
"Iyah,dari dulu juga kalau memang papa tau kamu suka seafood pasti papa beliin,tapi kan waktu itu kamu selalu nggak pernah makan kalau papa beli." ucap Dani.
"Mulai sekarang,Sarah suka pah,hehehe." Sarah terkekeh.
"Dasar,anak papa ini memang agak aneh sekarang." Dani mencolek hidung Sarah. "Apa mama kamu pulang kemarin?" tanya Dani tiba tiba.
Sarah terdiam sejenak mendengar pertanyaan papanya.
"Iyah pah,tapi sudah berangkat lagi,bahkan mama nggak ada perhatian nya, padahal waktu mama pulang,aku lagi nggak enak badan." ucap Sarah.
"Mama mu memang tak pernah berubah,tapi sekarang kamu udah nggak apa-apa kan,apa mau papa bawa ke dokter?" tanya Dani.
"Nggak usah pah,Sarah udah nggak apa-apa kok." ucap nya.
"Syukurlah,eemm bagaimana dengan sekolah mu,tiga bulan lagi,kamu lulus kan?" tanya Dani.
("Papa pasti kecewa banget kalau tau kalau aku hamil,aku harus bagaimana,aku juga nggak mungkin bilang sama papa sekarang,tapi juga aku nggak bisa gugurkan anak ini,aku nggak berani,aku harus menyembunyikan kehamilan ku sampai aku lulus sekolah.") batin Sarah.
"Kenapa melamun?" tanya Dani sedikit heran.
"Eh Iyah pah, sebentar lagi Sarah lulus kok." Sarah pura pura tersenyum.
"Ya sudah,kamu lanjutkan makanya,papa mau mau mandi dulu, setelah itu mau istirahat,kamu juga langsung tidur yah,besok kan harus sekolah." ucap Dani,ia langsung berdiri.
"Iyah pah,good night." ucap Sarah.
"Good night juga sayang." Dani tersenyum,ia pun langsung berjalan menuju kamar nya.
Sarah memperhatikan punggung papa nya yang sedang berjalan ke arah kamar nya. "Maafin aku pah,sudah membuat papa kecewa." gumam Sarah.
***
Sementara di tempat lain,Arfan yang pikirkan nya sedang kacau karena Sarah,kini ia pun sedang berada di klub malam,ia berniat untuk menghibur dirinya yang dari masalah yang sedang ia hadapi.
Terlihat Arfan sedang meneguk minuman dari gelas kecil, tampak nya ia sangat menikmatinya sampai sampai ia terus meminum nya sampai ia puas.
__ADS_1
"Hai bro,tumben loe nongkrong lagi kesini,udah lama banget loe ngga kesini?" tanya Aldi, sahabatnya.
"Gue lagi pusing, makanya kesini." jawab Arfan.
"Kenapa, masalah cewek lagi?" tanya Aldi.
"Gitu lah, cewek emang bikin gue pusing." ucap Arfan.
"Biasanya kalau loe pusing sama cewek,yah obatnya cewek lagi,loe mau gue kenalin gak sama cewek baru,dia cantik,masih muda, lumayan lah buat temenin loe semalaman." ucap Aldi.
"Boleh lah,di mana dia?" tanya Arfan.
"Sebentar yah,gue Panggil dia kesini!" Aldi pun langsung pergi memanggil wanita yang ia sebut tadi.
Beberapa saat kemudian,Aldi pun datang membawa wanita yang ia katakan tadi,namun begitu terkejut nya Arfan ketika ia mengetahui kalau wanita yang di bawa oleh Aldi adalah, seseorang yang cukup ia kenal,ia tak menyangka wanita itu, bekerja di sana sebagai wanita malam.
Begitu pun dengan wanita tersebut,ia tak kalah terkejutnya dengan Arfan,saat melihat Arfan ia pun langsung membalikkan tubuhnya,ia tak mau Arfan tau, walaupun Arfan sudah melihatnya terlebih dahulu.
"Kau mau kemana?" tanya Aldi,saat wanita tersebut membalikkan tubuhnya.
