
Sementara, tinggal ada Nadira dan juga Reyhan di sana, mereka tampak nya masih sedikit canggung,namun Reyhan malah semakin mendekat ke arah Nadira, Reyhan memegang tangannya, membuat Nadira terkejut dengan apa yang di lakukan Reyhan.
"Lepaskan tangan mu Rey,nanti kalau yang lain melihat kita bagaimana, mereka pasti akan curiga?" tampaknya Nadira sangat ketakutan.
"Mereka sudah pergi jauh,jadi tidak akan melihat kita, aku hanya ingin memegang tangan mu,apa tidak boleh?" ucap Reyhan.
("Reyhan kenapa sih,ini kan tempat umum, apalagi kita datang bersama dengan yang lainnya juga,aku tidak mau kalau sampai ada salah satu dari mereka melihat aku berpegangan tangan dengan nya.") batin Nadira.
Dan benar saja,Desi yang sedang menaiki sebuah permainan pun melihat dari atas ke arah Reyhan dan juga Nadira yang sedang berpegangan tangan, sementara Susi dan juga Suci tidak melibatkan nya, karena mereka sibuk melihat ke arah yang lain.
("Sepertinya kecurigaan ku semakin nyata, Reyhan dan juga Nadira menyembunyikan sesuatu dari semua orang,aku yakin mereka memiliki hubungan,tapi bukan sebagai sepupu,aku harus mencari kebenaran nya,aku hanya ingin tahu, sebenarnya aku hanya penasaran,aku pun tidak akan mengusik mereka walaupun memang mereka memiliki hubungan, walaupun awalnya aku memang tertarik pada Reyhan tapi itu hanya sebatas mengagumi saja.") batin Desi.
Sementara di tempat lain,Arfan baru saja menarik tangan Sarah di sebuah tempat yang menurutnya aman,sebelum berbicara dengan Sarah,Arfan melihat sekeliling terlebih dahulu,ia takut ada orang yang memperhatikan nya,saat di rasa sudah aman,ia pun langsung melihat ke arah Sarah.
"Kenapa kamu bisa bersama Reyhan, apakah kamu sengaja mendekati nya agar kamu bisa ikut kesini bersama ku?" Arfan menghempaskan tangannya.
"Jangan asal bicara kamu, Reyhan menolong ku semalam,karena aku hampir saja bunuh diri karena stres dengan keadaan ini,aku sangat putus asa saat kau tak mau bertanggung jawab atas perbuatan mu sendiri." ucap Sarah.
"Alah jangan banyak alasan,atau jangan-jangan,kau bukan hamil dengan ku,karena Reyhan lah yang sudah menghamili mu?" Arfan tersenyum licik.
__ADS_1
Plak!
Sarah menampar pipi Arfan,ia sangat marah karena lagi lagi Arfan berkata jika seolah-olah ia adalah wanita murahan, yang bermain dengan banyak laki-laki, padahal dia seorang lah yang sudah menodai nya.
Arfan memegang pipi nya yang terasa panas. "Kenapa kau menampar ku lagi?" Arfan terlihat marah pada Sarah.
"Jangan pernah kau libatkan masalah ini pada Reyhan,dia laki-laki yang baik,tidak bereng*ek seperti mu,dia bisa menghargai wanita,jangan bandingkan dia seperti dirimu." Sarah menatap tajam ke arah Arfan.
"Jadi,maksudnya,sekarang kau menyalahkan ku,kau harus sadar Sarah,kau sendiri yang memberikan tubuh mu padaku,karena aku tak pernah memaksamu,dan bukankah kau sendiri menikmati hubungan terlarang kita,jadi jangan salahkan aku,kau sendiri yang mau kita melakukan nya." ucap Arfan.
