
Bi Ani pun langsung menempelkan botol kayu putih itu ke dekat lubang hidung Sarah, agar Sarah cepat sadar,dan benar saja,tak lama kemudian,Sarah pun langsung tersadar.
"Non,apa non pusing?" tanya bi Ani.
"Iyah bi,aku agak pusing."Sarah memegang kepalanya, kemudian ia mencoba untuk bangkit dari tidurnya.
"Hati hati non." bi Ani membantu Sarah untuk duduk.
Setelah sadar,Sarah teringat akan kejadian sebelumnya, tiba-tiba ia meneteskan air matanya.
"Bi,aku harus bagaimana, hiks hiks hiks." Sarah menangis terisak.
"Bibi juga bingung non." ucap bi Ani,ia tak tau harus bagaimana.
"Bagaimana kalau sekarang kita gu**rkan kandungan ini bi,ayo antar aku ke tempat nya bi,pasti bibi tau kan." Sarah memegang tangan bi Ani.
"Tidak non,bibi tidak akan melakukan nya,bayi ini tidak berdosa,non tidak boleh melakukan nya, apalagi itu juga sangat membahayakan nyawa non Sarah." bi Ani sangat tidak setuju dengan keputusan Sarah.
"Tapi bi,aku harus bagaimana,aku gak mau kalau sampai orang lain tau dengan kehamilan ku ini,hiks hiks hiks." Sarah menangis terisak.
"Non harus tetap menjaga janin ini sampai ia lahir,non Sarah tidak boleh meng****rkan janin ini,dia sama sekali tidak bersalah." ucap bi Ani.
"Tapi aku takut Bi,aku takut hiks hiks hiks." Sarah memeluk bi Ani. "Bi,aku mohon,jangan bilang sama siapa siapa dulu yah,aku nggak mau kalau sampai orang tau terutama mama sama papa,aku belum siap untuk mengatakan yang sebenarnya." Sarah memohon pada bi Ani.
"Tapi non,apakah akan lebih baik jika ibu sama bapak tau." ucap bi Ani.
"Tidak bi,aku tak mau kalau sampai mereka tau,jadi aku mohon rahasia kan dulu ini dari mereka!" ucap Sarah.
"Baiklah,jika memang non Sarah mau nya seperti itu, sekarang non istirahat yah,nanti bibi buatkan bubur,non kan bekum sarapan." ucap bi Ani.
"Iyah Bi." ucap Sarah,ia menghapus air matanya.
__ADS_1
***
Sementara di sekolah, semua siswa sudah bersiap menjajakan dagangannya di lapangan sekolah, terlihat orang orang pun mulai berdatangan, untuk membeli dagangan para murid.
"Eh Ra, lihat deh,jajanan di stand nya Reyhan kayaknya enak enak banget, pantes aja dari tadi rame,lah kita,satu aja belum ada yang beli." ucap Desi, melihat ke arah Reyhan dan Suci yang sedang sibuk melayani para pembeli.
"Belum aja,nanti juga ada yang beli kok." ucap Nadira,ia pun melihat ke arah Reyhan dan Suci.
("Mereka terlihat akrab banget,kenapa sih denganku,gak mungkin kan,kalau aku cemburu melihat mereka, walaupun mungkin aku sudah mulai menerima pernikahan ini,tapi tidak secepat itu kan aku jatuh cinta sama Reyhan.") batin Nadira.
Sementara Reyhan,ia melihat ke arah Nadira, yang sedang memperhatikan nya, Reyhan pun melambaikan tangannya sambil tersenyum.
"Eh,itu teh a Reyhan lambai lambai tangan ke Susi yah,eemm senyumnya itu loh,bikin adem." ucap Susi.
"Eh,udah ah jangan kegeeran,mending kamu tawar tawar kan dagangan ini sama orang orang yang datang,lihat tuh dagangan Reyhan bentar lagi abis kayaknya." ucap Desi.
"Iyah Iyah,aduh ini teh panas banget sih." ucap Susi.
