
"Kau tidak salah,namun,aku sedikit itu dengan mu, karena kau begitu banyak dikenali orang, sedang kan kau masih ragu dengan namaku." ucap Sarah.
"Jadi?" tanya Reyhan.
"Iyah,kau benar,namaku Sarah." ucap nya.
"Aku tau,kau sekelas dengan Arfan kan,teman dekatnya Nadira?" ucap Reyhan untuk memastikan kebenaran yang ia tahu.
Deg
Mendengar nama Arfan membuat Sarah merasa teriris iris, ekspresi wajah nya kembali murung seperti sebelumnya, padahal ia sudah mulai bisa sedikit bercanda tadi.
"Maaf jika aku melukai mu,apa aku salah bicara?" tanya Reyhan,ia melihat ekspresi Sarah yang langsung berubah.
"Kau tidak salah." ucap Sarah ia kembali meneteskan air matanya.
("Kenapa dia menangis lagi saat aku mengatakan nama Arfan,apa ini ada hubungannya dengan dia,tapi mana mungkin,aku sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi padanya.") batin Reyhan.
"Maaf,jika aku boleh tau, sebenarnya kau kenapa? apa masalah mu begitu berat sehingga kau bisa senekat itu untuk bunuh diri?" tanya Reyhan.
("Apa aku katakan saja yang sebenarnya,tapi tidak mungkin, walaupun aku tau Reyhan pasti pandai menyimpulkan rahasia,tapi sepertinya,ini belum saat nya,aku tidak mau ada orang yang tahu dulu mengenai ini, apalagi aku baru saja mengenali nya.") batin Sarah.
"Ini hanya masalah keluarga,maaf aku tidak bisa mengatakan apa itu masalah nya." ucap Sarah.
"Baiklah, aku tidak akan memaksamu,itu privasi mu,jadi aku tidak ada hak untuk ikut campur." ucap Reyhan.
("Dia memang laki-laki yang baik,aku sangat kagum padanya,dia bisa menghargai seseorang, walaupun ia terlihat sangat penasaran,tapi ia bisa menahan diri nya, sangat berbeda jauh dengan Arfan.") batin Sarah.
Saat mereka sedang mengobrol,Abah dan juga Ambu menghampiri mereka. "Kamarnya sudah Ambu,rapikan,jika mau beristirahat silahkan!" ucap Ambu.
"Terimakasih Tante,maaf jika saya sudah merepotkan." ucap Sarah.
"Tidak nak,tidak sama sekali,kalau begitu kita ke kamar dulu,kalau kalian masih mau mengobrol silahkan." ucap Ambu.
__ADS_1
"Iyah, sekali lagi terimakasih." ucap Sarah sambil tersenyum.
Ambu dan Abah pun langsung pergi dari tempat tersebut, Reyhan kembali melihat ke arah Sarah. "Mau istirahat sekarang?" tanya Reyhan,Sarah pun mengangguk.
"Mari,biar saya antar." ucap Reyhan yang langsung berdiri.
Reyhan pun langsung berjalan,di ikuti dengan Sarah di belakang nya, Reyhan pun mengantar Sarah sampai depan pintu kamar.
"Ini kamarnya, semoga kamu bisa istirahat dengan nyaman di sini." ucap Reyhan yang langsung membalikkan tubuhnya,ia berniat untuk pergi ke kamar nya.
"Rey, tunggu!" ucap Sarah.
"Ada yang bisa aku bantu lagi?" Reyhan membalikkan badannya.
Sarah mendekati Reyhan, "Makasih yah untuk semuanya." Sarah memegang tangan Reyhan.
"Sama sama." Reyhan melepaskan tangannya dengan ragu,ia merasa sedikit risih ketika Sarah memegang tangan nya.
Namun berbeda dengan Sarah,justru ia merasa heran dengan Reyhan yang melepaskan tangannya,karena selama ia tinggal di Jakarta,ia tidak pernah menemukan laki laki yang menolak nya, apalagi hanya sekedar bersentuhan tangan dengan nya.
"Lebih baik,kau istirahat sekarang,aku juga mau istirahat." ucap Reyhan tersenyum ragu.
