
"Mau pulang bareng?" ajak Arfan.
"Nggak usah,aku nunggu Reyhan aja." ucap Nadira.
"Ya udah,kalau gitu aku duluan yah,bye sayang!" ucap Arfan,ia mengusap kepala Nadira.
Nadira hanya menatap ke arah Arfan yang mulai berjalan menjauh darinya,dan tak lama kemudian Reyhan pun datang saat Nadira masih memperhatikan Arfan yang berjalan ke arah parkiran.
"Ekhem lagi liatin pacar nih, serius amat." Reyhan meledek Nadira saat melihat nya memperhatikan Arfan.
"Eh, apaan sih." Nadira terlihat salah tingkah ketika Reyhan meledek nya.
"Ra, aku boleh nggak ngomong serius sama kamu?" tanya Reyhan, ekspresi nya terlihat serius.
"Mau ngomong apa?" tanya Nadira penasaran.
"Nanti aja di rumah,sekarang kita pulang yah." ucap Reyhan.
"Oh ya udah." ucap Nadira.
("Reyhan mau ngomong apa sih,bikin penasaran aja,tapi kayaknya dia serius banget.") batin Nadira.
Tapi walaupun penasaran, Nadira mencoba untuk menahan nya,ia akan bersabar sampai Reyhan sendiri yang mengatakan apa yang akan ia bicarakan.
Sementara di tempat lain, terlihat Desi sedang menunggu angkutan umum di pinggir jalan, terlihat ia beberapa kali melambaikan tangannya kepada angkot yang lewat,namun sepertinya angkot yang lewat penuh, sehingga tak ada satu pun yang berhenti.
Saat ia sedang menunggu, tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti tepat di depan nya,ia tahu betul mobil siapa itu,dengan cepat ia pun langsung berjalan menghindari nya.
Namun saat ia berjalan, seorang laki laki yang ada di dalam mobil tersebut keluar dari mobilnya,kemudian menghalangi langkah Desi.
"Mau kemana cantik." ucap laki laki tersebut.
"Awas,jangan menghalangi langkah ku!" ucap Desi dingin.
"Jangan galak galak dong cantik." laki laki tersebut mencolek dagu Desi.
"Jangan ganggu aku lagi Arfan,tolong biarkan aku pergi." ucap Desi.
__ADS_1
Yah,laki laki itu Arfan,entah apa yang membuat nya menghampiri Desi,namun jelas saja Desi merasa tidak nyaman dengan kehadiran Arfan di sana.
"Kenapa sekarang kamu begitu galak sayang,bukankah tadi malam kita sudah menghabiskan waktu bersama, jujur saja aku menginginkan nya lagi,kau membuatku candu." ucap Arfan tanpa ragu.
"Stop,jangan lanjutkan ucapan mu itu,aku tak mau mendengarnya." Desi menutup kedua telinganya.
"Kenapa,bukankah kamu juga menyukainya, tenang saja aku akan memberikan bayaran lebih dari semalam,tapi kamu juga harus memberikan pelayanan lebih dari itu,hehehe." Arfan terkekeh.
"Jangan harap aku mau melayani mu lagi,aku tak mau menjadi penghianat untuk kedua kalinya." Desi menatap tajam ke arah Arfan.
"Hahaha,kau tidak usah munafik,dengan kau tak mau melayani ku lagi pun tak akan merubah semua yang sudah terjadi,tetap saja,kau sudah menjadi penghianat,jadi apa salahnya jika kita melakukan nya lagi." ucap Arfan,ia tersenyum licik.
"Aku tidak mau,awas,jangan halangi aku!" Desi langsung pergi dari tempat tersebut,ia sedikit berlari agar Arfan tak mengganggu nya lagi.
"Hmmm,dengan sikap mu seperti itu,malah membuat aku semakin penasaran,aku tak akan menyerah untuk mendapatkan mu lagi," Arfan tersenyum licik, kemudian ia masuk kembali ke dalam mobil nya.
Sementara di tempat lain, Nadira yang baru saja lewat di tempat tempat tersebut pun sekilas melihat Desi dan juga Arfan yang seperti Sedang beradu mulut,namun ia hanya melihat sekilas karena ia berada di dalam mobil.
