
Reyhan melihat punggung Nadira yang membelakangi nya,ia mengerti mungkin Nadira canggung karena ia tidur di samping nya,namun Reyhan tetap tidur di samping nya,ia ingin Nadira nanti terbiasa dengan hal itu.
Suasana hening terasa di kamar tersebut, walaupun sebenarnya keduanya belum tertidur namun sepertinya mereka enggan untuk hanya sekedar mengobrol,namun berbeda dengan Reyhan,ia sepertinya ingin sekali mengobrol dengan istri nya itu.
("Aku selalu mengharapkan saat ini,saat aku bisa tidur di samping mu,dan bila nanti esok pagi,wajahmu lah yang pertama kali aku lihat saat aku bangun dari tidur ku.") batin Reyhan.
"Ra,aku tak tau kau sudah tidur atau belum,namun aku hanya ingin mengungkapkan perasaan ku saat ini, jujur saja pertama kali aku bertemu denganmu,aku sudah menaruh hati padamu,dan ternyata Allah begitu baik sehingga ia merencanakan hal diluar dugaan ku,kini aku sudah menikah dengan mu, seseorang yang membuat ku jatuh cinta untuk pertama kalinya." gumam Reyhan, sambil melihat punggung Nadira.
Reyhan tampak nya hanya ingin berkata jujur,ia sudah tak ingin lagi menyembunyikan perasaan nya, walaupun ia tak tau Nadira mendengar nya atau tidak.
("Duh,Reyhan kok ngomong nya gitu sih,tapi kenapa aku merasa bahagia,saat Reyhan mengatakan nya,eemm sebenarnya apa yang aku rasakan,mana mungkin aku jatuh cinta juga padanya secepat ini, sedangkan aku juga mencintai Arfan.") batin Nadira.
"Nadira,aku mencintaimu." ucap Reyhan lembut.
Deg
Jantung Nadira terasa mau copot,saat Reyhan dengan lembut nya berkata kalau ia mencintai nya,entah kenapa Nadira merasa kan perasaan yang berbeda saat Reyhan mengungkapkan perasaan nya.
Nadira awalnya enggan menjawabnya,ia pura pura tertidur,namun di saat yang menegangkan itu, hidung Nadira malah teras gatal, seperti nya ia ingin bersin.
"Haaaacis." Nadira bersin saat suasana sedang tegang.
"Jadi kau belum tidur,hmm kenapa kau tak bilang,sini!" Reyhan membalikkan tubuh Nadira menjadi menghadap ke arah nya.
Mata mereka saling bertemu, Reyhan tersenyum melihat Nadira yang seperti nya terkejut dengan apa yang di lakukan Reyhan, apalagi saat ini Reyhan memeluk nya.
"Kenapa?" Reyhan mencolek hidung Nadira.
"A-aku." Nadira sangat gugup.
"Tak usah menjawab apapun, aku hanya ingin mengungkapkan nya saja,kau tidak perlu menjawab jika itu hanya akan membuat hati ku terluka." ucap Reyhan,ia tahu kalau Nadira belum mencintai nya.
Reyhan sangat sadar kalau Nadira mempunyai pacar yang ia cintai,ia pun tak mau memaksa Nadira untuk balik mencintai nya,namun ia hanya akan berusaha mendapatkan cinta istri nya itu,dengan caranya sendiri,cara yang menurut nya baik dan tidak tanpa paksaan.
"Tidur lah,aku tau kau tak nyaman dengan keberadaan ku.!" ucap Reyhan yang langsung turun dari tempat tidur,ia berjalan ke arah kursi,dan merebahkan tubuhnya di sana.
Reyhan sengaja melakukan itu, supaya Nadira bisa tertidur dengan tenang,ia tak mau egois, karena ia pun mengerti mereka baru saja saling mengenal,jadi butuh waktu untuk sekedar mengenal lebih jauh.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
Pagi Hari
Nadira baru saja bangun dari tidurnya,ia melihat ke arah sofa,dimana semalam Reyhan tidur di sana,namun ternyata, Nadira tidak melihat Reyhan di sana.
"Apa dia sudah pulang yah?" gumam Nadira.
