BUKAN KEN AROK

BUKAN KEN AROK
Keajaiban


__ADS_3

"Bagaimana keadaan Rangga?" aku segera bergegas menemui dokter yang menangani Rangga pagi ini.


"Dia masih belum sadarkan diri, kemungkinan untuk sembuh dalam kasus keracunan seperti ini memang sulit untuk disembuhkan kita hanya bisa berharap ada keajaiban dari Tuhan yang diberikan untuk tuan Rangga. Berdoa saja semoga dia bisa segera siuman," jawab dokter itu


Aku hanya bisa menerawang menatap Rangga dengan mata berkaca-kaca.


Kamu terluka gara-gara aku, seandainya saja kau tidak ada di rumahku atau lo bukan sahabatku, mungkin sekarang kau masih hidup. Maafkan aku yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk kesembuhan mu.


Ku dengan suara adzan dhuhur berkumandang, entah apa yang ku rasakan saat ini. Kakiku seperti menuntunku menuju ke sebuah masjid di area rumah sakit.


Sudah cukup lama aku menjauh dariNya, sudah sudah cukup lama juga aku tak pernah meminta sesuatu kepadaNya.


Mungkin aku bukanlah seorang hamba yang taat, yang selalu menjalankan semua perintahNya atau menjauhi laranganNya. Aku adalah manusia hina yang separuh hidupku lebih banyak kuhabiskan dengan melakukan semua yang dilarang oleh agamaku. Aku merampok, aku menjadi penjahat, mempelajari ilmu hitam untuk menjadi orang yang sakti dan ditakuti. Walaupun aku sangat sakti dan kuat sebenarnya aku juga seorang yang lemah. Sejak kecil aku tidak pernah tahu siapa orang tua kandungku itulah yang membuat aku begitu nakal dan memberontak terhadap orang tua angkat ku. Hidup kesepian dan menyendiri karena selalu di gunjingkan karena kenakalan masa remajaku yang membuat ayahku meninggal dunia membuat aku salah memilih jalan. Walaupun aku selalu berdalih merampok orang-orang kaya yang tamak, serakah, rentenir atau penindas orang-orang lemah. Tapi apapun alasannya, aku takut apa yang aku lakukan tidaklah benar


Walaupun aku berusaha membagikan semua hasil rampokan ku kepada orang-orang miskin yang membutuhkan. Tetap saja itu tidak dibenarkan dalam agamaku, karena bersedekah itu harus dilakukan dengan uang yang halal bukan uang haram.


Aku tahu dosaku mungkin sudah terlalu banyak dan tidak termaafkan. Aku sudah membunuh banyak orang dengan kesaktian ku.


Ya Allah Tuhanku, Tuhan yang maha pengasih dan penyayang, berikanlah cinta kasih mu kepadaku, tuntunlah aku ke jalan yang benar. Ya Allah Tuhanku yang maha pengampun, ampunilah segala dosa-dosa ku yang tak termaafkan itu, Ya Allah yang maha menyembuhkan, berikanlah kesembuhan untuk sahabatku Rangga. Berikanlah kasih sayangMu padanya, sembuhkanlah rasa sakitnya agar dia bisa kembali pulih seperti sedia kala.


Sudah lama aku tidak pernah berdoa padamu, sudah lama pula aku tidak menjalankan kewajibanku sebagai seorang muslim. Rasanya memang tidak pantas untukku meminta permohonan yang begitu banyak padaMu. Tapi aku mohon satu saja padamu berikanlah kesembuhan kepada sahabatku Rangga.


Setelah bersujud begitu lama, kuambil sebuah Kitab suci yang ada di dekatku. Ku lantunkan ayat-ayat suci itu walaupun suaraku tidak begitu merdu. Bacaanku mungkin tidak terlalu fasih karena sudah lama aku tidak membuka Al-Qur'an ini.


Rasanya aku ini adalah orang yang tidak tahu diri, aku datang untuk menemuiMu hanya karena aku sedang menginginkan sesuatu darimu, tapi aku berpaling dan menjauh dariMu saat aku sedang bahagia.


Aku baru sadar betapa hinanya diriku ini. Ya Tuhan aku bernadzar padamu jika Rangga sembuh aku akan melepaskan semua ilmu hitam ku dan juga membuang benda-benda mistis yang aku miliki.


Aku akan mencoba menjadi hambamu yang taat walaupun tidak setaat kakakku Ustadz Yahya.


Aku hanya ingin menjadi orang biasa, bukan orang sakti lagi.

__ADS_1


"Gilang," bisik seseorang membuatku segera mengakhiri tadarus ku.


"Ada apa?"


"Rangga, Rangga...." jawab Janaka


"Rangga kenapa?" tanyaku penasaran


Ku lihat Janaka hanya diam, aku segera berlari menuju ke bangsal perawatan Rangga.


