
"Ya sudah, kalau gitu, minum obat dulu yah." Nadira membuka bungkus obat,lalu ia memberikan nya pada Reyhan.
Setelah memberikan obat pada Reyhan, Nadira pun berniat untuk menyimpan piring ke dapur,namun saat Nadira berdiri, Reyhan pun langsung menarik tangan nya.
"Jangan pergi!" ucapnya pelan.
"A-aku mau simpan piring dulu setelah itu aku akan balik lagi." ucap Nadira gugup.
"Jangan bohong!" ucap Reyhan.
"Sebentar saja,aku nggak akan lama." ucap Nadira, Reyhan pun mengangguk.
Nadira pun langsung ke dapur,saat ia turun dari tangga, nampak nya Farida sedang di ruang tamu,dia sedang menunggu suaminya pulang.
"Rey sudah makan neng?" tanya Farida.
"Sudah Ambu,Dira mau simpan piring dulu ke dapur." ucap nya.
"Simpan saja dekat wastafel,nanti biar Ambu yang cuci,setelah itu neng balik lagi ke kamar." Ambu memperingatkan.
"Iyah,oh Iyah,Dira bisa minta tolong nggak,hp Dira mati,tolong kasih tau mama kalau Nadira nginep di sini, takut nya mama nungguin kalau Dira nggak ngabarin dulu." ucap Nadira sedikit gugup.
"Iyah boleh,biar nanti Ambu yang telpon." Ambu tersenyum.
"Makasih." ucap Nadira,Ambu pun hanya mengangguk.
Nadira pun langsung berjalan ke dapur untuk menyimpan piring kotor, setelah itu ia langsung kembali lagi ke kamar, kemudian menutup pintu nya.
Nadira menghampiri Reyhan,ia menatap wajah tampan Reyhan yang sedang memejamkan matanya.
__ADS_1
"Syukurlah,panas nya sudah turun." Nadira menyentuh kening Reyhan.
"Eemm aku tidur di mana yah." Nadira melihat sekeliling. "Lebih baik aku tidur di sofa saja." Nadira pun langsung bangkit dari duduknya.
Saat Nadira akan berdiri, Reyhan menarik tangan nya, sehingga tubuh Nadira jatuh ke dalam pelukan Reyhan,kini mata keduanya saling bertatapan.
"Jangan pergi ke mana-mana, tidur lah di samping ku." Reyhan menarik tubuh Nadira agar ia semakin dekat dengan nya, sehingga Nadira kini berada di dalam pelukannya.
"Ta-tapi." Nadira tampaknya sangat gugup, jantungnya berdetak kencang saat Reyhan memeluk dirinya.
Nadira mencoba untuk melepaskan pelukannya, Karena ia merasa canggung,namun Reyhan semakin mengeratkan pelukannya.
"Aku mohon,aku ingin sedikit lebih lama memeluk mu,dan biarkan seperti ini dulu." ucap Reyhan.
("Aku nggak bisa tidur kalau kayak gini, kenapa rasanya sangat nyaman yah,tapi kenapa tubuh ku terasa panas,atau mungkin karena Reyhan memang tubuh nya masih panas,tapi sepertinya bukan,aku merasakan hal yang berbeda,tapi tubuhku tidak menolak nya.") batin Nadira.
"Aku berjanji tidak akan macam macam,aku hanya ingin memeluk mu seperti ini." ucap Reyhan,takut jika Nadira salah paham padanya.
("Kalau kayak gini terus, kayaknya aku nggak bisa tidur deh,tapi nggak papa deh, yang penting dia sembuh,dan tidur dengan nyenyak.") batin Nadira.
Nadira menatap wajah tampan Reyhan,ia tersenyum melihat wajah suami nya itu. "Ternyata suamiku memang ganteng." gumamnya pelan,sambil mengusap rambut Reyhan.
"Kenapa baru sadar,kemana aja selama ini." ucap Reyhan,ia tersenyum,namun matanya masih tertutup.
Wajah Nadira memerah,ia terkejut ketika mengetahui kalau ternyata Reyhan belum tertidur,ia sangat canggung dan panik seketika.
