Bukan Pacar Rahasia

Bukan Pacar Rahasia
29.Cemburu


__ADS_3

Stand kelompok Nadira pun langsung di serbu ibu ibu, Sampai sampai mereka kewalahan untuk melayani nya, Reyhan pun ikut membantu melayani mereka,ia sangat senang bisa membantu nya,ada beberapa juga dari ibu ibu tersebut yang mencubit pipi Reyhan karena mereka gemas dengan wajah Reyhan yang manis.


Nadira memperhatikan wajah Reyhan yang sedang melayani ibu ibu itu, Nadira tersenyum melihatnya,ia sangat kagum pada Reyhan yang sangat piawai dalam segala hal.


("Aku bangga dengan mu,aku sampai sampai aku tak menemukan kekurangan di dirimu.") batin Nadira.


"Eh,kok malah melamun sih,itu bantuin Reyhan dong Ra." ucap Desi.


Desi memperhatikan wajah Nadira yang memperhatikan Reyhan dari tadi,ia memperhatikan cara Nadira memandang Reyhan.


("Sepertinya mereka memang ada hubungan,tapi bukan sebagai saudara,aku yakin itu,tapi aku tak ada bukti yang kuat untuk meyakinkan kecurigaan ku ini, kalau pun aku harus bertanya langsung pada Nadira, seperti itu sangat tidak sopan,karena mungkin Nadira dan Reyhan mencoba untuk menutupi nya.") batin Desi.


Beberapa saat kemudian, dagangan kelompok Nadira pun langsung habis ketika ada Reyhan yang membantu nya,Bu Neni pun datang untuk memantau dari dekat, karena dari tadi ia hanya memantau dari jauh.


("Anak baru ini memang berbeda,selain dia cerdas,dia juga pandai dalam segala aspek, sepertinya murid lain harus banyak mencontoh nya.") batin Bu Neni.


"Reyhan." panggil Bu Neni.


"Iyah Bu." Reyhan menghampiri Bu Neni.


"Kamu istirahat,dari tadi kamu sudah banyak membantu,bahkan yang bukan kelompok mu,ibu takut kamu kecapean,apalagi abis ini kita akan langsung berangkat ke panti asuhan." ucap Bu Neni.


"Iyah Bu." ucap Reyhan.


Reyhan pun langsung beristirahat,ia ke berniat untuk membeli minuman ke kantin,namun baru saja ia membalikkan badannya, Suci sudah ada di belakang nya.


"Ini Aku belikan minuman untuk mu." Suci memberikan minuman pada Reyhan.


"Terimakasih,baru saja aku mau ke kantin." Reyhan langsung mengambil lalu meminumnya.


"Aku tau, kamu pasti kecapean,ya udah kita tunggu di kelas yuk,kayak nya sebentar lagi,yang lain juga pada abis dagangan nya." ucap Suci.


"Ya sudah,ayo!" Reyhan pun berjalan bersama Suci menuju ke dalam kelas.


Nadira memperhatikan kedua nya,ia merasa panas melihat keduanya,nampaknya Desi memperhatikan wajah Nadira yang seperti tidak suka melihat nya.


"Ra,kamu kenapa? cemburu lihat mereka?" tanya Desi memancing Nadira.


"Loe apaan sih Des,Reyhan kan sepupu gue,nggak mungkin lah gue cemburu." Nadira mencoba untuk tenang.

__ADS_1


"Hehehe, serius banget sih loh,gue bercanda tau,udah ah yuk ke kelas." Desi terkekeh,ia pun merangkul Nadira untuk masuk ke kelasnya.


Nadira duduk di bangku nya,ia melihat Reyhan sedang asyik mengobrol bersama Suci,Desi yang melihat ada kejanggalan dari Nadira pun mencoba untuk mencairkan suasana. "Eemm Ra,besok kan libur,kita main yuk kemana gitu,biar nggak bosen di rumah." ucap Desi.


"Eemm boleh,tapi kemana yah,eh Susi kemana?" tanya Nadira.


"Ke toilet kayaknya." ucap Desi.


"Eemm bagaimana kalau kita main ke Dufan,udah lama kan nggak ke sana?" tanya Nadira.


