
#CERITA INI HANYALAH FIKSI BERDASARKAN SEJARAH, NAMA TOKOH DAN KARAKTER DALAM CERITA INI HANYA FIKTIF, JIKA TERJADI KESAMAAN CERITA ATAU NAMA TOKOH ITU HANYA KEBETULAN SAJA#
"Maaafkan atas kelancangan saya Aki, tapi sungguh bukan maksud saya untuk meragukan kesaktian Aki," ucap Intan bersujud di bawah kaki lelaki itu.
"Sudahlah kau tidak perlu seperti ini," ucap Ki Jarot tersenyum sinis menatap kemarahan Gardapati
"Kau juga tidak boleh bertindak terlalu kasar kepada istrimu Garda," Lelaki itu membantu Intan berdiri
"Sepertinya kau sangat lelah dan butuh istirahat, Garda sekali-kali ajak istrimu jalan-jalan dan pergilah dinner di sebuah restoran. Dia sudah banyak berkorban untuk anakmu, sekali-kali kau perlu memberikan penghargaan kepadanya. Pergilah biar aku dan Bayu yang akan menjaga anakmu," ujar Ki Jarot
"Tapi Guru," sela Gardapati
"Aku tidak suka orang yang membantah perintahku, pergilah!!" seru Ki Jarot membuat Gardapati langsung menarik Intan keluar ruangan itu.
"Guru, apa sebenarnya yang guru rencanakan?" selidik Bayu Segara
Lelaki itu tersenyum simpul dan melirik kearah Bayu Segara.
"Cinta, orang akan berubah setelah dia menemukan cintanya dan untuk mendapatkan cinta dia akan berbuat apapun dan rela berkorban apa saja untuk mendapatkan orang yang dicintainya termasuk mengorbankan nyawanya," tutur Ki Jarot membuat Bayu semakin penasaran
"Maksudnya bagaimana Guru, aku benar-benar tidak paham?" tanya Bayu
"Kau lihat tadi Gilang dan temannya menjenguk Putranya Intan, dan ada tatapan penuh cinta antara sahabat Gilang untuk Intan, dan tatapannya itu begitu kuat dan dalam. Aku bisa merasakan aura cinta yang begitu besar disana. Jika dulu kisah cinta segitiga terjalin antara Ken Arok, Ken Dedes dan Tunggul Ametung yang membuat Ken Arok membunuh Akuwu Tumapel itu demi mendapatkan Ken Dedes. Maka di abad ini sejarah akan terulang lagi tapi dengan tokoh yang berbeda," ucap Ki Jarot dengan tawa renyahnya
"Maksud Aki akan membuat Intan menyukai teman Gilang, terus membuat kedua sahabat itu bermusuhan dan saling bunuh,"
__ADS_1
"Kau memang cerdas Bayu, jadi kita tidak perlu lagi mencari Anusapati. Memang yang dikatakan oleh Akuwu Tumapel itu benar kalau yang bisa mengalahkan Ken Arok hanyalah Ken Dedes," ucap Ki Jarot tertawa kecil
"Sekarang tugasmu adalah mencari informasi tentang teman si Gilang itu sebanyak-banyaknya, dan aku minta jangan sampai Gardapati tahu tentang semua ini. Aku yakin dia akan marah jika istrinya akan aku guna-guna agar menyukai lelaki lain. Karena bagaimanapun juga sekeras-kerasnya karang pasti akan runtuh juga jika setiap hari di tetesi air. Dan itulah yang terjadi dengan Gardapati saat ini, sepertinya dia sudah mulai mencintai Intan. Walaupun ia berusaha menutupinya dengan sikap kerasnya tapi mata itu tidak bisa berdusta, ia menatap istrinya penuh cinta tidak seperti tujuh tahun silam," jawab Ki Jarot
"Baik Guru, aku akan merahasiakan semua ini dari Gardapati," jawab Bayu Segara
"Sekarang kau jaga anak itu, aku akan memulai ritual ku di rumah," ucap Ki Jarot sembari menatap beberapa helai rambut Intan yang berhasil ia ambil saat membantu gadis itu berdiri.
