
Di dalam mobil,Sarah terus menangis,ia tak henti hentinya meneteskan air matanya, Reyhan pun tampak bingung harus bagaimana.
"Menangis lah,jika memang itu bisa membuat mu menjadi sedikit lebih tenang!" ucap Reyhan dengan lembut,ia sangat kasihan melihat teman nya ini, walaupun mungkin mereka tidak begitu akrab, Bahkan mungkin tak pernah bertegur sapa,tapi mereka saling mengenal, walaupun tak pernah berkenalan secara langsung saat di sekolah.
Sarah hanya terdiam,ia belum bisa berkata apa apa,hatinya hancur,hanya rasa sakit yang ia rasakan saat ini,ia tak tau apa yang akan terjadi nanti padanya,namun ia sangat menyesal atas semua perbuatannya,ia menyesal telah memberikan semua hatinya bahkan seluruh cinta dan jiwa raganya nya pada Arfan.
("Duh,ini gimana yah,kalau aku bawa dia pulang ke rumah,pasti Abah sama Ambu bertanya tanya,tapi mau bagaimana lagi, sepertinya dia sangat terpukul sekarang,aku tidak bisa membiarkan nya sendiri di luar,aku pun harus bisa menjaga jarak dengan nya, karena aku sadar kalau aku sudah menikah, walaupun ia tak tau.") batin Reyhan.
Reyhan pun langsung melaju kan mobilnya menuju rumah nya, setelah ia sampai di depan rumah nya,ia pun langsung mempersilakan Sarah untuk masuk ke dalam rumah nya.
Saat mereka masuk, kebetulan,Ambu dan Abah ada di ruang tamu, mereka pun langsung berdiri melihat Reyhan membawa seorang wanita masuk ke dalam rumah nya.
"Assalamualaikum." Reyhan mencium tangan Ambu dan Abah, karena sudah menjadi kebiasaan nya,jika ia pergi atau pulang dari mana saja,ia akan melakukan hal tersebut.
"Waalaikumsallam." ucap keduanya sambil sedikit heran melihat gadis yang di bawa Reyhan.
Gadis tersebut yang terlihat cantik pun hanya menunduk,ia tak tau harus bagaimana, melihat Sarah yang sepertinya canggung, Reyhan pun langsung memperkenalkan nya.
"Kenalin ini Sarah Ambu,Abah,dia teman nya Reyhan di sekolah,eemm apa boleh jika malam ini dia menginap di sini?" tanya Reyhan.
"Rey,Abah mau bicara dulu sama kamu Sebentar!" ucap Abah.
"I-iyah bah." ucap Reyhan gugup. "Temenin Sarah dulu yah Ambu,Rey mau bicara dulu sama Abah." ucap Reyhan yang langsung mengikuti abah.
__ADS_1
"Silahkan duduk nak!" ucap Ambu kepada Sarah,Sarah pun mengangguk lalu ia duduk di sebelah Ambu.
"Ambu ambilkan minum dulu yah,kamu teh yang tenang aja di sini." ucap Ambu yang langsung berdiri.
("Sepertinya teman Reyhan ini teh lagi ada masalah,matanya sembab, sepertinya nya teh dia habis menangis kasian sekali.") batin Ambu,ia pun langsung pergi ke dapur.
Sementara di dalam ruangan kerja Abah, Reyhan yang sedang menunduk pun sedang di interogasi oleh Abah.
"Kenapa kamu teh bawa gadis lain ke rumah,kamu teh tau kan kalau kamu udah nikah sama dira,kalau Dira dan keluarga nya tau bagaimana,apa kata mereka, apalagi tadi kamu bilang dia teh mau menginap di sini,apa maksud nya?" tanya Abah tak mengerti dengan putranya ini.
"Begini bah,Reyhan tadi ketemu sama Sarah di dekat jembatan,dia teh mau bunuh diri, Reyhan tadi dia nolongin dia, makanya Reyhan bawa dia kesini,Karena dia teh nggak mau,kalau Reyhan antar dia pulang, Reyhan teh juga bingung harus bagaimana,nggak mungkin kan kalau Reyhan biarin dia sendiri." Reyhan menjelaskan.
"Apa? dia mau bunuh diri?" Abah terkejut mendengar nya.
"Iyah bah,dia kayaknya lagi ada masalah, Reyhan juga nggak tau itu apa,tapi Rey cuma niat menolong dia,tidak ada maksud lain bah,Rey juga tau jika Rey sudah menikah,dan Reyhan akan jaga jarak sama dia." ucap Reyhan.
"Iyah bah, makasih yah,Abah sudah izinkan dia menginap di sini." ucap Reyhan,Abah pun mengangguk.
Mereka pun langsung kembali lagi ke ruang tamu, sepertinya Sarah belum mau berbicara, terlihat Ambu yang baru saja datang mengambil kan minuman pin tampaknya sedikit heran melihat nya.
"Ambu,ayo,ikut Abah,kita bereskan kamar tamu untuk temannya Reyhan." ucap Abah.
"Iyah bah." ucap Ambu yang langsung mengikuti abah.
__ADS_1
Reyhan pun menghampiri Sarah,ia duduk di sofa yang ada di depannya, agar ia bisa sedikit berjarak dengan nya.
"Apa kau sudah tenang?" tanya Reyhan.
"Kenapa kau mau menolong ku, padahal walaupun mungkin kita pernah bertemu di sekolah,tapi kau tak tau siapa aku,karena kita tidak satu kelas walaupun satu angkatan?" ucap Sarah.
"Siapapun pasti akan melakukan hal yang sama,jika melihat kamu berdiri di tepi jembatan seperti tadi." Reyhan menghembuskan nafasnya. "Namaku Reyhan,mungkin kau belum mengenal ku,dan aku juga belum tau namamu,karena aku belum cukup lama di sekolah itu,jadi aku belum terlalu hapal satu persatu nama teman seangkatan ku." Reyhan memperkenalkan namanya.
"Sepertinya kau tidak perlu mengenalkan namamu, karena namamu sangat populer di sekolah,bahkan kau menjadi idola baru di sekolah,jadi,pasti tidak ada yang tidak tau namamu tanpa terkecuali aku." ucap Sarah.
"Kau terlalu berlebihan,aku bahkan tidak merasa seterkenal yang kau ucapkan itu." ucap Reyhan sambil tersenyum.
("Reyhan memang laki-laki yang sangat baik, pantas saja semua orang di sekolah menyukai nya,namun aku baru menyadari nya sekarang, karena aku terlalu di buta kan oleh cinta Arfan, yang sekarang malah membuat ku kecewa.") batin Sarah.
"Eemm namamu siapa,maaf aku hanya mendengar dari orang di kelas ku saja kalau nama mu Sarah, karena aku belum pernah berkenalan secara langsung,jadi bolehkah aku Jika bertanya secara langsung?" tanya Reyhan.
"Hmm sepertinya aku tidak seterkenal kamu,kau saja tidak tau namaku." Sarah menghembuskan nafasnya.
"Jadi,aku salah yah?" tanya Reyhan.
"Kau tidak salah,namun,aku sedikit itu dengan mu, karena kau begitu banyak dikenali orang, sedang kan kau masih ragu dengan namaku." ucap Sarah.
"Jadi?" tanya Reyhan.
__ADS_1
"Iyah,kau benar,namaku Sarah." ucap nya.
"Aku tau,kau sekelas dengan Arfan kan,teman dekatnya Nadira?" ucap Reyhan untuk memastikan kebenaran yang ia tahu.