Bukan Pacar Rahasia

Bukan Pacar Rahasia
23.Melindungimu


__ADS_3

Bu Neni pun memantau dari kejauhan,ia ingin tahu siapa saja yang di nilai nya bagus sebagai petugas marketing, karena ini adalah bagian dari cara pembelajaran untuk mereka ke depannya.


"Duh panas banget yah,nanti Susi teh jadi item kalau gini." Susi menutupi wajahnya dengan brosur yang ia pegang.


"Susi,kasih atuh itu brosur nya sama orang yang lewat,kamu mah malah di jadikan kipas seperti itu." ucap Desi kesal dengan sahabat nya ini.


"Kamu teh nggak tau ini teh panas banget,nanti gimana kalau Susi teh jadi item." ucap Susi ngegas.


"Yeh malah marah marah begitu,aku cuma kasih tau doang, nanti kamu di marahin sama Bu Neni,tuh lihat dia teh ngelihatin kesini dari tadi." Ucap Desi.


"Mana?, Oh Iyah,ya udah atuh Susi teh takut di skors." ucap Susi yang langsung heboh sendiri mencari seseorang yang akan diberi nya brosur tersebut.


Sementara Reyhan,dia kasihan melihat Nadira yang kepanasan,ia pun mengangkat tangannya untuk melindungi wajah Nadira dari sinar matahari.


"Kamu ngapain?" tanya Nadira panik.


"Jagain kamu." Reyhan tersenyum.


"Aku malu di lihatin orang,apa kamu nggak lihat Bu Neni juga ngelihatin ke arah sini." ucap Nadira.


"Nggak papa,orang aku cuma gini aja,nggak macam macam, lagian brosur di tangan ku sudah habis aku bagikan,jadi nggak masalah kan." ucap Reyhan tak mau kalah debat.


"Aa Rey,Susi teh atuh mau juga di gituin,masa saudara nya terus yang di lindungi,calon istri nya juga kan mau, hehehe." ucap Susi sambil terkekeh.


"Maaf yah,tanganku cuma dua,jadi aku nggak bisa." ucap Reyhan.


"Hahaha,kasian." Desi mentertawakan Susi yang di cuekin oleh Reyhan.


"Diam kamu!" Susi merasa jengkel karena Desi mentertawakan nya.


Bu Neni pun yang memperhatikan mereka dari kejauhan, langsung menghampiri nya.


"Anak anak,bagi yang kelompok nya sudah selesai membagikan brosur sudah bisa pulang yah,hari ini cukup di sini saja,tidak ada jam pelajaran ke dua,kalian fokuskan pada acara bazar amal besok." ucap Bu Neni.


"Baik Bu." ucap para murid dengan kompak.


"Yes pulang,ayo kita ambil tas ke kelas." ucap Susi.

__ADS_1


"Eh,itu teh di tangan kamu masih ada brosur,bagiin dulu Susi,kamu mau di marahin sama Bu Neni." ucap Desi.


"Iyah Iyah bawel pisan kamu teh." Susi pun kembali membagikan brosur tersebut.


"Ayo,kita ke kelas dulu,abis itu kita pulang yah." ucap Reyhan yang langsung menurunkan tangan nya setelah tadi melindungi wajah Nadira, Nadira pun hanya mengangguk.


Semua murid langsung ke kelas untuk mengambil tas nya, Setelah itu mereka langsung pulang ke rumah nya masing masing.


"Eh Ra,kita teh boleh ikut main ke rumah kamu dong?" ucap Susi.


"Mau ngapain?" ucap Nadira.


"Yah mau main atuh,kita teh juga kan harus persen kue buat acara bazar besok." ucap Susi.


"Ya udah,ayo!" ucap Nadira.


"Tapi,kita nebeng mobil kamu yah, soalnya orang tua aku sama Susi nggak jemput hari ini." ucap Desi.


"Iya Iyah,ayo,naik di belakang yah." ucap Nadira.


"Nggak boleh." ucap Nadira yang langsung masuk ke dalam mobil.


