
"Oh tadi om Surya ke sini?" tanya Arfan.
"Iyah,emang kamu teh nggak lihat, kayaknya sih tadi om Surya sama mama nya Reyhan,soalnya tadi bukan Tante Nadin." ucap Susi.
"Enggak, kayaknya gue belum datang kali yah" ucap Arfan.
"Bisa jadi, soalnya mereka datang pagi." ucap Susi yang kembali lagi melihat ke arah Reyhan.
Arfan pun hanya geleng-geleng melihat Susi yang sepertinya terpesona dengan Reyhan.
"Sus,saya mau ke sana dulu yah!" ucap Arfan menunjuk ke arah Reyhan.
"Susi ikut atuh." Susi ikut berdiri ketika Arfan akan pergi dari tempat duduknya.
Arfan menghampiri Reyhan,ia sangat penasaran dengannya,ia ingin sedikit mengenal sepupu pacar nya itu.
Saat Arfan datang, semua cewek yang berkerumun itu satu persatu mundur,dulu Arfan juga termasuk cowok yang di idolakan oleh para murid cewek,namun setelah semuanya tau kalau ia dan Nadira pacaran,Arfan sudah tak banyak yang mengidolakan nya lagi,kecuali ada satu yang selalu mengejar ngejar nya sampai sekarang,namun Arfan selalu menghindari nya.
Wanita itu bernama Sarah,salah seorang anak dari pemilik sekolahan tersebut,namun ia selalu membuat keributan di sekolah tersebut karena terlalu menggunakan kekuasaannya.
"Hai, kenalkan gue Arfan!" Arfan mengulurkan tangannya.
"Reyhan." ia membalas uluran tangan Arfan.
"Selamat datang di sekolah ini yah,gue denger loe sepupu nya Dira,pacar gue." Arfan tersenyum.
("Baru jadi pacar nya aja udah sombong,kenalin nih suaminya.") batin Reyhan.
"Iyah,eemm kayaknya saya mau ke kelas dulu yah,ayo Ci,kita ke kelas!." ucap Reyhan mengajak Suci.
"Oke silahkan." Arfan menyungging kan senyum nya.
Reyhan meninggalkan Arfan yang masih mematung di tempatnya,saat Arfan masih berdiri di sana tiba-tiba seseorang datang.
"Hai,ada apa sih tadi rame rame di sini?" tanya Sarah,ia memegang pundak Arfan.
"Ada murid baru di kelas sebelah." Ucap Arfan dingin.
"Oh,eemm temenin gue makan yuk!" Sarah menyenderkan kepalanya di bahu Arfan.
"Jangan bersikap seperti ini,gue gak suka,kalau pacar gue lihat gimana,gue gak mau yah dia mikir macam macam." ucap Arfan menghindari Sarah, Arfan pergi dari tempat tersebut.
"Ih nyebelin banget sih." Sarah menghentakkan kakinya.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
"Eh mau kemana? aku baru aja mau nyamperin kamu lagi ke kantin?" Nadira berpapasan dengan Arfan saat keluar dari toilet.
"Aku mau ke kelas,bentar lagi bel masuk." ucap Arfan.
"Oh ya udah,eemm Susi mana?" tanya Nadira.
"Tadi ikut ke kelas bareng sama sepupu kamu itu." ucap Arfan.
"Oh I-iyah." Nadira sedikit gugup.
"Ya udah aku masuk dulu yah,sampe ketemu nanti, pulang sekolah." Arfan tersenyum, setelah itu pergi dari sana.
"Ya udah,kita juga masuk kelas yuk!" ucap Desi.
"Ya udah ayok." Nadira pun ke kelas bersama Desi.
"Awas,gue mau duduk!." Nadira mengusir salah satu temannya yang menduduki bangku nya.
"Iyah Iyah bentar,ganggu Susi lagi mendekati calon imam aja kamu teh." ucap Susi sedikit kesal dengan sahabat nya itu.
Tet...tet...tet...
Saat mendengar suara bel, semua yang berkerumun pun membubarkan diri, mereka duduk di bangku nya masing-masing.
"Nah denger kan,itu suara bel bunyi, cepetan pindah ke bangku loe!" ucap Nadira.
"Iyah." Susi pun kembali dudu di bangku nya.
