BUKAN KEN AROK

BUKAN KEN AROK
Perang berlangsung


__ADS_3

Sementara itu Rangga langsung bersemedi untuk mengikuti kemana perginya Janaka dan anak buahnya.


Janaka berhasil masuk rumah itu dengan mudah, karena rumah itu tidak terkunci.


Ia segera menggeledah setiap ruangan di bangunan itu.


Kau dimana Uma,


Janaka terus menggeledah setiap ruangan walaupun ia tidak bisa menemukan siapapun di sana.


Dasar bodoh, bisa-bisanya kau mengirim orang bodoh kemari. Kau pikir aku akan menyekap dia disini. Hanya orang yang berkekuatan supranatural tinggi yang akan bisa melihat Uma ada di rumahku.


Bayu menyeringai melihat Janaka yang sudah mulai putus asa. Ia terkejut ketika melihat seseorang yang baru memasuki rumahnya.


Bagaimana dia bisa masuk kedalam rumahku??. Cih aku sepertinya aku kedatangan tamu agung dari kerajaan Jin.


Bayu segera turun dari Balkon untuk menghampiri kedua tamunya itu.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanyanya lembut


"Ooh, maaf Pak Dosen saya masuk tanpa izin anda, maafkan atas kelancangan saya," Janaka langsung bersimpuh dan memohon ampun kepada Bayu Segara.


"Tidak apa-apa, aku tahu kau melakukan hal seperti ini pasti ada alasannya, dan pastinya alasannya sangat penting dan urgent. Karena tidak mungkin kau akan berani menggeledah rumah teman Bos mu jika tidak ada masalah yang penting bukan?" tanya Bayu Slsinis


"Benar Pak Bayu, kedatangan saya dan anak buah saya kemari karena untuk mencari Uma. Uma di culik oleh anak buah Bos Parjiman, aku sudah menggeledahnya di rumah Bos Parjiman tapi tidak ada, bahkan aku juga sudah ke markasnya yang ada di Malang hasilnya tetap nihil. Untuk itulah aku datang kemari untuk mencari ke rumahmu. Mohon maaf jika saya lancang , tapi sedikitpun aku tidak pernah mencurigai mu sebagai penculik Uma, tapi kata Bos Parjiman dia melakukan semua itu atas perintahku dan kau yang menyekap Uma disini," jawab Janaka


"CK, ck, kau benar-benar lancang Janaka," Bayu mendekati Janaka dan menepuk pundaknya


"Tapi sayangnya dugaanmu benar Janaka, orang terhormat dan berpendidikan tinggi seperti aku tidak akan melakukan hal serendah itu. Lagipula apa alasanku menculik Uma, dia bukan wanita spesial, walaupun aku tahu dia sangat cantik dan menarik. Parjiman benar-benar licik, padahal aku tahu dia yang sangat menginginkan Uma menjadi istri ke tiganya tapi tidak aku sangka dia menjadikan aku sebagai kambing hitam untuk mencapai tujuannya. Sebaiknya kau geledah juga rumah Bos mu Gardapati, karena setahuku Garda adalah sahabat Parjiman, aku yakin dia menyembunyikan Uma di dana. Karena dia tahu kau tidak akan berani untuk menggeledah rumah majikan mu bukan?" ujar Bayu menyeringai


"Ngomong-ngomong, bagaimana kau bisa memiliki anak buah seperti dia," Bayu berusaha menepuk pundak anak buah Janaka, tapi sayangnya sebuah kekuatan besar menahannya hingga tangannya tidak bisa menyentuhnya.


*Janc*k, kau ternyata menantang ku makhluk keparat!!

__ADS_1


Lawan aku jika kau memang seorang bukan seorang pengecut.


Cih, kau pikir aku takut denganmu pangeran Gondoruwo!!


Hmmm, aku tahu kau menyembunyikan Uma disini, kau menggunakan ajian Panglimunan agar orang-orang tidak bisa melihatnya. Tapi kau salah Bayu, ajian ini bukan untuk menghilangkan seseorang atau membuatnya tidak terlihat seperti yang kau kira. Ajian ini hanya menyamarkan seseorang agar tidak dikenali oleh musuhnya, tapi ingat aku bukan musuh mu jadi aku bisa melihatnya,


Kau benar-benar lancang*!!


Bayu Segara menatap lekat anak buah Janaka begitupun sebaliknya. Keduanya memang diam tapi sebenarnya mereka sedang melakukan dialog menggunakan mata batin mereka.


