
Nadira sedikit terkejut karena Reyhan yang membuka pintu nya, Reyhan pun sama terkejutnya,saat melihat penampilan Nadira yang berbeda dari biasa nya, walaupun Reyhan sering melihat wanita cantik di luaran sana yang bahkan lebih seksi dari penampilan Nadira saat ini,namun entah kenapa Nadira sangat terlihat istimewa di matanya.
("Istriku memang sangat cantik,tapi sepertinya aku tidak rela jika kecantikan nya ini terlihat oleh orang lain,aku tidak bisa membiarkan Nadira tampil seperti ini di depan banyak orang,karena dia adalah milikku,aku akan merubah penampilan nya secara perlahan, walaupun mungkin aku tidak bisa langsung merubah dia secepat mungkin.") batin Reyhan.
"Siapa Rey?" tanya Ambu, yang langsung menghampiri mereka. "Eh neng Dira,kenapa nggak langsung di ajak masuk,malah di depan pintu begini?" tanya Ambu heran.
"Ini Tante,Dira mau ngasih makan dari mama buat semuanya." Dira memberikan rantang kepada Ambu.
"Atuh kebetulan sekali,kita juga lagi mau sarapan ini,ayo,kita sarapan bareng!" ucap Ambu.
"Tapi Tante." ucap Nadira ragu.
"Ayo,jarang jarang kan,kita makan bareng." ucap Ambu.
"Ayo,masuk." ucap Reyhan gugup,ia menggeser posisi nya, agar Nadira bisa lewat.
"I-iyah." Nadira pun langsung mengikuti Ambu,masuk ke dalam, setelah itu Reyhan pun mengikuti nya dari belakang.
"Ayo neng duduk!" ucap Ambu,yang membawa Nadira ke meja makan,Ambu pun langsung mengambil piring untuk memindah kan makanan yang di bawa oleh Nadira.
Nadira pun langsung duduk di samping Reyhan yang terlihat masih memandangi Nadira.
"Eh ada neng Dira." ucap Abah yang baru saja datang ke meja makan.
"Iyah bah,neng Dira bawa makanan,ya udah,Ambu ajak aja sekalian dia sarapan bareng di sini." ucap Ambu yang sedang memindahkan makanan ke piring.
"Ya Iyah atuh, harusnya tuh memang begini,kita makan bersama seperti ini." ucap Abah, yang terlihat sangat senang.
"Eh Iyah,Ambu sampai lupa,itu temen kamu panggil suruh kesini,kita sarapan bareng,eh tapi biar Ambu aja yang Panggil kamu di sini aja,ada si neng Dira soalnya." ucap Ambu yang menyimpan makanan di atas meja, setelah itu,ia langsung berjalan menuju kamar tamu.
__ADS_1
("Temen Reyhan,siapa yah? pantas saja tadi di depan ada mobil,tapi aku sepertinya sering melihat mobil itu di sekolah,tapi mobil siapa yah.") batin Nadira.
Reyhan menatap Nadira yang sepertinya kebingungan,ia pun bingung harus menjelaskan nya.
("Semoga saja Dira nggak berpikir macam-macam ada Sarah di sini,nanti aku akan menjelaskan nya.") batin Reyhan.
Saat Sarah datang bersama Ambu, Nadira tampak sangat terkejut,karena ternyata dugaan nya benar,bahwa mobil di depan adalah mobil nya Sarah,teman satu kelasnya Arfan.
"Sarah..." ucap Nadira pelan.
("Ngapain Sarah bisa ada di sini, sepertinya dia juga menginap di rumah Reyhan, sebenarnya apa yang terjadi,kok aku nggak tau kalau Reyhan berteman baik dengan Sarah, kenapa Sarah bisa menginap di sini, walaupun memang kita tidak tinggal serumah,tapi Reyhan harusnya tau kan kalau kita udah menikah,tapi kenapa dia mengizinkan wanita lain, tinggal satu rumah dengan nya.") batin Nadira.
"Nanti,aku akan jelasin,kenapa dia bisa ada di sini." ucap Reyhan sedikit berbisik, Reyhan tau, Nadira pasti sangat terkejut dan juga bingung dengan kehadiran Sarah di rumah nya.