Saat Nadira duduk di bangkunya, Reyhan tersenyum ke arahnya, Sedang kan Nadira melirik nya Sebentar setelah itu kembali fokus memandang ke depan.
"Rey,kamu nggak cape apa ngobrol sama cewek cewek itu?." tanya Suci yang menyaksikan Reyhan mengobrol dengan beberapa Siswi lain.
"Mau gimana lagi,kalau nggak di jawab,nanti di bilang sombong." ucap Reyhan membalikkan tubuhnya ke arah Suci yang tadinya sedang memperhatikan Nadira.
"Tapi kalau kamu emang pusing,kamu ngomong seperlunya aja." ucap Suci.
"Siap." Reyhan tersenyum.
__ADS_1
Tak lama kemudian,Guru mata pelajaran seni budaya dan keterampilan pun masuk ke dalam kelas.
"Siang anak anak?" ucap Bu Puri.
"Siang Bu." jawab murid dengan serentak.
"Hari ini kita akan menggambar,ibu mau kalian menggambar sesuatu yang terlintas di benak kalian saat ini,jadi kalian bebas menggambar apa pun." ucap bu Puri.
"Bu,kalau yang terlintas di benak saya calon masa depan saya bagaimana?" ucap Desi membuat teman-teman nya heboh.
"Huuuuuuuh." teman teman nya menyoraki nya.
"Sudah sudah,boleh Desi, menggambar apa aja yang penting gambar yang kalian lukis memiliki makna tersendiri,jika ada lukisan terbaik di kelas ini,ibu akan sertakan untuk ikut dalam lomba melukis, silahkan,di mulai sekarang." Ucap Bu Puri.
Semua murid langsung mengeluarkan buku gambar mereka,namun sepertinya Reyhan tidak membawa nya, karena ia belum tahu jadwal pelajaran di kelasnya.
Melihat Reyhan yang sepertinya kebingungan,Suci memanggil nya dengan suara pelan.
"Rey,kamu kenapa?" tanya Suci.
"Aku nggak bawa buku gambar." ucap Rehan pelan.
"Eemm gimana yah, bentar." Suci melempar kan kertas ke arah Nadira.
"Apa?" ucap Dira heran melihat ke arah Suci.
"Sepupu kamu,nggak bawa buku gambar." ucap Suci.
Mendengar perkataan Suci, Nadira pun mengambil buku gambar satu nya lagi, sebenarnya ia sengaja membawa nya karena ia tahu Reyhan pasti belum tau jadwal pelajaran di kelasnya,namun ia gengsi kalau harus memberikan langsung tanpa di pinta nya.
"Pake ini." ucap Nadira datar,ia menyimpan buku gambar di meja Reyhan.
"Makasih." Reyhan tersenyum.
Namun Nadira tak menjawab nya lagi,ia kembali fokus pada buku gambar nya.
Reyhan mulai menggambar,ia menggambar seorang gadis cantik yang menggunakan hijab sedang memegang sebuah Bunga sambil tersenyum.
("Aku berharap suatu saat nanti kamu akan mengenakan hijab Ra,aku melukis wajahmu karena hanya kamu yang terlintas di benak ku,tak ada yang lain dalam pikiran ku saat ini.") batin Reyhan.
Gambar wajah yang di gambar Reyhan sangat mirip dengan wajah Nadira namun versi hijab, Reyhan memang pandai sekali melukis, karena di sekolah Sebelum nya,ia mengikuti ekstrakurikuler melukis.
Saat semuanya sudah selesai mengerjakan tugas dari Bu Puri, semuanya langsung mengumpulkan nya, untuk di nilai oleh guru mereka.
"Eemm ini gambarnya siapa? tidak ada namanya." Bu Puri memperlihatkan lukisan milik Reyhan.
"Saya Bu." Reyhan mengacungkan tangan nya.
__ADS_1
"Eemm kamu murid baru itu yah, sepertinya kamu mahir dalam melukis,oke anak anak coba lihat gambar ini,ini adalah ilustrasi gambar yang menarik, gambar nya terlihat hidup dan menggunakan skill yang baik dalam memadukan setiap bagian nya." Bu Puri memperlihatkan gambar milik Reyhan sambil berdiri.