
Bagi yang sudah membaca Episode Duel maut End, mohon dibaca lagi karena saya baru saja menambah adegannya agar tidak bingung di Chapter ini.
#CERITA INI HANYALAH FIKSI BERDASARKAN SEJARAH, NAMA TOKOH DAN KARAKTER DALAM CERITA INI HANYA FIKTIF, JIKA TERJADI KESAMAAN CERITA ATAU NAMA TOKOH ITU HANYA KEBETULAN SAJA#
"Ada yang akan aku tanyakan padamu Bayu?" tanya Ki Jarot hati-hati
"Silakan Guru, dengan senang hati aku akan menjawabnya,"
"Kau sudah bertarung mati-matian melawan pemuda itu bukan, apa kau tahu siapa dia sebenarnya sehingga dia bisa mengalahkanmu. Padahal secara fisik kemampuan mu lebih unggul darinya, kau bahkan memiliki ilmu Kanuragan lebih unggul dari murid ku yang lain, jadi katakan pada kami siapa dia sebenarnya?" tanya Ki Jarot
Lelaki itu hanya tersenyum tips dan menarik napasnya perlahan. Janaka membantunya untuk duduk agar ia lebih rileks.
"Apa kalian akan percaya dengan ceritaku?" tanya lelaki itu ragu
"Tentu saja Bayu, kau adalah murid terbaikku, mana mungkin kau berbohong denganku,"
"Baiklah aku akan menceritakan semuanya.
Kejadian ini bermula ketika ada seorang mahasiswa baru di kampus tempat aku mengajar, Namanya Gilang. Dan kebetulan dia seorang mahasiswa tingkat akhir yanh sedang mengerjakan skripsi dan aku adalah dosen pemimpin teknisnya.
Sejak pertemuan ku dengannya, kejadian-kejadian aneh mulai menimpaku. Mulai dari aku bermimpi dengan seorang yang mangaku sebagai akuwu Tumapel yang bernama Tunggul Ametung, yang mengatakan kalau aku adalah reinkarnasi dirinya. Kemudian dia membawaku ke abad dua belas dan menunjukkan bagaimana seorang perajuritnya yang bernama Ken Arok membunuhnya saat ia sedang terlelap menggunakan keris Empu Gandring. Dan penghianatan itu ia lakukan hanya untuk mendapatkan seorang wanita cantik bernama Ken Dedes yang dipercaya akan melahirkan Raja-raja sakti di tanah Jawa. Sedangkan saat itu Ken Dedes adalah istri dari Tunggul Ametung. Lelaki itu juga bilang padaku kalau dia sudah menunggu ratusan tahun untuk bisa bertemu dengan Ken Arok untuk membalaskan dendamnya.
Dan dengan restu Sang Hyang Widhi Wasa kami berhasil dipertemukan di abad ini, dan dia memintaku untuk membalaskan dendamnya kepada Gilang yang tidak lain adalah reinkarnasi dari Ken Arok. Awalnya aku ragu dengan lelaki yang selalu mendatangiku lewat mimpi itu, tapi perlahan aku diam-diam menyelidiki lelaki yang bernama Gilang itu. Saat ia berhasil merampok rumah Sundari istri keduanya Parjiman aku sudah bisa merasakan keanehan pemuda itu, apalagi saat aku melihat dia berhasil mempecundangi Gardapati dengan membacakan ajian sirep Megananda saat kau sedang membacakan kidung Ajian Waringin Sungsang. Dan juga saat ia berhasil mengalahkan Janaka dan anak buahnya dengan ribuan kelelawar yang keluar dari mulutnya membuat aku yakin kalau dia memang titisan Ken Arok yang memiliki kekuatan serupa dengannya.
Dan Yang lebih meyakinkan lagi saat dia berhasil mengalahkan Gardapati dan Parjiman, hal yang tidak mungkin dilakukan oleh orang biasa bisa mengalahkan Raja Bandit Singosari yang terkenal sakti mandraguna. Aku mulai mencari tahu Siapa Ken Arok dan bagaimana kesaktiannya melalui Buku-buku sejarah ataupun google. Dan hasilnya mencengangkan, karena semua kekuatan yang dimiliknya hampir sama walaupun tidak semua kekuatan yang Gilang miliki sama dengan Ken Arok, tapi banyak kesamaan diantara mereka.
Dan yang lebih mencengangkan lagi Ken Arok datang untuk melindungi Gilang saat aku hendak membunuhnya dengan Keris Empu Gandring, dan apa yang terjadi keris yang seharusnya menusuk jantungnya membelok menusukku hingga hampir saja aku mati karenanya," tutur Bayu Segara menjelaskan semuanya
"Jadi menurutmu Gilang adalah titisan Ken Arok?" tanya Ki Jarot
__ADS_1
"Benar Aki,"
"Kalau begitu hanya ada orang satu yang bisa mengalahkan Ken Arok dan membunuhnya," ucap Ki Jarot mengepalkan tangannya
"Siapa dia Aki?" tanya Gardapati dan Bayu bersamaan
"Putra dari Ken Dedes dan Tunggul Ametung yaitu Anusapati,"
"Tapi bagaimana kita bisa menemukan dia?" tanya Gardapati
"Tentu saja kita harus mencari Reinkarnasinya, aku yakin jika Tunggul Ametung dan Ken Arok dilahirkan bersamaan di abad ini, berarti Anusapati juga sama. Dan Tugas kita adalah mencari tahu dari ibu kandungnya Anusapati yaitu Ken Dedes," jawab Ki Jarot menatap lekat kearah Bayu Segara, membuat lelaki itu kebingungan.
