Bukan Pacar Rahasia

Bukan Pacar Rahasia
65.Meminta Maaf


__ADS_3

("Entah sebuah kebetulan atau bukan tentang pertemuan kita ini,tapi kenapa kau begitu bersikeras untuk melindungi ku,apa yang harus aku lakukan,jika suatu saat aku terbuai oleh perhatian mu itu?") batin Desi.


Saat Desi sedang memperhatikan nya, tiba-tiba Dani bangun dari tidurnya,ia membuka matanya perlahan,lalu menguap.


"Apakah aku menganggu tidur mu?" tanya Desi.


"Tidak,tidak sama sekali,eemm bagaimana keadaan mu?" tanya Dani sedikit gugup,ia membenarkan posisi duduknya.


"Aku sudah jauh lebih baik." ucap Desi sambil tersenyum.


Saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan tersebut, keduanya nya pun langsung melihat ke arah pintu yang terbuka.


"Kakak!" seorang anak laki-laki yang sedang memakai kursi roda menghampiri Desi dengan di bantu oleh suster di belakang nya.


"Maaf mbak Desi,saya memberitahu Adit jika mbak Desi di sini,jadi dia tadi merengek minta di antar." ucap suster yang mendorong kursi roda.


"Kakak nggak papa kan?" tanya Adit,ia terlihat sedih.


"Nggak papa sayang,kakak udah sembuh kok,eemm saya sudah boleh keluar dari ruangan ini kan sus?" tanya Desi, agar Adit tidak mengkhawatirkan nya.


"Boleh mbak, semalam mbak hanya kekurangan cairan saja,tapi sekarang,mbak Desi sudah jauh lebih baik,kalau begitu,saya bantu lepaskan infusnya,kata dokter,mbak Desi sudah boleh pulang." ucap suster tersebut.


Adit tampaknya begitu lega mendengar apa yang baru saja suster tersebut bicarakan,namun kali ini nampaknya mata Adit tertuju pada seorang laki-laki yang sedang berdiri tepat di samping kakaknya.


Adit sama sekali tidak mengenali pria itu. " Om ini siapa kak?" Adit menunjuk tangannya.


Dani dan Desi pun saling bertatapan, mereka pun bingung harus menjawab apa, Karena mereka saling mengenal pun karena kesalahan yang mereka perbuat.


"Panggil saja om Dani,dia yang bawa kakak ke rumah sakit semalam!" ucap Desi sedikit gugup.


Adit langsung memajukan kursi roda nya,dan menghampiri Dani. "Terimakasih sudah membawa kakak ke sini." ucap Dani sambil tersenyum.


Dani berjongkok agar posisi nya sejajar dengan Adit. "Sama sama sayang." Dani mengusap kepala Adit.

__ADS_1


Desi terkejut melihat Dani yang sepertinya tidak canggung saat berinteraksi dengan adiknya,ia pun terlihat sangat menyayangi Adit, walaupun ini kali pertamanya mereka bertemu.


"Sudah selesai mbak." ucap suster setelah melepas infusan.


"Terimakasih." ucap Desi sambil tersenyum.


Setelah infusan di lepas,Desi pun menyuruh suster untuk membawa Adit kembali ke ruangan rawat nya,ia pun mengatakan akan menyusul nya nanti,karena ia harus mengobrol dulu dengan Dani terlebih dahulu di ruangan tadi.


Kini,Desi dan Dani duduk di sebuah bangku yang ada di luar ruangan. "Terimakasih untuk semuanya,saya tak tau harus membalas jasa om dengan apa?" ucap Desi.


"Saya tidak membutuhkan balasan apapun dari kamu, melihat mu sudah sehat pun,itu sudah lebih dari cukup untuk membuat ku bahagia." ucap Dani.


"Saya tidak tau apa yang membuat om Dani selalu melindungi saya,tapi jika om dani menginginkan agar saya mau melakukan hal seperti malam itu lagi,saya katakan saya tidak bisa,dan saya pun sudah menjelaskan apa sebabnya." ucap Desi.


