Bukan Pacar Rahasia

Bukan Pacar Rahasia
36.Canggung


__ADS_3

("Walaupun aku merasa deg-degan,tapi kenapa aku merasa senang yah di perlakukan seperti itu oleh Reyhan,apa aku sudah mulai jatuh cinta padanya,pada suami ku sendiri,hmm tapi rasanya malu sekali,kalau aku harus bertatap muka langsung dengan nya lagi nanti.") batin Nadira,ia menutup wajahnya dengan bantal,ia merasa dilema.


Setelah itu, Nadira pun langsung bersiap siap,ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Beberapa saat kemudian ia pun keluar dari kamar mandi sudah menggunakan baju ganti nya, kemudian ia menatap ke arah cermin,ia melihat bibir nya lalu memegang nya,ia pun teringat kembali kejadian tadi.


"Aduh,kenapa keinget terus sih, tenang Ra,kamu harus bersikap seperti biasa oke." ucap Nadira berbicara pada diri nya sendiri.


"Hai." tiba-tiba dua sahabatnya itu masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, membuat Nadira terkejut.


"Ya ampun,kalian itu ngagetin aja sih." Nadira memegang dadanya.


"Eh,maaf maaf,loe kaget yah,tadi kata mama loe kita suruh langsung masuk aja." ucap Desi.


"Iyah nggak papa, semuanya udah kumpul?." ucap Nadira,ia pun langsung menyisir rambutnya.


"Eemm kayaknya batu kita berdua doang sih yang kesini,apa emang kita kepagian yah,hehehe." Desi terkekeh.


"Kayaknya sih gitu, orang baru jam tujuh." ucap Susi.


"Ya udah nggak papa,kalian udah pada sarapan belum?" tanya Nadira.


"Belum,hehehe." ucap Desi malu malu.


"Ya udah,nanti sarapan bareng yah, kebetulan mama masak banyak tuh." ucap Nadira.


"Wah,Tante Nadin memang paling pengertian." ucap Desi.


"Kayaknya sih sengaja masak banyak, soalnya gue semalem,minta izin buat jalan jalan sama kalian." ucap Nadira.


"Tuh kan." ucap Desi.


"Ya udah yuk!" Nadira pun menyimpan sisirnya kemudian ia langsung keluar bersama dengan dua sahabatnya itu.


"Eh,udah pada siap, sarapan dulu yuk!" ucap Nadin saat mereka menghampiri nya di meja makan.


"Wah, makanan nya banyak banget Tante." ucap Desi.


"Iyah,ayo makan,Tante sengaja masak banyak." ucap Nadin.

__ADS_1


"Makasih Tan." ucap Desi dan juga Susi yang langsung duduk.


"Kalian makan yah,Tante mau ke kamar." ucap Nadin sambil tersenyum, mereka pun mengangguk.


Mereka pun langsung menikmati makanan yang sudah di sajikan di meja, sedangkan Nadin,tidak ikut sarapan bersama mereka karena ia masih menunggu suaminya.


"Kita teh nggak apa-apa nih makan duluan?" tanya Susi.


"Nggak papa,tadi kan mama yang udah nawarin,lagian kayak nya mama nunggu papa bangun." ucap Nadira.


"Oh." ucap Susi yang kembali menyantap makanan nya.


Setelah selesai makan, mereka pun langsung ke depan,Karena mereka mendengar suara klakson mobil, sepertinya itu mobil Arfan.


Dan benar saja, ternyata itu mobil Arfan,dan tak lama kemudian Suci pun datang dengan di antar oleh mobil papa nya yang seperti nya mau berangkat kerja.


"Jadi,siapa yang mau bawa mobil nya?" tanya Nadira.


"Aku aja sayang,tapi kita masih nunggu Reyhan kan?" tanya Arfan.


"I-iyah." ucap Nadira sedikit gugup mendengar nama Reyhan.


Baru saja mereka selesai berbicara, Reyhan datang bersama dengan Sarah, semua orang pun terkejut dengan kedatangan kedua nya,apalagi Arfan, yang sangat terkejut melihat Sarah ada di sana.