Nadira pun bangkit dan mulai bersiap siap untuk sekolah,hari ini Nadira tampak merasa bahagia, entah lah namun sejak semalam Reyhan mengungkapkan perasaan nya, sampai sampai itu terbawa ke alam mimpi.
Di sana sudah ada Nadin dan juga Surya yang sedang sarapan. "Kamu sudah siap nak?" tanya Nadin saat melihat Nadira datang.
"I-iyah mah." ucap Nadira sedikit gugup.
"Eemm tadi subuh papa lihat Reyhan sholat di mushola kita mah,apa semalam dia menginap di sini?" Tanya Surya.
"Iyah pah,semalam itu hujan deras,jadi Reyhan nginap." jawab Nadin.
"Oh Baguslah,tadi subuh papa juga baru bisa pulang,papa sengaja tidur di kantor karena hujan deras,dan kebetulan Reyhan pamit untuk pulang tadi." ucap Surya.
"Mama kira tadi Reyhan masih tidur, ternyata sudah pulang,pantas saja mama nggak lihat." ucap Nadin.
"Iyah,tadi Reyhan juga sempet bilang, katanya mau pamit sama mama nggak enak soalnya mama pasti masih tidur,dia tau kalau mama lagi datang bulan jadi nggak mungkin bangun subuh." ucap Surya.
"Hmm memang yah,anak itu sangat perhatian,mama seneng banget pah,punya menantu seperti Reyhan, apalagi saat kemarin Maghrib,mama ngeliat Reyhan sholat berjamaah bersama Nadira, perasaan mama sangat adem melihat nya, Reyhan benar benar lelaki yang Soleh." Nadin sangat bangga pada Reyhan.
__ADS_1
("Semuanya pada suka sama Reyhan,bahkan mama dan papa terang terangan memuji Reyhan di depan ku.") batin Nadira.
"Eemm aku berangkat sekolah dulu mah,pah," Nadira berdiri.
"Loh,kok sarapan nya nggak di habiskan." ucap Nadin.
"Kenyang mah,suka mules kalau sarapan banyak banyak." ucap Nadira.
"Ya sudah,kamu berangkat sama Reyhan lagi kan?" tanya Nadin.
"Iyah mah,nanti Dira ke rumah Reyhan dulu." ucap Nadira.
"Baiklah,hati hati yah nak." ucap Nadin.
"Iyah mah,pah." Nadira pun mencium tangan papa dan mamanya setelah itu,ia berjalan menuju mobilnya.
Saat Nadira baru saja ingin masuk ke dalam mobilnya, terlihat Reyhan datang dan senyum ke arah nya,ia pun langsung menghampiri nya.
("Duh kenapa jadi deg degan gini yah,kenapa dia pake senyum senyum begitu sih,kan aku jadi grogi gini.") batin Nadira,ia memalingkan pandangannya.
"Udah siap?" tanya Reyhan sambil tersenyum.
"I-iyah." jawab Nadira.
"Biar aku saja yang bawa mobilnya,sini kuncinya!" Reyhan mengulurkan tangannya, Nadira pun memberikan kunci nya.
Setelah itu Nadira naik ke dalam mobil,di ikuti dengan Reyhan yang dari tadi hanya senyum senyum sendiri melihat Nadira yang terlihat gugup.
Di dalam mobil, Nadira hanya pokus melihat ke arah luar lewat jendela mobil nya, sedangkan Reyhan beberapa kali curi pandang ke arah Nadira.
"Ekhem." Reyhan pura pura batuk. "Maaf tadi pagi aku nggak pamit dulu,soalnya aku nggak tega bangunin kamu,kamu tidur nya lagi pules soalnya." ucap Reyhan memulai pembicaraan.
"Iyah." jawab Nadira singkat.
"Eemm kamu udah sarapan?" tanya Reyhan.
"Udah." lagi lagi Nadira menjawab dengan singkat.
__ADS_1
("Nadira masih gugup, apa karena semalam yah,tapi nggak papa lah,toh kita juga sudah menikah,jadi sepertinya wajar saja kalau aku hanya memeluk nya seperti itu.") batin Reyhan.