"Sebagai ayah yang tidak sempat melihat putranya lahir, kau tidak akan mengenali Anusapati Bayu, tapi sebagai suami Ken Dedes kau pasti mengenali istrimu bukan?" tanya Ki Jarot penuh penekanan
"Tapi istriku sudah meninggal Guru, apa itu berarti Ken Dedes sudah meninggal?" tanya Bayu Segara kebingungan
"Kau ini seorang yang cerdas tapi naif, tidak semua orang yang bereinkarnasi akan hidup bersama lagi dengan pasangannya kecuali mereka memiliki cinta sejati yang ditakdirkan tidak akan pernah terpisah sampai kapanpun juga. Kalau menurut cerita yang aku baca Tunggul Ametung dan Ken Dedes bukan menikah karena cinta jadi mustahil mereka akan bersatu lagi dikehidupan selanjutnya. Tapi aku tahu bagaimana kau bisa mengenali Ken Dedes dengan baik," jawab Ki Jarot
"Sebagai lelaki yang sangat mencintainya kau pasti akan segera tahu saat bertemu dengannya, biasanya jantungmu akan berdegup kencang saat bertemu dengan wanita itu, seperti orang yang sedang jatuh cinta. Atau lebih mudahnya kau mintalah petunjuk kepada lelaki yang sering mendatangi mu lewat mimpi itu."
"Bagaimana caranya aku bisa bermimpi bertemu dengannya?"
"Kau lakukan semedi, panggil arwahnya dan tanyakan padanya dimana Ken Dedes berada, kasih tahu juga padanya kalau kau mencari Ken Dedes untuk membantu membalaskan dendamnya kepada Ken Arok atau Gilang," jawab Ki Jarot dengan senyum sinisnya
"Baiklah Aki, malam ini juga aku akan bersemedi untuk memanggil arwahnya," jawan Bayu Segara
"Kau tidak usah khawatir Bayu, aku akan membantumu menyiapkan sesaji dan mendampingi mu saat melakukan semedi," jawab Ki Jarot
"Terima kasih Guru,"
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu aku pamit dulu, untuk membelikan semua keperluan sesaji untuk nanti malam," Ki Jarot dan juga Gardapati kemudian pergi meninggalkan Bayu Segara
"Apa Guru yakin bisa menemukan siapa Ken Dedes dan juga Anusapati?" tanya Gardapati ragu
"Tentu saja Garda. Apa kau meragukan kemampuan ku dalam memanggil arwah leluhur?" Ki Jarot balik bertanya membuat Gardapati tidak enak hati
"Tentu saja tidak Guru," jawab Gardapati
"Sekarang bukan saatnya untuk berdebat tapi kita harus bergegas menuju ke pasar untuk membeli semua sesaji yang dibutuhkan untuk acara nanti malam,"
"Baik Guru, " Gardapati segera melesatkan mobilnya menuju ke pasar tradisional
*********
Sementara itu Intan sedang merasa kebingungan karena sudah hampir satu bulan lebih suaminya belum pulang juga, padahal anak mereka sedang sakit.
"Kenapa sih Mas, belum pulang juga, padahal kamu bilang hanya pergi selama empat puluh hari, tapi sekarang sudah lebih dari empat puluh hari kau belum pulang juga. Anak kita sakit Mas," ucap Intan dengan linangan air mata meratapi Bima yang terbaring di kamarnya.
**Dreet, dreet, dreet!!
"Halo, ada apa ibu menelpon saya?" tanya Janaka
"Anaku sakit Janaka, bisakah kau mengantar kami kerumah sakit, Bapak masih belum pulang juga, kau tahukan jika ia sedang keluar aku dilarang menelponnya apapun yang terjadi. Dan sekarang Bima sedang kritis, aku harus bagaimana, cuma kamu yang saya andalkan Janaka," ucap Intan sedih
"Tapi aku tidak bisa meninggalkan Tuan Bayu sendirian di rumah sakit karena ini juga perintah dari Bapak, karena jika aku ketahuan pergi meninggalkannya tanpa seizin dari beliau maka aku bisa saja dibunuh olehnya,"
"Ya sudah kau tidak usah datang, kau jaga saja Tuan Bayu, biarkan aku pergi sendiri ke rumah sakit,"
"Bagaimana kalau aku akan memesankan taksi online untuk mengantar Ibu dan Bima ke rumah sakit?" tanya Janaka
__ADS_1
"Tidak perlu aku bisa sendiri," jawab Intan, ia memang selama ini selalu mengerjakan sesuatu dengan bantuan anak buah Gardapati, suaminya selama ini membuatnya selalu bergantung padanya dan tidak pernah membiarkannya hidup mandiri.
"Sekarang aku akan mencoba hidup mandiri Mas, hidup tanpa bergantung lagi padamu!"