BUKAN KEN AROK

BUKAN KEN AROK
Bayu Segara


__ADS_3

Gilang sudah menyalakan motornya bersiap untuk berangkat kuliah, Umang berlari mengejarnya memintanya untuk ikut ke kampus.


"Ngapain kamu ikut Umang, aku mau kuliah bukan mau nonton bioskop. Mendingan kamu di rumah aja beres-beres atau kalau tidak bantuin Rangga untuk membuka praktek disini ok," aku bergegas meluncurkan motorku meninggalkan rumah tanpa menghiraukan Umang yang ngambek karena aku melarangnya ikut.


Aku juga tidak tahu kenapa dia sangat ingin sekali ikut ke kampus padahal biasanya dia selalu menolak saat ku ajak ikut.


Ini adalah hari ke empat puluh satu ku untuk menemui dosen pembimbing teknis yang tidak kunjung masuk ke kampus dengan alasan sakit.


Semoga di hari yang ke-41 ini dia sudah sembuh dan datang ke kampus untuk melakukan bimbingan teknis, agar skripsiku bisa cepat kelar.


Sebenarnya skripsiku sudah selesai dan juga sudah di acc oleh pembimbing akademik, tinggal menunggu koreksi dari pembimbing teknis dan juga acc dari beliau agar bisa lanjut mendaftar ke sidang skripsi.


Setibanya di kampus aku dibuat tercengang dengan sosok Umang yang sudah menunggu di depan pintu gerbang kampus.


"Bagaimana kamu bisa sampai di tempat ini duluan?"


"Kanda lupa kalau aku ini berasal dari abad 12, dan aku punya kekuatan Sakti untuk melakukan teleportasi atau menghilang," jawab Umang dengan sombongnya


"Anj*y, kenapa kau baru bilang sekarang, dan kenapa juga kau tidak mengajari aku bagaimana caranya menghilang,"


"Hmmm, Kanda mau aja atau mau banget?" goda Umang


"mau banget,"


"Tapi aku tidak tahu cara mengajarkannya, hanya saja setahuku ada beberapa lelaku yang harus dijalani untuk mendapatkan ilmu ini, dan aku minta kamu tidak menggunakan ilmu ini untuk melakukan kejahatan terutama mencuri apalagi mencuri hatiku, eeeaaa!!" jawab Umang sambil terkekeh


"Eleh, gak usah di curi juga kamu kasihkan dengan ikhlas, ngaku deh!" godaku membuat Umang tersipu, pipi putihnya langsung merona seketika menambah aura kecantikannya sehingga membuatku semakin terpesona olehnya.


Andai saja Umang hidup di zaman ini, dan dia bukanlah istri dari Ken Arok pasti aku bahagia bisa mendapatkan cintanya.

__ADS_1


Umang sudah merubah hari-hariku menjadi lebih berwarna, dan bahagia sejak kedatangannya hidupku tidak lagi kesepian seperti dulu, dia yang membuat aku bisa melupakan Intan, dan karena dia juga aku ingin kembali ke kota ini. entahlah apapun status hubungan kami yang jelas aku merasa bahagia bila didekatmu dan aku tidak peduli dengan apapun kata orang.


"Hey, kamu Gilang kan mahasiswa baru yang sedang bimbingan skripsi bersama pak Bayu?" tanya seorang pria menyapaku


"Iya, kau Jery kan?"


"Iya, ngomong-ngomong Aku perhatikan sepertinya kamu sedang berbicara dengan seseorang, siapa dia?" tanya Jery penasaran


"Kenalkan dia umang, temanku," aku mencoba menarik lengan Umang dan memperkenalkannya kepada Jerry, tapi sayangnya pemuda itu malah tertawa membuatku kesal.


"Jangan bercanda deh Gilang, Mana umang teman kamu itu," jawabnya membuat aku terhenyak


"Apa kamu tidak melihat seorang gadis cantik yang berdiri di sampingku?"


"Mana ada orang lain disini selain gue sama lo, jangan-jangan lo kebanyakan nonton film horor ya, makanya bisa ngobrol sama makhluk halus," Jery kemudian pergi meninggalkan aku dengan rasa penasaran


Untuk menghilangkan rasa penasanku, aku menarik salah seorang mahasiswi yang melintas didepanku untuk mengambil gambar aku dan Umang menggunakan ponselku.