"I-iyah." ucap Sarah.
Reyhan pun langsung pergi dari sana,ia berjalan ke arah kamar nya,dan kemudian langsung masuk ke dalamnya.
Sementara Sarah ia masih termenung melihat kepergian Reyhan,ia pun langsung masuk ke dalam kamar nya,dan menutup pintu kamar tersebut.
Sarah melihat sekeliling,ia tersenyum melihat kamar yang begitu bersih dan rapi itu, walaupun kamar tersebut jauh lebih kecil dari kamar nya yang sangat besar,namun sepertinya ia merasa nyaman berada di sana.
Sarah duduk di tepi ranjang sambil melihat sekeliling. "Aku tidak menyangka akan berada di sini,eemm tapi bukannya Reyhan sepupu nya Dira yah,apa mungkin rumah mereka berdekatan,hmm sepertinya memang begitu." ucap Sarah,ia langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Sarah memandangi langit langit kamar. "Reyhan, laki laki yang sangat baik,tampan,dia benar benar idaman." gumam sarah,sambil tersenyum.
__ADS_1
("Hmm besok libur sekolah,aku harus bagaimana yah, sebenarnya aku mau menemui Arfan lagi,tapi jelas jelas dia sudah menolak ku,Bahkan dia tak mau mengakui ini anaknya, sepertinya aku harus memikirkan cara agar tak ada satu orang pun yang tahu kehamilan ku,sampai aku lulus sekolah.") batin Sarah.
***
Pagi Hari
Nadin tampak nya sedang memasak di dapur bersama asisten rumah tangga nya, sepertinya ia memasak banyak hari ini,Nadira yang berniat untuk mengambil minum pun tampak sedikit terkejut melihat makanan di atas meja.
"Eh kebetulan anak mama udah bangun,nanti tolong antar kan makanan ini ke rumah Reyhan yah,bilang dari mama." ucap Nadin.
"Kenapa harus Dira mah?" tanya Nadira,setelah meminum air di tangan nya.
"Kamu kan istri nya Reyhan,jadi kamu yang antar kan kesana,lagian Deket juga kan,kamu harus mulai pendekatan sama mertua mu." ucap Nadin.
("Duh, sebenarnya masih canggung juga sih,tapi tidak ada salahnya juga,lagian Reyhan juga kan sudah baik sama aku,aku harus mulai menerima pernikahan ini, walaupun masih belum sepenuhnya.") batin Nadira.
"Sekarang mah?" tanya Nadira.
"Eemm kamu belum mandi yah?" tanya Nadin,Nadira pun menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ya sudah lah tidak apa apa,antar kan ini sebentar yah?" ucap Nadin.
"Pake baju tidur kayak gini mah?" tanya Nadira ragu,karena ia memakai baju tidur selutut, sehingga memperlihatkan kaki jenjang nya yang putih mulus.
"Nggak papa lah,Deket ini,lagian kamu udah biasa juga kan pake itu." ucap Nadin.
"Ya udah,mana makanan nya." ucap Nadira.
"Ini,awas hati hati jangan sampai tumpah yah." Nadin memperingati.
"Iyah mah." ucap Nadira yang mengambil rantang makanan yang sudah di siapkan tadi.
Nadira yang belum mandi,namun terlihat sangat cantik alami dengan masih menggunakan pakaian tidur nya, sangat terlihat cantik,ketika wajah nya tersorot mentari pagi yang mulai memancarkan cahaya nya,ia pun berjalan kaki ke arah rumah Reyhan yang terhalang satu bangunan dengan rumah nya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Nadira sampai di depan pintu rumah Reyhan,ia pun memencet bel,dan tak lama kemudian pintu pun terbuka.
Nadira sedikit terkejut karena Reyhan yang membuka pintu nya, Reyhan pun sama terkejutnya,saat melihat penampilan Nadira yang berbeda dari biasa nya, walaupun Reyhan sering melihat wanita cantik di luaran sana yang bahkan lebih seksi dari penampilan Nadira saat ini,namun entah kenapa Nadira sangat terlihat istimewa di matanya.