"Wah boleh juga tuh,gimana kalau kita ajak yang lain biar seru kalau rame rame." ucap Desi.


"Ngajak siapa?" tanya Nadira.


"Reyhan, Suci,kalian mau ikut ke Dufan gak besok?" tanya Desi.


"Eemm boleh." ucap Suci.


"Kamu Rey?" tanya Desi.


"Boleh juga,aku belum pernah kesana." ucap Reyhan.


"Eemm mobil gue kan cuma cukup buat berempat,ada sih mobil papa,minjem aja apa yah." ucap Nadira.


"Ya udah,eemm tapi,Arfan di ajak nggak,masa pacar loe nggak di ajak sih." ucap Desi.


"Biar nanti gue tanya dia dulu mau atau nggak, takutnya dia ada acara lain." ucap Nadira sedikit ragu.


"Ya udah berarti,gue,Dira,Reyhan,Suci,Susi,kalau jadi sama Arfan yah,nanti kita kumpul di rumah Dira,oke." ucap Desi.


"Iyah boleh" jawab Suci.


"Lagi ngomongin apaan sih,pake ada nama Susi Segala." Susi yang baru datang pun langsung nimbrung.


"Gini sus,kita besok mau ke Dufan,loe ikut kan?" tanya Desi.


"Wah boleh tuh,tapi Susi teh nggak bisa kalau naik yang ekstrim ekstrim,yang nyantai aja yah,naik permainan nya." ucap Susi.


"Bisa di atur." ucap Desi.

__ADS_1


Saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba ibu Neni datang,ia mengajak para murid nya,untuk berangkat ke panti asuhan, memberikan sumbangan yang sudah mereka kumpulkan.


Mini bus pun sudah terparkir di depan, semua murid langsung masuk ke dalam mobil tersebut,saat di dalam,semua kursi sudah penuh sedangkan Nadira belum duduk,hanya kursi di sebelah Reyhan yang masih kosong itu pun paling belakang, Reyhan yang melihat nya pun langsung berdiri.


"Kamu duduk di sini aja Ra!" ucap Reyhan,ia menyuruh Nadira untuk duduk di dekat jendela.


"Ta-tapi." ucap Nadira bingung.


"Ayo duduk, sebentar lagi mobilnya mau berangkat!" ucap Reyhan.


"I-iyah." ucap Nadira gugup,ia pun langsung duduk di kursi dekat jendela, sedangkan Reyhan duduk di sebelah nya.


("Duh,kenapa deg degan gini yah, padahal kan bukan pertama kali,aku deket gini sama Reyhan.") batin Nadira,ia memegang dadanya.


"Kamu kenapa Ra,sakit?" tanya Reyhan cemas.


"Nggak papa kok." ucap Nadira gugup.


Mobil pun langsung melaju menuju panti asuhan,namun pada saat di perjalanan,tiba-tiba mobil berhenti mendadak, sehingga membuat tubuh Nadira jatuh ke dalam pelukan Reyhan yang dengan sigap menangkap nya,mata mereka bertemu.


("Masyaallah, cantiknya ciptaan mu ya Allah.") batin Reyhan.


("Reyhan semakin terlihat tampan saat di lihat dari dekat begini.") batin Nadira.


"Ada apa sih pak,kok ngerem mendadak?" tanya Bu Neni kepada supir.


"Maaf Bu,ada motor yang sembarangan belok." ucap pak supir.


"Ya udah,lanjut pak,takut keburu sore nanti." ucap Bu Neni.


"Baik Bu." jawab pak supir yang langsung melanjutkan perjalanan nya.


Reyhan pun tersadar,untung saja mereka berada di kursi belakang,jadi tidak ada yang melihat mereka berpelukan seperti itu.


"Ma-maaf aku hanya tidak ingin kamu terjatuh." Reyhan gugup.


"Terimakasih." ucap Nadira,ia membenarkan posisi duduknya.


("Duh, untung saja kita duduk di belakang,kalau di depan,bisa bisa temen temen pada curiga lagi,mau jawab apa nanti.") batin Nadira,dia melihat ke kanan kiri.

__ADS_1


__ADS_2