"Kenapa bisa begini?" tanyaku mengacak-acak rambutku


"Itu pertanda kalau kau hampir bertemu dengan belahan jiwamu kanda, makannya Sukma ku mulai pudar, dan sekarang hanya orang-orang yang memiliki indera keenam yang bisa melihatku," jawab Umang sedih


"Kamu jangan sedih Dinda, percayalah apapun yang terjadi aku tetap menyayangimu. Dan percayalah pada takdir jika kau memang balahan jiwaku dimasa lalu, maka kita juga akan bersatu di kehidupan sekarang," aku berusaha menguatkan Umang yang mulai murung, aku tahu ia merasa sedih karena harus berpisah denganku.


Ku genggam erat jemarinya dan kuajak ia masuk kedalam kelas, toh nyatanya orang-orang tidak bisa melihat dia jadi ku putuskan mengajaknya masuk ke kelas.


Ketika memasuki kelas, ternyata kelas sudah ramai dan tidak lama setelah aku duduk, seorang lelaki berbadan tegap memasuki kelas. Aku senang karena akhirnya aku bisa bertemu dengan dosen pembimbing teknikku.


Setelah memberikan sedikit pengarahan tiba saatnya setiap mahasiswa bergantian melakukan konsultasi pribadi dengannya.

__ADS_1


Tidak menunggu lama akhirnya giliranku pun tiba. Entah kenapa ketika menatap lelaki itu, ia seperti orang yang tidak asing bagiku. Tatap matanya begitu tajam dan penuh dendam.


Aku bisa merasakan aroma kebencian, ketika aku menjabat tangannya.


"Gilang Wibisono, apakah kau murid Aki Janitra?" tiba-tiba pertanyaan itu keluar dari mulutnya


"Benar, apa bapak mengenal Aki?" aku balik bertanya


"Tentu saja, dan aku ingin menantangmu malam ini untuk berduel,"


"Akh, jangan bercanda bapak, kita baru saling kenal, dan bapak tidak punya masalah denganku begitu juga sebaliknya, jadi untuk apa kita berduel,"


"Kau sudah membuat rekan seperguruanku Gardapati terluka dan tentu saja sebagai sahabat karibnya aku perlu menuntut balas atas apa yang kau lakukan terhadap dia. Tapi tenang saja kau tidak perlu khawatir dengan skripsimu ini, karena aku adalah orang yang profesional dan aku tidak akan membawa masalah pribadi pada pekerjaanku. Jadi aku akan tetap memperlakukanmu sebagai mahasiswaku di kampus dan di luar kau tetap musuhku!" ujar Bayu Segara


"Jadi aku menantangmu berduel di tepi alas lali jiwo malam ini," imbuhnya


"Baik, aku terima tantanganmu," jawabku sembari menjabat tangannya


"Kamu kenapa?" kulihat gurat ketakutan pada diri Umang saat menatap Bayu Segara


"Kau harus hati-hati dengan laki-laki itu Kanda, dia sangat berbahaya!" jawab Umang


"Kau tidak perlu takut Dinda, karena seberapapun besar ilmu Kanuragan seseorang pasti ada kelemahannya, dan hidup mati seseorang itu sudah ditakdirkan Gusti Allah, jadi jangan takut,"


"Tapi orang itu bukan orang sembarangan, dia adalah Akuwu Tumapel dari abad 12 yang ingin membalaskan dendamnya padamu Kanda,"


"Jika di abad 12 aku bisa mengalahkan Tunggul Ametung dengan keris Empu Gandring, maka aku juga yakin bisa mengalahkannya sekarang," jawabku penuh percaya diri


"Dulu kau bisa mengalahkannya dengan bantuan Ken Dedes Kanda, tapi sekarang Intan tidak memiliki dendam dengan Bayu Segara jadi tidak ada alasan untuk dia membantumu lagi, dan aku takut Kanda akan kalah kali ini, apalagi aku bisa melihat kalau dia itu memiliki kedigdayaan yang lebih tinggi daripada lawan-lawanmu sebelumnya,"

__ADS_1


"Kau tidak usah khawatir Dinda, aku masih punya Rangga dan Barra yang akan melindungi ku dari orang-orang jahat, so don't worry honey,"


__ADS_2