BUKAN KEN AROK

BUKAN KEN AROK
Mencari Penawaran


__ADS_3

#CERITA INI HANYALAH CERITA FIKSI BERDASARKAN SEJARAH, NAMA TOKOH DAN KARAKTER DALAM CERITA INI HANYA FIKTIF, JIKA TERJADI KESAMAAN CERITA ATAU NAMA TOKOH ITU HANYA KEBETUL


AN SAJA#


"Hallo Ran, apa kau sakit?" tanya Intan menyentuh wajah Rangga


"Ah tidak, bukan aku yang sakit tapi Gilang," jawab Rangga melepaskan tangan Intan


"Kau tampan sekali Ran, I Love you," bisik Intan membuat Rangga begidik


Ada apa dengan Intan, dia bukan seperti Intan yang aku kenal, tatap matanya kosong.


"Apa Bima belum sehat?" tanya Rangga berusaha menjauhi Intan


"Iya, dan sekarang suamiku juga sakit. Dia koma, dan dirawat disini juga," jawab Intan membuat kami tercengang


"Memangnya dia sakit apa?" tanyaku penasaran


"Aku tidak tahu Lang, yang kelas kemarin malam dia baik-baik saja bahkan ia mau menginap di rumah sakit untuk menjaga Bima. Tapi saat pagi menjelang ku lihat dia hanya diam mematung sambil duduk bersila." jawab Intan


"Sepertinya ada yang tidak beres dengan Intan dan suaminya, kau lihat saja sikapnya padaku, sangat mengetikan bahkan lebih mengerikan daripada seorang j*lang," bisik Rangga


"Sekarang lebih baik kita cek ke ruang perawatan Bima saja," jawabku pelan, Rangga hanya mengangguk dan segera menggandeng Intan menuju bangsal perawatan Bima.


"Ibu," sapa Janaka yang menunggu di ruang itu


Ia menatap nyalang kearah Rangga, ketika Intan terus bergelayut manja di lengannya.


"Ada apa?" sahut Intan


"Tadi Ki Jarot sudah memeriksa kondisi Bapak dan dia meminta ku untuk membawanya ke Padepokannya, dan ini hasil upeti hari ini. Memang tidak banyak tapi aku yakin Ibu sangat membutuhkannya untuk biaya berobat Bima dan juga Bapak,"


"Terima kasih Janaka, entah bagaimana caranya aku harus membalas budi mu. Karena hanya kamu yang mengerti aku, padahal kau hanya anak buah suamiku tapi kau sudah seperti anaku sendiri."


"Tidak usah sungkan Ibu, aku akan melayanimu, seperti aku melayani Bapak. Karena bagaimanapun juga Ibu dan Bapak sudah berjasa dalam hidupku, dan sudah saatnya aku membalaskan kebaikan kalian,"


"Baiklah, kalau begitu kau tunggu di luar nanti kalau sudah ku persiapkan semua keperluan Bapak, kau bisa membawanya ke Padepokan Ki Jarot, supaya di cepat sembuh,"

__ADS_1


"Baik Ibu," Janaka segera keluar, aku dan Rangga segera mendekati Gardapati yang terbaring di brankar.


Sebagai seorang yang memiliki ilmu supranatural tentu saja aku bisa merasakan ada yang ganjil dengan Gardapati.


Ku lihat Rangga mengusap ubun-ubun lelaki itu dan kemudian memejamkan matanya.


"Tolong aku, tolong selamatkan istriku!!" Rangga bisa merasakan jika Gardapati berada disebuah ruang gelap berusaha untuk keluar dan menolong istrinya.


Sebenarnya ada apa dengan Intan, dia memang berbeda. Lebih agresif dan juga cenderung genit.


Rangga menatap lekat Intan yang sedang menyuapi Bima.


Ia kemudian menarikku ke sudut ruangan.


"Aku tadi bisa mendengar kalau Gardapati sedang di kurung di sebuah tempat dan dia berteriak minta tolong, dan kau tahu di bukan minta seseorang untuk menolongnya tapi menolong istrinya. Menolong Intan," bisik Rangga menatapku intens


"Aku juga bisa merasakan ada sesuatu yang ganjil pada Intan, lihat saja penampilannya seperti ABG yang sedang jatuh cinta dan tapi ada sesuatu yang begitu menggelitik diriku, yaitu dia seakan ingin memberi tahu kalau dia suka sama kamu Ran dan berusaha keras untuk memikat mu,"


"Kau benar, dan tugas kita untuk mengembalikannya menjadi Intan yang normal lagi seperti dulu." jawabku lirih


"Intan," sapaku lirih


"Ada apa?"