"Dasar pelit." gumam Susi yang kesal.


Saat di dalam mobil mereka pun mengobrol,Susi dan Desi tampak nya terpesona melihat Reyhan yang sedang menyetir, Reyhan terlihat lebih tampan saat sedang serius seperti itu.


"Aa Rey,bisa bawa mobil dari kapan?" tanya Susi.


"Baru awal taun ini aja,itu pun karena aku di suruh sama Abah waktu itu buat anterin Ambu bulak balik rumah sakit." ucap Reyhan.


"Loh,emang nya ibu nya kenapa?" tanya Susi penasaran.


"Waktu di Bandung Ambu sering sakit sakitan,karena Abah harus bolak balik Bandung Jakarta,Abah pun menyuruh aku buat belajar mobil,biar aku bisa sendiri yang anterin ambu,dan Alhamdulillah, sekarang sudah mulai lancar,dan juga karena kerjaan nya sekarang pindah di sini,jadi kita pindah ke Jakarta." ucap Reyhan menceritakan.


"Oh begitu." Susi hanya angguk angguk.


("Selain baik, Reyhan juga sangat berbakti kepada kedua orang tuanya,dia benar benar memberikan banyak contoh yang baik untuk ku,selama ini aku seperti Nye terlalu memanjakan diriku sendiri, sehingga aku menjadi seseorang yang egois.") batin Nadira.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di rumah Nadira, Reyhan pun tidak langsung pulang,ia ikut masuk ke dalam rumah Nadira terlebih dahulu.


"Rey,kenapa kamu nggak nyiapin buat acara bazar amal besok?" tanya Desi.


"Aku mau minta bantuan Ambu aja buat bikin kue nya,jadi besok aku tinggal bawa ke sekolah, lagian Ambu jago bikin kue kue pasar seperti itu." ucap Reyhan.


"Wah hebat,kalau gitu kita juga pesan saja sama Ambu kamu,gimana?" tanya Desi.


"Eemm maaf kayaknya kalau untuk membuat porsi yang banyak aku nggak bisa ngizinin, soalnya takut Ambu kecapean,itu pun paling nanti aku yang bantu bantu Ambu buat bikin kue nya." ucap Reyhan.


"Eemm kamu sweet banget sih,pasti ibu kamu bangga banget punya anak kayak kamu yang sangat perhatian." ucap Desi.


"Kan memang sudah kewajiban kita juga untuk menjaga orang tua kita,kita harus membalas kebaikan mereka karena sudah mengurus kita sampai besar seperti sekarang." ucap Reyhan sambil tersenyum.


"Eemm adem banget Susi teh denger nya,lebih adem daripada kulkas dua pintu." ucap Desi tersentuh dengan ucapan Reyhan.


"Ya udah,kalian lanjutkan saja kalau mau berdiskusi buat acara besok,aku izin pulang dulu yah." ucap Reyhan.


"Memangnya rumahnya di mana?" tanya Desi.


"Deket sini,terhalang satu rumah dari rumah ini." ucap Reyhan.


"Eemm kapan kapan kita main boleh?" tanya Desi.


"Boleh,rumahku terbuka untuk siapa pun." ucap Reyhan.


Reyhan pun langsung pergi berjalan ke arah luar,Nadira,Susi dan juga Desi melihat kepergian Reyhan.


"Hmm andaikan calon imam ku seperti dia,aku pasti sangat bahagia." ucap Desi.


"Aku juga." ucap Susi.


"Ih,kamu teh ikut ikutan aja." ucap Desi.


"Kan emang aku teh suka sama a Rey udah dari lama,jadi aku bukan ikut ikutan atuh." ucap Susi tak terima dengan ucapan Desi.


("Hmm semuanya pada memperebutkan Reyhan, padahal Reyhan sudah menikah dengan ku, bagaimana kalau mereka berdua ini tau kebenaran nya,aku gak bisa bayangin,bisa bisa mereka pada pingsan lagi.") bagi Nadira,ketika melihat dua sahabatnya nya ini memperebutkan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2