
"Ciara,apa kita bisa mengulang lagi kisah malam itu?" ucap Dani tiba-tiba.
"Aku sudah berbeda om,tidak akan sama seperti malam itu lagi,dan seharusnya om tau akan hal itu." ucap Desi.
"Saya tau,dan saya sangat paham,tapi jujur saja,saya tak bisa melupakan malam itu,karena itu malam terindah yang pernah saya alami, walaupun aku tau itu sebuah kesalahan." ucap Dani.
"Maksudnya?" Desi belum paham dengan perkataan Dani.
"Malam itu, sebenarnya aku tak ada niatan untuk tidur dengan seorang wanita lain,karena aku sadar jika aku masih mempunyai istri,namun karena pada saat itu aku melihat secara langsung penghianatan istri ku,aku sampai melakukan nya,maka aku katakan itu adalah sebuah kesalahan." ucap Dani.
"Om itu lucu,lalu jika om pikir malam itu adalah sebuah kesalahan,kenapa sekarang om mengajak ku bertemu,dan om sampai sampai menyogok bang Jeki buat ngasih nomor aku." Desi tersenyum getir.
"Itu dia yang menjadi beban pikiran ku,sepertinya aku kena karma atas perbuatan ku itu, jujur saja sejak malam itu,aku jadi susah untuk tidur, setiap malam bahkan setiap hari aku selalu kepikiran kamu, sampai akhirnya aku berani kan diri untuk mengajak mu bertemu kembali." Dani menatap wajah Desi.
"Lalu,apa yang mau om lakukan setelah kita bertemu, apakah itu cukup untuk membuat om merasa lega,atau malah semakin membuat om tak bisa tertidur dengan nyenyak." Desi menerka nerka.
"Apakah kamu mau melakukan nya lagi?" tanya Dani.
"Maaf om,aku hanya melayani satu klien satu kali,dan setelah itu,aku tidak mau melayani nya lagi." ucap Desi.
"Tapi kenapa?" Dani merasa heran dengan perkataan Desi.
"Itu sudah menjadi keputusan ku,dan bang Jeki juga tau akan hal itu,jika om nggak percaya,om bisa tanyakan padanya." ucap Desi.
("Sepertinya Ciara ini bukan wanita biasa,dia tidak seperti wanita pada umum nya di luaran sana,aku semakin penasaran pada nya.") batin Dani.
"Kalau memang begitu,aku tidak akan memaksamu,tapi boleh kan jika aku mengajak mu makan bersama malam ini?" tanya Dani.
"Eemm tidak ada masalah." ucap Desi.
__ADS_1
"Terimakasih." Dani tersenyum.
Desi hanya tersenyum, beberapa saat kemudian, makanan pun datang, mereka menyantap makanan nya dengan santai.
"Eemm,aku ke toilet dulu sebentar yah om." ucap Desi,ia langsung berdiri.
"Iyah Iyah silahkan!" ucap Dani.
Desi pun langsung berjalan ke arah toilet,namun saat berjalan melewati beberapa tamu restoran yang lain,ia seperti melihat seseorang yang ia kenal sedang makan bersama kedua orang tuanya nya dan juga tiga orang lainnya lagi, yang tidak begitu jelas ia lihat,karena ketiganya hanya terlihat dari belakang.
Karena tak mau ketahuan,Desi pun langsung bersembunyi di suatu tempat yang di kira nya nyaman untuk mengintip mereka.
"Itu kan Dira sama orang tua nya,eemm tapi ketiga orang nya lagi siapa yah, kayaknya bukan keluarga nya Arfan deh." gumam Desi.
Karena penasaran,Desi pun langsung berpindah ke tempat lain untuk memperjelas penglihatan nya,ia ingin melihat siapa kah pria yang ada di depan Dira, setelah ia mendapatkan posisi lebih dekat untuk melihat nya dengan jelas,ia pun tak penasaran lagi.
Desi pun mengangkat kedua bahunya, kemudian ia membalikkan tubuhnya dan mencoba untuk melangkah karena dari awal ia memang berniat untuk pergi ke kamar mandi.
Namun baru saja ia melangkah,ia mendengar perkataan mama nya Nadira, sehingga membuat Desi menghentikan langkahnya dan kemudian kembali memperhatikan ke arah mereka.
.
.
.
.
"Dira, Reyhan,kalau nanti kalian udah lulus sekolah,kalian resmikan pernikahan ini!" ucap Nadin.
__ADS_1
"Maksud mama,bikin pesta pernikahan?" ucap Nadira.
"Iyah betul, pernikahan kalian kan udah sah secara agama dan juga hukum,kalian juga udah dapat buku nikah,jadi, tinggal resepsi nya aja yang belum." ucap Nadin.
"Tapi mah,apa kata temen temen Dira nanti,kalau baru aja lulus sekolah Dira udah nikah,apalagi mereka kan tau nya kalau kita sepupu an." ucap Dira.
"Loh apa salahnya sayang,lagian walaupun memang benar kalian sepupuan,kalian tetap bisa menikah kok, pernikahan kalian sah di mata hukum dan agama,apalagi kalian kan memang bukan sepupu,jadi apa yang harus di khawatir kan." ucap Nadin.
"Benar kata mama sayang,jadi, bagaimana?" tanya Surya.
Tanpa menjawab pertanyaan terlebih dahulu, Nadira malah melirik ke arah Reyhan, sepertinya ia bingung harus menjawab apa.
"Sepertinya kalau habis lulus terlalu dekat mah, sepertinya Dira juga belum siap, untuk masalah resepsi pernikahan,biar nanti saja kita diskusikan lagi." ucap Reyhan, sepertinya ia mengerti jika Nadira memang belum siap.
("Syukurlah, sepertinya Rey mengerti apa yang aku khawatirkan.") batin Nadira.
Sementara di tempat yang sama namun dari kejauhan,namun suara mereka masih bisa terdengar jelas,Desi tampaknya terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Jadi selama ini kecurigaan ku benar,Dira dan juga Reyhan memiliki hubungan,bahkan mereka sudah menikah,dan mereka bukan saudara sepupu." Desi menutup mulutnya karena terkejut.
Selama ini Desi memang sempat mencurigai,jika Nadira dan juga Reyhan memiliki hubungan,namun bukan sebatas sepupu,dan sekarang semuanya sudah terjawab dengan jelas.
Hal yang membuat Desi curiga pertama kali adalah saat ia menemukan sarung di kamar Nadira ketika ia bermain ke rumah nya waktu itu,dan pada saat liburan nya ke Dufan,saat itu Desi melihat Reyhan memegang tangan Nadira, walaupun ia melihat nya dari jauh,tapi ia yakin,kalau penglihatan nya tidak salah.
Dan setelah mendengar langsung apa yang menjadi kecurigaan nya ini benar, walaupun ia sangat terkejut, namun,Desi menjadi lega,lega karena ternyata Nadira sudah menikah dengan orang yang tepat,bukan dengan Arfan yang menurutnya kurang baik.
("Aku sangat bahagia mendengar nya Ra, walaupun memang kejadian aku dengan Arfan itu juga sebuah penghianatan buat mu,tapi mendengar kamu sudah menikah dengan Reyhan,entah kenapa itu membuat ku tenang, walaupun aku masih penasaran,kenapa kalian menyembunyikan semua itu dari ku,dan kenapa kamu masih melanjutkan hubungan mu dengan Arfan.") batin Desi,ia masih memperhatikan mereka.
"Ciara ngapain di sini,kamu kenapa lama sekali,aku khawatir kamu kenapa Napa,kamu nggak papa kan?" Dani menepuk pundak Desi.
__ADS_1