("Aduh,aku harus gimana nih,malu banget,kenapa Reyhan belum tidur sih, padahal dia kayaknya udah pules banget.") batin Nadira.
"Nggak usah malu,Mandang wajah Suami ada pahalanya juga kok, apalagi buat hati suami bahagia, pahalanya nambah." ucap Reyhan,ia semakin mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
"A-aku." Nadira mencoba untuk bergerak.
"Jangan kemana-mana,di sini aja,aku nggak mau jauh jauh, biarlah suamimu yang ganteng ini,deket deket sama istrinya." ucap Reyhan,ia masih belum mau membuka matanya.
"Ke-kenapa kamu belum tidur?" tanya Nadira gugup.
"Seharusnya aku yang tanya,kenapa kamu malah memandangi ku terus, bukannya tidur,ini sudah malam." ucap Reyhan, sekarang ia membuka matanya.
"Aku nggak ngantuk." Nadira sepertinya salah tingkah.
Reyhan tersenyum, kemudian ia menatap wajah Nadira. "Terimakasih sudah mau datang dan merawat ku,jika kamu bersedia,aku ingin selalu seperti ini bersama mu,apa kamu keberatan jika kita selalu tidur bersama?" tanya Reyhan tiba-tiba.
("Gak,nggak mungkin kalau kita tidur seperti ini tiap hari, walaupun Reyhan selalu bilang nggak akan macam macam,tapi kita berdua adalah pasangan suami istri,dan kita pun sudah cukup dewasa, bagaimana kalau ada sebuah bisikan pada Reyhan dan tiba-tiba dia meminta hak nya sebagai suami, jelas jelas aku belum siap untuk melakukan nya, walaupun aku sudah mulai menerima pernikahan ini.") batin Nadira.
"A-aku." Nadira sedikit gugup.
"Aku mengerti,aku pun tak akan memaksamu, lupakanlah, sekarang lebih baik kita tidur,besok kita harus sekolah." ucap Reyhan,ia melepaskan pelukannya,takut jika Nadira tidak bisa tertidur lagi,jika ia terus memeluk nya seperti tadi.
Reyhan tertidur membelakangi Nadira, bukannya apa apa,ia hanya tidak mau jika Nadira merasa tidak nyaman.
Melihat Reyhan seperti itu malah membuat Nadira merasa tak enak,walau bagaimanapun,ia adalah istri dari nya, yang seharusnya memang selalu bersama suaminya.
("Dengan sikap mu seperti ini entah kenapa,itu sangat membuat hatiku semakin luluh,sifat tidak memaksa mu membuat aku kagum padamu, ketenangan mu membuat hati ku damai di sisi mu, sepertinya aku yang seharusnya lebih bisa mengerti kan perasaan mu.") batin Nadira.
Dengan sedikit keberanian, Nadira pun memeluk Reyhan dari belakang, perlakuan Nadira pun membuat Reyhan terkejut. "Jangan membalikkan badanmu,aku malu." ucap Nadira pelan.
Reyhan pun hanya tersenyum,ia memegang tangan Nadira yang sedang memeluknya dari belakang,dan tidak merubah posisi tidurnya agar Nadira merasa nyaman.
("Terimakasih yaa Allah,kau memang maha membolak-balikkan hati manusia, terimakasih karena sudah mulai membuka hati istri ku, walaupun hati nya belum sepenuhnya menerima ku,tapi aku yakin, dengan berjalan nya waktu, Nadira akan bisa mencintai ku tanpa harus aku minta, karena kau lah yang memberikan cinta di hati nya.") batin Reyhan.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, mereka pun tertidur dengan pulas,karena mereka bisa tidur dengan nyaman menurut nya masing-masing.
Tak ada yang bisa mengetahui kapan datangnya cinta,cinta bisa datang kapan saja,entah itu kapan, dimana,dan pada siapa orang itu akan jatuh cinta,namun jika seseorang menyertakan Allah dalam setiap langkah nya, percaya lah, dirimu akan menerima lebih dari apa yang kamu harapkan.