"Alhamdulillah,dagangan kita abis, Suci,kalau gitu kamu bantu beresin ini dulu yah,aku mau bantuin Nadira, kayaknya dagangan nya masih banyak." ucap Reyhan.
"Tapi kan,mereka ada kelompok nya juga,kamu juga pasti udah capek kan layanin pembeli tadi." ucap Suci.
"Nggak papa,lagian mau apa lagi sih,paling abis ini kita langsung istirahat,lebih baik aku bantu dia,lagian ini buat amal juga kan,bukan buat pribadi,jadi nggak ada salahnya kan, kelompok kita kan udah menyelesaikan dengan baik." ucap Reyhan.
"Ya udah,tapi kalau capek kamu nggak usah maksain." ucap Suci.
"Nggak kok,aku masih semangat,aku ke sana dulu yah." ucap Reyhan yang langsung berjalan ke arah stand kelompok nya Nadira.
("Reyhan memang laki-laki yang sangat baik,dia sangat senang membantu orang lain,aku sangat kagum terhadap nya.") batin Suci.
"Wah,kamu hebat banget Rey, dagangan nya udah abis aja." ucap Desi.
__ADS_1
"Iyah Alhamdulillah, tapi bukan aku yang hebat,tapi semua orang di kelompok kami." ucap Reyhan,ia tak mau sombong, walaupun memang ia ketua kelompok nya.
"Eemm tapi kan kamu ketua nya,jadi kamu yang hebat bisa ngatur ngatur anggota kamu." ucap Desi.
"Nggak gitu juga,eemm boleh aku bantuin jualin?" tanya Reyhan.
"Yang benar? wah boleh boleh,kamu memang baik." ucap Desi.
"Nggak usah,kita kan sudah di bagi bagi kelompok-kelompok nya,jadi biar kita aja ya yang jual punya kita" ucap Nadira, merasa tidak enak.
"Nggak apa apa,lagian ini kan buat anak yatim juga,jadi nggak salah kan kalau aku membantu supaya dagangan nya cepat habis." ucap Reyhan.
"Ya udah lah Ra,nggak papa kali,Rey bantu kita,lagian dia kan yang mau." ucap Desi.
Tanpa menunggu jawaban dari Nadira, Reyhan pun langsung menghampiri para pembeli yang berdatangan. "Bu,di sini jajanan nya enak enak loh Bu,ayo di beli." ucap Reyhan dengan ramah.
"Mana mana saya mau beli kalau enak." ucap ibu ibu tersebut.
"Ini Bu." Reyhan membawa ibu itu ke stand Nadira.
"Eemm Iyah enak,saya ambil sepuluh deh." ucap ibu ibu tersebut.
"Wah,Iyah Bu boleh,Des tolong bungkus sepuluh katanya." ucap Reyhan terlihat senang.
"Makasih yah Bu,bisa Panggil temen temen ibu juga kalau memang ibu suka makanan nya." ucap Reyhan tersenyum ramah.
"Iyah dek,makasih yah,udah ganteng ramah lagi layani nya." ucap ibu ibu tersebut,ia langsung memanggil teman teman nya yang sedang di stand yang lain. "Eh Bu ibu,di sana juga enak loh kue nya ayo beli, pelayanan nya ramah,anaknya juga ganteng baik." ucap ibu tersebut.
"Ayo ayo kita kesana!" ucap teman teman ibu tersebut.
Stand kelompok Nadira pun langsung di serbu ibu ibu, Sampai sampai mereka kewalahan untuk melayani nya, Reyhan pun ikut membantu melayani mereka,ia sangat senang bisa membantu nya,ada beberapa juga dari ibu ibu tersebut yang mencubit pipi Reyhan karena mereka gemas dengan wajah Reyhan yang manis.
__ADS_1
Nadira memperhatikan wajah Reyhan yang sedang melayani ibu ibu itu, Nadira tersenyum melihatnya,ia sangat kagum pada Reyhan yang sangat piawai dalam segala hal.