"Sepertinya aku tidak salah lihat,tadi Desi lagi ngapain sama Arfan, sepertinya mereka sedang mengobrol serius." batin Nadira,ia sepertinya sangat penasaran.
"Ra,kamu kenapa?" Reyhan memperhatikan Nadira yang seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Maaf Ra,aku fokus menyetir,jadi tidak terlalu pokus ke jalan." jawab Reyhan.
"Oh,ya udah,mungkin aku salah lihat." ucap Nadira, walaupun sebenarnya ia yakin apa yang baru saja ia lihat.
Beberapa saat kemudian, Nadira dan juga Reyhan pun sampai di rumah. "Apa aku boleh masuk dulu,aku ingin bicara?" tanya Reyhan.
"Boleh masuk aja." jawab Nadira.
Nadira pun langsung masuk ke rumah,di ikuti oleh Reyhan di belakang nya.
"Eh kalian udah pulang,makan siang dulu gih,mama tadi udah masak, kebetulan Reyhan juga mampir,ayo!" ucap Nadin.
"Nanti aja mah,kita masih capek." ucap Nadira.
"Iyah mah,nanti aja,Reyhan mau bicara dulu sama Dira boleh?"." ucap Reyhan.
__ADS_1
"Boleh dong sayang,ya udah kalian ngobrol nya di kamar aja,mama mau siapkan dulu makanan nya yah." ucap Nadin.
"Di kamar?" ucap Nadira merasa terkejut.
"Iyah,udah sana,kamu kenapa sih Ra,kalian kan udah menikah wajar lah ngobrol di kamar,aneh banget,hehehe." Nadin terkekeh melihat ekspresi Nadira.
"I-iyah mah,a-ayo." ucap Nadira gugup saat mengajak Reyhan.
Tanpa pikir panjang, Reyhan pun langsung mengikuti Nadira yang berjalan terlebih dahulu, sampai akhirnya mereka sampai di kamar Nadira.
"Silahkan duduk." ucap Nadira, mempersilakan Reyhan duduk di sofa yang berada di kamar nya.
"Iyah, makasih." ucap Reyhan dengan santai.
"Jadi,kamu mau bicara apa?" tanya Nadira,karena ia sangat penasaran.
"Jadi gini, sekarang aku kan udah jadi suami kamu,ini aku ada sedikit uang,kemarin aku habis menjual lukisan ku, lumayanlah walaupun nggak banyak tapi aku ingin memberikan mu nafkah." ucap Reyhan,ia mengambil sebuah amplop berwarna coklat dari dalam tas nya.
Deg
Jantung Nadira berdegup kencang,baru pertama kali,ia merasakan hal yang berbeda,entah ia harus bagaimana,namun entah kenapa ia merasa terharu dengan apa yang baru saja Reyhan katakan.
"Sepertinya tidak perlu,aku ada cukup uang kok, untuk kebutuhan ku sehari hari." ucap Nadira,ia merasa tidak enak.
"Aku tau,bahkan uang sekecil ini tidak ada apa apa nya,di bandingkan uang yang selalu orang tua mu berikan,tapi aku hanya ingin bertanggung jawab sebagai suami yang harus memberikan nafkah kepada istri ku,jadi aku mohon terima ini." Reyhan memberikan amplop tersebut.
("Yaa allah,kenapa hatiku merasa bahagia saat dia mengatakan kata istriku,aku tak pernah merasa sebahagia ini, sebaiknya aku terima saja,aku tak ingin dia salah paham.") batin Nadira.
"Baiklah,aku terima." Nadira mengambil amplop tersebut.
"Terimakasih." Reyhan tersenyum manis.
"Aku yang seharusnya berterima kasih." ucap Nadira.
Saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari luar.
Tok...tok...tok...
__ADS_1
"Dira,Reyhan, makanan nya udah siap,ayo kita makan bareng!" suara Nadin terdengar dari luar.
"Iyah mah,kita keluar." ucap Nadira sedikit keras.