"Tapi kau belum bertemu dengan sahabat ku,dia mau bertemu dengan mu." ucap Aldi.
"Ta-tapi." wanita itu terlihat gugup.
"Ayo!" Aldi pun menarik tangan wanita tersebut.
"Ini Ciara, wanita yang mau gue kenalin." ucap Aldi.
("Hah Ciara? apa gue nggak salah dengar,bukankah namanya Desi,dia temen nya Dira kan.") batin Arfan.
Yah wanita itu adalah Desi, sahabat baik Nadira,ia sengaja memakai nama samaran,agar ia lebih nyaman bekerja di sana.
Desi baru beberapa bulan ini bekerja di sana,ia pun terpaksa melakukan itu,karena ia butuh cukup biaya untuk adiknya yang sedang mengidap penyakit,ia harus mengeluarkan banyak uang untuk kesembuhan adiknya, sehingga ia tak ada pilihan lain,selain bekerja seperti itu, yang menurut nya paling gampang saat ini.
"Gue udah kenal dia, sekarang gue boleh bawa dia?" ucap Arfan.
__ADS_1
"Boleh, silahkan bersenang senang bro." ucap Aldi sambil tersenyum.
"Ikut gue." Arfan menarik tangan Desi.
Arfan membawa Desi ke dalam mobilnya,kini saat di dalam mobil, keduanya tampak terdiam, mereka bingung harus berkata apa.
"Kenapa kamu bekerja seperti ini, bukannya kamu masih sekolah?" tanya Arfan.
"Aku yang seharusnya tanya,ngapain kamu di tempat seperti ini, bukankah kamu sudah punya Dira,apa selama ini kamu menghianati sahabat ku itu." ucap Desi.
"Hmmm sepertinya kita harus membuat kesepakatan." ucap Arfan.
"Maksudnya?" Desi tak mengerti dengan apa yang dikatakan Arfan.
"Jangan pernah bilang soal ini pada Nadira,dan aku pun berjanji tidak akan bilang pada siapapun kalau kamu bekerja di sini." ucap Arfan.
"Tapi aku nggak bisa,aku tak bisa membiarkan Nadira di sakiti,dia pasti sangat hancur bila tau kamu menghianati nya selama ini, apalagi kamu sering bermain dengan banyak wanita di belakangnya." ucap Desi.
"Keputusan ada di tangan mu,apa kamu mau semua orang tau tentang pekerjaan mu,kalau satu sekolah tau,aku nggak bisa apa yang akan terjadi,atau bahkan kamu bisa di keluarkan dari sekolah." Arfan tersenyum licik.
("Kenapa jadi begini,aku nggak mau kalau harus di keluarkan dari sekolah, sebentar lagi aku akan lulus,aku juga tak mau selama nya berkerja seperti ini,aku perlu ijazah kelulusan ku, untuk bisa mencari pekerjaan yang jauh lebih baik dari ini.") batin Desi.
"Bagaimana?" tanya Arfan.
"Baiklah,aku tidak akan bilang apapun sama Dira,tapi kamu janji tidak akan bilang pada siapapun!" ucap Desi.
"Bagus,itu yang aku harapkan." Arfan tersenyum licik.
("Maafkan aku Ra,aku nggak ada pilihan lain, sekolah ku dan pekerjaan ku sangat penting saat ini,aku butuh ke dua nya,tapi aku janji, suatu saat nanti aku akan jujur padamu.") batin Desi.
"Jadi,apa kau mau malam ini menemaniku,aku juga penasaran, apakah kau cukup hebat dalam bermain,kau tak perlu khawatir,aku akan membayar mu sesuai permintaan mu." Arfan tersenyum licik.
"A-aku." Desi gugup,ia sangat bingung,ia tak menyangka akan menghianati Nadira, sahabat nya sendiri.
Tanpa menunggu jawaban dari Desi,Arfan langsung menghentikan mobilnya di depan sebuah hotel,ia pun langsung memesan kamar di sana,mau tidak mau Desi pun mengikuti nya,ia tak ada pilihan lain lagi, semua yang ia lakukan demi adiknya.
__ADS_1