Bukan Pacar Rahasia

Bukan Pacar Rahasia
50.Flash Back


__ADS_3

*Flash back on*


Pada hari itu,kondisi Adit sangat kritis, sehingga mengharuskan untuk operasi,saat itu Desi sangat bingung,karena ia tak punya cukup biaya untuk membayar operasi tersebut,pada akhirnya Desi terpaksa untuk pergi ke suatu tempat yang seharusnya tidak ia kunjungi, namun ia tak punya pilihan lain lagi.


Karena waktu dan keadaan yang memang mendesak akhirnya Desi pergi ke sebuah klub untuk menemui seseorang yang akan membantu dirinya.


"Apa kamu yakin akan menjual kehormatan mu?" tanya seorang pria bernama Jeki yang akan membantu Desi untuk mengenalkan nya dengan seseorang.


"Aku tak punya pilihan lain." ucap Desi dengan pasrah.


"Baiklah,kalau begitu, tunggu di sini,aku akan menemui seseorang di sana,kau jangan ke mana mana." ucap Jeki.


Pria tersebut menghampiri seseorang yang sedang minum di tempat tersebut, sepertinya dia terlihat sangat frustasi.


"Hai bos Dani,saya punya barang bagus,apa anda ingin mencoba nya." ucap Jeki itu.


"Semua wanita sama saja,aku sudah muak." ucap nya, sepertinya ia sangat terpukul.


"Wanita ini beda bos,dia masih ting ting,kalau bos mau,saya tidak akan memberikan nya pada orang lain, bagaimana?" tanya Jeki itu.


("Sebenarnya aku datang kesini,hanya untuk minum saja agar aku bisa mengobati rasa kecewa ku pada dia yang sudah menghianati ku,tapi sepertinya tak ada salahnya,jika penghianatan nya aku balas juga dengan penghianatan.") batin Dani.


"Baiklah,aku ambil dia,antar kan dia ke mobil ku,aku menunggu nya di sana." ucap Dani,ia langsung berjalan ke arah mobilnya.


Setelah mendapatkan kesepakatan dengan Dani,Jeki pun kembali menghampiri Desi, setelah Desi setuju,ia langsung di antar ke mobil Dani.


"Ini bos, bagaimana,dia masih sangat muda bukan?" ucap Jeki.


"Buka kan pintu mobilnya dan biarkan dia masuk,ini bayaran untuk mu!" Dani memberikan segepok uang kepada pria tersebut.


"Thanks bos,senang bekerja sama dengan anda." pria tersebut langsung mengambil uangnya,ia mencium segepok uang itu, kemudian mengantonginya sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


Tanpa menjawab pertanyaan Jeki,Dani langsung Melajukan mobilnya, sepanjang perjalanan, mereka hanya terdiam,tak ada satu pun yang memulai pembicaraan.


("Ternyata gadis ini masih sangat muda, sepertinya dia seumuran dengan Sarah,tapi kenapa wanita semuda ini mau menjual kehormatan nya,ah itu bukan urusan ku,tapi apakah aku akan tega melakukan nya pada gadis sepolos ini.") batin Dani.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di sebuah hotel, setelah memesan kamar, keduanya pun langsung masuk ke dalam kamar.


"Siapa nama mu?" tanya Dani.


"Panggil saja Ciara om." desi menunduk,ia sepertinya sangat ketakutan.


"Kenapa kamu ingin menjual kehormatan mu?" tanya Dani.


"Sepertinya saya tidak perlu memberitahu masalah pribadi saya, urusan kita hanya di ranjang saja." ucap Desi,ia memberanikan diri untuk berkata seperti itu.


"Eemm tidak masalah,tapi, berapa uang yang kamu inginkan dari ku?" tanya Dani.


"Terserah om saja." jawab Desi.


("Sebenarnya aku tak pernah berniat untuk melakukan ini,tapi aku terlanjur sakit hati padamu, biarlah ini menjadi kesalahan terbesar ku,aku sudah terlalu kecewa.") batin Dani.