"Saya mengerti,dan saya tak akan memaksamu,saya hanya mengikuti kata hati saya,dan saya ikhlas menolong mu,eem kalau begitu saya permisi, sepertinya kamu juga harus menyusul adikmu,dia pasti sudah menunggu di ruangan nya!" Dani berdiri.


Desi hanya terdiam,ia tak membalas perkataan Dani,ia hanya memperhatikan langkah Dani yang mulai hilang dari pandangan nya saat ini.


***


"Apakah kamu sudah lebih baik?" tanya Reyhan dengan suara khas bangun tidur, sedangkan Nadira hanya mengangguk.


Reyhan bangun dari posisi tidurnya,ia melihat jam di dinding. "Aku harus pulang dulu,nggak papa kan kalau aku tinggal?" tanya Reyhan,lagi lagi Nadira hanya mengangguk.


Reyhan malah gemas dengan tingkah istri nya ini, tiba-tiba ia mencium bibir manis Nadira dan berbisik lembut di telinga Nadira. "I love you." ucap Reyhan.


Reyhan kemudian turun dari tempat tidur, sebelum keluar dari kamar,ia tersenyum ke arah Nadira terlebih dahulu, setelah itu ia langsung pergi dari tempat tersebut.


Nadira masih melongo memikirkan apa yang baru saja terjadi, kemudian ia memegang bibir nya,lalu tersenyum setelah Reyhan pergi.


("Kalau begini terus,bisa bisa aku jantungan Rey.") batin Nadira,ia memegang dadanya.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Karena hari ini libur, Nadira pun tak tau harus apa, Karena ia tak punya janji dengan siapapun, yang ada di pikiran nya saat ini hanya terus kepikiran tentang Reyhan.


Namun tiba-tiba ia teringat bahwa besok,ia akan berangkat kemping,namun ia juga teringat akan Desi ,ia merasa bersalah karena semalam ia langsung pergi begitu saja,ia pun tau jika Desi tak sepenuhnya salah dalam hal ini, justru ia begitu menghargai karena Desi sudah mau jujur padanya.


Nadira mengambil ponselnya,ia mengirim kan pesan chat kepada Desi,ia tak ingin persahabatan nya hancur hanya karena kesalahpahaman nya,ia pun meminta maaf karena semalam langsung pergi meninggalkan nya.


Tak lama kemudian,Desi pun langsung membalas,namun justru ia yang balik meminta maaf,karena ia yang sangat merasa bersalah, setelah itu mereka pun saling memaafkan lewat pesan chat yang mereka lakukan.


***


Sarah baru saja bangun dari tidurnya saat mendengar suara ketukan pintu dari luar,ia pun mengucek matanya sambil menguap.


"Siapa sih,pagi pagi begini?" Sarah langsung turun dari tempat tidur,ia berniat untuk membuka pintu kamarnya.


Namun seketika ia tersadar,bahwa ia lupa tidak menggunakan korset pelangsing untuk menyembunyikan perutnya yang sudah mulai membuncit.


Sarah sengaja selalu mengunci pintu kamar nya saat sedang tidur,karena ia tak mau orang sembarangan masuk kamar nya dalam keadaan tidak memakai korset nya.


Dengan begitu,Sarah bergegas mengambil Korset yang ada di atas bantal,kemudian ia menggunakan nya,dan langsung membuka pintu kamar nya.


"Ada apa?" tanya Sarah dingin.


"Mama mau bicara sama kamu?" tanya Sari,tumben sekali ia menemui Sarah, yang biasanya selalu cuek padanya.


"Ngomong aja,Sarah mau mandi,jangan lama lama!" jawab nya dengan kecut,ia sangat kecewa dengan ibu kandungnya itu,karena ia sudah menghianati papanya.

__ADS_1


"Semalam,mama minta maaf sama papa,dan minta untuk mempertahankan rumah tangga ini,tapi sepertinya papa sudah tidak mau lagi,dia tidak membalas pesan mama dengan satu kata pun." ucap Sari.


__ADS_2