"Hai semuanya." ucap Reyhan tersenyum manis.


"Sarah,kenapa kamu bisa sama Reyhan?" tanya Suci.


"A-aku." ucap Sarah gugup.


"Dia juga mau ikut kita,nggak apa apa kan?" tanya Reyhan.


"Nggak papa sih,tapi kenapa Sarah bisa sama kamu Rey?" tanya Desi.


("Aku harus jawab apa yah,nggak mungkin kan,kalau aku bilang aku bilang kalau aku nolongin Sarah yang mau bunuh diri semalam.") batin Reyhan.


"Ya udahlah mending kita berangkat yuk!" ucap Nadira,ia tahu Reyhan pasti bingung mau jawab apa.


Reyhan pun duduk di depan,di samping Arfan yang menyetir mobil,sementara Susi, Suci dan juga Desi di belakang nya,sedangkan Sarah dan juga Nadira duduk di jok paling belakang.

__ADS_1


Nadira sengaja sedikit berjauhan dengan Reyhan,karena ia masih merasa canggung dengan kejadian tadi.


Saat di perjalanan, semuanya tampak menikmati indahnya kebersamaan,sesekali mereka bernyanyi untuk membuat suasana menjadi lebih ceria,namun hal itu tidak di rasakan oleh Sarah dan juga Arfan, ke dua nya tampak merasa gelisah.


Arfan sesekali melirik sarah lewat kaca depan, melihat Sarah yang tampaknya hanya menunduk,tak ikut bernyanyi bersama.


("Kenapa dia bisa ikut sih,aku jadi tidak bebas seperti ini, pikiran ku kemana mana,apalagi dia duduk di sebelah Dira,aku takut dia akan menceritakan semuanya.") batin Arfan.


"Kamu kenapa sar,kamu kelihatannya pucat,kamu sakit?" tanya Nadira sedikit cemas.


"Tidak apa apa." Sarah pura pura tersenyum.


"Ya sudah, sebentar lagi kita sampai kok,kamu jangan banyak pikiran yah." ucap Nadira,ia tahu jika Sarah sedang ada masalah,makanya dia berniat untuk bunuh diri.


Nadira juga tau,kenapa Reyhan membawanya,ia pasti berniat untuk membuat Sarah terhibur dengan masalah yang ia hadapi.


Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di tempat tujuan, setelah mereka membayar tiket, mereka pun langsung masuk.


"Eh,kita naik apa dulu yah,jadi bingung,banyak banget permainan nya?" ucap Desi yang melihat sekeliling.


"Jangan naik yang aneh aneh atuh yah,Susi teh takut." ucap Susi sudah bergidik melihat permainan nya menurut nya sangat menyeramkan.


"Ya udah kamu naik itu aja tuh,kincir angin,biar nggak takut,dia kan cuma muter muter aja." ucap Desi.


"Hmm boleh juga tuh,a Rey, temenin Susi yuk naik itu?" ucap Susi sambil tersenyum.


"Kayaknya enggak dulu deh,aku mau istirahat sebentar." ucap Reyhan.


"Ya udah atuh,ayo Suci temenin Susi yuk!" ucap Susi.


"Ayo!" ucap Suci yang langsung ikut.


"Eh,aku juga ikut." ucap Desi yang mengikuti mereka dari belakang.


Sementara di sana tersisa, Reyhan, Nadira,Sarah dan juga Arfan, mereka sepertinya sangat canggung, mereka sedang bergelut dengan pikirannya masing-masing.


"Ra,aku mau bicara dulu sama Sarah sebentar yah." ucap Arfan pada Nadira.


"Iyah." ucap Nadira,ia pun tak ada curiga apapun karena ia tahu kalau Sarah adalah teman satu kelas nya Arfan.

__ADS_1


"Ikut aku!" ucap Arfan,Sarah pun mengikuti nya dari belakang.


Sementara tinggal ada Nadira dan juga Reyhan di sana, mereka tampak nya masih sedikit canggung,namun Reyhan malah semakin mendekat ke arah Nadira, Reyhan memegang tangannya, membuat Nadira terkejut dengan apa yang di lakukan Reyhan.


__ADS_2