Karena ini pertama kalinya untuk Desi, sepertinya ia terlihat ketakutan, wajah nya memerah, badannya bergetar.


("Maafkan aku,aku terpaksa melakukan ini.") batin Desi.


"Aku akan melakukannya dengan lembut." Dani berbisik.


Dani memulai aksinya, pertama tama ia menggendong Desi dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, Dani menyibakkan rambutnya, setelah itu kini tangan nya mulai nakal menjamah setiap inci tubuh Desi.


Desi yang baru pertama kali mendapatkan sentuhan dari laki laki pun tampak nya sedikit takut,namun ia tak bisa berbuat apa-apa,ia hanya pasrah dengan apa pun yang pria itu lakukan.


"Aaaaah." Desi menggeliat.

__ADS_1


Suara erangan Desi membuat Dani semakin bergairah,kini Dani memulai aksinya, awalnya ia sedikit cemas mendengar suara isakan tangis Desi,namun ia pun tak bisa menahannya lagi, sampai akhirnya ia sampai pada puncaknya.


Tubuh Dani ambruk di atas Desi,dan akhirnya terjatuh ke samping, pergulatan nya itu membuat Dani lelah sehingga ia langsung tertidur pulas di samping Desi.


"Hiks hiks hiks." Desi menangis terisak,ia tak pernah menyangka akan melakukan hal tersebut,hal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.


Melihat pria di samping nya tertidur pulas,Desi pun langsung berdiri,Desi memungut pakaian nya yang berserakan di lantai, walaupun ia merasa kesakitan saat berjalan tapi ia ingin segera pergi dari tempat tersebut.


Setelah memakai pakaian nya kembali,Desi pun langsung keluar dari kamar tersebut dengan membawa cek tadi,ia pun langsung pulang ke rumah nya.


Sementara Dani, beberapa saat kemudian ia bangun dari tidurnya,saat ia membuka matanya,ia tak mendapati Desi di samping nya.


"Ciara,apa kamu di kamar mandi?" Dani memanggil nya.


Namun tidak ada suara apa pun di kamar mandi,ia berpikir bahwa kemungkinan besar wanita yang baru saja menemani nya sudah pergi dari kamar tersebut.


"Sepertinya dia sudah pergi,aku belum sempat mengobrol banyak dengan nya." gumam Dani.


Sejak kejadian tersebut,Dani selalu kepikiran Desi, yang ia tahu bernama Ciara, percintaan semalam nya selalu terbayang bayang sehingga membuat nya ingin bertemu lagi dengan nya.


*Flash back off*


"Kamu pasti heran dari mana saya bisa mendapatkan nomor handphone mu,tapi maaf sebelumnya,saya memaksa Jeki untuk memberikan nomor mu, awalnya dia tak mau,tapi saya terus memaksanya." ucap Dani.


"Dan pastinya om menyogok nya dengan uang bukan?" Desi tersenyum getir.


"Tapi saya melakukan itu agar bisa bertemu lagi dengan mu,jadi saya harap,jangan salah kan Jeki,jika kamu mau marah,marahi saya,karena saya yang salah." ucap Dani.


"Aku sudah tau sifat dia, yang ada di pikiran nya hanya uang,jadi menurut ku wajar saja,om tidak perlu khawatir." Desi tersenyum.


"Ciara,apa kita bisa mengulang lagi kisah malam itu?" ucap Dani tiba-tiba.

__ADS_1


"Aku sudah berbeda om,tidak akan sama seperti malam itu lagi,dan seharusnya om tau akan hal itu." ucap Desi.


"Saya tau,dan saya sangat paham,tapi jujur saja,saya tak bisa melupakan malam itu,karena itu malam terindah yang pernah saya alami, walaupun aku tau itu sebuah kesalahan." ucap Dani.


__ADS_2