dan dirawat di rumah sakit setelah melawan Gilang.
"Tentu saja ini benar adanya Guru, dia memang bukan orang biasa, bahkan aku pernah mendengar dia bisa mengeluarkan kelelawar dari mulutnya ataupun cahaya. Memang ini sulit diterima oleh akan sehat, bahkan dia bisa menguasai semua ajian sakti milik Ki Janitra yang tidak semua orang bisa mengamalkan lelakunya, dan semua ilmu-ilmu kuno legendaris bahkan kidungpun ia kuasai, bukankah itu aneh Guru," terang Gardapati membuat Ki Jarot mengangguk setuju
"Kau benar Garda, mungkin aku butuh bersemedi untuk beberapa waktu untuk mengetahui siapa jati diri Gilang sebenarnya," jawab Ki Jarot
"Bagaimana kalau kita tanya Bayu terlebih dahulu, sepertinya dia tahu banyak tentang pemuda itu. Apalagi dia adalah dosen dimana pemuda itu kuliah," ucap Gardapati
"Tapi, bukannya dia masih koma, bagaimana kita menginterogasinya?" tanya Ki Jarot
"Jangan khawatir Guru, aku baru saja menerima pesan dari Janaka yang menjaganya di rumah sakit, kalau Bayu sudah siuman dan sudah bisa bicara,"
"Baiklah, kalau begitu kita harus mengunjunginya sekarang juga," Ki Jarot segera keluar menuju ke mobilnya, Gardapatu melesatkan mobilnya menuju ke Rumah sakit tempat Bayu dirawat.
Setibanya di rumah sakit mereka langsung disambut oleh Janaka yang setia menunggunya disana.
"Siapa saja yang sudah menjenguk Bayu hari ini?" tanya Gardapati
"Hanya teman-teman kerjanya dan beberapa orang mahasiswanya," jawab Janaka
"Apa pemuda itu mengujinya?" tanya Gardapati lagi
"Tidak, hanya seorang polisi yang datang untuk menginterogasinya," jawab Janaka
"Hmmm, siapa yang melaporkan masalah ini ke polisi,"
"Orang yang menolongnya dan membawanya ke rumah sakit yang melaporkan masalah ini ke polisi," sahut Janaka
"Terus Bayu bilang apa pada polisi itu," selidik Gardapati
"Dia cuma bilang ini hanya kecelakaan, bukan karena di begal, atau dianiyaya seseorang," jawab Janaka
"Dasar bodoh, kenapa dia tidak bilang saja kalau dia akan di bunuh oleh Gilang, dengan begitu bukannya Gilang akan ditangkap polisi dan dia bisa membunuhnya disana," sambung Ki Jarot
*Krieet!!
Mereka membuka pintu bangsal perawatan Bayu segara dengan hati-hati.
Lelaki itu tersenyum menyambut kedatangan sahabat dan juga guru spiritualnya itu.
__ADS_1
"Bagaimana keadaanmu Bayu?" tanya Gardapati
"Aku sudah baikan sekarang, walaupun rasa sakit itu masih ada, setidaknya aku merasa lebih baik lagi setelah kalian datang mengunjungiku," jawab Bayu dengan senyum merekah.