"Ayo neng,duduk di sini!" ucap Ambu, mempersilakan Sarah untuk duduk.
"I-iyah." ucap Sarah,ia langsung melihat ke arah Nadira.
Tapi sepertinya Nadira sudah tidak bisa menahan rasa penasaran nya. "Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Sarah.
"A-Aku." ucap Sarah gugup.
"Eemm lebih baik kita sarapan dulu,biar nanti kita mengobrol nya setelah makan yah." ucap Reyhan.
"Sepertinya aku lupa,mama menyuruh ku untuk pulang cepat tadi,aku permisi dulu." ucap Nadira yang langsung berdiri, kemudian ia pergi dari tempat tersebut.
"Sebentar yah,aku lupa ada yang mau aku bicarakan sama Dira." Reyhan pun langsung mengejar Nadira yang sudah berjalan ke luar rumah nya.
Sarah tampaknya sangat heran melihat tingkah Nadira yang tiba-tiba langsung pulang saat ia datang.
__ADS_1
("Kenapa yah,kok aku merasa ada yang aneh,tidak mungkin kan kalau Dira cemburu, mereka kan sepupuan, mungkin memang Nadira lupa saja tadi,aku tidak boleh berpikiran jauh.") batin Sarah.
Suasana pun jadi tegang,Ambu dan Abah jelas tau, Nadira pasti merasa cemburu karena ada wanita lain di rumah ini, mereka pun sudah memprediksi nya,namun mereka hanya berharap, Reyhan bisa menjelaskannya,ia yakin Nadira akan mengerti jika tau apa yang terjadi pada Sarah semalam.
Sementara di luar, Reyhan yang berlari pun langsung menarik tangan Nadira. "Tunggu!" ucap Reyhan.
"Lepaskan!" Nadira menghempas kan tangannya.
Entah kenapa ia merasa tidak suka dengan kehadiran Sarah di rumah Reyhan,hatinya merasa sakit saat Reyhan memasukkan wanita lain ke dalam rumah nya, apalagi sampai menginap.
"Kamu cemburu?" tanya Reyhan dengan sedikit menggoda Nadira.
Nadira terkejut dengan perkataan suaminya. "Ka-kata siapa,jangan sembarangan,aku tidak cemburu." ucap Nadira gugup.
"Terus kenapa langsung pergi?" tanya Reyhan.
("Duh,kenapa juga aku pergi sih,apa benar aku cemburu,tapi mana mungkin,jelas jelas aku tidak mencintai Reyhan,tidak mu bikin kan kalau aku cemburu.") batin Nadira.
"A-aku kan sudah bilang,kalau tadi aku lupa,mama menyuruh ku untuk pulang cepat." ucap Nadira masih gugup.
"Aku tidak butuh alasan,tapi izinkan aku untuk menjelaskan semua nya padamu." ucap Reyhan.
"Tidak ada yang perlu kau jelaskan,lagian itu bukan urusan ku,mau kau bawa siapa saja ke rumah mu itu hak mu,bukan urusan ku,aku pulang dulu." ucap Nadira yang langsung melangkah.
"Jika kamu tidak mau mendengarkan penjelasan ku, berarti memang kamu cemburu." ucap Reyhan tiba-tiba.
Nadira pun menghentikan langkahnya mendengar perkataan Reyhan.
"Ikut aku sebentar,aku akan menjelaskan nya,tapi tidak di sini." ucap Reyhan.
__ADS_1
Mau tidak mau, Nadira pun mengikuti Reyhan karena ia tak mau kalau Reyhan berpikiran kalau ia cemburu,saat di dalam Reyhan pun langsung membawa Nadira ke kamar nya,setelah ia masuk ia pun menutup pintu nya kembali.
Namun pada saat lewat tadi,Sarah melihat Reyhan dan Nadira masuk ke dalam kamar, membuat nya semakin penasaran, sebenarnya ada apa Antara mereka berdua,namun Sarah mencoba untuk berpikir positif,karena wajar saja,jika sepupu nya Reyhan masuk ke dalam kamar nya.