Ku lihat dokter dan perawat sudah berkumpul di sana, mereka sedang memeriksa kondisi terakhir lelaki yang ku sayangi lebih dari diriku, dia sahabatku Rangga.


"Apa kau walinya?" tanya dokter itu


Aku hanya mengangguk.


"Dia sudah meninggal, maaf kami tidak bisa menolongnya," tutur dokter itu membuat tubuhku langsung kemas dan bergetar


Kenapa kau pergi meninggalkan aku begitu cepat. Kenapa kau meninggalkanku sendiri disini, siapa yang akan melindungi aku jika ada orang jahat yang ingin menyantetku atau mengeluh ku. Kau curang Rangga, kau bilang akan menjadi sahabat sejati ku dan kita akan terus bersahabat sampai maut memisahkan kita. Kau curang karena pergi meninggalkan aku sebelum aku melihat mu menikah, karena aku tidak akan membiarkan kamu mati dalam keadaan jomblo. Aku akan membawamu kembali kesini, tunggu aku Rangga .


Aku segera menelungkup kan tanganku dan memusatkan konsentrasiku, aku berusaha melepaskan sukma ku untuk mencari keberadaan Rangga dan membawanya kembali, memang ini sesuatu yang bodoh dan mustahil tapi aku akan berusaha membawanya kembali. Aku harus berusaha mengembalikan sukmanya ke raganya agar dia bisa hidup lagi.


Ku coba menentang takdir, tapi sayangnya Uma mencegahku.


"Hentikan Mas, ku tidak boleh melakukan itu. Aku tahu kau sedih karena kehilangan sahabat mu tapi tidak seperti ini yang diinginkan Rangga. Dia pasti bahagia karena bisa menyelamatkan nyawa sahabat yang paling disayanginya. Yang terpenting untuknya saat ini adalah kita memakamkan jenazahnya dan mengikhlaskan kepergiannya agar dia tenang di sisiNya," Uma memelukku erat dan mencoba menghiburku


"Sekarang ayo bangun dan kita urus pemakamannya," ia membantuku berdiri dan pergi meninggalkan rumah sakit.


Setibanya di rumah Janaka dan Gardapati sudah menunggu ku di sana. Mereka sudah mempersiapkan semuanya.


Begitu jenazah tiba kami langsung menyolatkanya dan membawanya ke pemakaman umum setempat. Aku ikut menggotong keranda mayatnya menuju ke pemakaman, begitu sedih jika ku ingat banyak kenangan ku bersamanya.

__ADS_1


Begitu sedihnya aku hingga tidak berasa sesuatu bergerak-gerak dalam keranda yang aku bawa.


"Woii tolong aku, tolong!!" samar-samar ku dengar suara orang meminta tolong.


Ku hentikan langkahku karena ku rasakan keranda mayat nya bergoyang-goyang.


Semua orang ketakutan dan langsung berlari ketika melihat jenazah Rangga Yang keluar dari keranda mayat.


Aku hanya ternganga menatapnya tidak percaya seakan hanya mimpi. Ku usap mataku berkali-kali memastikan lelaki yang sedang berusaha keluar dari keranda adalah Rangga.


"Woii, jangan diam saja!!, bantu gue buka pocongnya, gerah tahu!" keluh Rangga


Aku berjalan pelan mendekatinya dan menyentuh wajahnya memastikan ini bukan mimpi.


"Aaarrgghh!!" aku menjerit ketika Rangga mencibirku keras


"Aku masih hidup, kau tidak mimpi. Aku cuma mati suri, padahal aku sudah menunggumu untuk datang menjemputmu tapi kenapa kau malah gak jadi datang," celoteh Rangga


Aku hanya tersenyum menatapnya tanpa perlu menjawabnya.


"Kau sehat kan Lang?" tanya Rangga mengusap keningku, dan aku hanya mengangguk sambil terus menatapnya


"Kau pasti mendadak gila karena melihatku hidup lagi. Jangan melihat ku seperti itu jijik tau, emangnya aku cowok apaan?" ledek Rangga , aku langsung memeluknya erat untuk mengungkapkan kebahagiaan ku bisa melihatnya lagi


"Aku senang kau masih hidup, kau tahu aku begitu cemas dan stress ketika mengetahui kamu komandan hampir mati ketika dokter bilang kau sudah mati. Rasanya seperti separuh nyawaku hilang, sekarang aku sadar kalau aku tidak bisa hidup tanpa kamu Rangga," jawabku melepaskan pelukanku dan menatapnya


"Diih najis, alay banget si lo. Bahaya kalau orang-orang melihat kita seperti ini. Nanti mereka pikir kita pasangan guy lagi, diih amit-amit!" cibir Rangga membuat ku tertawa


"Sekarang aku baru yakin kalau kau adalah Rangga ku yang konyol, kocak dan gila, I love you,"


"I love you too," jawab Rangga membuat kami berdua tertawa bersama

__ADS_1


__ADS_2