Bukan Pacar Rahasia

Bukan Pacar Rahasia
59.Menjelaskan


__ADS_3

Desi mengembuskan napasnya. "Sebenarnya aku tau kalau kalian sudah menikah." ucap Desi tiba-tiba.


Nadira dan Reyhan membulatkan matanya, mereka saling menatap.


"Des, aku bisa jelaskan semua nya!" Nadira merasa tidak enak dengan Desi,karena bagaimanapun Desi adalah sahabat baik nya.


"Tak perlu,aku senang mendengar nya Ra,kalian memang sangat cocok,kau tak perlu khawatir." Desi memegang tangan Nadira sambil tersenyum.


"Tapi Kamu beneran nggak marah kan?" Nadira meyakinkan.


"Nggak Ra,malahan aku mau ngucapin selamat sama kalian." Desi tersenyum.


"Dari mana kamu tau Des, padahal kita sangat menutupi semua ini dari siapapun?" tanya Reyhan,ia sangat penasaran.


"Sebelumnya aku minta maaf,saat kalian sedang mengadakan acara makan malam keluarga,aku juga kebetulan ada di sana,dan tak sengaja mendengar percakapan kalian." ucap Desi menjelaskan.

__ADS_1


"Jujur saja sebenarnya aku merasa lega karena kamu sudah tau,itu berarti aku tidak perlu menutup nutupi lagi dari kamu,tapi Des,apa kamu bisa untuk merahasiakan ini dulu, setidaknya sampai kita lulus sekolah?" pinta Nadira.


"Iyah Des,kita mohon banget sama kamu,jangan ada yang tau lagi selain kamu,aku hanya tidak ingin semua orang tau, apalagi pihak sekolah, mereka pasti akan langsung mengeluarkan kita dari sekian jika tau aku dan Dira sudah menikah." ucap Reyhan.


"Kalian tenang saja,aku tidak akan memberitahu siapa pun,aku hanya ingin kalian mengetahui saja,jika aku sudah mengetahui pernikahan kalian." ucap Desi.


"Syukurlah, terimakasih Des,kamu sudah mengerti,aku nggak tau harus ngomong apa lagi sama kamu." Nadira menggenggam erat tangan Desi.


"Eemm Rey,aku boleh minta izin untuk mengobrol berdua bersama Dira?" ucap Desi.


"Kenapa Reyhan nggak boleh tau Des, padahal kamu udah tau kalau dia suami aku." ucap Nadira.


"Nggak papa Ra,aku bisa keluar dulu kok,mungkin Desi memang ingin lebih nyaman aja kalau berbicara dengan mu,kalian begitu aku keluar dulu,jika kalian sudah selesai bicara,nanti telpon saja,aku juga mau mencari musholla deket deket sini." ucap Reyhan.


"Terimakasih atas pengertiannya Rey." ucap Desi, Reyhan pun mengangguk kemudian ia pergi dari ruangan tersebut.

__ADS_1


Setelah melihat Reyhan keluar,kini Desi menatap wajah Nadira, sebenarnya ia bingung harus dari mana ia mengawali pembicaraan nya.


"Jadi,apa yang mau kamu katakan Des?" tanya Nadira.


"Sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu,karena walau bagaimanapun aku sudah salah,karena sudah menghianati mu." ucap Desi.


"Menghianati? maksud nya apa,aku nggak ngerti Des." Nadira terlihat bingung.


"Kamu tau kan,adikku harus di rawat di rumah sakit,dan dia juga habis menjalani operasi?" tanya Desi.


"Iyah,terus?" Nadira semakin penasaran.


"Kamu juga tau sendiri kan bagaimana kehidupan sehari-hari ku,dan sebab itu,untuk membiayai pengobatan adik ku,aku terpaksa harus bekerja sebagai..." Desi masih belum melanjutkan ucapannya.


"Sebagai apa?" Nadira penasaran.

__ADS_1


"P*****r." Desi menunduk,ia sangat malu mengatakan itu.


Nadira menutup mulut dengan kedua tangannya,ia tak percaya dengan apa yang Desi ucapan barusan, ucapan Desi membuat nya seakan-akan di sambar petir yang langsung menggetarkan seluruh tubuhnya.


__ADS_2