***********
"Kamu mau makan apa?" tanya Gardapati
"Terserah Mas saja, apapun yang Mas pesan aku pasti memakannya," jawab Intan
"Maaf Mas, kau tahu kan makanan yang aku suka kau tidak menyukainya, bagaimana aku bisa makan sesuatu yang suamiku saja menutup hidung saat aku memakannya. Tapi aku akan selalu berusaha menyukai semua yang kau suka, karena bagiku tidak masalah mencoba makanan baru," jawab Intan membuat Gardapati hanya bisa menghela nafas dan mengernyitkan dahinya
kenapa perkataanmu selalu membuatku merasa bersalah padamu,
Gaedapati kemudian memesan menu bebek goreng kesukaannya untuk makan malam mereka.
"Kalau kau ingin yang lain pesan saja sendiri," tutur Garda
"Ini sudah cukup Mas," jawab Intan
Keduanya kemudian menikmati makanan yang ada didepannya. Sesekali Gardapati menatap pipi Intan yang masih lebam dan memerah bekas tamparannya. Ada gurat penyesalan dan rasa bersalah yang terpancar dari wajahnya.
__ADS_1
M**aafkan aku Intan, sebenarnya aku tidak bermaksud untuk menyakitimu. Tapi jika aku tidak melakukan itu, aku takut kalau Guru akan menghukum mu lebih kejam dari yang ku lakukan padamu, karena aku tahu bagaimana guru akan memberikan hukuman kepada siapapun yang meremehkannya.
"Kenapa kau tidak menghubungi aku saat Bima sakit?" tanya Gardapati mencairkan suasana kaku diantara mereka
"Aku tahu jika kau sedang bersama dengan Ki Jarot dan sahabat mu itu, kau tidak mau diganggu oleh siapapun termasuk aku. Jadi aku tidak mau mengganggu privasi kamu Mas, aku tidak mau kau malu karena memiliki istri yang tidak memahami kebiasaan suaminya. Lagian aku juga bisa belajar mandiri dari kejadian ini," jawab Intan membuat hati Gardapati semakin tertusuk, karena walaupun selama ini ia memperlakukan Intan dengan sangat buruk dan keras, tapi wanita itu selalu berusaha untuk mengerti dan memahaminya.
*M*aafkan aku Intan, karena selama ini aku selalu berbuat kasar padamu dan cenderung main tangan untuk menghukummu. Tapi aku janji, jika urusanku dengan Gilang sudah selesai aku akan memperlakukanmu dengan baik dan lembut. Aku akan berusaha untuk mencintaimu dan menyayangi mu dan juga Bima.
"Sepertinya kita harus segera kembali ke rumah sakit, aku tidak enak menitipkan Bima lama-lama kepada Ki Jarot dan Mas Bayu. Aku yakin mereka juga sebenarnya kelelahan dan butuh istirahat," ucap Intan menyelesaikan makan malamnya
"Hmmm," Gardapati merasakan ada sesuatu yang aneh ketika ia hendak masuk kedalam mobilnya. Ia seperti melihat sesosok bayangan hitam keluar dari mobilnya.
Sebagai seorang yang memiliki ilmu supranatural tentu saja lelaki itu bisa merasakan apabila ada sesuatu yang ganjil yang hendak menyerang dirinya ataupun keluarganya.
"Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Aki dan Bayu, kenapa aku merasa khawatir dengan Intan," gumam Gardapati
Setibanya di rumah sakit, Gardapati terkejut ketika melihat Ki Jarot tidak ada di rumah sakit, bahkan ia sempat mencium bau-bau kemenyan di bangsal perawatan putranya.
"Kenapa kau cepat sekali kembali Garda?" tanya Bayu gugup
"Kemana Aki?" tanya Gardapati membuat Bayu terkejut
"Ehh, Guru pulang duluan karena ada urusan penting, dan dia mohon maaf padamu karena tidak bisa menunggu putramu," jawab Bayu
"Aneh, biasanya Aku selalu minta aku untuk mengantarnya pulang, dan seumur hidup aku menjadi muridnya tidak pernah sekalipun ia meminta maaf kepada muridnya walaupun dia yang bersalah. Sebenarnya ada apa?. Apa ada yang mereka sembunyikan dariku?". Gardapati berusaha mencari tahu apa yang disembunyikan oleh Guru dan sahabatnya itu.
__ADS_1