"Baiklah kalau begitu akan mencari Uma di kediaman Bos Garda, tapi izinkan anak buah ku untuk mencarinya di lantai dua, bolehkan Pak?" Janaka


"Tentu saja, aku akan mengizinkannya," jawab Bayu dengan senyuman sinisnya


Janaka kemudian keluar dari rumah itu, dan melaporkan semuanya kepada Rangga dan aku.


"Aku sudah menggeledahnya, tapi dia tidak ada di sana. Bahkan ia bilang jika kemungkinan Parjiman menyekap Uma di rumah Bos Garda, karena ia tahu aku tidak akan berani untuk menggeledah rumah itu," ujar Janaka


"Berarti kita harus segera mengecek ke rumah Gardapati juga Ran," aku langsung bersiap-siap untuk pergi bersama Janaka, namun Rangga menahannya.


"Baik,"


"Aku akan membantunya untuk mengalahkan Bayu segenap jiwaku,"


"Ok Ran, selamat berjuang!!" aku berusaha menyemangatinya ketika ia sudah mulai duduk bersila dan memusatkan konsentrasinya.


Sementara itu di dalam rumah Bayu Segara, tampak dua orang lelaki yang sedang beradu kekuatan dalam diam.


*Braakkk!!


Keduanya terpental menjauh setelah tenaga dalam mereka saling beradu.


*Bawa dia keluar Barra, pancing agar bisa mengeluarkan ajian saktinya. Kau tidak usah melawan tapi hanya perlu menghindar,

__ADS_1


Baik Ran*,


Barra segera bergegas keluar mendekati pohon bambu kuning, ia tahu jika Bayu meletakan pagar gaibnya di sana.


*Pancing dia!!


Hmmm, baiklah aku akan memancingnya*,


Barra kemudian mengeluarkan keris sakti dari tubuhnya dan membuat Bayu mengernyitkan keningnya.


"Begitu putus asanya kah dirimu, karena semua serangan mu tidak bisa menyentuh ku sehingga kau harus mengeluarkan keris sakti peninggalan leluhur mu," ledek Bayu


"Aku tahu kau bukan tandingan ku Bayu, tapi kau tidak akan bisa lolos dari keris sakti ku ini!!" Barra sengaja menggerakkan keris itu seolah-olah akan menyerang Bayu dengan keris itu


Keris itu mendadak memancarkan cahaya yang menyilaukan penglihatan Bayu hingga laki-laki itu terpaksa menutup matanya.


"Kau pikir bisa mengalahkan aku dengan keris sakti itu, kau salah Pangeran!!" Bayu segera mengembangkan tangannya dan kemudian menggerakkannya dengan cepat.


Ia menggerakkan tangannya dengan cepat dan kehidupan menelungkupkanya sembari menarik nafas dalam-dalam.


Hawa panas menjalar cepat. Pusaran angin tercipta dari sekeliling tubuh Bayu Segara membuat tubuh Barra kehilangan kendali karena hampir tersapu angin put*ng beliung yang kini ada didepannya dan siap menggulungnya.


"Ajian serat Jiwa!!" pekik Barra


*Kau benar Barra, sekarang kau harus menghindarinya arahkan angin put*Ng beliung itu ke pohon bambu kuning dan kau harus menyingkir dari sana jika kau masih ingin melihat gadis cantik lagi,


Anj*r!!, bagaimana bisa kau bercanda disaat aku sedang berada di ujung tanduk begini. Kau tahu aku bisa mati jika terkena ajian sakti ini!!


Tidak Mungkin Bar-bar, kau tidak akan mati, paling anak buah Jak yang akan mati. Kau ini mahluk gaib paling seksi jadi tidak akan mati hanya dengan ajian serat Jiwa , so bersiaplah serangan sudah datang*!!


Bagai badai yang berputar-putar, angin put*Ng beliung melesat menyerang Barra, semua pepohonan langsung tumbang seketika tersedot masuk dalam pusaranya.


Sekarang saatnya Bar!!!

__ADS_1


Barra melesatkan kerisnya ke angkasa dan menarik tubuhnya ketika angin ****** beliung itu menggulungnya.


Gelombang Dahsyat tercipta ketika kekuatan keris sakti Barra beradu dengan dahsyatnya ajian serat Jiwa membuat bumi bergetar, bahkan semua yang ada di luar bangunan itu bisa merasakan goncangan kedahsyatannya.


__ADS_2