"Sebaiknya kau tidak perlu mengobati suamimu ke Padepokan Ki Jarot," .


"Kenapa?"


"Asal kau tahu Rangga sebenarnya adalah seorang dukun sakti di Jakarta, bahkan lebih sakti dari Ki Jarot. Dan dia bisa menyembuhkan suamimu malam ini juga. Kau tidak usah khawatir dia akan mengobatinya malam ini juga, dan saat kau bangun tidur aku pastikan suamimu akan segera sembuh dan kembali seperti sedia kala."


"Apakah itu benar Ran?" tanya Intan sambil memegang erat jemari Rangga.


"Iya,"


"Terima kasih Rangga, kamu memang terbaik. Dan aku percaya kamu bisa mengobati Mas Garda." ucap Intan memeluk erat Rangga


"Gimana ini Lang," bisik Rangga yang berusaha melepaskan Intan namun wanita itu tidak mau melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Sudah nikmati saja, rejeki gak boleh di tolak Ran, wkwkwk,"


*********


Malam yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, aku memastikan Intan dan Bima tertidur saat akan mengobati Gardapati.


"Sekarang kita bagi tugas Lang, karena kau memiliki kesaktian Kanuragan lebih tinggi dari aku maka kau akan pergi menyelamatkan Gardapati, sedangkan aku akan mendiagnosa apa yang terjadi dengan Intan dan mengobatinya, apa kau setuju?" tanya Rangga


"Baiklah, aku setuju," jawabku singkat


"Sekarang pergi selamatkan sukma Gardapati, aku yakin kamu bisa mengalahkan orang yang mengurung sukmanya dan pulanglah dengan hasil yang menggembirakan," ujar Rangga


"Siap Bos," Aku segera duduk bersemedi, memejamkan mataku dan berkelana ke negeri antah berantah.


Sementara itu Rangga memperhatikan Intan yang sedang tertidur pulas. Ia memperhatikan dengan jeli wanita itu, ia terperanjat ketika mendengar suara rintihan Intan yang meringkik seperti suara kuda.


Ajian Jaran Goyang, berarti ada yang sengaja membuat Intan menyukai gue dengan menggunakan ajian Jaran Goyang, benar-benar laknat!!. Untung aku bisa mengobati pasien yang terkena ajian ini, tapi bagaimana aku bisa mendapatkan bahan-bahan untuk menyembuhkan Intan, sedangkan ini sudah pukul dua belas malam.


"Darimana aku bisa membeli akar tuwung (terong) bolo, akar tuwung kanji dan triketuka (bawang, suna, janggu)." ucap Rangga lirih


"Aku bisa mencarikannya untukmu!!" suara Janaka tiba-tiba mengagetkan Rangga


"Hadeeh, kau mengagetkan saja anak muda, untung aku tidak jantungan, coba kalau aku punya riwayat sakit jantung, yang ada gue mati duluan sebelum mengobati Intan," ujar Rangga


"Maaf, sebenarnya aku sudah curiga dengan Kalian saat melarangku membawa Bos Garda ke Padepokan Ki Jarot, aku kira kalian orang jahat, tapi ternyata aku salah kalian malah akan menyembuhkan Intan dan Bos. Kau tinggal bilang apa saja yang harus aku beli untuk menyembuhkan Intan,"


"Belikan saja akar tuwung (terong) bolo, akar tuwung kanji dan triketuka (bawang, suna, janggu), Segera bawa kesini sebelum terbit fajar dan ayam berkokok," ucap Rangga


"Emang harus ya sebelum terbit Fajar dan ayam berkokok, kaya kisah roro Jonggrang dan Dayang Sumbi saja," celetuk Janaka


"Ya emang gitu, kalau tidak seperti itu ya... tidak bisa sembuh," jawab Rangga menahan tawa


"Padahal boong, hihihi," gumam Rangga dalam hatu


"Baiklah kalau gitu aku akan segera pergi, jaga Intan dan juga Bima, jangan biarkan seekor nyamuk pun menyentuh mereka," sahut Janaka


"Diih, dendam lo!!" cibir Rangga membuat Janaka terkekeh

__ADS_1


__ADS_2