"Kau memang tak pernah memaksa ku,tapi aku tak berpikir kalau kau adalah seorang pengecut,kenapa kau tidak bertanggung jawab atas perbuatan mu itu,malah kau salahkan orang lain dalam masalah yang kau akui sendiri kau sudah melakukan nya?" Sarah benar benar marah pada Arfan.
Plak!
Tangan Sarah kembali mendarat di pipi Arfan,ia sangat kecewa karena ternyata Arfan hanya memanfaatkan nya saja,ia kira Arfan benar benar mencintai nya,tapi ternyata,ia hanya ingin memanfaatkan keadaan saja,di mana Sarah waktu itu butuh seseorang yang bisa membuat nya nyaman,saat situasi rumah tangga keluarga nya tidak baik baik saja.
Sekarang ia jadi menyesal, ternyata selama ini ia telah melabuhkan hatinya kepada orang yang salah,bahkan ia tak pernah cinta padanya sama sekali.
"Kau memang berng**k,aku tidak menyangka kau akan mengatakan hal seperti itu padaku,aku sangat menyesal telah mengenal mu,dan hal yang paling aku sesali dalam hidup ini adalah,saat aku bisa jatuh cinta pada laki-laki seperti mu." Nadira membendung air matanya,ia pun langsung pergi meninggalkan Arfan,ia mencari tempat yang aman, untuk meluapkan kesedihan nya,karena ia tak mau ada satu orang pun yang melihatnya menangis di sana.
__ADS_1
Arfan melihat kepergian Sarah,tak ada rasa penyesalan dalam hatinya,karena sudah membuat orang yang pernah ia ambil kehormatan nya itu tersakiti olehnya.
"Siapa suruh mau saja bermain dengan ku,aku tak akan bertanggung jawab, walaupun kau mengandung anak ku,aku gak mau menjadi ayah dalam kondisi ku masih sekolah seperti ini,mau di bilang apa aku sama orang orang kalau mereka tau aku menghamili anak orang,hmm semoga saja kau tak mengganggu ku lagi." Arfan menyeringai, kemudian ia meninggalkan tempat tersebut.
Sementara Sarah,ia masuk ke dalam toilet,ia pun menangis terisak di sana,ia sangat merasa semakin menyesal mendengar perkataan Arfan tadi,ia sangat tidak menyangka bahwa Arfan bisa berkata seperti itu,bahkan ia tak pernah membayangkan jika Arfan sejahat itu.
"Hiks hiks hiks,kamu jahat fan,kamu sudah sangat jauh menorehkan pedang yang sangat tajam di hatiku,aku bertekad tidak akan mengharapkan mu lagi,kau tidak pantas untuk aku perjuangkan." Sarah menangis di dalam kamar mandi.
Sarah cukup lama berada di toilet, setelah cukup tenang ia pun langsung keluar lagi,ia tak mau orang orang mencurigai nya,ia juga tau pasti teman teman nya sedang mencari nya.
Saat Sarah keluar, tiba tiba ia bertemu dengan Reyhan di depan, sepertinya Reyhan juga ingin ke toilet Karena ia mengarah masuk ke toilet pria.
"Reyhan..." ucap Sarah pelan.
("Sarah kenapa,matanya sembab, sepertinya dia habis menangis, sebenarnya apa yang terjadi padanya,aku sangat penasaran,apa aku tanya saja yah,tapi sepertinya dia sangat menutupi masalah yang sedang ia hadapi ini.") batin Reyhan.
"Kamu kenapa? habis menangis?,kita mencari mu dari tadi,aku takut terjadi apa-apa?" tanya Reyhan dengan pelan.
"Nggak papa kok,ayo kita gabung bersama mereka,maaf jika aku membuat kalian khawatir,aku sepertinya mules,jadi agak lama ke toilet nya." ucap Sarah,ia berpura pura tersenyum.
__ADS_1
"Apa tidak ada hal yang ingin kau bicarakan,aku harap kau bisa sedikit lebih tenang jika kau menceritakan nya?" tanya Reyhan.